KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BUNUH DIRI


__ADS_3

Setelah sepeninggalan dari Pietro, yang bisa dilakukan oleh Molly adalah menangis dan menangis dalam diamnya.


Air mata yang tidak ingin dia keluarkan, tanpa dia suruh keluar terus menerus dengan sendirinya.


Bahkan Molly pun sampai tidak kuat untuk membenahi rok atau pakaiannya yang semakin lusuh berantakan seperti itu.


Badan dan tangan Molly serasa berat untuk dia gerakan untuk membenarkan pakaiannya yang masih tersingkap keatas karena ulah sang King Psikopat itu.


" Ayah, Mamah, Molly hancur,.......... bolehkah Molly menyusul kalian berdua saja ",, kata batin dari Molly sambil terus menangis.


" Benar apa kata kamu Greta, seharusnya aku lari saja dari Tuan itu ",, kata batin dari Molly yang merasa menyesal tidak mendengarkan perkataan dari Greta.


" Lebih baik aku mati daripada hidup harus dalam keadaan yang tidak suci lagi seperti ini ",, kata batin dari Molly lagi dengan sangat-sangat pilu sekali.


" Benar apa kata Ayah dulu, jika kecantikan yang aku miliki lebih baik tidak dilihat oleh semua orang, tapi apalah daya, sekarang sudah terlambat ",, kata batin Molly lagi dengan air mata yang masih terus menerus mengalir dari sudut matanya.


Sedang Pietro ketika dia sudah keluar dari dalam kamar tadi, dia langsung saja berjalan menuju kearah belakang, tepatnya kearah kandang singa peliharaannya.


Pietro ingin mengecek apakah Singa peliharaannya sudah kembali kekandangnya apa belum setelah menikmati pesta yang dia berikan didalam hutan tadi.


Dan ternyata ketika Pietro sudah sampai didepan kandang sang King, alias siSinga peliharaannya, singa itu sudah berada didalam kandangnya dan sedang men7ilati tubuhnya sendiri.


" King, aku mau pergi dulu, jaga rumah seperti biasa, dan jaga gadis yang ada didalam kamarku, jika dia sampai kenapa-kenapa, malam ini kepala kamu akan menjadi pajangan didinding rumahku!!, apa kamu faham King?? ",, kata Pietro mengajak berbicara kepada King seperti biasanya.


Dan sang King seperti mengerti perkataan dari Pietro, singa itu langsung saja mengaum dengan kerasnya kepada Pietro.


" Good Boy, aku pergi dulu ",, kata Pietro lagi kepada King sambil mengusap rambut kepala milik King yang sangat lebat itu.


Setelahnya Pietro langsung saja berlalu pergi dari hadapan Sang King untuk menuju kearah mobilnya entah mau pergi kemana.


Sedang Molly yang masih dengan posisi yang sama, dia langsung saja mencoba menggerakkan badannya untuk membenahi pakaiannya yang semakin lusuh itu.


Dan ketika Molly menggerakkan badannya, badan dia seakan remuk semua rasanya karena baru saja dip3rk054 oleh Pietro yang mempunyai badan yang besarnya berkali lipat dari badannya.


" Aaaaww, sakitnya ",, kata Molly sambil meneteskan air matanya ketika dia menggerakkan kakinya terasa sakit dibagian inti bawahnya.

__ADS_1


" Mamah ini sakit sekali ",, kata Molly lagi sambil terus memegangi m155 ^nya dengan air mata yang juga ikutan mengalir deras dari kelopak matanya yang indah.


Molly yang sudah berkata seperti itu, dia lalu mencoba untuk bangun dari atas ranjang, namun sayang ketika dia baru saja menggerakkan kakinya untuk satu langkah saja, kaki dia seperti tidak ada tulang.


Dan hal itu membuat Molly langsung saja jatuh terduduk dilantai samping ranjang.


Tidak cuma kaki dia yang merasa lemas karena ulah siPietro, melainkan m155 ^ miliknya juga serasa seperti robek dari dalam dan tidak bisa dibuat untuk berjalan.


Ketika Molly melihat kearah ranjang, dia melihat ada darah yang tidak terlalu banyak ditempatnya dia tidur tadi.


" Apa itu darah milikku?? ",, kata batin dari Molly sambil meraba darah yang menempel disprei.


" Sudah kering ",, kata Molly lagi dengan keadaan masih terduduk dilantai samping ranjang.


" Aku harus pergi dari sini, harus!!, Greta kamu dimana??.......... kenapa disaat seperti ini kamu tidak ada disini untuk menemaniku ",, kata Molly sambil berusaha bangun dari terduduknya itu.


Molly sangat bersusah payah sekali untuk bangun dari duduknya, dan ketika sudah bisa bangun dari duduknya, Molly dibuat sangat kesusahan untuk berjalan.


Bahkan jarak antara pintu dan ranjang yang tidak terlalu jauh, Molly harus membutuhkan waktu yang cukup lama sekali dalam menggapai gagang pintunya, sebab m155 ^ miliknya sangat sakit sekali jika dibuat berjalan.


