KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MENONTON PERTANDINGAN


__ADS_3

Di rumah Kak Ivar, saat ini juga mereka semua sedang menonton pertandingan balap mobil yang di jalani oleh Elina.


Bukan tanpa sebab mereka menonton pertandingan balap mobil tersebut.


Biasanya mereka tidak pernah menonton pertandingan seperti itu, selain membosankan untuk mereka semua, khususnya untuk Keluarga Roderick mereka sangat tidak menyukai acara tersebut.


Gilbert pun awalnya juga tidak suka, sekarang dia menjadi suka, karena ada gadis yang dia sukai di balap mobil tersebut.


Tapi sekarang mereka semua sengaja menonton pertandingan itu, karena yang bertanding adalah orang yang mereka kenal, yaitu Elina.


Awalnya yang menonton pertandingan balap mobil itu cuma Pietro yang di temani Molly sambil tiduran di p4h4 Pietro.


Ketika Kak Ivar dan Agnes yang baru saja keluar dari dalam kamar, mereka pun lalu ikut menonton pertandingan itu juga bersama Pietro.


" Kamu tumben sekali menonton balap mobil Ito?? ",, tanya dari Agnes kepada Pietro, sambil duduk di sofa yang ada di situ bersama Kak Ivar.


" Iya nih, ada angin apa kamu menonton pertandingan balap mobil Pietro?? ",, tanya dari Kak Ivar juga kepada Pietro.


" Karena di pertandingan itu ada Nona Elina Kak, makanya Kakanda ikut menontonnya, karena dia penasaran apakah Nona Elina bisa mengalahkan para lawannya atau tidak ",, jawab dari Molly mewakili Pietro.


" Oh ya, wah hebat sekali Nona Elina itu?? ",, kata Agnes kepada Molly.


Sedang Pietro dia masih diam saja, dengan mata yang sangat serius menonton ke arah televisi.


" Nona Elina ada di mobil yang mana Pietro?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Depan sendiri ",, jawab dari Pietro tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi.


" Apakah mobil yang berwarna merah itu dengan nomor seratus tiga puluh sembilan?? ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Iya ",, jawab dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Wah hebatnya Elina bisa berada di barisan paling depan sendiri ",, kata Agnes menyahuti perkataan dari Pietro.


" Apakah Gilbert tahu jika Elina hari ini akan bertanding?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


" Tahu ",, jawab singkat lagi dari Pietro kepada Kak Ivar.


" Terus apakah kamu sudah melaksanakan apa yang Kakak suruh tadi pagi Pietro?? ",, tanya lagi dan lagi dari Kak Ivar kepada Pietro.


" Belum ",, jawab singkat lagi dan lagi dari Pietro kepada Kak Ivar tanpa mengalihkan pandangannya juga.


" Kenapa belum di laksanakan Pietro, cepatlah laksanakan, karena lebih cepat lebih baik ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Kakak itu daritadi cerewet sekali, bisa diam tidak sih,!! menggangguku saja yang sedang asik menonton televisi!! ",, marah dari Pietro kepada Kak Ivar.


Kak Ivar sampai speechless ketika di marahi Pietro seperti itu, sedang Agnes dia malah mentertawakan sang suami yang baru saja di marahi oleh Pietro.

__ADS_1


Sedangkan Molly, dia cuek saja tidak mempedulikan apa yang sedang dari tadi mereka bertiga bicarakan.


" Sudah makanya diam dulu Ayah, berbicaranya nanti saja jika acaranya sudah selesai, karena Mama juga ingin menonton dan sangat penasaran apakah Nona Elina bisa memenangkan pertandingan itu ",, kata Agnes kepada Kak Ivar.


Kak Ivar hanya menampilkan wajah juteknya kepada Agnes.


Akhirnya setelah itu mereka semua sangat serius sekali menonton pertandingan balap mobil tersebut.


Molly yang ikut melihat sambil rebahan dengan kepala beralaskan p4h4 si Pietro, lama-kelamaan mata diam malah terpejam dengan sendirinya.


Pietro yang merasa Molly diam saja tanpa ada pergerakan sama sekali, dia pun mencoba mengintip ke wajah Molly.


" Dia tidur ternyata ",, kata batin dari Pietro untuk Molly.


Setelah itu Pietro melanjutkan lagi menonton pertandingan balap mobilnya sambil menepuk-nepuk pelan lengannya Molly.


Hingga akhirnya pertandingan itu dimenangkan juga oleh Elina.


Suara teriakan super keras sekali dari Agnes membuat Molly yang sedang tertidur, sampai terbangun dari tidurnya karena terkejut.


Dan jika tidak segera Pietro tangkap, tubuh Molly bisa langsung jatuh ke atas lantai nan keras itu dan pastinya akan sangat berbahaya untuk kandungannya.


