
Elina masih memeluk erat dan sayang keponakan laki-lakinya itu, yang masih hanya terbungkus dengan handuk yang di ambilnya tadi.
Gilbert pun juga masih menetralkan rasa gemetar yang sedang di rasakannya, karena baru saja selesai memandikan keponakan laki-lakinya yang baru saja lahir.
Bahkan baik Gilbert dan Elina, tubuh serta baju mereka, juga terkena banyak darah dari baby boy tersebut.
" Astaga mimpi apa aku semalam, bisa memandikan bayi yang masih berlumuran darah ",, kata Elina sambil merasa bangga dengan dirinya sendiri.
" Lihatlah tanganku sayang, masih gemetaran begini ",, kata Gilbert sambil menunjukkan tangannya yang gemetar.
" Sudah yuk sayang, kita kasihkan baby ini kepada Kak Pietro ",, kata Elina kepada Gilbert.
" Aku masih tidak menyangka Kakak kamu itu sangat hebat sekali, dia bahkan bisa membantu Kak Molly melahirkan sendirian, kalau begini ceritanya Dokter dan rumah sakit tidak akan laku Gilbert ",, kata Elina lagi kepada gilbert.
" Iya, Kakak aku yang satu itu penuh dengan kejutan dan keanehan ",, kata Gilbert kepada Elina.
Sedangkan di luar kamar, Kak Ivar dan Agnes beserta Alva, mereka semua baru saja sampai di rumah super mewah milik Pietro.
Kak Ivar yang juga sedang menikmati makan malamnya bersama Agnes dan Alva tadi di rumahnya, dia langsung saja merasa sangat terkejut sekali, ketika mendapat kabar, jika Molly akan segera melahirkan.
Tidak mau berpikir lama lagi, Kak Ivar langsung mengajak Agnes dan Alva untuk segera pergi menuju ke rumah Pietro.
Dan di sinilah Kak Ivar berserta Agnes, yang sedang membuat kehebohan, karena mereka terus bertanya kepada para pekerja di manakah Molly serta Pietro berada.
Ketika kak Ivar serta Agnes sudah mendapatkan jawabannya, jika Pietro beserta Molly sedang berada di dalam kamar, mereka berdua langsung segera menuju ke dalam kamar yang di maksud.
" Pietro, Molly!! ",, panggil Kak Ivar sambil langsung membuka pintu kamar.
Namun, ketika Kak Ivar serta Agnes yang sudah masuk ke dalam kamar, mereka berdua tidak menemukan orang yang sedang mereka cari, akan tetapi Kak Ivar serta Agnes malah menemukan ranjang yang penuh dengan darah.
" Di mana mereka,?? kata para pekerja jika Pietro tidak membawa Molly ke rumah sakit, atau jangan-jangan Pietro membunuh Molly?? ",, kata Agnes dengan asal berbicara saja.
" Mama ini sembarangan saja kalau berbicara!! ",, Kak Ivar langsung saja menegur Agnes.
" Lalu di mana mereka berdua?? ",, tanya Agnes lagi kepada Kak Ivar.
Tiba-tiba pandangan mereka berdua langsung teralihkan, ke arah pintu kamar mandi yang sedang terbuka dari dalam.
Gilbert, Elina, Kak Ivar serta Agnes langsung sama-sama terkejut melihat kehadiran mereka di dalam kamar itu.
" Lho, apa yang kalian lakukan di dalam kamar mandi, dan itu bayi siapa, kenapa tubuh kalian penuh dengan darah, di mana Molly sama Pietro?? ",,
__ADS_1
Kak Ivar mencerca begitu banyak pertanyaan kepada Gilbert dan juga Elina.
" Ini babynya Kak Pietro dan Kak Molly Kak, dan mana kami tahu di mana mereka, tadi mereka ada di sini ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.
Agnes yang melihat baby boy tersebut, dia langsung mengambil alih babynya, untuk dia bantu membersihkan dan memakaikan baju.
Sungguh Elina merasa sangat lega sekali ketika melihat kedatangannya Agnes, sebab di antara mereka semua, hanya Agnes yang sangat berpengalaman dalam mengurus baby.
Baru saja Agnes akan berlalu dan membuka pintu, untuk keluar dari dalam kamar, menuju ke dalam kamar Pietro untuk mengambil baju baby.
Tiba-tiba saja dia di buat terkejut lagi, ketika pintu kamar sudah terbuka lebih dulu dari luar dan pelakunya adalah pietro yang baru saja memindahkan Molly ke dalam kamar mereka.
" Pietro ",, kata Kak Ivar dan Agnes secara bersamaan.
" Kalian sudah datang ",, kata santai dari Pietro kepada ke dua Kakaknya.
" Di mana Molly?? ",, tanya Agnes kepada Pietro.
" Dia masih tidur, tadi baru saja aku berikan ramuan obat, biar bisa lebih fit lagi kondisinya ",, jawab Pietro kepada Agnes.
