KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BERKUNJUNG KE MAKAM


__ADS_3

Tanpa semua orang sadari, ternyata hampir semua asisten rumah tangga maupun anak buah yang ada di situ, semuanya pada ikut menonton pertandingan sepak bola yang di komentari oleh Pietro.


Pietro terkenal sangat menyeramkan dan sangat irit sekali berbicara di kalangan para pekerja yang ada di situ.


Hanya saja Pietro tidak pernah marah kepada mereka maupun menyuruh hal-hal aneh kepada mereka semua.


Namun dengan kewibawaannya Pietro, sudah membuat semua pekerja yang ada di rumah super mewahnya, sudah merasa segan sendiri-sendiri.


Dan malam itu, ada kesan tersendiri lagi di dalam hati para pekerjanya Pietro, ketika melihat sang majikan bisa menjadi komentator sepak bola dengan sangat absurd sekali.


Setelah malam itu, semua para pekerja menjadi tahu ada sisi humoris di dalam diri Pietro.


Dan Pietro pun setelahnya menjadi dirinya lagi, serta dia kembali seperti semula, diam, dingin, irit berbicara dan juga tegas.


Kembali ke masa sekarang, masa di mana Molly sudah melewati masa trimester ke pertamanya.


Dan saat ini adalah hari minggu, hari di mana semua keluarga pasti menghabiskan waktu mereka untuk berkumpul.


Sebab satu minggu penuh yang kemarin, sudah mereka gunakan untuk kesibukan mereka masing-masing.


Kebetulan, saat ini di rumah super mewah milik Pietro, sedang ada Kak Ivar, Agnes, Alva serta Gilbert dan Elina yang lagi pada berkunjung.


Sambil berbincang hangat, mereka juga sambil bercanda dengan riang gembira, di tambah dengan kelucuan dari si kembar.


" Ayah Ito, maukah Ayah Ito mengantarkan Molly berkunjung ke makam Ayah sama Mama sekarang?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


Dan perkataannya Molly, membuat semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Molly.


" Jika Pietro tidak mau mengantarkanmu, ayo akan Kakak antarkan Molly ",, kata Kak Ivar kepada Molly.


Mendengar perkataan dari Kak Ivar, Pietro langsung menatap tajam ke arah sang Kakak yang sedang tertawa tanpa dosa.


" Iya ayo Kakanda antarkan ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Bolehkah kita semua ikut Molly?? ",, tanya Agnes kepada Molly.


" Boleh Kak, ayo kita bersiap-siap ",, jawab Molly kepada Agnes dan di dengar oleh semua orang.


Akhirnya semua orang, langsung saja bersiap-siap untuk pergi ke makam ke dua orang tua Molly.


Kak Ivar, Pietro, Molly, Agnes, Alva dan juga si kembar, mereka semua berada di dalam satu mobil.


Sedangkan Elina dan Gilbert, mereka naik mobil mereka sendiri.


Kali ini yang mengendarai mobilnya adalah Pietro, dengan Kak Ivar yang duduk di sampingnya.


Sedangkan Agnes, Molly, si kembar dan juga Alva duduk di kursi penumpang.


" Apakah kamu merindukan ke dua orang tua kamu Molly?? ",, tanya Agnes dan masih di dengar oleh semua orang.

__ADS_1


" Iya Kak, semalam Mama sama Ayah datang ke dalam mimpinya Molly, dan mereka cuma datang saja sambil tersenyum, tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Molly ",, jawab Molly kepada Agnes.


Dan Pietro dapat melihat ada guratan kesedihan di wajah Molly dari kaca spion tengah mobil.


" Tenanglah Molly, sekarang sudah ada kita semua yang akan selalu menjadi keluarga kamu ",, kata Agnes menenangkan Molly.


" Terimakasih Kak ",, jawab Molly sambil tersenyum.


" Apakah masih jauh makam ke dua orang tua kamu Molly?? ",, tanya Kak Ivar kepada Molly.


" Cukup jauh Kak, jika dari rumah ku yang dulu, kurang lebih satu jam, jika dari sini ya bisa hampir dua sampai tiga jam jika tidak macet ",, bukan Molly yang menjawab pertanyaan Kak Ivar, melainkan Pietro.


" Cukup jauh juga ternyata ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro hanya mengangguk saja menanggapi perkataan dari Kak Ivar.


" Oh ya, kita juga kan sudah lama tidak berkunjung ke makam Ayah sama Mama Pietro, apa tidak sekalian kita berkunjung ke sana juga?? ",, tanya Kak Ivar kepada Pietro.


" Boleh, kalau begitu sebelum mengunjungi makam ke dua mertuaku, kita mampir dulu ke makam Ayah sama Mama, bagaimana My Queen?? ",, kata Pietro kepada Kak Ivar dan Molly.


" Iya terserah Kakanda saja ",, jawab Molly kepada Pietro.


Sedang di mobil milik Gilbert, Gilbert dan Elina pun juga sedang berbincang santai sambil terus mengendarai mobil.


" Apakah kamu tidak mau berkunjung juga ke makam Mama Elina?? ",, tanya Gilbert kepada Elina.


" Lain kali saja Gilbert ",, jawab Elina kepada Gilbert.


" Iya boleh, nanti kita bisa mengajak Ayah sama Kak Danish ",, jawab Elina kepada Gilbert.


