KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
TERGODA


__ADS_3

Edith saat ini sudah masuk kedalam rumah siPietro dan dia langsung saja duduk diruang tamu tanpa dipersilahkan duduk terlebih dahulu oleh Pietro.


Ketika Edith sudah masuk kedalam rumah, dia tidak melihat Pietro sama sekali.


Iya wajar saja jika Edith tidak melihat Pietro, sebab Pietro tadi ketika melihat Edith yang datang kerumahnya, dia langsung saja berlalu masuk menuju kedalam ruang pengobatannya untuk menemui Molly.


" Kakanda........... eemmm siapa yang datang?? ",, tanya Molly kepada Pietro dengan perasaan takut.


" Tidak siap-siapa ",, jawab super singkat dari Pietro kepada Molly.


Ketika Pietro sudah masuk kedalam ruang pengobatannya dia langsung melihat Molly masih dalam keadaan yang sama seperti dia tinggal tadi.


Dan Molly yang mendengar jawaban singkat dari Pietro, rasanya dia ingin sekali bertanya lagi kepadanya, tapi Molly takut.


Alhasil yang bisa Molly lakukan hanyalah diam saja sambil bertanda tanya sendiri didalam hatinya.


Setelah menjawab perkataan dari Molly dengan singkat, Pietro langsung saja berjalan untuk melihat ramuan yang tadi dia tempelkan atau oleskan kem155 ^nya Molly.


" Belum terlalu kering, masih cukup basah ",, kata Pietro sambil melihat m155 ^nya Molly.


" Jangan banyak bergerak dulu, biarkan ini sampai kering dulu, dan satu hal lagi jangan keluar dari dalam ruangan ini, karena diluar masih ada teman aku, faham kamu My Queen ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


Molly langsung saja mengangguk dengan patuh kepada Pietro.


Setelah itu Pietro tiba-tiba langsung keluar lagi dari dalam ruang pengobatannya tersebut.


Dan tahu-tahu Pietro masuk lagi kedalam ruang pengobatan sambil membawa segelas air putih.


" Aku ambilkan minum untuk kamu jika kamu merasa haus, karena kemungkinan aku akan cukup lama menemui teman aku ",, kata Pietro kepada Molly sambil menaruh air minum tadi dimeja yang ada didekat Molly.


" Kakanda............ ",, panggil Molly kepada Pietro.


" Iya ",, jawab singkat dari Pietro kepada Molly.


" Bagaimana aku bisa mengambil air minum itu jika Kakanda saja melarangku untuk banyak bergerak, sedangkan antara meja dan ranjang ini cukup memerlukan langkah kaki untuk menjangkaunya ",, kata Molly kepada Pietro.


" Jadi lebih baik bawa sini saja Kakanda air minumnya, biar bisa aku langsung minum ",, lanjut lagi perkataan dari Molly kepada Pietro.


Tanpa Molly sadari ketika dia berkata seperti itu kepada Pietro, Pietro tersenyum super tipis sekali dengan sangat misterius.


Setelahnya Pietro pun langsung saja memberikan air putih itu kepada Molly untuk dia minum.

__ADS_1


" Jika kamu membutuhkanku lagi, teriaklah dan panggil saja aku, karena aku akan berada diruang tamu bersama temanku ",, kata Pietro kepada Molly sambil menaruh gelas kosong keatas meja.


" Iya ",, jawab Molly kepada Pietro.


Ketika sudah mendengar jawaban dari Molly, tanpa ijin terlebih dahulu kepada Molly, Pietro alngsung saja melangkahkan kakinya untuk keluar lagi dari dalam ruang pengobatannya, dan kali ini Pietro langsung menuju keruang tamu rumahnya.


Diruang tamu rumahnya siEdith masih mengalihkan pandangannya kearah dalam rumah siPietro karena Pietro sudah cukup lama tidak keluar juga untuk menemuinya.


Disaat Edith melihat Pietro sudah keluar dan sedang berjalan kearahnya, dia langsung saja tersenyum sangat super manis sekali sambil membenahi cara duduk dan juga pakainnya.


Ketika Pietro sudah duduk dishofa seberang Edith, dia langsung saja bertanya kepada Edith.


" Ada apa kamu datang kesini??!! ",, tanya Pietro kepada Edith dengan sangat dingin sekali.


" Apakah aku tidak boleh untuk datang berkunjung kesini?? dan kata siGilbert katanya kamu sudah menikah, apakah itu benar Pietro?? ",, tanya Edith dengan berpura-pura care kepada Pietro.


