
Elina yang sudah mengutarakan semua perkataannya kepada sang Ayah, dia langsung saja membawa Gilbert untuk masuk ke dalam kamarnya.
Elina tidak mempedulikan sang Ayah maupun Luke sama sekali yang sedang menatap lekat ke arahnya dan juga Gilbert.
Dan ketika Elina sudah menaiki tangga menuju ke dalam kamarnya, Mama Juni pun tiba-tiba saja keluar dari dalam kamar, karena dia tadi mendengar suara keributan dari luar.
" Ayah, Danish, ada apa,?? ko Mama dengar tadi ada suara keributan?? ",, tanya dari Mama Juni kepada Ayah Eric dan Danish.
" Tanyakanlah kepada Ayah Mama, Danish capek, mau masuk dulu ",, jawab dari Danish kepada Mama Juni.
Danish pun langsung saja berlalu pergi meninggalkan ke tiga orang tersebut untuk menyusul Elina dan Gilbert yang sudah masuk ke dalam kamar.
Elina yang sudah masuk ke dalam kamarnya bersama Gilbert, dia lalu menyuruh Gilbert untuk duduk dulu di pinggir ranjangnya, karena dia ingin mengambil kotak P3K miliknya terlebih dahulu.
Gilbert hanya mengangguk saja kepada Elina, dan ketika Elina sudah berlalu pergi dari hadapannya, Gilbert langsung melihat ke seluruh ruangan kamar Elina yang bernuansa kental sekali dengan cewek tomboy.
Ketika Elina sudah mengambil kotak P3Knya, tiba-tiba saja telinga dia dan Gilbert mendengar suara pintu kamar yang sedang di ketuk dari luar.
" Sebentar akan aku buka dulu pintunya ",, kata Elina kepada Gilbert sambil menaruh kotak P3K itu di atas ranjang.
" Iya ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
Setelahnya Elina langsung saja berjalan menuju ke arah pintu kamarnya.
Dan ketika pintunya sudah di buka oleh Elina, ternyata yang mengetuk pintunya adalah Danish sang Kakak laki-lakinya.
" Kak Danish ",, kata Elina kepada Danish.
" Boleh Kakak masuk ke dalam?? ",, tanya dari Danish kepada Elina.
" Masuk sajalah Kak ",, jawab dari Elina kepada Danish.
Danish pun langsung saja masuk, sedang Elina dia langsung menutup pintu kamarnya lagi.
Gilbert yang melihat Danish masuk ke dalam kamarnya Elina, dia langsung saja menyapanya.
" Tuan Danish ",, sapa dari Gilbert kepada Danish.
__ADS_1
" Tuan Gilbert, bisakah kita berbicara sekarang?? ",, tanya dari Danish kepada Gilbert.
" Bicaralah saja Kak, jangan menyuruh Elina untuk pergi dari sini, karena Elina akan mengobati lukanya Gilbert ",, kata Elina menyahuti perkataan dari Danish.
" Kakak juga tidak mau menyuruh kamu pergi Elina, karena ada yang ingin Kakak tanyakan juga kepadamu ",, jawab dari Danish kepada Elina.
" Silahkan jika Tuan Danish ingin menanyakan sesuatu kepada saya, saya akan menjawabnya dengan jujur ",, kata Gilbert kepada Danish.
" Emm, tadi saya mendengar jika anda adalah kekasihnya Elina, dan anda juga sudah melamarnya, apakah itu benar Tuan Gilbert?? ",, tanya dari Danish kepada Gilbert.
" Benar Tuan, dan Elina sudah menerima lamaran dari saya ",, jawab dari Gilbert kepada Danish.
" Tapi kenapa anda memulangkan Elina di jam segini Tuan Gilbert,?? kalian dari mana saja semalam?? ",, tanya dari Danish lagi kepada Elina.
" Elina di undang ke pesta ....... ",, perkataan dari Elina langsung terhenti ketika di tegur oleh Danish.
" Kakak tidak bertanya kepada kamu Elina!! ",, kata tegas dari Danish kepada Elina.
" Elina di undang langsung oleh Kakak saya Kak Ivar untuk menghadiri pesta kecil-kecilan di rumah kami untuk merayakan ke pulangan Kak Ivar dari rumah sakit Tuan Danish ",, kata Gilbert kepada Danish.
