
Tidak terasa satu minggu pun telah berlalu.
Rasanya seperti baru kemarin saja Elina dan Gilbert merencanakan sebuah rencana pernikahan mereka.
Akan tetapi tahu-tahu sekarang mereka berdua sudah berada di dalam satu Gereja yang sama dengan menggunakan gaun pengantin yang serasi pula.
Semua Keluarga besar dari ke dua belah pihak pun juga sudah pada berkumpul di dalam Gereja tersebut.
Termasuk Ayah Eric sekalipun, yang sengaja di jemput oleh Danish dan Elina dari rumah sakit sejak beberapa hari yang lalu.
Kemarin, ketika malam hari setelah Pietro pulang memberikan makan kepada King, Gilbert pun mencoba berbicara berdua saja kepada sang Kakak dari hati ke hati.
Entah nantinya akan di dengarkan oleh Pietro apa tidak, setidaknya Gilbert sudah mencobanya.
Untung saja Pietro mengerti akan maksud yang di bicarakan oleh sang adik, walau Pietro tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya, tapi sejujurnya di dalam hatinya dia juga merasa gembira jika Gilbert sudah bisa menemukan kebahagiaannya sendiri.
Ada satu permintaan lagi dari Gilbert yang ingin dia ungkapkan kepada Pietro, tapi dia sedikit ragu-ragu takut jika sang Kakak marah.
Tapi tetap saja, Gilbert mencoba membicarakannya kepada Pietro.
" Kak, ada satu hal lagi yang ingin Gilbert minta dari Kakak, apakah Kakak mau membantu Gilbert untuk masalah yang ini?? ",, kata Gilbert pada waktu itu kepada Pietro.
" Katakan ",, jawab Pietro kepada Gilbert.
" Bisakah Kakak membuatkan ramuan untuk menyembuhkan depresi yang di alami oleh Ayahnya Elina?? ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Gilbert tahu, pasti Elina sangat menginginkan sekali di dampingi Ayahnya nanti di acara pernikahan kami berdua, bisakah Kakak membantu Gilbert untuk kali ini saja ",, sambung lagi perkataan dari Gilbert kepada Pietro.
Diam, hanya diam saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Gilbert, Pietro tiba-tiba beranjak berdiri dari duduknya dan memilih langsung saja pergi dari hadapan Gilbert.
Pietro memilih pergi dan tidak memberikan jawaban yang pasti kepada Gilbert
Dan Gilbert yang melihat sikap sang Kakak sudah seperti itu, itu tandanya Gilbert harus diam dan tidak perlu untuk meminta bantuan lagi kepada Pietro.
Tapi tanpa di duga oleh Gilbert, dua hari kemudian, ketika mereka semua baru saja selesai sarapan, tiba-tiba saja Pietro memberikan sebuah botol ramuan yang berukuran tidak terlalu besar kepada Gilbert.
Tentu saja Gilbert merasa terkejut dengan pemberian dari Pietro kepadanya secara tiba-tiba seperti itu.
__ADS_1
" Bawalah itu, dan suruh Tuan Eric meminumnya sehari satu sendok makan, dan rutin di minum sampai habis ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Dan kita lihat saja nanti bagaimana reaksi dari racikan obat yang Kakak buat untuknya, karena menemukan daun herbal untuk membuat ramuan ini tidaklah mudah, berada di dalam hutan yang cukup sulit di jangkau ",, lanjut lagi perkataan Pietro kepada Gilbert.
Gilbert sungguh benar-benar merasa sangat bahagia sekali.
Yang dia kira, jika sang Kakak tidak peduli dengannya, ternyata dugaannya selama ini salah.
Gilbert reflek langsung menerjang tubuh sang Kakak untuk dia peluk dengan sangat erat sekali.
" Menyingkirlah dari atas tubuh Kakak, kamu menjijikkan!! ",, kata Pietro sambil mendorong tubuh Gilbert dengan sangat kuat.
Gilbert tidak merasa marah dengan sikap sang Kakak kepadanya, dan dia langsung saja mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Pietro dengan perasaan yang sangat bahagia sekali.
Setelahnya Gilbert langsung menceritakan perihal ramuan itu kepada Elina, dan Elina beserta Danish tentu saja merasa sangat berhutang budi kepada Pietro.
