KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BAHAGIA


__ADS_3

Jam pulang kantor pun tiba, dan Gilbert yang baru saja pulang dari rumah Pietro yang ada di tengah hutan, saat ini dia baru saja sampai di depan pelataran rumahnya sendiri.


Di dalam mobil, dia sudah melihat mobil milik Kakak Iparnya Danish, dan Gilbert sangat yakin jika di dalam rumahnya ada Danish yang sedang datang berkunjung.


Dan benar saja, ketika Gilbert baru saja masuk ke dalam rumahnya, dia langsung mendengar suara orang berbincang dari dalam ruang Keluarga.


Sedang Elina yang mendengar suara sang suami sudah pulang, dia langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangannya Gilbert.


Saling memeluk dan saling memberi ciuman di bibir, itulah yang sedang di lakukan oleh Gilbert bersama Elina di depan Danish dan Ayah Eric.


" Baru pulang Gilbert?? ",, sapa Danish menyapa Gilbert.


" Iya Kak, emm, Gilbert masuk dulu ke dalam kamar ya Kak Danish, Ayah ",, pamit Gilbert kepada Danish kepada Ayah Eric.


Ayah Eric dan Danish mereka berdua hanya mengangguk saja sambil tersenyum kepada Gilbert.


Setelahnya Elina lalu mengantarkan Gilbert untuk masuk ke dalam kamar mereka.


Elina sebagai istri yang baik, dia lalu mengurus Gilbert dengan mengambilkan baju yang akan di pakainya nanti.


Ketika Gilbert sudah selesai melepaskan semua pakaiannya dan hanya menyisahkan ****** ******** saja, Gilbert bukannya langsung masuk ke dalam kamar mandi, dia malah tiba-tiba langsung menarik tangan Elina untuk dia jatuhkan ke atas ranjang.


Tentu saja Elina merasa sangat terkejut sekali dengan sikap Gilbert yang sangat mengejutkannya.


" Kamu membuatku terkejut Gilbert ",, kata Elina kepada Gilbert sambil tersenyum manis.


" Di mana laki-laki 63r3n953k itu sudah menyentuhmu Elina!! ",, kata Gilbert kepada Elina.


Dan perkataan Gilbert membuat Elina sukses langsung terdiam seketika.


Elina sangat takut sekali jika Gilbert akan marah kepadanya, terlebih Elina juga sangat penasaran sekali darimana Gilbert bisa tahu akan hal tersebut.


" Jawab sayang, aku tidak akan marah kepadamu, asal kamu mau jujur kepadaku?? ",, kata Gilbert sambil menatap lekat wajah Elina yang berada di bawah tubuhnya.


" Di dagu dan juga p***tku ",, jawab jujur Elina kepada Gilbert.


Wajah Gilbert langsung terlihat sangat marah sekali mendengar jawaban jujur dari Elina.


Hingga membuat Elina merasa semakin takut saja melihat wajah Gilbert yang mengeluarkan aura yang tidak pernah di rasakannya.

__ADS_1


Sekuat hati Gilbert menahan amarahnya, sebab dia terus teringat dengan perkataan dari ke dua Kakaknya untuk jangan memarahi Elina, karena semua ini Elina tidak bersalah lebih tepatnya di sini Elina adalah korbannya.


Tanpa menjawab sepatah katapun perkataan Elina, Gilbert langsung menghujani wajah Elina dengan ciumannya.


Semakin ke bawah dan ke bawah lagi, Gilbert pun seakan ingin membersihkan semua sentuhan dari Sam.


Dan sentuhan demi sentuhan yang Gilbert berikan kepada Elina, membuat Elina lama-lama menjadi terbuai.


Hingga akhirnya mereka berdua melakukannya lagi kegiatan indah mereka, walau di luar kamar mereka masih ada Danish dan juga Ayah Eric.


Gilbert seperti kesetanan ketika melakukan kegiatan itu bersama Elina, karena Gilbert sedang di kuasai amarah karena Sam.


Walau Elina menyadari Gilbert melakukan itu dengan amarah dan bukan perasaan, namun Elina memilih diam saja dan tidak mau menegurnya.


Sebab Elina sangat mengerti sekali kenapa Gilbert bisa sampai seperti itu.


Dan akhirnya Gilbert pun puas juga dalam menuntaskan h45r4tnya yang sangat membara tadi kepada Elina.


