
Kak Ivar yang baru saja di skakmat oleh Pietro, tiba-tiba saja ponsel miliknya yang memang tertinggal di ruang perawatannya Molly dan saat ini sedang dia cas, tiba-tiba saja ponsel miliknya itu berdering dengan cukup kencang sekali.
Kak Ivar tentu saja langsung berjalan ke arah ponselnya yang sedang di cas itu.
Dan ketika di lihat ternyata yang sedang menelponnya adalah Agnes yang menyuruh Kak Ivar untuk menjemputnya di depan rumah sakit, karena Agnes sedang membawa banyak barang yang tidak bisa di bawanya sendiri.
Kak Ivar langsung saja mengiyakan dan dia ijin sebentar kepada Pietro, Molly dan juga Gilbert.
Sepeninggaln dari Kak Ivar, Gilbert yang merasa suntuk, karena hatinya sedang merasa tidak baik-baik saja, akhirnya dia pun berpamitan juga kepada Pietro dan Molly untuk pergi sebentar.
Dan akhirnya tinggal Molly beserta Pietro saja di dalam ruang perawatan itu.
Jangan lupakan masih ada Ansel yang masih setia berdiri di samping ranjang pasiennya Molly, karena dia sedang asik menatap wajah baby A yang sedang tertidur.
Ketika Ansel sedang sibuk menatap baby A, tiba-tiba saja dia merasakan di dalam tubuhnya ada rasa yang tidak pernah dia rasakan sama sekali.
" Ada apa dengan tubuhku?? ",, kata Ansel yang di dengar jelas oleh Molly dan Pietro.
Ansel kebingungan sendiri dengan tubuhnya yang lama-lama semakin memudar saja.
" Ansel ada apa dengan tubuh kamu?? ",, tanya dari Molly kepada Ansel.
" Sepertinya dia akan segera pergi dari sini My Queen ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
" Iya, sepertinya begitu My King ",, jawab dari Ansel juga kepada Pietro.
" Tuan Pietro saya mohon ijinkanlah saya bersatu dengan baby A di kemudian hari, saya mohon berjanjilah kepada saya sebelum saya benar-benar menghilang Tuan ",, kata dari Ansel kepada Pietro.
" Janji apa Kakanda?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" My King saya mohon ",, kata Ansel lagi dengan tubuh yang semakin menghilang.
Hingga tiba-tiba ada cahaya putih datang menyinari ruangan tersebut dan yang bisa melihat cahaya putih itu cuma Molly dan Pietro serta Ansel saja.
" Tuan saya mohon ",, kata memelas lagi dari Ansel kepada Pietro dengan tubuh yang hampir tersedot ke dalam cahaya super putih tersebut.
" Baiklah saya berjanji, dan kamu pergilah dengan tenang Ansel ",, kata Pietro kepada Ansel.
__ADS_1
Ansel merasa sangat lega sekali mendengar jawaban dari Pietro.
Dan dia lalu dengan suka rela ikut masuk ke dalam cahaya menyilaukan tersebut dengan bibir yang terus tersenyum manis, hingga akhirnya Ansel pun benar-benar pergi untuk selama-lamanya dari bumi ini.
" Tadi apa yang Kakanda katakan kepada Ansel?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.
" Janji apakah itu Ayah Ito?? ",, tanya Molly lagi kepada Pietro.
" Nanti My Queen akan tahu sendiri jika sudah tiba saatnya ",, jawab dari Pietro kepada Molly.
Molly sangat tahu sekali, jika Pietro sudah menjawab seperti itu, itu artinya dia harus diam, karena percuma saja jika bertanya lagi, sebab pasti tidak akan mendapatkan jawaban sama sekali darinya.
Sedangkan di seberang sana, lebih tepatnya di rumah Ayah Janu.
Linn yang sedang menonton televisi bersama Mama Hanna, tiba-tiba saja dia merasa sakit perut yang sangat sakit sekali.
" Ma, sepertinya Linn akan segera melahirkan, aaah sakit sekali perut Linn Ma ",, kata Linn kepada Mama Hanna.
Mamah Hanna sangat terkejut sekali, dan di dalam rumah itu kebetulan Kak Agler dan Ayah Janu sedang tidak berada di rumah.
