
Ketika Gilbert dan Elina sudah di tinggal pergi berduaan saja di situ, Gilbert pun semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Elina.
Elina tentu saja semakin memundurkan tubuhnya hingga akhirnya dia sedikit rebahan dia atas shofa yang dia duduki itu.
Gilbert semakin maju hingga akhirnya Elina berada di bawah kungkungan tubuhnya lagi.
Gilbert pendek, tentu saja tidak jawabannya, hanya saja jika di bandingkan dengan Pietro dan Kak Ivar dia memang lebih pendek sedikit.
Itulah mengapa, Pietro selalu mengejek Gilbert dengan sebutan pendek.
Padahal jika di sandingkan dengan perempuan, tinggi tubuhnya Gilbert sudah termasuk cukup tinggi.
Memiliki tinggi tubuh sekitar seratus tujuh puluh delapan centi meter membuat Gilbert sudah memiliki tinggi tubuh yang ideal sebagai seorang laki-laki.
Dan jika berdiri berdampingan dengan Elina mereka terlihat sangat cocok sekali.
Elina yang sudah berada di bawah kungkungan tubuhnya Gilbert, Gilbert tiba-tiba tersenyum super manis sekali kepada Elina.
Jantung Elina jangan di tanyakan, tentu saja suara detak jantungnya sangat keras sekali.
Berdetak dengan sangat kencang sekali, itulah yang sedang di rasakan oleh Elina dengan jantungnya, ketika saat ini dia sedang menatap wajah Gilbert yang tampan itu dari bawah.
" Kenapa wajah kamu memerah Elina?? ",, tanya Gilbert kepada Elina sambil mengusap pipinya Elina.
" Aku malu, dan jantungku yang sedang bertalu-talu ",, jawab dari Elina dengan jujur kepada Gilbert.
Gilbert yang mendengar jawaban dari Elina, dia semakin menurunkan saja tangan kekarnya itu semakin kebawah dan ke bawah lagi, hingga akhirnya sampai juga tepat di dadanya Elina.
Elina juga terus menatap tangan Gilbert hingga sampai di dadanya, dan lalu mengalihkan lagi pandangannya ke arah Gilbert.
" Iya, di sini sedang berperang ",, kata Gilbert sambil menunjuk dada Elina.
Nafas Elina seperti tersengal-sengal, seakan sesak karena dia dan Gilbert begitu sangat intim sekali.
" Apakah tubuhku berat Elina?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.
Sebab Gilbert memang benar-benar sudah men1nd1h tubuhnya Elina.
Elina yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia reflek langsung menggelengkan kepalanya.
Dan Gilbert ketika melihat gelengan kepala dari Elina, dia langsung saja semakin mendekatkan wajahnya hingga akhirnya hidung mereka saling bersentuhan.
Mata saling beradu pandang dengan sangat lekat sekali, senyum manis terukir di bibir Gilbert, serta jangan lupakan tangan Gilbert sudah nyaman berada di dada Elina.
__ADS_1
Cup.
Akhirnya Gilbert menempelkan juga bibirnya di bibir Elina, namun ternyata tidak cuma menempel saja, Gilbert juga m3lum4tnya, m3n9h154p bibir Elina silih berganti, m3m63l1t lidahnya, hingga membuat Elina terbuai akan ciuman tersebut.
Ciuman yang awalnya penuh perasaan, penuh penghayatan, dan terlihat sangat romantis, sekarang terlihat menggebu dan membuat dua orang manusia itu ingin melakukan lebih dari sekedar berciuman.
Reflek tangan Gilbert yang tadi berada di dada Elina, sekarang sudah berpindah nyaman di ke dua benda kenyal milik Elina.
" Aaaaaaaaahhh ",, Elina m3nd354h tertahan ketika tangan Gilbert m3r3m45 manja ke dua jellynya.
Ketika mereka sedang asik berciuman, tiba-tiba saja Gilbert mengakhiri ciuman mereka, hingga membuat Elina merasa bingung sekali dengan sikap dari Gilbert.
" Ada apa Gilbert?? ",, tanya dari Elina kepada Gilbert.
" Aku tidak bisa Elina, aku bisa gila jika meneruskan ini ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.
Sungguh dan sangat kasihan sekali untuk si Gilbert, di saat dia sudah berada di ujung tanduk, dia harus sekuat tenaga untuk menahannya.