" Kakak jangan norak,!! jika tadi Molly sampai terjatuh, akan aku cekik leher Kakak!! ",, marah dari Pietro kepada Agnes.


" Ops, sorry Ito ",, kata Agnes kepada Pietro sambil menampilkan kode dua jari.


Pietro hanya menatap lekat saja ke arah Agnes tanpa mau menjawab perkataannya.


Dan Molly yang hampir terjatuh tadi, dia langsung menetralkan degub jantungnya yang sedang terkejut sambil meminum air putih yang di ambilkan oleh Kak Ivar.


Iya Kak Ivar lalu siapa lagi, karena Pietro sendiri sedang menenangkan Molly.


" Lain kali jangan seperti itu lagi Mama, kasihan Molly kalau terkejut dengan tiba-tiba, akan sangat berbahaya untuk kandungannya, Mama pastinya lebih tahu akan hal itu kan?? ",, tegur dari Kak Ivar juga kepada Agnes ketika sudah mengambilkan air minum tadi.


" Iya Ayah, Mama salah ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.


" Molly maafkan Kakak ya, tadi Kakak tidak sengaja sudah mengejutkanmu ",, kata Agnes kepada Molly.


" Iya Kak, dan Mama Jaena dulu ketika hamil Kak Agnes mungkin dia mengidam speaker ya, jadinya suara Kak Agnes bisa sangat keras sekali seperti tadi ",, jawab dari Molly kepada Agnes.


" Hah??!! ",, kata Agnes kepada Molly.


Kak Ivar langsung saja tertawa ketika mendengar jawaban dari Molly tadi.


" Iya kamu benar sekali Molly ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataan dari Molly tadi.


" Mama Jaena dulu memang mengidam speaker, bahkan sama mikrofon dan kabelnya juga Mama Jaena makan ketika hamil Kak Agnes ",, kata Kak Ivar lagi kepada Molly sambil tertawa.

__ADS_1


Agnes yang mendengar godaan dari sang suami, dia langsung saja memukul gemas p4h4 milik Kak Ivar, hingga membuat Kak Ivar semakin tertawa saja dengan cukup keras.


" My Queen, Kakanda mau pergi sebentar ya menemui temannya Kakanda ",, kata Pietro dengan tiba-tiba kepada Molly.


" Iya, tidak apa-apa Kakanda, pergilah dan hati-hati di jalan ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Apa kamu mau ikut juga bersama Kakanda?? ",, tanya dari Pietro kepada Molly.


" Ikut saja Molly, nanti kamu bisa peras uang suami kamu sampai habis ",, kata Agnes menghasut Molly.


" Molly bukan kamu Kak Agnes ",, jawab dari Pietro kepada Agnes.


" Kak Agnes, memangnya uang bisa di peras,?? bagaimana caranya Kak, nanti jika sudah di peras apakah di jemur juga?? ",, tanya dari Molly kepada Agnes.


" Baju kali di jemur dan di peras!! ",, jawab reflek dari Agnes kepada Molly sambil menahan rasa gemasnya.


" Jawab Ma, tadi Mama kan yang menyuruh Molly untuk memeras uangnya Pietro ",, kata Kak Ivar kepada Agnes sambil tertawa.


" Sudah terserah kamu sajalah Molly mau ikut atau tidak, Kakak mau memasak dulu untuk makan malam kita nanti ",, kata Agnes kepada Molly.


Agnes setelahnya langsung berlalu pergi menuju ke dalam dapur dan meninggalkan Molly yang sedang menatapnya dengan wajah kebingungannya.


" Bagaimana apakah kamu mau ikut My Queen?? ",, tanya dari Pietro lagi kepada Agnes setelah kepergian dari Agnes.


" Tidak ah Kakanda, Molly mau lanjut tidur saja di dalam kamar, Kakanda nanti kalau pulang belikan makanan yang lezat saja ya untuk Molly ",, jawab dari Molly kepada Pietro.


" Baiklah, apakah mau Kakanda antar juga ke dalam kamarnya?? ",, tanya lagi dari Pietro kepada Molly.


" Tidak perlu, Kakanda pergi saja, Molly bisa sendiri ",, jawab dari Molly kepada Pietro sambil tersenyum.


Pietro hanya mengangguk saja kepada Molly sambil membalas senyuman dari Molly, dan Molly dia langsung beranjak pergi menuju ke dalam kamar.


Ternyata Pietro tidak pergi sendirian, dia memaksa Kak Ivar untuk ikut dengannya.


Jadi antara mau dan tidak mau, Kak Ivar pun akhirnya mau juga ikut dengan Pietro pergi ke suatu tempat.


Sebab Kak Ivar sebetulnya juga sangat penasaran sekali akan di ajak pergi ke manakah dirinya oleh Pietro.


...๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ...


Penasaran tidak kemana Pietro akan mengajak Kak Ivar pergi ๐Ÿคญ.


Ikuti saja bab selanjutnya ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿ˜….


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2