
Alva yang sudah masuk ke dalam kamar, dia langsung saja membangunkan Gilbert dengan naik ke atas ranjang.
Sambil menggoyang-goyangkan tubuh Gilbert, Alva pun juga memanggil-manggil nama Gilbert supaya Gilbert terbangun dari tidurnya.
" Paman bangun Paman ",, kata Alva untuk membangunkan Gilbert.
Namun Gilbert malah cuma mendengung saja menanggapi panggilan Alva, dengan mata yang masih terpejam sangat rapat.
" Paman, ayo bangun ",, kata Alva lagi kepada Gilbert.
" Apa sih Alva, sudah sana pergi, ini hari minggu, Paman masih ingin tidur ",, jawab Gilbert dengan mata yang belum terbuka.
" Iih, Paman menyebalkan!! ",, marah Alva sambil cemberut.
Alva yang menyilangkan ke dua tangannya sambil memajukan bibirnya karena cemberut, mata dia tidak sengaja melihat cat kuku milik Elina di atas meja riasnya.
Dan ide licik pun langsung hinggap di otak Alva.
" Paman Gilbert menyebalkan ",, kata Elina sambil berlalu turun dari atas ranjang.
Alva yang sudah turun dari atas ranjang, dia lalu berjalan ke arah meja rias Elina.
Setelahnya, Elina langsung mengambil cat kuku yang berwarna hijau milik Elina yang berjejer rapi di barisan cat kuku yang lainnya.
Senyum jahat pun langsung terukir di bibir Alva, sambil memandang pantulan dirinya sendiri di depan cermin.
Ketika cat kuku sudah berada di tangan, Alva langsung berjalan dengan perlahan-lahan ke arah sisi ranjang untuk memulai mengecat kuku sang Paman yang sedang tidur miring.
Selesai mengecat kuku tangan, Alva lalu mengecat kuku kaki sang Paman.
Dengan sangat hati-hati sekali Alva mengecat kukunya, supaya Gilbert tidak terbangun dari tidurnya.
Walau sudah sangat hati-hati sekali, tapi Alva dengan asal-asalan mengecat kukunya, alhasil bukan kerapian yang di dapat, namun acak-acakan bentuknya.
" Aaah beres ",, kata Alva ketika sudah selesai mengerjai sang Paman.
" Sepertinya itu juga bagus di kasih warna ",, kata Alva lagi sambil menunjuk alis Gilbert.
Yaps, Alva setelahnya langsung mengecat alis Gilbert menggunakan cat kuku yang di bawanya.
Selesai semua apa yang dia inginkan, Alva pun mengembalikan lagi cat kuku milik Elina ke atas meja riasnya kembali.
Setelahnya, Alva langsung berlalu ke luar dengan riang gembira seperti tidak melakukan apa-apa tadi.
Sama seperti tadi, Alva yang baru saja membuka pintu kamar, tidak sengaja di buat terkejut, ketika melihat Elina yang hampir saja ingin membuka pintu kamarnya.
__ADS_1
" Astaga Alva, membuat Aunty terkejut lagi ",, kata Elina kepada Alva.
Alva hanya tertawa tanpa dosa saja menanggapi Elina.
" Apakah Paman kamu sudah bangun?? ",, tanya Elina kepada Alva.
" Belum Aunty, Paman Gilbert menyebalkan ",, jawab Alva kepada Elina.
" Begitulah Paman kamu Alva, dia akan bermalas-malasan ketika di hari minggu ",, kata Elina kepada Alva.
" Aunty mau tidak berjanji kepada Alva?? ",, kata Alva kepada Elina.
" Berjanji untuk apa Alva?? ",, tanya Elina kepada Alva.
" Pokoknya Aunty berjanji dulu kepada Alva, mau tidak?? ",, kata Alva kepada Elina.
" Ok baiklah, Aunty berjanji kepada kamu sayang ",, jawab Elina kepada Alva.
" Sekarang katakan kepada Aunty, hal yang apa yang membuat Aunty harus berjanji kepadamu?? ",, tanya Elina kepada Alva.
" Nanti jika Aunty melihat sesuatu yang mengejutkan, Aunty diam saja ya, jangan memberitahukan hal itu kepada siapapun termasuk Paman Gilbert, ok Aunty?? ",, jawab Alva kepada Elina.
" Memangnya nanti ada hal mengejutkan apa Alva?? ",, tanya Elina dengan kebingungan.
" Baiklah, sekarang Alva mau ke mana,?? tidak mau sarapan dulu di rumah Aunty bersama Paman dan yang lainnya?? ",, tanya Elina kepada Alva.