" Bawa sini Kak baby boyku, akan aku pakaikan baju ",, kata Pietro sambil meminta baby boynya.
Agnes langsung saja memberikan baby boy tersebut ke dalam gendongannya Pietro.
Sesampainya di dalam kamar, mereka semua langsung melihat Molly sedang tertidur pulas, bahkan dia juga sudah berganti baju dengan baju yang bersih.
Sebab Pietro tadi sudah merawat Molly dengan sangat baik sekali, bahkan dia juga memakaikan pembalut kepada Molly, menggantikan bajunya juga ketika Molly belum sadarkan diri.
Sangat beruntung sekali mempunyai suami seperti Pietro, sayang ini cuma cerita halu saja, coba saja ada di dunia nyata, pasti author akan meminta tukar tambah, hahaha berjanda yeee๐คฃ๐คฃ๐คฃ๐คญ.
" Apakah Molly tidak pelu kita bawa saja ke rumah sakit Pietro, takutnya Molly kalau .......... ",,
Belum selesai Kak Ivar berbicara, perkataannya sudah langsung di sela oleh Pietro.
" Tidak perlu, dia baik-baik saja, dan aku yakin jika besok dia sudah bisa sadar seperti semula, sekarang biarkan Molly beristirahat dulu, supaya obat ramuan herbalnya bekerja dengan baik di dalam tubuhnya ",, kata Pietro kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh semua orang.
" Babynya sangat sehat sekali, kira-kira kamu apakah kamu tahu Pietro berapa berat badan dan panjang dari baby boy mu ini?? ",, tanya Agnes kepada Pietro.
Pietro yang mendengar pertanyaan dari Agnes, dia lalu menggendong baby boynya lagi untuk mengira-ngira beratnya, setelahnya Pietro menaruh lagi ke atas kasur babynya dan mengukur menggunakan telapak tangannya.
Apa yang di lakukan oleh Pietro kepada baby boynya di perhatikan sekali oleh semua orang.
__ADS_1
" Kira-kira beratnya sekitar tiga koma empat kilogram, dan panjangnya sekitar lima puluh dua centimeter ",, jawab Pietro kepada Agnes.
Semua orang hanya bisa terbengong dan langsung speechles mendengar jawaban dari Pietro, yang terdengar seperti sangat meyakinkan sekali.
" Apa Kakak yakin dengan jawaban yang Kakak berikan?? ",, tanya Gilbert kepada Pietro.
" Kenapa pertanyaan darimu malah seperti aku sedang menjawab soal kuis Gilbert?? ",, tanya balik Pietro kepada gilbert.
Kak Ivar reflek langsung tertawa mendengar perkataannya Pietro.
Sedangkan Gilbert langsung saja menampilkan wajah sebalnya kepada semua orang.
Sambil mendengarkan semua Keluarganya sedang tertawa dan mengobrol sendiri, Pietro terus memakaikan baju untuk baby boynya dengan sangat telaten sekali.
Bahkan Elina yang seorang perempuan, dia sangat malu sekali kepada sang Kakak ipar, yang notabennya seorang laki-laki, tapi sangat pandai sekali dalam merawat bayi.
" Akan kamu berinama siapa Pietro anak ke tiga kamu ini?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.
" Semoga saja, kali ini namanya tidak membuat lidah kita semua susah dalam pengucapannya ",, kata Gilbert menyahuti perkataannya Kak Ivar.
" Aku akan memberinya nama dengan Leonardo Ygnacio Grayson Roderick ",, kata Pietro dengan sangat bangga sekali.
" Apa arti dari namanya Paman?? ",, tanya Alva kepada Pietro.
" Artinya anak laki-laki seperti singa yang berani, mempunyai semangat yang tinggi seperti sang Penguasa sejati ",, jawab Pietro kepada Alva dan masih di dengar oleh semua orang.
" Iya-iya-iya, cukup lumayanlah, tidak terlalu sulit untuk ku ucapkan ",, kata Gilbert kepada semua orang.
" Apakah panggilannya Leonardo Kak?? ",, tanya Elina kepada Pietro.
" Iya, nama panggilannya Leonardo, atau baby Leon ",, jawab Pietro kepada Elina.
" Hello, welcome baby Leon, selamat datang di keluarga yang semuanya terdiri dari orang gila, semoga saja kamu tidak ikut gila, walau Aunty tidak yakin sih ",, kata Agnes sambil mengambil alih baby Leon dari gendongannya Pietro.
Semua orang langsung tertawa mendengar perkataannya Agnes, kecuali Pietro, dia biasa saja.
Setelahnya, Pietro lalu mengajak semua orang untuk ke luar dari dalam kamar, supaya Molly bisa beristirahat dengan tenang.
Dan Pietro akan masuk kembali ke dalam kamar, untuk mengecek keadaannya Molly lagi, nanti sekitar dua jam kemudian, karena kemungkinan besar Molly akan sadar sekitar dua jam dari sekarang.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...