KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
LINK & ARTIKEL


__ADS_3

Suara tawa Pietro memenuhi dapur rumahnya, dan King saja yang mendengar Pietro tertawa terbahak-bahak seperti itu, dia langsung saja mengaum kepada Pietro.


" Ada apa King??, apa kamu sudah lapar?? ",, tanya Pietro kepada King yang baru saja mengaum itu.


" Ini aku belikan daging untuk kamu, makanlah, setelah itu keluarlah dan berjagalah di luar, aku mau tidur bersama Molly yang sedang sakit ",, kata Pietro lagi kepada King.


King langsung saja menerima daging tersebut dan langsung membawanya ke dalam kandangnya sendiri.


Pietro yang sudah selesai menyiapkan semua makanan yang di belinya tadi, dia langsung saja membawanya ke dalam ruang pengobatannya.


Tadi ketika Molly di tinggal pergi oleh Pietro, dia berusaha menggapai selimut yang ada di sebelah kakinya untuk dia selimutkan ke tubuhnya.


Walau sedikit kesusahan dan merasa sakit sekali di punggungnya, akhirnya Molly tetap bisa juga mengambil selimut tersebut.


Setelah bisa mengambil selimutnya, Molly langsung saja melilitkan selimut itu ke tubuhnya, sebab dia ingin mengambil baju didalam kamar.


Molly yang berjalan dengan tertatih dia akhirnya sampai juga di dalam kamar pribadinya dengan Pietro.


Setelahnya Molly langsung mengambil salah satu baju yang ada di dalam ruang walk in closetnya.


Dan baju yang di ambil oleh Molly adalah kaos oblong milik Pietro.


Entah kenapa jika di dalam rumah Molly sangat suka sekali memakai baju milik Pietro, walau kebesaran dan juga terlalu longgar ditubuhnya, akan tetapi Molly merasa nyaman dan enak memakainya.


Molly sejenak mengistirahatkan tubuhnya sambil duduk di pinggir ranjang, karena rasanya sangat sakit sekali tubuhnya ketika dia gerakan hanya untuk memakai baju saja.


Dan Pietro yang sudah sampai di ruang pengobatannya, dia langsung saja merasa sangat terkejut sekali, sebab dia tidak menemukan Molly di dalam ruangan tersebut.


" My Queen......... Molly?? ",, kata Pietro memanggil nama Molly.


Pietro juga sudah mencari di dalam kamar mandi di situ, dan dia masih tidak menemukan Molly sama sekali.


Akhirnya Pietro memutuskan untuk keluar lagi dari dalam ruang pengobatan menuju ke dalam kamarnya.


Benar saja, ketika Pietro sudah membuka pintu kamarnya, Pietro langsung melihat Molly sedang duduk di pinggir ranjang sambil terus menetralkan rasa sakit di punggungnya.


Begitupun dengan Molly, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Pietro yang baru saja membuka pintu kamar.


" Kakanda cari di sana ternyata ada di sini ",, kata Pietro kepada Molly.


" Apa itu makanan yang Kakanda bawa?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Iya, ayo kita makan, ini sudah Kakanda bawakan makanan untuk kamu ",, jawab Pietro kepada Molly sambil ikut duduk di sampingnya Molly.


" Kita makan di ruang makan saja Kakanda, jangan di sini ",, kata Molly kepada Pietro.

__ADS_1


" Kamu masih sakit My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.


" Tidak apa-apa, ayo Kakanda ",, jawab lirih dari Molly kepada Pietro.


Pietro hanya mengangguk saja kepada Molly.


Akhirnya Pietro dan Molly beranjak keluar dari dalam kamar menuju ke ruang makan.


Dengan jalan perlahan Molly masih terus di perhatikan oleh Pietro yang merasa sangat khawatir sekali dengan keadaannya.


" Ayo sini duduk ",, kata Pietro kepada Molly ketika sudah sampai di ruang makan.


" Terimakasih Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro sambil tersenyum.


Pietro hanya mengangguk saja kepada Molly.


Dan setelahnya Molly mencoba mengambil makanan, namun punggungnya langsung terasa sangat sakit sekali dia gerakan.


" Biar Kakanda saja yang mengambilkan ",, kata Pietro yang melihat Molly kesakitan.


Molly langsung saja tersenyum manis kepada Pietro, dan Pietro langsung juga mengambilkan makanan untuk Molly.


Akhirnya malam itu Molly dan Pietro menikmati makan malam mereka sedikit ke malaman.


" Semua makanan ini apakah Kakanda yang memasak ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Oh, Molly kira Kakanda yang memasaknya ",, kata Molly kepada Pietro.


" Kakanda tidak sempat memasak, lagipula Kakanda lagi sedang tidak mau memasak ",, jawab Pietro kepada Molly sambil memasukkan makanannya ke dalam mulutnya.


