KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
GOSIP


__ADS_3

Sepeninggalan dari Kak Ivar, Pietro langsung saja pergi masuk kedalam rumahnya entah ingin menuju kemana.


Sedangkan Molly yang ditinggal pergi oleh Pietro tanpa sepatah katapun, dia hanya bisa termenung sendirian, karena dia tidak tahu harus berbuat apa saat ini.


Disatu sisi Molly sangat senang jika akhirnya dia akan menikah dengan orang yang sudah memp3rk054nya.


Akan tetapi disisi yang satunya Molly merasa takut bagaimana menjalani rumah tangganya bersama Pietro yang mempunyai sifat tidak bisa ditebak, kejam dan tidak berperasaan seperti itu.


Meninggalkan Molly sejenak, kita akan beralih kedesa tempat tinggal siMolly.


Setelah semua warga bisa melihat kecantikan alami dari Molly tadi karena tidak sengaja cadarnya tersingkap sebab ulah dari anak buah siJuragan tanah.


Semua warga yang ditinggal didesa itu, mereka semua langsung saja membicarakan wajah cantik yang dimiliki oleh Molly.


" Tidak aku sangka Molly ternyata mempunyai wajah yang sangat cantik sekali ",, kata warga A kepada warga B.


" Iya, jadi selama ini dia kita sudah dibohongi oleh Tuan Calvin tentang wajahnya Molly yang katanya rusak karena tersiram air panas ",, jawab warga B kepada warga A dan masih didengar oleh warga C dan D yang ada disitu juga.


" Iya tahu begitu dulu aku menikahi Molly saja daripada menikahi istriku yang sekarang, yang galaknya minta ampun ",, sahut dari warga D kepada warga A, B, dan C.


" Jangan keras-keras bro berbicaranya, nanti jika kedengaran oleh istri kamu, kamu bisa direbus hidup-hidup lho sama dia ",, tegur dari warga C kepada warga D.


Warga D langsung saja menutup mulutnya sambil memperhatikan sekitar, karena takut jika tiba-tiba sang istri muncul didekatnya.


" Eeh Molly tadi dikejar oleh Juragan tanah beserta anak buahnya masuk kedalam hutan??, bagaimana nasibnya sekarang ya?? ",, kata warga K kepada warga L.


" Tidak tahu, mungkin sudah dip3rk054 ramai-ramai sama mereka, karena kamu melihat sendiri kan bagaimana cantiknya wajahnya Molly, terlebih dia memiliki bola mata yang berbeda seperti itu ",, jawab dari warga L kepada warga K.


" Tidak juga sobat, bisa juga mereka semua sudah tewas ditangan sang Psikopat yang tinggal didalam hutan tersebut ",, kata warga K lagi kepada warga L.


" Iya juga ya, kan didalam hutan itu ada sang King Psikopat yang tidak kenal rasa ampun kepada semua orang, kasihan siMolly jika masih muda, cantik harus meninggal ditangan sang King........ kalau untuk Juragan tanah dan anak buahnya aku berharap sih mereka mati saja, karena sangat meresahkan kita semua ",, jawab dari warga L kepada warga K.


" Jika dalam beberapa bulan yang akan datang, siJuragan tanah dan para anak buahnya tidak kelihatan, itu artinya mereka sudah pada tewas dibunuh oleh sang King psikopat yang tinggal didalam hutan ",, sahut dari warga K kepada warga L.


Iya seperti itulah sekiranya semua warga kampungnya Molly membicarakan kecantikan dari Molly dan siJuragan tanah yang mengejar-ngejar Molly tadi.


Untuk Nyonya Margaret yang baru mengetahui perihal Molly yang dikejar-kejar oleh sang Juragan tanah dan sudah masuk kedalam hutan.


Nyonya Margaret hanya bisa berdoa semoga Molly baik-baik saja dan diberikan pertolongan yang tidak terduga oleh seseorang dari kejaran sang Juragan tanah beserta para anak buahnya.

__ADS_1


Mereka semua tidak tahu saja, jika sang Juragan tanah beserta para anak buahnya sudah pada meninggal ditangan Pietro.


Sedang Molly sendiri dia masih hidup, namun harus mengalami korban pemerk0544n dari Pietro.


Kembali kerumah siPietro lagi.


Pietro ternyata meninggalkan Molly sendirian karena dia ingin melihat sang King yang sedang ada dikandangnya.


Alangkah terkejutnya Pietro ketika dia baru saja membuka pintu belakang rumahnya, dia langsung melihat ada dua mayat tergeletak tidak jauh didepan kandang sang King.


Pietro langsung saja berjalan mendekat kearah mayat tersebut.


Karena Pietro ingin mengetahui bagaimana kedua mayat itu bisa meninggal, dan ternyata ada bekas gigitan serta cakaran dari King.