" Aduh bagaimana ini, ayo kita segera ke rumah sakit Linn ",, kata Mama Hanna kepada Linn dengan wajah yang benar-benar merasa sangat ketakutan.
Sedangkan Chan dia masih bersekolah dan belum waktunya pulang.
Mama Hanna akhirnya bisa juga membawa Linn ke dalam mobil, dan asisten rumah tangga yang tadi dia suruh untuk mengambil perlengkapan Ibu hamil yang ada di dalam kamar Kak Agler pun, saat ini tas perlengkapan itu juga sudah berada di tangan Mama Hanna.
Mama Hanna langsung menyuruh sopir pribadi di rumahnya untuk segera mengantarkannya ke rumah sakit dengan cepat.
" Ma sakit Ma ",, kata Linn kepada Mama Hanna sambil terus memegangi perutnya.
" Sabar Linn, bertahanlah ",, kata Mama Hanna kepada Linn.
Sedang Kak Agler dan Ayah Janu yang mendapatkan kabar dari asisten rumah tangga mereka, jika Linn akan segera melahirkan, mereka berdua langsung bergegas segera pergi menuju ke rumah sakit.
Mama Hanna yang sedang menenangkan Linn, tiba-tiba ponsel miliknya berdering, dan ternyata yang menelponnya adalah Kak Agler yang menanyakan di rumah sakit mana Linn akan melahirkan.
Setelah di jelaskan jika mereka akan datang ke rumah sakit terdekat, Kak Agler semakin tancap gas saja ke rumah sakit tersebut.
__ADS_1
Dan untungnya rumah sakit itu adalah rumah sakit yang sama dengan rumah sakit tempat Molly sedang melahirkan.
Tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Mama Hanna dan Linn sampai juga di rumah sakit yang di tuju.
Para petugas tenaga medis yang berjada di UGD dan melihat Linn sudah sangat kesakitan seperti itu, mereka semua langsung saja bergegas membawa Linn ke ruang bersalin.
Sesampainya di ruang bersalin, Mama Hanna di suruh menunggu di depan ruang bersalin tersebut, dan sekitar sepuluh menit kemudian Kak Agler sudah sampai terlebih dahulu di bandingkan dengan Ayah Janu.
Bertepatan dengan datangnya Kak Agler ke rumah sakit, suster tiba-tiba memanggil suami dari Linn yaitu Kak Agler untuk menemani Linn yang sedang ingin melahirkan.
Dengan proses yang begitu sangat cepat sekali, baru sekitar setengah jam kemudian anak ke dua dari Kak Agler dan Linn akhirnya terlahir juga ke dunia ini, dan dia berjenis kelamin laki-laki lagi sama seperti Chan.
Senyum merekah terpancar jelas di wajah Kak Agler dan Linn yang sudah bisa melahirkan anak ke dua mereka ke dunia ini dengan selamat dan sehat.
Mama Hanna yang mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruang bersalin, dia langsung saja menangis terharu.
Begitupun dengan Ayah Janu yang baru saja sampai, dia juga tersenyum senang karena mendapatkan cucu lagi dari anak laki-lakinya.
" Terimakasih sayang ",, kata Kak Agler kepada Linn.
Linn hanya mampu tersenyum saja menanggapi perkataan dari sang suami.
Setelah di bersihkan, baby boy tersebut lalu di berikan kepada Kak Agler untuk mendapatkan sentuhan pertama dari orang tua kandungnya.
" Helo My Ansel ... ",, sapa dari Kak Agler kepada baby boynya.
Iyaps, entah kebetulan atau bagaimana, Kak Agler dan Linn bisa sepakat memberi nama anak mereka dengan nama panggilan Ansel.
Dan nama panjang dari anak ke dua Kak Agler dan Linn adalah Ansel Daffin Hartigan, yang berarti seorang bangsawan dari keturunan seorang raja yang sangat di sayangi oleh semua rakyatnya.
Mungkin memang sudah takdir dari Tuhan, dan mungkin benar baby Ansel adalah reinkarnasi dari Ansel yang sangat mencintai Greta.
Sebab ketika Kak Agler melihat seluruh tubuh baby Ansel, ternyata baby Ansel mempunyai bentuk telinga seperti kelelawar dan ada sebuah tahi lalat di belakang telinga sebelah kanan.
Sama persis dengan tanda-tanda lahir yang di miliki oleh Ansel ketika dia masih hidup.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...