Elina dan Danish lalu mencoba berbicara kepada pihak rumah sakit jiwa, jika mereka berdua ingin membawa dan merawat sang Ayah di rumah saja.
Untung saja permintaan Elina dan Danish di ijinkan oleh pihak rumah sakit.
Ayah Eric menunjukkan perubahan yang signifikan, depresi yang di deritanya lama-lama bisa hilang dengan berjalannya waktu walau belum sepenuhnya.
Bahkan Ayah Eric sudah mengenali Danish dan juga Elina, jika mereka berdua adalah anak kandungnya.
Serta Ayah Eric juga jika di ajak berbicara sekarang sudah cukup nyambung seperti sedia kala, walau belum sepenuhnya juga.
Sungguh bertambahlah rasa bahagia yang di rasakan oleh Elina dan Danish berkat bantuannya Pietro.
Dan di sinilah Ayah Eric, sudah berdiri di salah satu barisan anggota Keluarga yang sedang memandang Elina yang sedang berjalan di dampingi sang Kakak yaitu Danish menuju ke atas altar.
Senyum Gilbert merekah dengan sangat lebar sekali, melihat Elina sang calon istrinya sedang berjalan dengan di dampingi calon Kakak iparnya menuju ke atas altar tempatnya berdiri.
Sesampainya di atas altar, Danish langsung saja menyerahkan Elina kepada Gilbert.
Janji suci antara Elina dan Gilbert akan segera di ikrarkan oleh mereka berdua, di pimpin oleh Pak Pendeta yang memimpin jalannya pemberkatan pernikahannya Gilbert dan Elina.
Molly pun juga turut hadir untuk melihat pernikahan dari sang adik Ipar, dengan sambil menggendong baby A, Molly terlihat sangat cantik sekali dengan gaun mahal yang di belikan Pietro khusus untuknya.
__ADS_1
Sedang baby C dia berada di dalam gendongannya sang Ayah, yaitu Pietro.
Acara pemberkatan pun akhirnya di mulai juga, semua orang langsung terdiam dan suasana terasa hening untuk diam mendengarkan setiap perkataan dan doa-doa suci yang di bacakan oleh Pak Pendeta untuk mengesahkan pernikahan Gilbert dan Elina.
Hingga tidak terasa acara pemberkatan itu pun selesai juga, dan Elina bersama Gilbert akhirnya di nyatakan sudah sah sebagai sepasang suami istri baik secara agam dan Negara oleh Pak Pendeta.
Senyum kebahagiaan terpancar dari semua orang yang turut hadir di situ, kecuali Pietro.
Entah kenapa, Pietro hanya diam saja dengan wajah datarnya dan tidak menunjukkan rasa bahagia dengan pernikahan sang adik.
Padahal di dalam hati Pietro dia juga turut bahagia, akan tetapi bibir dia seakan sulit sekali untuk tersenyum seperti yang lain.
Ciuman yang di lakukan oleh Gilbert kepada Elina, menandakan jika mereka berdua saat ini benar-benar sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Ayah Eric juga tersenyum bahagia, melihat sang putri sudah menikah dengan laki-laki yang di cintainya.
Dan Ayah Eric sudah melupakan jika dulu dia pernah ingin menjodohkan Elina dengan laki-laki yang buruk perangainya.
Setelah acara pernikahan itu sudah selesai, acara selanjutnya untuk memperingati kebahagiaan Gilbert dan Elina, semua Keluarga yang hadir di dalam gereja itu, mereka semua turut serta di undang ke pesta yang di adakan oleh Danish di rumahnya.
" Aku sangat bahagia sekali Elina ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Aku juga bahagia Gilbert ",, jawab Elina sambil menyatukan dahinya ke dahi Gilbert.
Sambil berdansa dengan sangat mesra sekali, Gilbert dan Elina tidak malu lagi untuk mengumbar kemesraan mereka sebagai sepasang pengantin baru.
" Jika kamu besok ingin menikah, Ayah sendiri yang akan menikahkanmu C ",, kata Pietro kepada baby C sambil duduk menjauh dari keramaian pesta yang ada.
Di samping Pietro, tidak lupa ada Molly yang sedang duduk sambil memangku baby A.
Di saat yang lain sedang bersenang-senang dengan pesta yang di buat Danish untuk sang adik.
Pietro memilih menikmati waktunya dengan ke dua anak dan juga istrinya, walau dia juga berada di rumah Danish.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1