KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MAKAN MALAM BISNIS


__ADS_3

Sekarang kita pindah ke Gilbert yuk readers.


Gilbert benar-benar sangat terkejut sekali, jika wanita cantik yang sedang menggandeng mesra tangan Danish adalah Elina adik kandungnya sendiri.


Dan Danish yang melihat keterpesonaan dari Gilbert kepada Elina, dia langsung saja tersenyum dalam diamnya.


Sebab sesama laki-laki Danish tentu saja tahu apa arti tatapan Gilbert kepada adiknya.


Sedang Elina sendiri dia sudah merasa sangat malu sekali ditatap seperti itu oleh Gilbert.


Sebenarnya Elina sangat malas sekali ikut dengan sang Kakak untuk menghadiri jamuan makan malam bisnis itu.


Baru kali itu Elina mau diajak pergi oleh sang Kakak menghadiri jamuan bisnis seperti saat ini, biasanya jika Elina diajak dia tidak mau sama sekali.


" Ayolah Dek temani Kakak ya untuk kali ini saja ",, begitulah yang terus dikatakan oleh Danish kepada Elina tadi ketika masih berada di rumah.


" Tidak mau Kakak, Elina tidak suka pertemuan-pertemuan seperti itu ",, jawab Elina kepada Danish.


Danish yang mendengar jawaban dari Elina dia lalu keluar dari dalam kamar Elina sambil memikirkan cara untuk bisa membujuk sang adik tercintanya itu.


Ketika waktu sarapan tiba, Danish dan Elina yang sedang berada di meja makan, Danish pun lalu mencoba merayu sang adik lagi.


" Elina ayo ya mau temani Kakak, Kakak malu datang sendirian terus menerus kejamuan bisnis itu ",, bujuk dari Danish kepada Elina.


" Salah sendiri kenapa jomblo, sana makananya cari istri ",, jawab Elina kepada Danish sambil menikmati makanannya.


" Kali ini saja Elina, padahal Kakak juga tidak pernah meminta tolong kepadamu ",, kata Danish lagi kepada Elina.


" Sekalinya tidak ya tidak Kakak, Elina tidak mau dan tidak suka ",, jawab Elina kepada Danish sambil beranjak berdiri dari duduknya.


Danish cuma punya satu pilihan saja, yaitu dengan cara mengijinkan Elina untuk ikut tanding lagi di sirkuit, sebab dia harus mengikuti final lomba yang dia ikuti kemarin.


Mau tidak mau Danish yang sudah memikirkannya cukup matang, dia langsung saja menyusul Elina yang sedang duduk santai sambil meminum susu di ruang Keluarga.


" Elina ",, panggil Danish kepada Elina.


" Hmm ",, jawab singkat dari Elina kepada Danish sambil menikmati susu yang sedang diminumnya.


" Kakak akan mengabulkan semua permintaan kamu tanpa terkecuali asal malam ini kamu mau datang bersama Kakak ",, kata Danish kepada Elina.


Elina yang mendengar perkataan dari Danish, dia langsung saja tersedak susu yang sedang diminumnya itu.


" Benarkah Kak??, Kakak akan mengabulkan semua permintaan dari Elina?? ",, kata Elina dengan sangat semangat sekali kepada Danish.

__ADS_1


" Iya ",, jawab Danish kepada Elina sambil menganggukkan kepalanya.


" Asikkkk............... ",, kata Elina dengan sangat senang sekali.


" Kalau begitu Elina mau Kakak mengijinkan Elina untuk mengikuti pertandingan final balap mobil yang kemarin dimenangkan oleh Elina, iya Kak ya?? ",, kata Elina kepada Danish.


" Sudah Kakak tebak Elina jika kamu bakalan meminta hal itu kepada Kakak ",, kata batin dari Danish kepada Elina.


" Iya baiklah, jika itu permintaan kamu Elina ",, jawab pasrah dari Danish kepada Elina.


" Horeeee terimakasih Kak ",, kata Elina sambil memeluk erat sang Kakak.


" Ini kartu ATMnya Kakak, bawa dan beli baju yang bagus serta pergilah ke salon supaya nanti malam tidak membuat malu Kakak dijamuan makan malam nanti ",, kata Danish sambil memberikan kartu ATM miliknya kepada Elina.


" Ok siap Kakak, nanti Kakak tidak bakal malu jika jalan berdua dengan Elina ",, jawab Elina kepada Danish sambil menerima kartu ATM tersebut.


Dan di sinilah Elina sekarang bersama Danish sudah berdiri di depan Gilbert.