" Saya sebenarnya tadi malam sudah ingin memulangkan Elina jam sebelas malam, namun ketika di perjalanan pulang, Elina bilang kepada saya, jika dia tidak mau pulang ke rumah, jadi saya putuskan untuk mampir saja ke sebuah pantai, supaya Elina bisa mencurahkan yang menjadi kegelisahan hatinya di pantai tersebut ",, jawab berbohong dari Gilbert kepada Danish.
" Apa yang kalian lakukan di pantai itu, sebab di leher Elina begitu banyak bekas seperti itu?? ",, tanya dari Danish lagi kepada Gilbert sambil menunjuk lehernya Elina.
Sedang Elina dia masih diam saja sambil terus mengobati wajah Gilbert yang babak belur tersebut.
" Anda tenang saja Tuan Danish, saya tidak melakukan hal itu bersama Elina, tapi cuma foreplay saja, dan anda pasti tahu bagaimana cara berpacaran orang dewasa seperti kita ",, jawab dari tenang dari Gilbert kepada Danish.
" Lagipula jika saya melakukan hal itu kepada Elina, saya siap bertanggung jawab, sebab di Keluarga Roderick pantang yang namanya lepas dari tanggung jawab ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Danish.
" Ok Tuan Gilbert saya percaya kepada anda, dan untuk kamu Elina ",, kata Danish kepada Elina dan juga Gilbert.
" Iya Kak ",, jawab dari Elina kepada Danish.
" Apakah benar jika kamu menerima perjodohan dengan Tuan Luke, karena Tuan Luke mengatakan seperti itu kepada Ayah?? ",, tanya dari Danish kepada Elina.
" Apa,!! kamu di jodohkan Elina,?? kenapa kamu tidak bercerita kepadaku?? ",, kata Gilbert kepada Elina dengan nada yang sangat terkejut sekali.
__ADS_1
" Sussstt...... tenanglah dulu sayang ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
" Ini tidak seperti yang kamu pikirkan ",, kata Elina lagi kepada Gilbert.
" Nanti aku akan menceritakannya kepadamu ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada Gilbert.
" Sekarang diamlah dulu, ok baby ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Ok ",, jawab Gilbert kepada Elina sambil mengangguk.
" Kak Danish, seharusnya Kakak sudah tahu sendiri jawaban apa yang di dapat dengan sikap Elina yang seperti ini?? ",, kata Elina kepada Danish.
" Tidak mungkin jika Elina menerima Luke, Elina memilih pergi dari rumah ini semalaman ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada Danish.
" Kakak sudah tahu akan jawaban itu Elina, dan Kakak cuma ingin memastikannya sendiri dari mulut kamu ",, kata Danish kepada Elina.
" Dan asal kamu tahu saja Elina, Kakak sebenarnya tidak suka dengan Tuan Luke, karena dia adalah pemain wanita, Kakak tidak setuju jika kamu sampai menikah dengan dia, Kakak takut kamu cuma di permainkan saja oleh dia ",, kata Danish lagi kepada Elina.
" Jadi tolong bantu Elina ya Kak untuk membujuk Ayah, supaya mau membatalkan perjodohan ini, karena Elina benar-benar tidak mau bersama dia, hanya Gilbert sajalah yang Elina mau ",, kata Elina kepada Danish.
" Akan Kakak usahakan semaksimal mungkin Elina demi kebahagiaan kamu, dan jika Ayah masih kekeh ingin menikahkan kamu dengan Luke, Kakak sendiri nanti yang akan menikahkanmu dengan Tuan Gilbert ",, jawab mantap dari Danish kepada Elina.
Gilbert langsung saja tersenyum mendengar jawaban dari Danish tadi kepada Elina.
" Terimakasih Kak Danish, itulah mengapa Elina lebih suka tinggal dengan Kakak selama ini, daripada tinggal bersama Ayah dan Mama ",, kata Elina sambil memeluk Danish.
Dan Danish pun langsung membalas pelukan dari Elina kepadanya.
" Iya sudah kalau begitu, kamu obati lagi lukanya Tuan Gilbert ",, kata Danish kepada Elina.
" Kakak mau keluar dulu, mau membereskan kekacauan ini, dan Tuan Gilbert saya percayakan adik saya kepada anda, tolong jaga dia seperti saya menjaganya ",, kata Danish kepada Elina dan juga Gilbert.
" Dengan senang hati Tuan Danish ",, jawab mantap dari Gilbert kepada Danish.
Setelah itu, Danish langsung berlalu keluar dari dalam kamar Elina, meninggalkan Elina bersama Gilbert berdua saja di dalam kamar tersebut.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...