
Rasanya Elina ingin melepas sepatu cantiknya itu untuk dia pukulkan ke kepala Agnes saat ini.
Namun Elina masih berusaha menahannya supaya dia tidak sampai melakukan hal tersebut.
Ketika Elina sedang terbengong dengan perkataan dari Elina tadi, tiba-tiba saja muncul Molly dari arah belakangnya Agnes.
Molly yang mempunyai sifat yang sama dengan penghuni rumah Kak Ivar yang lainnya, dia pun langsung saja menanyai Elina dengan muka cantiknya nan lecetnya itu.
" Waaah ada wanita cantik tapi penuh dengan luka, ayo Nona sini masuk saya obati dulu lukanya, kasihan sekali wajahnya sudah cantik tapi ko lecet-lecet, apa tadi anda berdandan menggunakan amplas kayu dulu Nona sebelum datang ke sini?? ",, kata Molly dengan tiba-tiba kepada Elina.
" Nah benar sekali itu Molly, dia pasti berdandan menggunakan alat amplas itu yang biasanya untuk menghaluskan kayu ",, kata Agnes menyahuti perkataan dari Molly.
" Kak Agnes sudah tahu begitu kenapa dia tidak di ajak masuk, kan kasihan kakinya nanti bisa menancap di lantai ",, jawab dari Molly kepada Agnes.
Elina yang berdiri di depan manusia aneh seperti Molly dan Agnes, dia hanya bisa diam saja sambil membuka mulutnya.
" Tenang saja itu kakinya belum mengakar ko di lantai, dan ini itu Elina Molly, temannya Gilbert yang tadi pagi ",, kata Agnes kepada Molly.
" Astaga anda Nona Elina, wajah anda terlihat berbeda sekali, benar benar berbeda ",, kata Molly kepada Agnes dan juga Elina.
" Eh, hehe iya Nyonya Molly ",, hanya itu jawaban yang bisa keluar dari dalam mulutnya Elina.
" Ayo kalau begitu mari masuk Nona, dan Nona Elina ko datangnya cepat sekali, bukannya kita makan-makannya masih nanti, apakah Nona sudah keburu lapar?? ",, tanya memalukan sekali dari Molly kepada Elina.
Semoga saja Elina tidak salah tanggap menanggapi perkataan dari Molly tadi, dan Elina juga tidak akan marah atas perkataan dari Molly yang itu.
" Astaga, apakah seperti ini sifat asli dari mereka semua yang membuatku langsung gila?? '',, kata batin dari Elina untuk Molly dan juga Agnes.
" Tidak Nyonya, saya memang sengaja datang lebih awal ke sini, karena tadi Gilbert sedang ingin di masakan sesuatu oleh saya, dan saya di suruh untuk memasak di sini bersama kalian semua ",, jawab dari Elina kepada Molly dan masih di dengar oleh Agnes.
" Oh, mau masak apa Nona, kalau begitu ayo kita masak berdua saja, saya juga sedang menyiapkan bahan-bahan untuk pesta kita nanti malam ",, kata Agnes kepada Elina.
" Dan tadi, kata si Ayah, kalau Gilbert sedang malas menjemput anda, takut katanya ",, kata Agnes lagi kepada Elina.
" Kalau boleh tahu, Gilbert takut kenapa Nyonya??? ",, tanya dari Elina kepada Agnes.
" Katanya takut anda kentut lagi di dalam mobilnya, kata Gilbert tadi anda di turunkan di jalan, karena anda kentut di dalam mobil dan aromanya sangat bau sekali ",, jawab dari Agnes kepada Elina.
__ADS_1
" Gilbert berkata seperti itu Nyonya?? ",, tanya lagi dari Elina kepada Agnes dengan ekspresi yang tidak percaya.
" Iya, dan apakah itu benar Nona, jika tadi anda kentut di dalam mobil milik Gilbert?? ",, tanya balik dari Agnes kepada Elina.
" Eh, iya Nyonya ",, jawab reflek dari Elina kepada Agnes.
Karena Elina bingung mau menjawab bagaimana, sebab fikirannya masih blank gara-gara Agnes dan juga Molly.
Eh sekarang tambah blank karena ucapan Gilbert kepada keluarganya tentangnya.
" Wah anda cantik-cantik jorok tapi saya suka ",, kata Molly menyahuti Agnes dan Elina.
" Eh....?? ",, kata Elina kepada Molly.