Molly yang mendengar jawaban dari Pietro dia langsung saja menunjukkan wajah bersedihnya di hadapan Pietro.


Dan Pietro yang melihatnya, dia langsung saja bertanya kepada Molly.


" My Queen bersedih??, kenapa?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Maafkan Molly, seharusnya Molly yang memasakkan untuk Kakanda, tapi Molly dari awal tinggal disini malah merepotkan Kakanda terus ",, jawab Molly kepada Pietro.


" My Queen tidak merepotkan Kakanda, lagi pula Kakanda sudah terbiasa hidup mandiri dan seorang diri dari dulu disini ",, kata Pietro mencoba menenangkan Molly.


" Walau sebenarnya Kakanda tidak terlalu suka membeli makanan seperti ini, tapi tidak apa jika hanya sesekali, yang terpenting jangan menjadi kebiasaan, tidak baik ",, sambung lagi perkataan dari Pietro kepada Molly.


" Terimakasih Kakanda,........ sungguh Molly sangat beruntung sekali mendapatkan suami sebaik Kakanda ",, kata Molly sambil menggenggam tangan kekar milik Pietro.


Pietro langsung saja tersenyum manis namun tipis ketika mendengar perkataan dari Molly tadi.

__ADS_1


" Sudah yuk My Queen di makan lagi, supaya kamu cepat sembuh ",, kata Pietro kepada Molly.


Dan Molly langsung saja mengangguk kepada Pietro sambil tersenyum.


Sungguh perlakukan Pietro sangat manis sekali kepada Molly dan sangat jauh sekali dengan imagenya yang terkenal diluar sana.


Sambil menikmati makanannya, Molly mencoba bertanya lagi kepada Pietro.


" Kakanda,......... ",, panggil Molly kepada Pietro.


" Hmm........ ",, jawab Pietro kepada Molly sambil mengunyah makanannya.


" Bolehkah Molly bertanya lagi kepada Kakanda?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Tanyakanlah yang ingin My Queen ketahui dari Kakanda ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Eemmm,.......... kenapa Kakanda meminta Molly ingin dipanggil Kakanda??, kenapa tidak Ayah, Papah, atau yang lainnya, sedangkan panggilan Kakanda sangat asing sekali di telinga orang-orang yang ada di Negara ini?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


Pietro yang sedang asik menikmati makanannya, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Molly ketika mendengar perkataan dari Molly tadi.


" Dulu......... ",, kata Pietro sudah mulai mendongeng kepada Molly.


" Ketika Kakanda masih kecil dan Kakek juga masih hidup, Kakanda pernah di ceritakan sebuah cerita oleh Kakek tentang sosok terkuat yang ada di salah satu Negara di dunia, kalau tidak salah Negara Indonesia ",, awal mula cerita dari Pietro kepada Molly.


" Kakek menceritakannya dengan begitu apik sekali, dan di dalam bayangan Kakanda ada sesosok laki-laki yang sangat kuat sekali, dan Kakanda ingin menjadi sosok tersebut ",, lanjut lagi cerita dari Pietro kepada Molly.


" Kakanda.............. kata itu Kakanda dengar dari Kakek, ketika Kakek bercerita tentang sang istri yang memanggil suaminya yang gagah perkasa itu dengan panggilan Kakanda ",, cerita Pietro lagi kepada Molly.


" Ketika Kakanda tanya apa arti Kakanda kepada Kakek, Kakek lalu menjawab jika artinya adalah seorang Kakak laki-laki, dan menurut Kakanda, panggilan itu sangat istimewa sekali serta berbeda dari orang lain ",, lanjut terus cerita dari Pietro kepada Molly.


" Oh jadi sebab itu Kakanda menyuruh Molly memanggil seperti itu?? ",, kata Molly kepada Pietro.


" Iya, unik dan tidak ada yang menyamainya ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Terus Kakanda mencoba mencarinya sendiri di dalam internet, atau mencari linknya tentang cerita yang baru saja Kakanda dengar dari Kakek, dan setelah menemukan linknya serta membaca artikelnya semakin sukalah Kakanda dengan panggilan itu, dan Kakanda juga semakin suka dengan sosok gagah berani yang ada di dalam artikel tersebut ",, kata Pietro lagi kepada Molly.


" Eem Kakanda bolehkah Molly ber......... ",, kata Molly kepada Pietro.


" Iya tanyakanlah saja My Queen ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Link dan juga artikel itu apa ya Kakanda?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


Gubrak, alangkah bagus sekali pertanyaan yang di ajukan oleh Molly tadi, hingga bisa membuat Pietro terbengong sambil membuka mulutnya cukup lebar sekali.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2