" Ok ",, jawab singkat Gilbert kepada Elina.


Setelah beberapa menit berkendara, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Pietro sampai juga di sebuah pemakaman yang ada di kota mereka.


Gilbert yang daritadi mengikuti di belakang mobil sang Kakak, dia sedikit merasa bingung, karena pasalnya, pemakaman yang mereka datangi saat ini adalah tempat di mana ke dua orang tua mereka di makamkan dulu.


Mobil yang sudah terparkir rapi, membuat semua penumpang yang ada di dalamnya, langsung saja pada keluar.


Dan Gilbert yang juga sudah keluar dari dalam mobil, dia pun langsung saja bertanya kepada Kak Ivar maupun Pietro.


" Apakah di sini juga ke dua orang tuanya Kak Molly di makamkan Kak Pietro?? ",, tanya Gilbert kepada Pietro.


" Tidak, kita akan mengunjungi makam Mama sama Ayah dulu, setelah itu baru ke makam ke dua orang tuanya Molly ",, bukan Pietro yang menjawab, melainkan Kak Ivar.


" Tapi Gilbert tadi tidak membeli bunga untuk mereka Kak, karena tadi Kakak tidak mengatakannya kepadaku?? ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Tidak apa, kami sudah membeli bunga cukup banyak, kamu doakan saja mereka ",, bukan Kak Ivar yang menjawab, melainkan Pietro.


Gilbert hanya mengangguk saja kepada Pietro, dan mereka lalu berjalan menuju ke arah makam ke dua orang tua Kak Ivar, Pietro maupun Gilbert.

__ADS_1


Dengan si kembar yang saat ini sedang di gendong oleh Pietro dan Kak Ivar.


" Kita akan berkunjung ke makam Kakek sayang, apakah kamu senang ",, kata Kak Ivar kepada baby Chasel, sambil terus berjalan.


" Itu ",, kata Chasel dengan tiba-tiba sambil menunjuk ke suatu tempat.


Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Chasel, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh Chasel.


" Kamu menunjuk apa sayang, di sana tidak ada apa-apa?? ",, tanya Kak Ivar kepada Chasel.


" Itu ",, kata itu lagi yang di ucapkan oleh Chasel sambil menunjuk ke tempat yang sama.


Chasel yang saat ini sudah berusia dua puluh satu bulan, atau sekitar dua tahun kurang tiga bulan, hanya kata-kata tertentu saja yang bisa dia ucapkan.


Dan Chasel yang daritadi mengatakan itu sambil menunjuk ke salah satu tempat, membuat Kak Ivar langsung memanggil Molly untuk menanyakan apa yang sebenarnya di tunjuk oleh Chasel daritadi.


" Molly, ini Chasel sedang melihat apa, kenapa dia dari tadi menunjuk ke sana terus?? '',, tanya Kak Ivar kepada Molly dan masih di dengar semua orang termasuk Pietro.


Semua orang langsung saja mengalihkan pandangan mereka ke arah tempat yang di tunjuk oleh Kak Ivar.


Yang lainnya tidak melihat apapun, selain hamparan batu nisan dan pohon sejauh mata memandang.


Kecuali Molly dan Pietro, mereka melihat ada Ayah Eliot Roderick dan Mama Lykke Roderick sedang berdiri melayang sambil tersenyum kepada mereka semua.


" Chasel melihat Kakek dan Nenek mereka Kak, di sana ada Ayah Eliot sama Mama Lykke yang sedang tersenyum kepada kita semua ",, jawab Molly kepada Kak Ivar.


Pietro yang juga mengetahui hal tersebut, dia hanya diam saja, karena semua Keluarganya tidak ada yang tahu, jika dia juga bisa melihat hal-hal seperti itu.


" Benarkah?? ",, tanya Kak Ivar kepada Molly dengan ekspresi cukup terkejut.


Dan tidak cuma Kak Ivar saja yang merasa terkejut, melainkan Agnes, Gilbert maupun Elina.


Serta tanpa mereka sadari juga, di dalam hati, mereka semua ingin sekali melihat keberadaan Ayah Eliot dan Mama Lykke.


" Iya benar Kak, dan sepertinya mereka senang akan kedatangan kita ",, jawab Molly sambil melirik ke arah Pietro.


" Katakan kepada mereka My Queen, kita semua meminta maaf, karena kita baru sempat berkunjung kembali ke sini ",, kata Pietro kepada Molly.


Namun tatapan Pietro menatap lurus ke depan ke arah arwah ke dua orang tuanya.


Ayah Eliot dan Mama Lykke yang mendengar perkataan dari Pietro, mereka berdua langsung saja mengangguk dan setelahnya menghilang dari pandangan Molly maupun Pietro.


" Mereka sudah pergi Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.


Pietro hanya diam saja tidak menanggapi perkataannya Molly, karena dia sedang sibuk menatap tempat di mana ke dua orang tuanya sedang menampakkan diri kehadapannya.


" Iya kalau begitu, ayo kita segera ke makam Mama sama Ayah, mungkin mereka sedang rindu dengan kita semua ",, kata Kak Ivar kepada semua adik-adiknya.


Dan mereka semua lalu melanjutkan lagi langkah kaki mereka yang sedikit tertunda, karena kedatangan dari arwah ke dua orang tua mereka.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2