KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
DEG-DEG-DEG-DEG ???


__ADS_3

Setelah menatap wajah lelap nan cantik milik Molly, akhirnya Pietro pun mau mengambil tawaran pekerjaan itu.


Pietro yang sudah memantapkan hatinya untuk mengambil pekerjaan itu karena itulah hobynya.


Pietro langsung saja berlalu keluar dari dalam ruang pengobatannya, dan dia langsung saja menelfon orang yang tadi sedang menyuruhnya.


Bagi Pietro hidup tanpa membunuh, seperti masakan kurang garam, hambar rasanya.


" Halo Tuan Bram ",, kata Pietro menelefon orang tadi.


" Halo juga Tuan Roderick ",, sapa dari Tuan Bram kepada Pietro.


" Ok saya terima tawarannya, tapi ingat dengan janji yang anda tawarkan kepada saya!! ",, kata Pietro kepada Tuan Bram itu.


" Dengan senang hati Tuan Roderick, saya jika puas dengan pekerjaan anda, saya akan melebihkan bayaran untuk anda ",, jawab tenang dari Tuan Bram kepada Pietro.


" Saya tidak mau mengeksekusi dia malam ini, tapi saat ini juga, karena saya masih banyak urusan yang lainnya ",, kata Pietro kepada Tuan Bram dengan tenang.


" Wao sungguh saya sangat senang sekali jika anda mau segera menghabisi nyawa dia secepatnya ",, jawab Tuan Bram kepada Pietro.


" Kasih tahu saja dimana alamatnya, dan sekarang dia ada dimana?? ",, kata Pietro kepada Tuan Bram.


" Nanti akan saya kabari Tuan Pietro, biar saya telefon para anak buah saya dahulu ",, jawab Tuan Bram kepada Pietro.


" Baiklah, secepatnya saya tunggu kabarnya ",, kata Pietro kepada Tuan Bram.


" Ok ",, jawab singkat dari Tuan Bram kepada Pietro.


Setelahnya sambungan telefon mereka pun terputus juga.


Pietro yang sudah selesai menelfon Tuan Bram, dia langsung saja menelfon anak buahnya yang berada dimarkas besarnya yang ada dikota.


" Kalian bersiap-siaplah, karena akan ada pekerjaan lagi untuk kita ",, kata Pietro kepada para anak buahnya melalui sambungan telefonnya.


" Baik Tuan ",, jawab singkat dan tegas dari anak buahnya kepada Pietro.


Setelahnya Pietro langsung saja menyiapkan semua alat-alat yang biasanya dia bawa.


Dari yang terkecil hingga yang terbesar seperti parang dan samurai pun Pietro bawa.


Ada pistol, obat bius, pisau sayat, kapak dan masih banyak yang lainnya, yang pastinya itu alat-alat yang berbahaya dan bisa membuat mangsanya terluka cukup parah jika terkena dengan semua alat itu.


Setelah semua persiapan sudah Pietro persiapkan, dia langsung saja berganti pakaian dengan pakaian yang biasa dia pakai untuk menghabisi mangsanya.


Dan ketika sudah berganti baju, sebelum Pietro pergi, dia menyempatkan menemui Molly yang masih belum sadarkan diri didalam ruang pengobatannya.

__ADS_1


" Aku pergi dulu ",, hanya kata itu yang Pietro ucapkan kepada Molly yang masih memejamkan matanya.


Setelah tenang melihat wajah Molly, Pietro lalu berjalan kearah pintu belakang, tepatnya menuju kedalam kandang sang King alias singa peliharaannya.


" King aku pergi dulu seperti biasanya, jaga gadis yang ada didalam rumahku jangan sampai dia terluka, dan dia masih pingsan didalam sana ",, pesan Pietro kepada siKing sambil mengusap lembut rambut kepalanya siKing.


" Apa kamu faham King ",, kata Pietro kepada siKing.


Dan King yang mengerti perkataan dari Pietro dia langsung saja men71lati manja wajah Pietro.


" Good, pintu depan aku kunci tapi pintu belakang aku biarkan saja, dan kamu jangan sampai memakan dia atau malam ini kamu yang akan menjadi santapan makan malamku!! ",, kata Pietro lagi dengan tegas kepada siKing.


Dan King langsung saja mengaum dengan sangat keras sekali kepada Pietro.


Setelahnya Pietro langsung saja pergi meninggalkan rumahnya dan menitip rumahnya kepada siKing seperti biasanya.


SiKing alias sang raja hutan bisa begitu menurut kepada Pietro karena dia sejak kecil dulu sudah diberikan suntikan herbal yang Pietro racik sendiri supaya siKing bisa patuh dengannya.


Dan Pietro juga melatih siKing supaya bisa mengerti semua apa yang dia katakan kepadanya, dan mengerti apa yang dia inginkan.


Setelah kepergian dari Pietro, King langsung saja berjalan masuk kedalam rumah Pietro dari pintu belakang untuk mengecek keadaan didalam rumah Pietro.


