
Gilbert sungguh benar-benar tidak sadar dengan apa yang tadi dia baru saja lakukan kepada sang Kakak.
Bisa-bisanya tanpa sadar dia reflek langsung menjitak kepala Pietro yang sedang mengambil makanan untuk Molly.
Molly saja yang melihat kelakuan dari Gilbert kepada Pietro, dia sampai membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali.
Dan Gilbert yang melihat sang Kakak sedang menatap horor ke arahnya, dia langsung saja tertawa garing sambil mengangkat ke dua tangannya ke atas.
" Hehehe ampun Kak maaf, sengaja?? ",, kata Gilbert kepada Pietro sambil bersiap-siap untuk lari.
Pietro terus menatap ke arah Gilbert dengan tatapan yang uuuhh entah bagaimana cara menjabarkannya.
Karena Pietro melihat Gilbert dengan mode diam saja tapi mata terlihat tidak berkedip sama sekali sambil terus menatap ke arah Gilbert.
Gilbert yang melihat sang Kakak tidak ada pergerakan sama sekali, secepat kilat dia mencoba untuk kabur dari hadapan Pietro.
Dan secepat kilat juga Pietro langsung mengejar Gilbert dan langsung tertangkap sebelum Gilbert bisa berlalu keluar dari dalam ruang perawatannya Molly.
" Ampun Kak, ampun, maaf beneran tadi Gilbert reflek tidak sengaja, karena Gilbert merasa gemas dengan Kakak ",, kata Gilbert memohon ampun kepada Pietro.
Sambil terus memegangi pundak Gilbert dengan sangat erat sekali, tangan kiri Pietro sambil juga mencoba melepaskan ikat pinggangnya yang mahal itu.
" Lepaskan ikat pinggangmu!! ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Untuk apa Kak?? ",, tanya dari Gilbert kepada Pietro.
" Cepat lepaskan, atau Kakak yang akan melepaskannya sendiri!! ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Ok-ok akan Gilbert lepaskan, tapi lepaskan dulu pegangan di pundak Gilbert ini ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Aaaaaa sakit!! ",, kata Gilbert dengan tiba-tiba.
Karena Pietro tidak menjawab perkataan dari Gilbert, melainkan langsung menekan pegangan di pundak Gilbert dengan semakin kuat saja.
" Iya ok, akan Gilbert lepaskan ",, kata Gilbert kepada Pietro.
Setelahnya Gilbert langsung saja melepaskan ikat pinggangnya sendiri.
Sedangkan Molly dia masih diam saja sambil terus menikmati pemandangan dua orang saudara yang sedang saling bertengkar itu.
__ADS_1
" Ini kak ikat pinggangnya ",, kata Gilbert yang sudah melepaskan ikat pinggangnya.
Pietro yang menerima ikat pinggang dari Gilbert, dia langsung saja mengikatnya di ke dua tangan Gilbert dengan sangat erat sekali.
" Lho-lho Kakak mau apa,?? kenapa ke dua tangan Gilbert di tali seperti ini Kak ",, kata Gilbert kepada Pietro.
Pietro masih mode diam saja sambil terus mengencangkan ikat pinggang di ke dua tangan Gilbert itu.
Setelah selesai mengikat dengan sangat kuat sekali di ke dua tangan Gilbert menggunakan ikat pinggang milik Gilbert tadi, Pietro lalu dengan sengaja menjatuhkan Gilbert ke atas lantai nan keras itu.
Dan hal itu tentu saja membuat Gilbert langsung mengaduh kesakitan dengan kelakuan dari sang Kakak.
Ketika Gilbert sudah terjatuh di atas lantai, Pietro lalu dengan sengaja duduk di atas tubuh Gilbert dan langsung mengikat ke dua kaki Gilbert menggunakan ikat pinggang miliknya sendiri.
" Kak, apa yang ingin Kakak lakukan, kenapa ke dua tangan dan kaki Gilbert Kakak tali semua seperti ini?? ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Ini hukuman dari Kakak kepada kamu, karena kamu sudah tidak sopan berani memukul kepala Kakak seperti tadi ",, kata Pietro kepada Gilbert.
Dan akhirnya selesai juga Pietro mengikat ke dua kaki dan ke dua tangan Gilbert.
Setelahnya Pietro menarik tubuh Gilbert untuk dia bawa ke bawah ranjang pasiennya Molly.
" Kak, tolong lepaskan, dan keluarkan Gilbert dari sini ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Diam tidak kamu,!! jangan berisik nanti ke dua anakku bisa terbangun!! ",, kata Pietro kepada Gilbert dan dia tidak mempedulikan perkataan dari Molly.