Gilbert jatuh lemas di atas ranjang dalam keadaan nafas yang tidak beraturan, karena baru saja melakukan pelepasan.


Sedang Elina sendiri pun sama halnya, dia cukup puas dengan permainan ranjang Gilbert, walau Gilbert melakukannya cukup kasar tadi.


Setelahnya Gilbert langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi supaya bisa segera menemui Kakak iparnya dan juga Ayah mertuanya.


Beralih ke Pietro lagi yang saat ini sudah sampai di rumah Kak Ivar bersama Kak Ivar juga.


Pietro yang sudah sampai di rumah Kak Ivar, dia langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk melihat si kembar dan juga Molly.


Baru saja membuka pintu kamarnya, Pietro langsung di suguhkan pemandangan Molly yang sedang duduk di atas sofa sambil memejamkan matanya dengan baby Chasel berada di dalam pelukannya.


Sedang baby Aluisa berada di dalam box babynya dan sedang membuka matanya.


Padahal tadi, ketika Molly tinggal untuk menenangkan baby Chasel, baby Aluisa sedang tertidur nyenyak di dalam box babynya.


Pietro tentu saja langsung menggendong baby Aluisa di dalam dekapannya untuk dia timang-timang dengan begitu sayangnya.


" Mama kalian mungkin sedang kecapekan sayang ",, kata lembut si Pietro kepada baby Aluisa.


" Kalian berdua kenapa hmm, membuat Mama kalian sampai kecapekan seperti itu ",, kata Pietro lagi sambil mencium wajah baby Aluisa.

__ADS_1


Wajah Pietro yang penuh dengan jenggot dan kumis, membuat baby Aluisa tiba-tiba menangis dengan cukup kencang sekali.


Padahal biasanya baby Aluisa maupun baby Chasel tidak menangis walau di cium oleh Pietro.


Karena mungkin sedang rewel itulah baby Aluisa dan baby Chasel jadi sedikit tidak bisa di ajak bercanda oleh siapapun.


Mendengar sang kembarannya menangis, membuat baby Chasel yang awalnya tertidur pulas dalam dekapannya Molly, tiba-tiba jadi ikut menangis juga.


Tentu saja Molly merasa terkejut di buatnya, dan semakin terkejut saja, ketika baru saja membuka mata dia sudah langsung melihat Pietro berdiri di depannya sambil menenangkan baby Aluisa.


" Ayah Ito sudah lama pulangnya?? ",, tanya Molly kepada Pietro sambil terus menenangkan baby Chasel.


" Baru saja tadi My Queen ",, jawab Pietro sambil terus menenangkan baby Aluisa.


" Pasti My Queen kecapekan ya, hingga wajah My Queen terlihat lemas seperti ini ",, kata Pietro lagi yang kasihan melihat wajah Molly.


Molly hanya tersenyum manis saja sambil terus menenangkan baby Chasel.


Serewel-rewelnya baby Aluisa dan baby Chasel sekarang, tapi mereka tidak serewel tadi, karena sudah ada Pietro di rumah.


Dengan berada di dalam dekapannya Pietro, mereka berdua pun langsung mudah diam dan lelap lagi dalam tidurnya.


" Mereka sepertinya menurutnya cuma sama Kakanda saja ",, kata Molly kepada Pietro.


" Jangan berbicara seperti itu Mama Molly, mereka berdua itu anak kita, hanya saja mereka lebih suka dengan Kakanda daripada dengan Mama Molly ",, canda dari Pietro kepada Molly.


Molly yang merasa gemas dengan Pietro, dia reflek langsung mencubit put1n9 milik Pietro, hingga membuat Pietro merasa kegelian sendiri.


Suara tawa Pietro sangat puas sekali, namun sedikit tertahan, karena dia tidak mau sampai membangunkan baby Aluisa dan baby Chasel yang baru saja tidur.


Hanya dengan Molly sajalah Pietro bisa tertawa, dan hanya dengan Molly juga Pietro bisa merubah mimik mukanya yang tidak pernah dia tunjukkan kepada semua orang.


Dan cuma dengan Molly lagi, Pietro bisa menjadi anak kecil yang bahkan manjanya terkadang melebihi baby Aluisa maupun baby Chasel.


Karena Molly, adalah wanita spesial bagi Pietro yang akan selamanya menjadi wanita satu-satunya di dalam hatinya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2