KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
DIJEBAK


__ADS_3

Berpindah tempat tepatnya ditempat Pietro ingin melakukan aksinya.


Sebelum Pietro sampai ditempat tujuannya, selama diperjalanan entah kenapa hati dan fikiran Pietro selalu tertuju kepada gadis yang ada dirumahnya yaitu Molly.


Jika sebelum berangkat tadi Pietro takut Molly akan melarikan diri dari rumahnya, namun ketika sudah berangkat bukan itu yang Pietro takutkan.


Akan tetapi takut jika ada orang asing yang berani mencoba masuk kedalam rumahnya dan ingin mencelakai Molly.


Ya contohnya dengan para kedua pemburu tadi yang sudah berani masuk kedalam rumah siPietro.


Bukan sekali atau dua kali ada pemburu atau orang asing yang tersesat dihutan yang bertamu bahkan ingin merampas atau merampok dirumahnya siPietro.


Itulah mengapa Pietro sangat kefikiran sekali dengan keadaan dari Molly.


Sambil mengandarai mobilnya dengan sedikit melamun, akhirnya Pietro sampai juga disebuah gedung kosong yang sudah tidak terpakai.


Karena disitulah yang dikatakan oleh Tuan Bram orang yang menyuruh Pietro tadi, jika mangsa perburuannya sudah ditangkap oleh para anak buah dari Tuan Bram dan sedang ditahan disitu.


Pietro bersama anak buahnya yang sudah sampai digedung tersebut, mereka semua langsung saja masuk kedalam gedung itu.


Dan disaat Pietro bersama anak buahnya sudah masuk kedalam gedung itu, Pietro melihat ada seorang laki-laki yang lebih tua sedikit darinya sudah diikat dikursi kayu dan dijaga begitu ketat oleh banyak anak buah yang Pietro yakinin dari Tuan Bram sendiri.


" Apakah dia orangnya?? ",, tanya dari Pietro kepada salah satu anak buah yang ada disitu.


" Benar Tuan, dia mangsa anda ",, jawab salah satu anak buah dari Tuan Bram kepada Pietro.


Ketika Pietro sedang melihat kearah wajah mangsanya, tiba-tiba saja ponsel milik Pietro berdering dengan sangat kencang sekali.


Pietro yang melihat nomor dari Tuan Bram sedang menelfonnya, dia pun langsung saja mengangkatnya.


" Bagaimana Tuan Roderick??, apakah anda sudah melihat mangsa anda saat ini?? ",, kata dari Tuan Bram kepada Pietro.


" Sudah, dia ada didepan saya sekarang ",, jawab tenang dari Pietro sambil memperhatikan wajah dari mangsanya yang tidak terlihat takut sama sekali dengannya.


Justru wajah dari mangsa Pietro saat ini terlihat tenang, dingin, dan juga marah yang bercampur menjadi satu.


Pietro yang mengerti semua tatapan itu dia sudah sedikit merasa curiga dengan keadaan sekitar.


Dan belum sempat selesai mencerna keadaan, tiba-tiba saja Tuan Bram mengatakan sesuatu kepadanya yang membuat Pietro semakin tambah curiga.


" Bagus, silahkan nikmati saja pertunjukkannya Tuan Roderick ",, kata Tuan Bram kepada Pietro dan langsung mematikan sambungan telefonnya.


Tuan Bram yang sudah mematikan sambungan telefonnya itu secara sepihak dengan Pietro, dia pun tiba-tiba saja keluar dari tempat persembunyiannya sambil mencoba menelfon Pietro lagi.

__ADS_1


Dan Pietro langsung mengangkatnya, namun secara bersamaan dengan keluarnya seseorang dari balik tembok yang ada disitu sambil berkata yang sama persis dengan suara orang yang menelfonnya.


" Halo Tuan Roderick?? ",, kata orang itu kepada Pietro melalui sambungan telefon sambil melambaikan tangannya kepada Pietro.


" Si4l4n!!, anda menjebak saya!! ",, kata Pietro sambil mematikan sambungan telefonnya sambil juga menunjukkan wajah marahnya kepada orang itu yang ternyata adalah Tuan Bram sendiri.


Sedang mangsa yang tadi diikat dikursi tiba-tiba saja sudah berdiri tidak jauh didepan Pietro.


Tuan Bram dan mangsanya tadi mereka berdua langsung saja tertawa dengan sangat puas sekali karena sudah berhasil menjebak Pietro masuk kedalam perangkapnya.


" Anda hari ini yang akan mati Tuan Roderick, karena anda adik saya mati!! ",, kata orang yang diikat dikursi tadi kepada Pietro.


" Iya benar sekali Tuan Holmes, kita berdua sebentar lagi bisa membalaskan dendam untuk adik-adik tercinta kita kepada laki-laki b471n94n itu!! ",, kata Tuan Bram kepada Tuan Holmes.


Tuan Bram dan Tuan Holmes tidak pernah belajar dari orang-orang sebelumnya.


Jika Pietro dijebak seperti itu pasti amarah dia akan berkali-kali lipat dari yang biasanya.