Top dan salut untuk pertahanan dari Gilbert kepada Elina.
Elina tersenyum sangat-sangat manis sekali mendengar jawaban dari Gilbert.
Elina juga tidak menyangka jika Gilbert selain laki-laki yang humoris dia juga bisa menahan h45r4tnya itu kepadanya yang sudah di ujung tanduk.
" Ayo Elina aku antarkan pulang, ini juga sudah malam ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.
" Ayo Gilbert, iya kamu benar, ini sudah malam dan sudah jam sebelas malam lebih ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
Setelahnya Gilbert langsung saja berlalu ke dalam kamar untuk mengambil kunci mobilnya.
Sedang Elina dia sudah menunggu Gilbert di depan teras rumah Kak Ivar.
Gilbert yang sudah masuk ke dalam mobilnya, dia langsung saja mengeluarkan salah satu mobilnya itu, dan kemudian dia lalu mengantarkan Elina untuk pulang ke rumahnya sendiri.
Di dalam perjalanan pulang, Gilbert dan Elina mereka berdua sedang saling diam, karena mereka tidak tahu apa yang harus mereka bicarakan.
Gilbert yang terus berusaha menahan h45r4tnya itu, sedang Elina, dia lagi memikirkan cara untuk mengetahui seberapa besarnyakah pertahanan dari seorang Gilbert Roderick kepada dirinya.
Gilbert yang bisa kuat menahan h45r4tnya itulah, yang membuat Elina semakin tertantang ingin merobohkan dinding pertahanan dari Gilbert.
Seakan siap memberikan semuanya kepada Gilbert, itulah yang ada di dalam fikiran dari Elina untuk Gilbert.
" Gilbert ",, panggil dari Elina kepada Gilbert.
__ADS_1
" Hmmm ",, jawab dari Gilbert sambil menoleh sebentar ke arah Elina.
" Ada apa Elina?? ",, tanya dari Gilbert sambil terus mengendarai mobilnya.
" Bisakah kamu menghentikan mobilnya untuk sejenak ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Untuk apa?? ",, tanya dari Gilbert lagi kepada Elina.
" Sudah hentikanlah saja ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
" Tapi ini masih jauh dari rumah Kakak kamu Elina ",, kata Gilbert kepada Elina.
" Dan lagi pula jalanan di sini terbilang sangat sepi sekali jika sudah jam segini ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Elina.
" Tidak apa, itu malah bagus, hentikanlah dulu mobilnya ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.
Gilbert pun akhirnya menurut untuk menghentikan laju mobilnya di jalanan yang sudah sangat sepi sekali itu, sebab saat ini waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam lebih.
Ketika mobil sudah berhenti, Gilbert tiba-tiba saja di buat sangat terkejut sekali dengan ulah dari Elina, sebab Elina tiba-tiba langsung pindah di pangkuannya.
" Apa yang ingin kamu lakukan Elina?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.
" Jujur Gilbert aku baru pertama kali seagresif ini kepada seorang laki-laki, dan aku tidak tahu kenapa, rasanya aku sangat tertarik kepadamu ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Jujur aku baru pertama kali bertemu laki-laki yang bisa menahan h45r4tnya kepada seorang perempuan seperti kamu Gilbert ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Dan lihatlah, sepertinya aku sedang mendudukki sesuatu ",, kata Elina kepada Gilbert sambil tersenyum menggoda.
Gilbert pun langsung ikut-ikutan tersenyum ketika mendengar perkataan dari Elina yang terakhir.
" Apakah kamu menganggapku sebagai laki-laki yang baik Elina?? '',, tanya dari Gilbert kepada Elina.
Elina langsung saja mengangguk kepada Gilbert.
" Maaf, sepertinya pemikiran kamu untuk aku itu salah Elina ",, kata Gilbert kepada Elina.
Dan tanpa di duga atau tanpa aba-aba sebelumnya, Gilbert langsung saja menarik tengkuknya Elina dan mencium bibirnya dengan sangat mesra sekali.
Walau Elina merasa terkejut, namun akhirnya dia membalas juga ciuman yang di berikan oleh Gilbert kepadanya.
Mereka berdua akhirnya berciuman lagi dengan Elina masih berada di pangkuannya Gilbert.
Terlihat mesra, romantis dan juga sangat intim sekali saat ini Elina dan juga Gilbert.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...