KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
SINGKAT CERITA


__ADS_3

Setelah kejadian yang membagongkan di rumah Kak Ivar, Pietro pun ke esokan harinya bersama Molly kembali lagi ke rumah mewah mereka yang ada di tengah hutan.


Pietro yang sudah sampai di halaman rumahnya, dia yang sudah keluar dari dalam mobil langsung melihat seperti ada bekas abu dan tali yang tidak tahu itu tali apa yang sedang terikat di sebuah pohon cukup besar yang ada di depan halamannya.


Hanya orang-orang tertentu saja seperti Molly dan Pietro yang bisa melihat tali dan abu tersebut.


Dan tali yang membuat Pietro penasaran adalah tali yang untuk mengikat ke tiga hantu perempuan kemarin.


Serta abu yang dilihat oleh Pietro adalah abu dari para ke tiga arwah itu juga yang sudah mengering karena terbakar dengan tali tersebut.


Tidak terasa sudah tiga bulan saja Molly menjadi istrinya Pietro.


Selama tiga bulan itu Greta masih senantiasa menemani Molly, namun tidak seintens seperti dulu, haya di waktu tertentu saja jika Greta rindu atau Molly yang rindu.


Sebab sekarang Molly sudah mempunyai seorang suami yang bisa menemaninya dua puluh empat jam.


Dan sedikit demi sedikit Molly sudah tahu hal apa saja yang tidak di sukai oleh Pietro, serta apa saja yang di lakukan oleh Pietro yang jarang di ketahui oleh orang lain.


Namun selama tiga bulan tinggal bersama dengan Pietro, Molly tidak tahu sama sekali pekerjaan dari Pietro yang sebenarnya.


Pernah suatu kali Molly bertanya kepada Pietro apa pekerjaannya Pietro, dan Pietro menjawab dengan jujur kepada Molly jika dia seorang pembunuh bayaran.


Akan tetapi reaksi dari Molly sungguh diluar nalarnya Pietro.


Jika Pietro berfikir Molly akan marah, takut, atau membenci atau juga menyuruhnya untuk berhenti saja dari pekerjaan aneh itu.


Justru Molly kebalikannya, dia malah berkata kepada Pietro jika pekerjaannya Pietro sangat keren, menantang dan juga tidak bisa sembarang orang melakukan itu.


Entah pada saat itu Molly berkata seperti itu kepada Pietro dengan serius atau tidak.


Namun satu hal yang pasti, jawaban dari Molly tersebut, membuat Pietro langsung speechles dan terbengong dengan tingkah dari sang istri yaitu Molly yang ternyata sangat unik sekali.


Walau Pietro tidak bekerja dalam setahun pun, dia tidak akan jatuh miskin, karena uang hasilnya membunuh satu orang saja bisa cukup memenuhi kebutuhannya selama satu tahun.


Saat ini saja Pietro malah mengajak Molly berburu lagi di dalam hutan.


Dan Pietro juga mengajak Molly ke sebuah tempat seperti di pinggir tebing yang bisa melihat ke segala penjuru arah, bahkan Molly sampai bisa melihat kampungnya sendiri.


Di sana Molly dan Pietro duduk di bawah pohon yang sangat rindang sekali, sambil menikmati suasana alam yang masih asri, udara segar dan pemandangan yang sangat indah sekali.


Ketika Pietro tidak sengaja mengalihkan pandangannya ke arah Molly, Pietro melihat wajah Molly seperti sedang murung.

__ADS_1


" Kamu kenapa bersedih My Queen?? ",, tanya dari Pietro kepada Molly.


" Molly jadi teringat dengan Ayah dan Mamah Kakanda ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Dan di sana bukannya kampung tempat tinggalnya Molly dulu kan Kakanda?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro sambil menunjuk ke sebuah perkampungan.


Pietro yang sedang duduk di sampingnya Molly dia langsung saja membawa Molly ke dalam pelukannya sambil mengusap lembut lengannya Molly.


" Iya itu kampung tempat tinggalnya My Queen dulu ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


" Sudah tenanglah saja My Queen, sekarang sudah ada Kakanda yang akan selalu menemani kamu ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


" Iya, walau awalnya Kakanda cukup kejam kepada Molly, tapi ternyata Kakanda adalah laki-laki terbaik yang pernah Molly kenal selain Ayah ",, kata Molly kepada Pietro.


