KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BABY ALARICO ( TAMAT )


__ADS_3

Suara tangisan terisak dari Gilbert, terdengar di dalam ruang bersalin itu, dan Elina yang melihat Gilbert sedang menangis terharu seperti itu, dia hanya bisa tersenyum senang, sambil menahan rasa sakit pasca persalinannya.


Sang Dokter yang menangani Elina, dia bersama para asistennya langsung segera memberikan penanganan pasca persalinan, supaya Elina tidak mengalami pendarahan dan sebagainya.


Sedangkan untuk baby boynya Elina - Gilbert, dia langsung mendapatkan penanganan oleh para tim medis.


Suara tangisan dari baby boy tadi, langsung begitu menggema sekali di dalam ruang bersalin tersebut.


Dan untuk pertama kalinya di seumur hidupnya, Gilbert merasakan perasaan yang entah bagaimana dia mengartikannya.


Setelah puas menangis sambil bersandar di tembok, Gilbert lalu berjalan lagi mendekati Elina.


" Aku sudah menjadi seorang Ayah Elina, dia anakku, anak kita ",, kata Gilbert sambil mengusap lembut pipinya Elina.


Elina hanya mampu tersenyum manis, sambil mengangguk saja menanggapi perkataan dari Gilbert.


" Ijinkan aku ke luar sejenak untuk mengabari Keluarga kita yang ada di luar ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.


Lagi dan lagi Elina hanya bisa mengangguk saja kepada Gilbert.


Tadi sebelum baby boy lahir ke dunia perhaluan ini, sekitar beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai oleh Kak Ivar dan Ayah Eric, sampai juga di rumah sakit tempat Elina bersalin.


Kak Ivar langsung saja menelpon Kak Agler, di ruang mana Elina sedang mendapatkan penanganan.


Dan ketika Kak Ivar sudah mengetahui di mana Elina mendapatkan penanganan oleh para tim medis, Kak Ivar langsung segera mengajak Ayah Eric untuk menuju ke ruang bersalin.


Tidak lama Kak Ivar dan Ayah Eric, sampai juga di depan ruang bersalinnya Elina, dan Agnes bersama Kak Agler masih setia menunggu di depan ruangan tersebut.


" Ma, bagaimana keadaannya Elina?? ",, tanya Kak Ivar, ketika sudah sampai di depannya Agnes.


" Belum tahu Ayah, Elina masih berada di dalam, bersama Gilbert juga ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.


" Iya kita tunggu saja kalau begitu ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


Setelahnya, mereka semua terus menunggu di depan ruang bersalin itu, supaya bisa mendapatkan kabar tentang Elina beserta babynya.


Dan ketika mereka semua mendengar suara tangisan baby, mereka semua yakin, jika itu adalah anaknya Gilbert dan Elina.


Senyum merekah, langsung terlihat di wajah semua orang, yang sedang menunggui Elina bersalin.


" Cucu ku sudah lahir ",, kata Ayah Eric dengan perasaan sangat bahagia sekali.


" Iya Tuan, dia cucu anda, dan keponakan saya ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataan dari Ayah Eric.


Mereka semua terus menanti dan menanti, hingga akhirnya Gilbert pun ke luar juga dari dalam ruang bersalin dan membuat semua Keluarganya yang sedang menunggu, langsung saja pada mendekat.


" Gilbert, bagaimana keadaan dari Elina dan cucu Ayah?? ",, tanya Ayah Eric kepada Gilbert.


" Mereka semua sehat Ayah, dan anak Gilbert seorang laki-laki ",, jawab Gilbert kepada semua orang sambil tersenyum.


Semua orang langsung saja mengucapkan puji syukur kepada Tuhan, atas kelancaran persalinannya Elina.


" Saat ini Elina sedang mendapatkan perawatan dari Dokter, mungkin sebentar lagi dia akan di pindahkan ke ruang perawatan biasa ",, kata Gilbert lagi kepada semua orang.


" Syukurlah, Ayah senang mendengarnya dan sudah tidak sabar ingin segera melihat cucu pertama Ayah ",, kata Ayah Eric kepada Gilbert.


Gilbert hanya tersenyum manis saja menanggapi perkataan dari Ayah mertuanya itu.


" Oh ya, ada yang ingin Gilbert bicarakan berdua saja bersama Kakak ",, kata Gilbert dengan tiba-tiba kepada Kak Ivar.


" Ada apa memangnya,?? apa itu penting Gilbert,?? kenapa tidak berbicara di sini saja?? ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Ini penting Kak, dan Gilbert tidak bisa berbicara di sini ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.

__ADS_1


" Apa ini soal Elina Gilbert?? ",, bukan Kak Ivar yang bertanya, melainkan Agnes.


" Bukan Kak, ini bukan tentang Elina ",, jawab Gilbert kepada Agnes.