" Iya benar ",, jawab super singkat dari Pietro kepada Edith.


Mendengar jawaban dari Pietro, hati Edith langsung saja merasa sangat marah sekali, namun sekuat hati Edith menahannya, supaya dia tidak terlihat jelek dimata Pietro.


" Dimanakah istri kamu Pietro, kenapa kamu tega sekali tidak mengenalkannya kepadaku, kan aku sudah jauh-jauh datang kesini?? ",, kata Edith kepada Pietro dengan masih berpura-pura baik.


" Dia sedang tidur, karena kecapekan baru saja melayaniku ",, jawab jujur dari Pietro kepada Edith.


Karena efek obat tidur yang Pietro campurkan kedalam air minum yang tadi baru saja diminum oleh Molly.


Pietro sengaja mencampurkan obat tidur itu kedalam air yang diminum oleh Molly karena suatu alasan.


Dan ketika Edith mendengar jawaban dari Pietro semakin marahlah hatinya.


Diotak Edith terus berfikir untuk bisa menyingkirkan Molly dan mendapatkan Pietro.


Mendengar jawaban Pietro tadi jika Molly sedang tidur, Edith langsung saja berpindah tempat untuk duduk disebelah Pietro.


Edith lalu mencoba menempelkan tubuhnya ketubuh Pietro dengan gerakan yang sangat 53n5u4l sekali.


" Aku yakin pasti kamu masih punya banyak tenaga, makanya istri kamu sampai ketiduran setelah melayanimu, bagaimana jika aku yang menggantikan istri kamu untuk melayani kamu Pietro ",, kata Edith sambil mencoba memb3l41 dada Pietro.


Pietro langsung saja melirik sekilas kearah tangan Edith yang sedang menggodanya seperti itu.


Dan setelahnya Pietro langsung menggenggam tangan Edith dengan sangat erat sekali.

__ADS_1


Edith sangat senang sekali karena dia merasa jika Pietro sudah terpancing dengan rayuan yang baru saja dilakukannya tadi.


Pietro lalu memiringkan sedikit posisi duduknya untuk menghadap kearah Edith.


" Iya boleh ",, jawab Pietro kepada Edith sambil tersenyum dengan cukup manis.


Edith langsung saja tersenyum sangat lebar sekali, karena dia sangat senang sekali mendengar jawaban dari Pietro tadi.


Pietro setelah berkata seperti itu, dia langsung mencoba mendekatkan wajahnya untuk semakin dekat dengan wajah Edith.


Dan untuk Edith sendiri jantung dia semakin berdebar saja ketika melihat Pietro seperti ingin menciumnya.


Selama Edith mendekati Pietro, untuk kali ini Edith merasa bangga pada dirinya sendiri, sebab Pietro sepertinya sudah masuk kedalam rayuannya.


Edith tidak cuma satu atau dua tahun saja dalam merayu dan mendekati Pietro, tapi sudah bertahun-tahun lamanya sejak mereka masih kuliah dulu.


Dan tanggapan Pietro kepada Edith, selalu dingin, cuek, tidak peduli dan juga acuh.


Jadi untuk sekarang ketika Pietro seperti itu kepada Edith, Edith sungguhlah sangat senang sekali.


Disaat wajah Pietro sudah berada satu inci didepan wajah Edith, dia langsung saja memberi alasan kepada Edith.


" Jangan disini, nanti bisa ketahuan oleh istriku akan bahaya ",, kata Pietro kepada Edith.


" Bagaimana jika keapartemenku saja Pietro, disana kita bisa melakukan itu sepuasnya ",, jawab Edith kepada Pietro.


" Ok, ide yang bagus ",, jawab Pietro kepada Edith sambil tersenyum sangat manly sekali.


Setelahnya Edith langsung saja menggenggam tangan Pietro untuk dia ajak keluar dari dalam rumah menuju kedalam mobil.


" Aku bawa mobil sendiri, biar istriku tidak curiga ",, kata Pietro kepada Edith.


" Ok ",, jawab Edith dengan sangat kegirangan sekali.


Dan setelah itu mereka berdua langsung masuk kedalam mobil mereka sendiri-sendiri dengan Pietro yang terus mengikuti mobil Edith dari belakang.


...๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ...


Entahlah apakah Pietro benar-benar sudah termakan bujuk rayu dari Edith, atau tidak๐Ÿคจ.


Untuk lebih jelasnya kita lanjut part sebelahnya๐Ÿคญ.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2