" Ehem ",, Danish sengaja berdeham untuk menyadarkan Gilbert dari keterpesonaannya kepada Elina.


" Eh ehem-ehem ",, deham dari Gilbert juga menetralkan rasa malunya kepada Danish yang ketahuan terpesona kepada adiknya.


" Apakah anda juga baru saja datang Tuan Gilbert?? ",, tanya dari Danish kepada Gilbert.


" Iya Tuan Danish ",, jawab Gilbert kepada Danish sambil mencuri pandang ke arah Elina.


" Oh boleh Tuan Danish dengan senang hati ",, jawab Gilbert kepada Danish sambil melirik ke arah Elina.


Danish terus tersenyum dalam diamnya ketika dia terus melihat Gilbert curi-curi pandang ke arah Elina.


Setelah menemukan meja yang kosong, akhirnya mereka bertiga duduk dalam satu meja yang sama sambil menikmati acara yang akan segera dimulai.


Danish yang melihat Gilbert terus mencuri pandang ke arah Elina dan Elina sendiri menjadi salah tingkah dilihat oleh Gilbert, Danish lalu memutuskan untuk berpura-pura ke kamar mandi sebentar meninggalkan Gilbert dan juga Elina berdua saja.


" Elina, Kakak mau ke kamar mandi sebentar ya ",, kata Danish kepada Elina.


" Jangan lama-lama ya Kak ",, jawab Elina kepada Danish.


Dan Danish hanya mengangguk saja kepada Elina.


" Tuan Gilbert, titip adik saya sebentar ya ",, kata Danish juga kepada Gilbert.


" Siap Tuan Danish ",, jawab mantap dari Gilbert kepada Danish.

__ADS_1


Setelahnya Danish langsung saja beranjak pergi dari meja itu meninggalkan Gilbert dan Elina berdua saja.


Sepeninggalan dari Danish Gilbert mencoba mengajak berbicara kepada Elina.


" Ehem ",, Gilbert sengaja berdeham terlebih dahulu.


" Nona Elina ",, panggil Gilbert kepada Elina.


" Eh iya Tuan Gilbert" ,, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Anda cantik sekali malam ini, sungguh benar-benar sangat cantik sekali, hingga saya tidak bisa mengenali wajah anda ",, pujian yang tulus dilontarkan oleh Gilbert kepada Elina.


Elina langsung saja tersipu malu mendengar pujian dari Gilbert.


" Apa anda sedang merayu saya Tuan?? ",, kata Elina kepada Gilbert untuk menutupi rasa malunya itu.


" Tidak, untuk apa saya merayu anda ",, jawab simple dari Gilbert kepada Elina.


" Orang buta pun akan bisa langsung melihat jika dia di hadapkan dengan wanita cantik seperti anda ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Elina.


Sungguh jantung Elina serasa langsung berdetak cukup cepat sekali mendengar kata-kata manis yang dilontarkan oleh Gilbert.


" Kak Danish mana sih, ko lama sekali, aku tidak kuat di tinggal berdua seperti ini dengan Tuan Gilbert ",, kata batin dari Elina sambil tersenyum garing kepada Gilbert.


" Emm Nona, bolehkah saya meminta nomor ponsel anda?? ",, kata Gilbert memberanikan diri kepada Elina.


Gilbert pun juga sambil memberikan ponselnya kepada Elina supaya Elina bisa menulis sendiri nomor ponselnya.


Karena merasa tidak enak kepada Gilbert, terlebih lagi Gilbert juga sudah cukup baik kepadanya, akhirnya Elina pun terpaksa memberikan nomor ponselnya kepada Gilbert.


" Terimakasih ",, kata Gilbert kepada Elina sambil tersenyum.


Dan selanjutnya Gilbert langsung saja menyimpan nomor ponsel Elina di dalam ponselnya.


Semua yang sedang dilakukan oleh Gilbert terlihat jelas di mata Danish yang sengaja memperhatikan mereka dari jarak jauh.


Walau Danish tidak bisa mendengar apa yang sedang dikatakan oleh Gilbert kepada Elina.


Namun Danish sangat tahu sekali dari gerakan Gilbert, jika Gilbert seperti sedang pendekatan kepada Elina.


Sepertinya berpura-pura untuk ke kamar mandi adalah pilihan yang benar bagi Danish.


Sebab terlihat sekali jika Gilbert merasa leluasa ditinggal berdua saja bersama Elina sepeninggalan dari Danish tadi.

__ADS_1


...❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️❇️...


...***TBC***...


__ADS_2