" Sudah ayo Kakak ",, kata Gilbert sambil menarik tangan sang Kakak, untuk sedikit menjauh dari mereka semua.


Setelah cukup jauh dari semua orang, Kak Ivar pun langsung bertanya lagi kepada Gilbert.


" Ada apa Gilbert,?? apa yang ingin kamu bicarakan kepada Kakak?? ",, tanya Kak Ivar kepada Gilbert.


" Kak, tolong belikan Gilbert cel4n4 d4lam sama cel4n4 biasa yang penting sopan ya Kak, sekarang juga ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


" Cel4n4 d4l4m dan cel4n4 biasa, untuk apa?? ",, tanya Kak Ivar lagi kepada Gilbert.


" Emm ....... sebenarnya tadi Gilbert yang melihat Elina men9374n, Gilbert reflek ikut meng374n juga Kak, terus Gilbert malah sampai mengeluarkan suara k3ntut karena ikut men9374n itu ",, cerita Gilbert kepada Kak Ivar.


Kak Ivar yang mendengar cerita dari Gilbert, dia sudah menahan suara tawanya.


" Lalu.....,?? apa yang bisa Kakak bantu, dan apa hubungannya dengan suara k3ntut kamu itu dengan meminta tolong kepada Kakak,?? apa Kakak akan kamu suruh untuk mengumpulkan k3ntut yang sudah kamu keluarkan itu?? ",, tanya Kak Ivar lagi sambil menahan suara tawanya.


" Ish Kakak, bukan Kak, dengarkan dulu ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


" Emm, Gilbert ternyata tidak cuma mengeluarkan suara k3ntut saja Kak, tapi sepertinya juga mengeluarkan sesuatu dari situ, ini rasanya cel4n4 d4l4m ku berasa basah Kak ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


Dan pecahlah suara tawa dari Kak Ivar, yang mendengar Gilbert tidak cuma k3ntut saja, tapi juga mengeluarkan pasukannya juga bersama dengan k3ntut itu.


" Hahahahahaha, sungguh memalukan, dan Kakak malu mempunyai adik seperti kamu Gilbert ",, kata Kak Ivar sambil tertawa terpingkal-pingkal.


" Ayolah Kak, bantu Gilbert, Gilbert sudah tidak nyaman ini rasanya, dan tolong jangan kasih tahu kepada siapapun ya Kak, please bantu Gilbert Kak ",, kata Gilbert sambil menampilkan wajah memelasnya.


" Hahahahahahahaha ",, Kak Ivar malah sibuk tertawa sendiri, dan tidak mempedulikan perkataan dari Gilbert.


" Kakak jangan tertawa terus, Gilbert sudah merasa malu ini, cepatlah Kak, bantu Gilbert ",, kata Gilbert lagi kepada Kak Ivar.


" Terimakasih Kak, jangan kasih tahu sama siapapun ya Kak, janji ",, kata Gilbert lagi kepada Kak Ivar.


" Iya tenang saja, sudah akan Kakak belikan dulu ",, jawab Kak Ivar kepada Gilbert masih sambil tertawa pelan.


" Kamu ini, ada-ada saja ",, kata Kak Ivar lagi kepada Gilbert sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah itu, Kak Ivar langsung berlalu pergi meninggalkan Gilbert untuk membelikan cel4n4 d4l4m dan juga cel4n4 biasa yang di inginkan oleh Gilbert.


Sedangkan Gilbert, sambil menahan rasa tidak nyaman di bagian p***tnya, dia terus berusaha bersikap biasa saja seperti tadi, untuk kembali menemani Elina.


Akhirnya, singkat cerita Elina pun sudah di pindahkan ke ruang perawatan biasa oleh para Dokter bersama baby boynya.


Senyum Ayah Eric, Agnes dan juga Kak Agler yang masih ikut menemani mereka semua, terus mengembang melihat baby boy yang terlahir sangat sehat itu.


Kak Ivar pun, sampai Elina sudah di pindahkan ke ruang perawatan biasa, dia belum kembali lagi bersama mereka, membuat Gilbert sudah semakin tidak tahan saja.


Sampai-sampai Gilbert tidak berani untuk duduk, karena takut semakin menempel ke mana-mana.


Dan untuk Agnes sendiri, dia menjadi semakin penasaran saja, pergi ke manakah sang suami tadi.


" Ibet, Kakak kamu apa tidak bilang dia sedang ingin pergi ke mana?? ",, tanya Agnes kepada Gilbert.


" Bilang Kak, katanya pergi ke supermarket ",, jawab asal dari Gilbert kepada Agnes.


" Kenapa ke supermarket lama sekali sih ",, gerutu Agnes dan masih di dengar oleh Gilbert.


Tapi Gilbert, berpura-pura tidak mendengarnya.


