KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PERMAINAN DI MULAI


__ADS_3

Ketika Pietro tadi sudah masuk ke dalam mobilnya dia langsung saja mengendarai mobilnya untuk segera pergi dari pekarangan rumah sang Kakak.


Molly yang sedikit bingung dengan situasi yang ada, dia pun langsung saja mencoba bertanya kepada Pietro.


" Kakanda ... ",, panggil Molly kepada Pietro.


" Hmm ",, jawab Pietro kepada Molly sambil terus mengendarai mobilnya.


" Sebenarnya dia siapa Kakanda, kenapa Kakanda sepertinya tidak menyukai mereka?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


Pietro yang mengendarai mobilnya ketika mendengar pertanyaan dari Molly, dia reflek langsung saja menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Sebelum berbicara kepada Molly, Pietro mencoba mengganti posisi duduknya untuk menghadap ke arah Molly.


" My Queen ",, panggil Pietro kepada Molly.


Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro sambil menampilkan wajah cantiknya itu.


" Mereka itu orang jahat, terutama laki-laki muda yang seumuran dengan Kakanda, itu dia yang paling jahat ",, kata Pietro mencoba memberikan pengertian kepada Molly.


" Jadi Kakanda meminta kepada My Queen, jangan pernah dekat-dekat sama dia ya, karena Kakanda tidak mau berpisah atau My Queen kenapa-kenapa karena laki-laki yang bernama Eron itu ",, kata Pietro lagi sambil menggenggam tangannya Molly.


" Iya Kakanda, Molly mengerti, dan sampai kapanpun posisi Kakanda di dalam hati Molly tidak akan tergantikan oleh siapapun ",, jawab dari Molly kepada Pietro sambil tersenyum manis.


Pietro yang melihat senyum manisnya Molly, dia reflek langsung saja mengusap lembut pipi putih mulusnya Molly.


" Kita lanjut lagi cari makannya ya My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.


" Iya ",, jawab dari Molly sambil tersenyum kepada Pietro.


Ketika Pietro sedang menyalakan mesin mobilnya, tiba-tiba Molly langsung mencegahnya.


" Ada apa My Queen?? ",, tanya Pietro kepada Molly dengan sedikit kebingungan.


" Itu, kedai penjual makanan di depan sana sepertinya enak Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro sambil menunjuk sebuah kedai makanan.


" Di sana makanannya tidak sehat My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.


" Tapi Molly ingin makan itu, perut Molly langsung berbunyi lagi ketika melihat gambar yang ada di depan kedainya ",, kata Molly merengek kepada Pietro.


" Iya baiklah satu porsi saja ya ",, kata Pietro akhirnya menuruti permintaan dari sang istri.


Molly langsung saja mengangguk dengan semangat sambil tersenyum manis kepada Pietro.


" My Queen tunggu saja di dalam mobil, jangan turun, ok?? '',, pesan Pietro kepada Molly sebelum dia berlalu keluar dari dalam mobil

__ADS_1


" Ok Kakanda ",, jawab dari Molly kepada Pietro sambil menunjukkan simbol ok dengan jarinya.


Setelahnya Pietro pun langsung saja turun dari dalam mobil untuk membelikan makanan yang di inginkan oleh Molly.


Sedang Molly dia masih setia menunggu di dalam mobil, sambil mengamati Pietro yang sedang berada di kedai tersebut.


Tidak lama sekitar sepuluh menitan berlalu, Pietro akhirnya sudah kembali dari kedai tersebut dan dia tidak cuma membawa satu bungkus makanan, melainkan langsung lima bungkus makanan di tangannya.


Molly yang sudah melihat dari dalam mobil, dia sedikit merasa heran, karena katanya akan membeli satu porsi saja, kenapa begitu banyak bungkusan di tangannya Pietro.


Dan ketika Pietro sudah masuk ke dalam mobil, Molly pun langsung saja segera bertanya kepada Pietro.


" Ko beli banyak sekali Kakanda, katanya mau beli satu saja, kalau sebanyak ini Molly mana bisa menghabiskannya?? ",, kata Molly kepada Pietro.


" Sudah di makan saja, nanti jika tidak habis, biar Kakanda saja yang menghabiskannya ",, jawab Pietro sambil memasang sabuk pengamannya lagi.


" Makan yang banyak, biar ke dua baby kita pada gemuk dan sehat ",, kata Pietro lagi kepada Molly sambil mengendarai mobilnya.


" Iya baiklah ",, kata Molly kepada Pietro.


Molly pun langsung saja mencoba memakan makanan tadi, dan rasanya Molly cukup suka dengan makanan itu.