" Iya, menghadapi Gilbert memang seperti itu, dan saya yakin anda sengaja kentut karena Gilbert menjengkelkan bukan?? ",, kata Molly kepada Elina.
" Hehe iya ",, jawab kaku dari Elina kepada Molly sambil tertawa garing.
" Sudah yuk Nona Elina kita ke dalam dapur saja, kenapa kita malah membahas soal kentut sih ",, kata Agnes kepada Elina.
Agnes dan Elina pun langsung saja berjalan menuju ke arah dapur, sedang Molly juga ikut ke arah dapur juga, namun dia cuma ingin mengambilkan minum untuk Pietro yang masih lemas badannya, karena daritadi dia masih merasa pusing dan muntah-muntah terus.
Sedang Kak Ivar dia masih beristirahat di dalam kamar karena kepalanya masih terasa sakit.
Dan untuk Gilbert sendiri, dia juga masih berada di dalam kamarnya sambil mendengarkan lagu kesukaannya.
Tadi ketika waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan Gilbert di tanya oleh Kak Ivar apa dia tidak mau menjemput Elina.
Gilbert menjawab pertanyaan dari Kak Ivar seperti yang di katakan oleh Agnes tadi kepada Elina.
Walau Kak Ivar merasa aneh mendengar jawaban dari Gilbert tadi, tapi Kak Ivar tidak mau bertanya lebih lanjut lagi kepada Gilbert, karena Kak Ivar tidak mau ikut campur urusan sang adik.
Kak Ivar lalu memilih beristirahat di dalam kamarnya dan meninggalkan Gilbert yang langsung menggerutu setelah kepergian dari Kak Ivar.
" Enak saja aku di suruh menjemput Elina ",, gerutu dari Gilbert untuk Elina.
" Biar saja nanti Elina mau datang ke sini atau tidak, aku sudah tidak peduli, karena aku sedang malas dengannya ",, gerutu dari Gilbert lagi.
__ADS_1
" Tapi rasanya seperti ada yang kurang jika Elina tidak datang ke sini, aaah biar sajalah ",, kata Gilbert lagi masih berbicara sendiri.
Setelah itu Gilbert memilih untuk tidur sebentar, dan ketika waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, Gilbert terbangun dari tidurnya.
Gilbert tidak keluar sama sekali dari dalam kamarnya setelah bangun tidur tadi.
Dan ketika Gilbert sudah mandi sore, dia yang malas keluar kamar, lalu memilih mendengarkan lagu kesukaannya di dalam kamarnya sampai sekarang, tanpa mengetahui jika Elina sudah datang ke rumah sang Kakak.
Waktu silih berganti, akhirnya tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam.
" Waaah sudah jam tujuh malam ternyata, capek juga daritadi di depan laptop terus, mending aku keluar sajalah, siapa tahu masakannya sudah pada matang semua ",, kata Gilbert berbicara sendiri.
Gilbert lalu keluar dari dalam kamarnya dan langsung menuju ke taman belakang rumah Kak Ivar tempat diadakannya pesta barbequenannya.
Di saat Gilbert sudah ikut bergabung di pesta itu, dia langsung melihat semua keluarga sudah pada berkumpul di situ, plus sudah ada Elina juga di situ.
Elina sebenarnya sudah menunggu Gilbert daritadi, namun Elina malu untuk bertanya kepada semua orang, kenapa Gilbert tidak terlihat sendiri.
Dan ketika Elina melihat Gilbert sudah datang, dia pun langsung saja mengambilkan makanan yang tadi sudah di masaknya khusus untuk Gilbert.
" Ini masakan yang tadi kamu minta, sudah aku masakan daritadi, mungkin ini sudah dingin ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Kamu datang?? ",, tanya dari Gilbert tidak menjawab perkataan dari Elina tadi.
" Tentu saja aku datang, kan aku di undang langsung oleh Kakak kamu?? ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
" Dan ini wajah kamu kenapa?? ",, tanya dari Gilbert lagi kepada Elina.
" Tidak apa-apa, kata Nyonya Molly kena amplas kayu ",, jawab dari Elina kepada Gilbert sambil tertawa.
Gilbert yang mendengar perkataan dari Elina dia langsung saja membuka mulutnya sambil berpikir sesuatu.
Sedang Elina semenjak tadi beberapa saat ikut memasak bersama dengan Agnes, sekarang dia sedikit tahu jika memang Keluarga Gilbert sangat asik dan lucu sekali orangnya plus juga gila.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1