Dan baru saja Gilbert menjawab pertanyaan dari Agnes, akhirnya Kak Ivar sudah kembali dari perginya tadi, sambil membawa barang-brang yang di inginkan oleh Gilbert, di tambah dengan beberapa makanan serta camilan yang sudah di belinya juga.

__ADS_1


Kak Ivar bisa tahu ruang bersalinnya Elina, karena tadi sudah di beritahu oleh Gilbert, melalui pesan yang di kirimkan ke dalam ponselnya.


Dan di sinilah Kak Ivar sekarang, sudah ikut bergabung dengan yang lainnya di ruang perawatan Elina.


" Ini Gilbert pesananmu, dan semuanya, ini ada makanan dan camilan yang tadi sengaja saya beli ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert dan semua orang.


Gilbert langsung mengambil cel4n4 pesanannya itu dari tangan Kak Ivar dengan sangat senang sekali, dan dia langsung saja berlalu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di situ.


Sedangkan yang lainnya, hanya tersenyum sambil ikut mengambil makanan atau camilan yang sudah di beli oleh Kak Ivar tadi.


" Aaaaah senang sekali sudah lepas dari penderitaan ini, dan rasanya sangat bau sekali, aku mau muntah ",, kata Gilbert ketika sudah melepaskan cel4n4 yang di pakainya tadi.


Sumpah, tidak cuma kamu saja Gilbert yang ingin muntah, author pun juga sama, ingin muntah ketika ngetik sambil membayangkan kamu yang sedang mencium c3l4n4 kamu itu.


Dan mungkin tidak cuma saya saja, itu para readers paling juga sama halnya, ingin muntah melihat kelakuan dari mu.


" Hehehe, maaf ya readersku sayang, sudah sana ke luar aku mau ganti celana dulu ",,


Jawab Gilbert, untuk kita semua seenak dengkulnya sendiri, sambil tertawa tanpa merasa berdosa sama sekali.


Sumpah, author tidak tahu dengan jalan pikirannya Gilbert, namun yang pasti dia sudah tokcer mempunyai anak sekarang.


Gilbert yang sudah berganti dengan celana yang baru, dia langsung saja ke luar dari dalam kamar mandi, untuk bergabung dengan yang lainnya.


Dan celana yang kotor itu, Gilbert langsung buang ke dalam tempat sampah yang ada di situ.


Gilbert yang baru saja ke luar dari dalam kamar mandi, dia langsung saja di tanya oleh Kak Ivar, siapakah nama dari baby boynya itu.


" Namanya adalah Alarico Schon Stanislav Roderick ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar dan masih di dengar oleh semua orang.


" Apa arti namanya Nak?? ",, tanya Ayah Eric kepada Gilbert.


" Laki-laki yang kuat dan juga tampan, sebagai sang penguasa yang agung ",, jawab Gilbert lagi sambil berdiri di samping brankar Elina.


" Waaah, namanya bagus Tuan Gilbert, siapa nama panggilannya?? ",, tanya Kak Agler kepada Gilbert.


" Panggilannya baby Alarico Tuan Agler ",, jawab Gilbert kepada Kak Agler.


Kak Agler, langsung tersenyum sambil menangguk mendengar nama panggilan dari baby Alarico.


Semua orang merasa sangat bahagia sekali, baby Leon sudah mempunyai saudara baru lagi.


Serta Keluarga Roderick, akan semakin ramai saja dengan kehadiran empat orang baby sekaligus dengan jarak yang hampir bersamaan.


Dan untuk semua orang yang berada di rumah super mewah milik Pietro, mereka semua sudah pada mengetahui kabar tentang Elina, dari Kak Agler tadi yang mencoba menghubungi Linn.


Begitupun dengan Pietro, yang sudah sampai di rumah super mewahnya sejak tadi, dia juga sudah mengetahui jika Elina sudah melahirkan baby pertamanya.


Namun, karena sibuk dengan singa betina yang baru saja di tangkapnya, jadi Pietro terlihat biasa saja.


Padahal aslinya, Pietro sudah tidak sabar ingin segera melihat keponakan barunya itu di rumah sakit.


Dan King yang kedatangan singa betina di dalam kandangnya, namun masih dalam keadaan belum sepenuhnya sadar, dia terus melihat, memperhatikan serta juga sabar menunggu sang singa betina akan sadar sepenuhnya, supaya bisa segera dia ajak bermain ehem-ehem🀣🀭.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Welcome baby Alarico, kehadiranmu menutup perjumpaan kita kali ini, yaelah malah seperti pidatoπŸ˜¬πŸ˜‘πŸ˜πŸ€£πŸ˜‚.


Ok, cukup sekian ya readers novel abal-abal ini, jika mau bonus ke oonan mereka, yuk komen di bawahπŸ‘‡πŸ€­.


...πŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈπŸ› οΈ...


...***TAMAT**...

__ADS_1


__ADS_2