" Tidak Aunty, Alva mau pulang, mau bermain sama King ",, jawab Alva kepada Aunty.
" Ok, hati-hati ya sayang ",, jawab Elina kepada Alva.
" Iya Aunty ",, jawab Elina lagi sambil berlalu pergi dari hadapan Elina.
" Anak itu, sangat ceria sekali, semoga saja nanti kamu mendapatkan jodoh yang akan terus membuatmu ceria seperti sekarang ",, doa tulus dari Elina sambil melihat kepergian Alva.
Setelahnya, Elina langsung masuk ke dalam kamar untuk membangunkan Gilbert.
Ketika Elina sudah masuk ke dalam kamar, dia langsung menuju ke arah ranjang untuk membangunkan Gilbert.
Namun belum sempat Elina membangunkan Gilbert, dia sudah di buat menahan suara tawanya, ketika melihat wajah Gilbert yang mempunyai alis berwarna hijau.
" Sekarang aku tahu, hal mengejutkan apa yang di katakan oleh Alva tadi, ternyata ini?? ",, kata Elina sambil tersenyum sendiri.
Elina juga tidak sengaja melihat kuku tangan Gilbert yang berwarna hijau sama seperti alisnya.
" Eh tunggu, sepertinya aku mengenal warna hijau itu?? ",, kata Elina masih berbicara sendiri.
__ADS_1
Elina lalu berjalan ke arah meja riasnya, dan dia langsung mengambil cat kukunya yang berwarna hijau.
" Nah kan benar tebakanku ",, kata Elina ketika sudah melihat cat kukunya.
" Dasar si Alva ",, kata Elina untuk Alva.
" Sesuai janjiku dengan Alva aku harus diam, ok sekarang kita bangunkan si tukang tidur ini ",, kata Elina sambil menahan suara tawanya.
Elina langsung saja membangunkan Gilbert dengan menggoyangkan badannya dengan sangat keras sekali.
Gilbert yang sudah terbangun dengan mata yang masih mengantuk, dia langsung saja berlalu ke dalam kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Sedangkan Elina, dia masih menahan suara tawanya, terlebih lagi dia melihat kuku kaki Gilbert juga berwarna hijau.
" Dasar si Alva, suka sekali mengerjai Pamannya ",, batin Elina sambil terus menahan suara tawanya.
Gilbert belum menyadari apa yang sedang terjadi di wajah dan semua kukunya yang berwarna hijau dan catnya sudah langsung mengering.
Dan Gilbert baru sadar, ketika dia akan mencuci muka langsung melihat alisnya berwarna hijau.
" Astaga, siapa yang sudah berani melakukan ini kepadaku?? ",, kata Gilbert sambil mencoba membersihkan alisnya yang di cat oleh Alva.
" Kenapa susah sekali sih membersihkannya!! ",, gerutu Gilbert sambil terus membasuh mukanya.
Gilbert tidak sengaja melihat kuku tangannya yang berwarna hijau, dan dia lalu mengalihkan pandangannya ke arah jari-jari tangannya yang belepotan cat kukunya.
" Astaga!! ",, kata Gilbert dengan ekspresi sangat-sangat terkejut sekali.
Gilbert lalu memutuskan untuk keluar dari dalam kamar mandi untuk bertanya kepada Elina, siapakah orang yang sudah berani membuatnya seperti hulk begitu.
Ketika Gilbert sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia tidak melihat Elina berada di dalam kamar, alhasil Gilbert langsung saja keluar dari dalam kamarnya, dengan keadaan alis dan kuku-kukunya masih berwarna hijau.
Danish yang baru saja pulang ke rumah setelah berolahraga pagi, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali, ketika berpas-pasan dengan Gilbert dan melihat wajah Gilbert yang seperti itu.
" Jangan mengtertawakanku Kak!! ",, kata Gilbert kepada Danish.
" Sungguh aku mengakui hebat orang yang sudah membuat wajahmu seperti ini Gilbert, nanti malam mau mangkal ya Gilbert, sampai totalitas sekali masih pagi sudah berdandan ",, goda Danish kepada Gilbert.
Danish langsung tertawa lagi sampai terpingkal-pingkal setelah menggoda Gilbert.
Sedang Gilbert yang di tertawakan seperti itu oleh Danish, dia langsung berlalu pergi dengan wajah sebalnya, untuk mencari Elina yang sedang menata makanan di meja makan, yang sudah selesai di masak oleh asisten rumah tangganya.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1