Dan pasti orang-orang yang sudah berani menjebak Pietro seperti itu, mereka semua akan berakhir dan mati lebih mengenaskan ditangan Pietro.


" Oh........... ternyata kalian berdua bersekongkol untuk membunuh saya, huh??!! ",, kata Pietro dengan santai kepada Tua Bram dan Tuan Holmes.


" Ok, mari kita buktikan, siapa yang paling tangguh diantara kita, kalian berdua atau saya!! ",, kata Pietro lagi kepada Tuan Bram dan Tuan Holmes.


" Tapi saya fikir orang-orang seperti kalian berdualah menurut saya yang lebih pantas menyusul adik-adik kalian, daripada kalian masih hdiup dibumi ini, akan menjadi sampah dan menuh-menuhin lingkungan saja!! ",, kata mengejek dan tenang dari Pietro sengaja memancing amarah dari Tuan Bram dan Tuan Holmes.


" Kalian semua serang dia.........!!! ",, kata Tuan Bram menyuruh kepada para anak buahnya untuk menyerang Pietro.


Akhirnya perkelahian pun terjadi antara Pietro, anak buahnya sendiri bersama anak buah dari para musuhnya itu.


Prang......., bugh,........ dugh,.......... krass,........


Suara pukulan demi pukulan bertubi-tubi terdengar didalam gedung itu dan menggema satu ruangan.


Sejauh ini anak buah dari Pietro masih unggul, mereka semua hampir bisa mengalahkan semua anak buah dari Tuan Holmes dan Tuan Bram.


Tuan Holmes dan Tuan Bram yang daritadi hanya diam saja melihat perkelahian itu, mereka berdua akhirnya ikut-ikutan juga ingin menyerang Pietro.


Sreeeetttt, dooooorrrr!!!


Suara bunyi sayatan dari pisau entah kepada tubuh siapa tidak tahu.


Dan untung saja Pietro bisa menghindar dari tembakan yang Tuan Bram tujukan kepada tubuhnya tadi.

__ADS_1


Sreeeetttt..............


Pietro tanpa diduga dia terkena sayatan pisau dibagian perutnya yang dibawa oleh Tuan Holmes tadi.


Ketika Pietro sedang menghindar dari serangan pisau dari Tuan Holmes tadi, tiba-tiba saja Tuan Bram mengambil diam-diam pedang panjang milik Pietro untuk dia sabetkan ketubuh Pietro.


Untuk saja Pietro mengetahui akan gerakan dari Tuan Bram, dan sekuat tenaga Pietro langsung saja menahan pedang super tajam miliknya itu menggunakan satu telapak tangannya


" Ciaaaaaaaaaaaaaaattt ",, teriak dari Pietro kepada Tuan Bram sambil menahan pedang miliknya yang ingin dia sabetkan ketubuhnya tadi.


Telapak tangan dari Pietro langsung saja bercucuran darah segar karena menahan pedang yang super tajam itu.


Dan Buuugghhhh.......!!!


Akhirnya Pietro bisa juga menendang perut dari Tuan Bram menggunakan kakinya, membuat Tuan Bram langsung saja jatuh tersungkur dilantai.


Dua lawan satu, itulah yang terjadi antara Pietro, Tuan Holmes serta Tuan Bram.


Sedangkan para anak buah dari siPietro yang sudah bisa melumpuhkan semua anak buah dari Tuan Holmes dan Tuan Bram, mereka semua hanya bisa melihat saja perkelahian tersebut.


Sebab Pietro sangat tidak suka sekali jika dia sedang seperti itu dibantu oleh para anak buahnya.


Kecuali dalam keadaan yang terdesak, baru Pietro mempersilahkan para anak buahnya untuk membantunya.


Dan anak buah dari Pietro sudah mengerti akan hal itu, kapan mereka harus membantu Pietro.


Tuan Holmes yang melihat Pietro sedikit kesusahan karena dia terluka ditangan dan juga perutnya, dia lalu mencoba melawan Pietro lagi menggunakan pisau lipatnya lagi.


Dan Pietro orangnya yang tidak mudah tumbang, dengan sigap dia langsung mengindar dari pisau yang Tuan Holmes ingin tusukkan diperutnya.


Dengan sigap, Pietro langsung saja menendang pisau tersebut menggunakan kakinya, dan Pietro langsung juga mengeluarkan pisau kecil nan tajam yang tersembunyi dibalik sepatu bootnya.


Pietro langsung saja melempar pisau tersebut kearah tubuh dari Tuan Holmes dan tepat mengenai dadanya.


Tuan Holmes pun langsung jatuh tersungkur dilantai dan langsung meninggal seketika.


Sekarang tinggal Tuan Bram saja yang masih hidup yang sudah berani menjebak Pietro untuk datang kegedung tersebut.


Pietro yang melihat Tuan Bram sudah sendirian digedung itu, dia langsung tersenyum miring dengan sangat menyeramkan sekali kepada Tuan Bram.


...๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ...


Mau tahu Tuan Bram akan diapakan oleh Pietro, lanjut part selanjutnya๐Ÿค—.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2