Dan siKing pun juga mencari keberadaan Molly untuk dia lihat kondisinya.


Dengan setia King menunggui Molly didalam ruang pengobatan itu.


Hingga setelah sekitar dua jam lamanya siKing menunggui Molly, tiba-tiba saja siKing alias singa peliharaannya Pietro berjalan keluar dari dalam rumah Pietro menuju kesemak-semak yang tidak jauh dari rumah Pietro.


Dan ternyata siKing ingin buang air besar dan air kecil secara bersamaan disemak-semak itu.


Secara tidak sengaja pula ketika sing King yang baru saja keluar tadi dari dalam rumah.


Ada dua orang pemburu yang sedang tersesat didalam hutan itu.


Dan dua orang pemburu itu dari jauh tidak sengaja melihat ada rumah cukup mewah berada didalam hutan tempat dia berburu.


Tentu saja kalian semua tahu rumah siapakah itu, yaps rumah siPietro.


" Bro ada rumah itu, rumahnya pun cukup mewah jika berada didalam hutan ini ",, kata sipemburu A kepada pemburu B.


" Eeh kita mendingan jangan masuk kesana deh, karena aku pernah mendengar ada seorang King Psikopat yang tinggalnya didalam hutan, mungkin itu rumahnya ",, jawab pemburu B kepada pemburu A.


" Halah, kita kan belum melihatnya sendiri, ayo sudah kita kesana saja, siapa tahu kita diberi makan oleh sipemilik rumah, karena perutku sudah lapar dan aku juga sudah capek sekali ",, jawab pemburu A membantah perkataan pemburu B.


" Aku tidak mau, kamu saja yang masuk kedalam sana ",, jawab pemburu B kepada pemburu A dengan ketakutan.

__ADS_1


" Sudah ayo masuk saja sama aku ",, kata pemburu A memaksa pemburu B untuk ikut masuk kedalam rumah siPietro.


Dan akhirnya kedua pemburu yang tersesat itu masuk juga kedalam rumah siPietro.


Ketika kedua pemburu itu sudah menyapa sang pemilik rumah dan tidak segera dibukakan pintunya.


Kedua pemburu itu mencoba mencari celah yang bisa mereka lewati untuk bisa masuk kedalam rumah siPietro.


Mereka menemukan banyak jendela namun tidak ada yang bisa dibuka.


Akan tetapi ketika mereka menemukan pintu belakang rumah siPietro yang bisa dibuka dan tidak terkunci, kedua pemburu itu pun langung saja masuk kedalam rumahnya siPietro dengan bebas.


" Rumahnya menyeramkan sekali, ayo kita keluar ",, kata pemburu B kepada pemburu A semakin ketakutan saja.


" Sepertinya rumah ini kosong bro, tidak berpenghuni, lihat saja sepi sekali disini ",, kata pemburu A kepada pemburu B.


" Iya sangat sepi sekali ",, jawab pemburu B kepada pemburu A.


Dan setelahnya mereka berdua langsung saja menggeledah seisi rumahnya siPietro untuk mencari sesuatu yang bisa mereka makan dan bawa pergi.


Sedang didalam ruang pengobatannya siPietro, Molly pun akhirnya sudah mulai tersadar dari pingsannya.


Disaat Molly sudah sadar, dia begitu sangat terkejut sekali ketika melihat tubuhnya sudah berganti baju dengan dress yang sangat cantik sekali.


" Indah sekali baju ini, dan siapa yang sudah menggantikan baju ini ketubuhku?? ",, kata Molly kepada dirinya sendiri.


Setelahnya Molly tidak sengaja melihat begitu banyak baju yang berserakan diatas lantai yang ada disitu.


Sambil berusaha bangun dari rebahannya, sambil juga menahan rasa sakit ditubuh dan pergelangan tangannya, akhirnya Molly pun bisa terduduk juga diatas ranjang itu dengan kepala yang masih terasa pusing.


Namun alangkah terkejutnya Molly ketika dia belum begitu jelas penglihatannya, pintu ruang pengobatannya Pietro terbuka dari luar.


Dan Molly langsung saja ketakutan ketika melihat dua orang laki-laki yang tidak dikenalnya sedang menatap aneh kearahnya.


" Waaaaahh wanita cantik bro, cantik sekali dia....... hmm ",, kata pemburu A kepada pemburu B sambil menampilkan wajah m35um yang membuat Molly semakin ketakutan saja.


" Iya cantik sekali wajah dia, lihat saja bola matanya yang indah itu, boleh ini untuk mengisi rasa lapar yang ada dibawah ",, jawab pemburu B kepada pemburu A dengan sangat menjengkelkan sekali.


Dan yang dimaksud rasa lapar yang ada dibawah adalah para roketnya itu.


Molly sungguh sangat-sangat ketakutan sekali, terlebih lagi kedua pemburu itu langsung saja menutup rapat pintu ruang pengobatannya Pietro dan memandangnya dengan rasa lapar yang menjijikkan sekali dimata Pietro.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2