Seperti biasa, jika Molly melihat Pietro tidak makan, dia pun langsung mencoba menyuapi Pietro dalam keadaan apapun.


Pietro yang sedang mengendarai mobilnya dia langsung saja dengan senang hati menerima suapan dari sang istri.


Pietro pun tanpa sadar dia terus meminta di suapi oleh Molly, hingga tanpa sadar Pietro sudah menghabiskan tiga porsi makanan tadi.


" Katanya tidak sehat, tapi tetap di makan juga dan habis tiga porsi ",, kata Molly sambil mengunyah makanannya.


Pietro hanya tersenyum tipis saja ketika mendengar sindiran dari Molly, sambil meminum air mineral yang tadi juga sudah dibelinya.


Ketika Pietro dan Molly sedang asik menikmati makanan yang tadi mereka beli.


Tiba-tiba saja ponsel milik Pietro yang berada di atas dashboard mobil berdering dengan sangat kencang sekali.


Pietro reflek langsung saja mengambil ponselnya itu untuk melihat siapakah yang sudah menelponnya.


Melihat nama sang Kakak ipar, Pietro langsung mengangkat sambungan telepon tersebut sambil terus mengendarai mobilnya.


" Halo Kak Agnes ",, kata Pietro kepada Agnes.


" Pietro cepat kembali ke rumah Kakak, Eron Ito,!! Eron, dia sudah mencelakai Kakak kamu Kak Ivar, cepatlah datang ke sini lagi, Kakak sangat takut sekali terjadi apa-apa kepada suami Kakak '',, kata Agnes kepada Pietro dengan suara terdengar sangat ketakutan sekali dan juga bersedih.


Walau terkejut, Pietro tetap mencoba tenang dalam menghadapi berita yang baru saja di sampaikan oleh sang Kakak ipar.

__ADS_1


" Tunggu Pietro Kak, Pietro akan segera kembali ke rumah lagi ",, jawab dari Pietro kepada Agnes.


" Cepetan Ito, Kakak tunggu ",, kata Agnes kepada Pietro.


" Iya ",, jawab super singkat dari Pietro kepada Agnes.


Dan setelahnya sambungan telepon mereka pun terputus juga.


Molly yang sedang asik menikmati makanannya, dia mencoba bertanya kepada Pietro.


" Ada apa dengan Kak Agnes Kakanda?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.


" Tidak apa-apa ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


" Nanti jika kita sudah sampai di rumah Kak Ivar, My Queen langsung masuk saja ke dalam kamar ya ",, kata Pietro kepada Molly.


" Memangnya kenapa?? ",, tanya Molly lagi kepada Pietro sambil terus menikmati makanannya.


" Sudah tidak perlu banyak bertanya My Queen!! ",, bentak dari Pietro kepada Molly.


Deg.!!


Hati Molly langsung sakit di bentak seperti itu oleh Pietro.


Dan Pietro juga reflek membentak Molly, karena dia sedang sangat kefikiran sekali dengan keadaan dari sang Kakak.


Molly yang dibentak begitu oleh Pietro, dia langsung tidak naf5u makan lagi, dan dia langsung terdiam seketika.


" Iya baiklah ",, jawab Molly dengan suara lirih sambil menahan air matanya supaya tidak keluar dari kelopak matanya yang indah.


Pietro tidak menyadari apa yang dia lakukan tadi kepada Molly, sebab fikiran Pietro hanya tertuju kepada Kak Ivar dan Kak Ivar saja.


Dan Molly yang sedang hamil pun, hormon sensitifnya meningkat dua kali lipat tidak seperti biasanya.


Mobil yang sedang di kendarai oleh Pietro akhirnya sampai juga di pekarangan rumah Kak Ivar lagi.


Namun ketika Pietro sudah sampai di rumah Kak Ivar, Eron sudah keburu masuk ke dalam mobilnya dan membuat Gilbert maupun sang Paman merasa gagal dalam mengamankan Eron.


" Kak Pietro cepat kejar Eron, dia sudah melukai Kak Ivar cukup parah Kak!! ",, teriak dari Gilbert kepada Pietro yang ingin keluar dari dalam mobil.


Pietro yang mendengar teriakan dari Gilbert, dia langsung saja menyuruh Molly untuk segera keluar dari dalam mobil.


Setelahnya Pietro langsung mencoba mengejar mobil yang di kendarai oleh Eron sampai dia dapat.


Dan untuk Gilbert bersama orang rumah yang lainnya, mereka semua langsung saja segera membawa Kak Ivar ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2