Pietro yang dikatakan kejam oleh Molly dia langsung saja menatap Molly dengan tatapan seperti di buat segarang mungkin.


Namun Molly bukannya takut, dia langsung saja tersenyum tanpa dosa kepada Pietro.


Pietro yang melihat senyumannya Molly, dia reflek langsung mencium Molly tepat di bibirnya, dan mereka berdua akhirnya berciuman di tempat itu dengan suasana yang sangat romantis sekali.


Singkat cerita Pietro dan Molly sudah kembali ke rumah mewahnya yang ada di dalam hutan.


Ketika sudah pulang dari berburu dan singgah di tepi tebing itu, tiba-tiba Molly kelakukannya cukup aneh sekali menurut Pietro.


Dan anehnya lagi King tidak marah sama sekali dengan kelakuannya Molly kepadanya.


" Yeeeaay sudah cantik ",, kata Molly sambil merasa gemas dengan King.


Dan Pietro yang melihat rambutnya si King malah merasa jijik.


" My Queen itu rambutnya King kenapa di kuncir seperti itu??",, tanya Pietro kepada Molly.


" Tidak apa-apa, rasanya Molly ingin saja ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Oh ya Kakanda tunggu sebentar di sini ",, kata Molly kepada Pietro.


Pietro hanya diam saja tidak menanggapi Molly, namun dia menurut untuk menunggu Molly di ruang Keluarga.


Molly yang tadi sudah beranjak pergi, tiba-tiba sudah kembali sambil membawa sesuatu di genggamannya, dan hal itu membuat Pietro menatap curiga ke arah telapak tangannya Molly.


" My Queen bawa apa di tangannya?? ",, tanya Pietro kepada Molly.

__ADS_1


" Taraaaaa ...... ",, kata Molly dengan sangat bahagia sekali.


Pietro yang melihatnya dia langsung saja menaikkan sebelah alisnya ke atas.


" Untuk apa My Queen bawa lipstik itu ke sini?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


Yaps benda yang di ambil Molly dan sedang di genggamnya adalah sebuah lipstik pemberian dari Agnes yang dibelikan langsung dari brand ternama ketika Agnes dan Kak Ivar pergi ke Luar Negeri kemarin.


Tidak cuma lipstik saja, melainkan satu set kotak makeup komplit dari brand yang sama untuk Agnes berikan kepada Molly.


" Iya untuk Kakanda pakailah ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Hah??!! ",, jawab Pietro dengan ekspresi yang super terkejut sekali.


Karena tidak biasanya Molly akan seperti itu kepadanya.


Molly yang sudah duduk di pangkuannya Pietro, dia langsung saja menatap Pietro untuk segera memakaikan lipstik itu di bibirnya Pietro.


Pietro yang tidak bisa marah kepada Molly, dia hanya menurut saja dengan apa yang dilakukan oleh Molly kepadanya.


" Nah horeee selesai ",, kata Molly kepada Pietro.


Molly yang tidak bisa dan tidak pernah memakai lipstik di bibirnya, dia memakaikan lipstik di bibir Pietro dengan bentuk yang sama persis seperti badut.


Dan Pietro yang curiga dengan hasil makeupan sang Ratu, dia langsung saja menyalakan kamera ponselnya.


Alangkah terkejutnya Pietro melihat wajahnya yang bibirnya sangat memerah sekali seperti baru saja di injak gajah.


" Bagaimana Kakanda,?? cantik kan?? '',, kata Molly kepada Pietro sambil tertawa.


" Iya cantik, dan alangkah cantiknya lagi, jika seperti ini ",, jawab Pietro sambil mengusapkan bibirnya yang penuh lipstik itu ke wajahnya Molly, hingga membuat Molly merasa kegelian akan ulah si Pietro.


Hari-hari berikutnya pun sama, tingkah Molly malah semakin menjadi-jadi saja, biasanya Molly yang tidak pernah makan banyak, sekarang makannya pun cukup banyak sekali.


Dan Pietro juga melihat jika Molly sedikit berisi sekarang badannya.


Namun, semenjak Molly bersikap aneh seperti itu, Pietro merasakan ada yang sedikit berbeda juga di dalam tubuhnya.


Mempunyai pengalaman meracik ramuan herbal seperti biasanya, Pietro pun akan selalu membuat ramuan tersebut untuk dia minum, supaya badannya tidak lemas dan jatuh sakit.


Sebab saat ini Pietro sedang tidak bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuhnya.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2