" King!!, apakah dia penyusup yang sudah berani masuk kedalam rumahku?? ",, kata Pietro kepada King.


Hauuuuuuuunnnggg..........


Seperti itulah King menjawab perkataan dari Pietro.


Dan Pietro sangat mengerti sekali, jika King ingin menjawab iya kepadanya.


King langsung saja mengaung sambil berjalan memutar-mutar ditempat.


Dan Pietro sangat mengerti sekali dengan tingkah laku yang sedang King tunjukkan kepadanya.


" Baiklah, kali ini aku maafkan kamu King, tapi tidak lain kali, karena kamu sudah kecolongan membiarkan mereka berdua masuk kedalam rumahku, terlebih lagi mereka sudah berani menyentuh gadis kecilku ",, kata Pietro kepada King.


King hanya diam saja sambil menatap kearahnya Pietro.


" Kamu sudah berani masuk kedalam rumahku, dan kamu sudah berani juga memegang gadis kecilku!!, itu artinya kamu siap mendapatkan hukuman yang tidak terduga dariku!! ",, kata Pietro kepada kedua mayat yang ada didepannya.


Setelah berkata seperti itu, Pietro langsung saja kembali lagi masuk kedalam rumahnya.


Dan sesampainya didalam rumah, Pietro langsung saja mendekati Molly yang masih setia duduk diam didalam ruang Keluarga rumahnya.


Molly yang melihat kedatangan dari Pietro, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Pietro.


" Tetap disini, jangan pergi sampai saya kembali, jika kamu berani melanggar, nyawa kamu sebagai taruhannya!!, apa kamu faham gadis kecil??!! ",, kata Pietro kepada Molly dengan sangat tegas sekali.

__ADS_1


" Faham Tuan ",, jawab Molly dengan sangat ketakutan sekali kepada Pietro.


Ketika sudah mendengar jawaban dari Molly, Pietro langsung saja masuk kedalam ruang penyimpanan semua peralatannya.


Sedang Molly sepeninggalan dari Pietro, dia memilih meringkuk diatas shofa yang didudukinya sambil memeluk erat tubuhnya sendiri.


Molly tidak tahu bagaimana kehidupannya kelak, ketika dia sudah masuk kedalam sarang sang Psikopat seperti sekarang.


Pietro yang sudah mengambil semua alat-alat yang dibutuhkannya dia langsung saja berjalan keluar menuju kebelakang rumahnya.


Dan tanpa mengenal rasa ampun, Pietro langsung saja memotong-motong kedua tubuh dari pemburu tadi menggunakan parangnya yang sangat tajam sekali.


Tanpa takut, jijik ataupun kasihan, Pietro terus mencincang tubuh dari kedua pemburu tadi hingga menjadi beberapa bagian.


Sangat kejam sekali apa yang dilakukan oleh Pietro, namun itulah sifat Pietro yang tidak bisa dirubah sejak dulu.


Jangan pernah membangunkan Singa yang sedang tidur, jika Sang Singa sudah bangun, pasti kita akan menjadi santapannya.


Karena ketika bangun tidur perut kita akan merasa lapar dan ingin makan sesuatu.


Begitulah yang sedang dilakukan oleh Pietro sekarang kepada tubuh dari kedua pemburu tadi.


Kedua pemburu tadi sudah berani mengusik ketenangannya, itu artinya sekarang mereka harus siap menanggung akibatnya.


Tangan, kaki, tubuh, kepala, anggota badan yang lainnya, sudah terpisah-pisah menjadi beberapa bagian dan tercecer dibelakang rumah Pietro.


King yang ada disitu, dia dengan santainya langsung menikmati anggota tubuh dari mangsanya itu tanpa disuruh terlebih dahulu oleh Pietro.


Dan Pietro yang melihat King begitu lahap memakan anggota tubuh yang sudah dipotongnya, dia hanya tersenyum miring saja dan juga membiarkannya saja.


" Waaah ginjal, paru-paru dari kedua mayat ini masih bagus, sepertinya bisa aku jual ",, kata Pietro ketika sudah melihat organ dalam dari kedua tubuh yang dipotongnya tadi.


" Bahkan jantung mereka masih berdenyut, baiklah akan aku simpan dulu semua organ dalam ini, nanti aku bisa menghubungi Dokter yang biasa mencari organ dalam seperti ini ",, kata Pietro sambil membawa masuk organ dalam tadi kedalam rumahnya untuk dia simpan didalam tempat khusus yang selalu dia sediakan dirumahnya.


Setelah selesai menyimpan rapat dan rapi organ dalam tadi, Pietro langsung saja menelefon para anak buahnya untuk segera datang kerumahnya untuk membereskan mayat yang sudah dipotong-potongnya tadi.


Selanjutnya setelah selesai menelfon, Pietro memilih untuk mandi dan membersihkan badannya dari darah yang menempel kesemua tubuhnya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2