" Tolong Kak, lepaskan Gilbert, dan Gilbert minta maaf untuk yang tadi ",, kata Gilbert lagi kepada Pietro.
Walau sebenarnya Gilbert bisa saja membalas perbuatan dari sang Kakak, dan dia juga bisa meloloskan diri dari ikatan ikat pinggang itu, tapi Gilbert tidak mau mencobanya.
Karena Gilbert tahu, jika dia mencoba melepaskan diri dari hukuman sang Kakak ke duanya, dia akan mendapatkan hukuman untuk ke dua kalinya nanti, dan bisa di pastikan akan lebih kejam dari hukuman yang pertama.
Berbeda dengan Kak Ivar yang memberi hukuman, jika Pietro yang memberi hukuman pasti akan membuat Gilbert sengsara, tapi Gilbert juga tidak kapok untuk mengulanginya lagi untuk ke sekian kali.
" Kamu di sini saja untuk dua jam yang akan datang!! ",, jawab dari Pietro kepada Gilbert.
Setelah itu Pietro langsung saja berjalan menuju ke arah meja untuk mengambil makanan yang tadi di beli oleh Gilbert.
" Kakanda, lepaskanlah Gilbert, kasihan dia ",, kata Molly kepada Pietro.
__ADS_1
Gilbert yang mendengar Molly mengasihaninya, dia pun langsung mencoba membuat suara yang begitu sangat menderita sekali.
" Kak Molly, huhuhu, Kak bantuin Gilbert, keluarkan Gilbert dari sini, Gilbert belum makan Kak, nanti jika cacing yang sedang hamil di dalam perut Gilbert kelaparan bagaimana ",, kata Gilbert mencoba merayu Molly.
" Nah itu Kakanda dengar sendiri kan, jika cacing di dalam perut Gilbert sedang hamil, kasihan cacingnya jika kekurangan makanan ",, kata Molly kepada Pietro.
Tidak tahukah Molly jika Gilbert di bawah ranjang pasiennya, dia sedang menahan suara tawanya ketika mendengar perkataanya tadi.
" Biar saja kelaparan, nanti jika cacingnya mati akan membusuk sendiri di dalam perutnya Gilbert ",, jawab santai dari Pietro kepada Molly.
Gilbert yang mendengar jawaban dari Pietro kepada Molly, dia langsung saja menggertakan giginya karena merasa gemas kepada sang Kakak.
" Tapi Kakanda, kasihan ....... ",, kata Molly lagi kepada Pietro tapi langsung terpotong perkataannya.
" Sudahlah My Queen, My Queen tenang saja, sudah yuk kita makan dulu, dan Kakanda mau minum itu lagi ya, mumpung si C dan A masih tidur ",, kata Pietro kepada Molly.
" Woi,!! ada aku di sini Kak, Kakak jangan berbuat seperti itu lagi, nanti aku bisa kepingin juga!! ",, kata Gilbert menyahuti perkataan dari Pietro tadi.
" Iya kalau ingin melakukannya juga, cari istri atau 74l4n9 saja sana ",, jawab dari Pietro kepada Gilbert.
" Kalau sama Kak Molly saja boleh tidak Kak ",, kata Gilbert mengajak bercanda Pietro.
Dasarnya Pietro tidak bisa di ajak bercanda, dia langsung saja marah mendengar perkataan dari Gilbert.
Sambil menundukkan tubuhnya untuk mengintip Gilbert, Pietro pun menjawab perkataan dari Gilbert dengan sangat tegas sekali.
" Jika kamu sampai berani melakukan hal itu, Kakak bersumpah tidak peduli kamu adik kandung Kakak apa bukan, Kakak akan menguliti tubuh kamu hingga terpisah dari tulangnya!! ",, kata Pietro kepada Gilbert.
Gilbert langsung saja meringis mendengar perkataan dari Pietro, dan dia lalu memilih untuk diam saja tidak berani mengganggu atau menggoda sang Kakak lagi.
Sedangkan Molly, dia pun juga langsung diam tidak berani berkata lagi kepada Pietro.
Setelah berbicara seperti itu kepada Gilbert, Pietro langsung saja duduk kembali di pinggir ranjang pasiennya Molly dan menyuapi Molly makan.
Pietro dan Molly makan satu porsi berdua, jika kurang Pietro akan mengambil lagi dan makan bersama lagi bersama Molly, meninggalkan Gilbert yang hanya diam saja menikmati masa hukumannya itu di bawah ranjang pasiennya Molly.
Walau begitu, Pietro tidak akan menghabiskan semua makanan itu, dan dia juga masih menyisahkan cukup banyak makanan untuk sang adik nantinya.
Entahlah bagaimana reaksi dari Kak Ivar nanti jika dia melihat Gilbert di hukum seperti itu oleh Pietro.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...