" Aku harus kuat, aku harus bisa segera keluar dari sini ",, kata Molly lagi sambil terus berjalan dengan tertatih menuju kepintu kamar.


Dan ketika Molly bisa menggapai pintu kamarnya, dia tidak langsung membukanya, namun dia beristirahat sejenak terlebih dahulu, karena m155 ^ miliknya begitu sangat sakit sekali, dan tenaga dia juga sudah habis untuk berjalan sebentar tadi untuk menggapai pintu.


" Semangat!! ",, kata Molly lagi dan setelahnya dia langsung membuka pintu kamar siPietro, dan beruntungnya pintu kamarnya tidak dikunci oleh Pietro dari luar.


Molly yang sudah bisa keluar dari dalam kamar siPietro, dia langsung saja mencoba berjalan menuju kearah ruang tamu.


Dengan bersusah payah, Molly pun akhirnya sampai juga diruang tamu milik Pietro.


Disaat Molly sudah sampai diruang tamunya siPietro, dia melihat parang milik Pietro yang masih tergeletak sembarangan diatas lantai disitu, dan tiba-tiba saja fikiran buruk pun langsung menghampiri Molly untuk mengakhiri hidupnya.


Molly yang sudah merasa ternodai, tidak ada harapan lagi dalam hidupnya, dia langsung saja mencoba mengambil parang itu dari atas lantai sambil terus melawan fikiran buruk yang terus menghantuinya.


" Tidak aku tidak bisa mengakhiri hidupku!!, aku harus bertahan, dan parang ini akan aku bawa saja untuk berjaga-jaga dari hewan buas yang ada dihutan ",, kata Molly kepada dirinya sendiri dan akhirnya dia bisa melawan fikiran buruknya tadi.

__ADS_1


Namun ketika Molly sedang memegang parang tersebut, tiba-tiba saja pintu rumah siPietro terbuka dari luar, dan yang membuka pintunya adalah siPietro sendiri yang sudah kembali dari masa pergi sebentarnya tadi.


Pietro yang sudah pulang sambil membawa sebuah paperbag yang berukuran cukup besar, dan entah apa isi dari paperbag tersebut, dia cukup terkejut ketika melihat Molly sudah keluar dari dalam kamar sambil membawa parangnya.


" Nona................??, hei apa yang ingin kamu lakukan?? ",, kata Pietro kepada Molly.


" Jangan mendekat!!, atau saya akan bunuh diri saat ini juga!! ",, kata Molly kepada Pietro sambil mengacungkan parang tadi kearah Pietro.


" Wait-wait-wait .......... ",, kata Pietro sambil mengangkat kedua tangannya.


" Stop saya bilang!! ",, kata Molly lagi sambil berteriak kepada Pietro yang sedang mencoba berjalan perlahan kearahnya.


" Ok saya tidak akan mendekat lagi kearah kamu, dan silahkan jika kamu ingin bunuh diri Nona, karena saya juga sudah puas dengan kegiatan kita tadi ",, jawab enteng dari Pietro kepada Molly.


Air mata Molly langsung saja menetes lagi karena diingatkan dengan kejadian buruk tadi yang didalam kamar.


" Karena anda hidup saya menjadi hancur!!, anda jahaaaaaaaaaaaattt!! ",, kata Molly kepada Pietro dengan berteriak sambil menangis sejadi-jadinya.


" Apa salah saya??, kan kaum perempuan memang diciptakan untuk melayani n4f5u para laki-laki seperti saya?? ",, jawab santai dari Pietro kepada Molly sambil menyilangkan kedua tangannya.


" Lebih baik saya mati, daripada harus disuruh melayani anda lagi b3r3n953k!! ",, kata Molly lagi kepada Pietro.


Dan tanpa diduga oleh Pietro, Molly langsung saja mengiris pergelangan tangannya sendiri dengan parang yang dibawanya.


Pietro yang melihat hal yang dilakukan oleh Molly, dia langsung saja segera berlari kearah Molly untuk menangkap tubuhnya Molly.


Entah kenapa melihat Molly melukai dirinya sendiri seperti itu, ada rsedikit asa kasihan didalam diri siPietro yang tidak pernah dia rasakan sejak dia mendapatkan suntikan ramuan dulu.


Padahal selama ini Pietro tidak pernah ada rasa kasihan sama sekali, walau itu dengan perempuan sekalipun.


Dan Pietro yang sudah menangkap tubuh rampingnya Molly, dia langsung saja membawa kesalah satu ruangan yang ada didalam rumahnya untuk dia berikan penanganan pertama kepergelangan tangan siMolly.


Hampir semuanya bisa Pietro lakukan sendiri secara tradisional, karena dia sudah diajarkan oleh sang kakek bagaimana cara membuat obat, ramuan dan mengobati orang yang sakit, dari bahan-bahan herbal yang ada disekitarnya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2