
Semua orang saat ini sedang pada diam dengan pikiran mereka sendiri-sendiri, karena baru saja mendengar perkataan dari Linn tadi.
Molly, Pietro dan juga Keluarga Hartigan kecuali Linn, mereka semua masih menerka-nerka, apa sebenarnya maksud dari perkataan Linn kepada Molly tentang menanyakan Greta kepadanya.
" Akan saya perjelas lagi Nyonya Molly dan anda tolong jawab dengan jujur, apakah anda mengenal Greta Nyonya?? ",, kata Linn kepada Molly.
" Seorang arwah wanita cantik yang pemberani, ceria, dan juga manis ",, lanjut lagi perkataan Linn kepada Molly.
" Apakah Molly berteman dengan arwah,?? saya rasa itu tidak mungkin deh Nyonya ",, kata Kak Ivar menyahuti perkataannya Linn.
" Greta siapa yang anda maksud Nyonya?? ",, bukan Molly yang menjawab, melainkan Pietro.
Linn yang mendengar perkataannya Pietro, dia langsung saja menyuruh sang suami untuk mengeluarkan ponselnya.
" Coba Papa tolong cari fotonya Greta ",, kata Linn kepada sang suami.
Kak Agler langsung saja mencari foto sang adik yang masih tersimpan banyak di dalam ponselnya.
" Ini Ma ",, jawab Kak Agler kepada Linn.
" Ini Tuan, silahkan anda lihat sendiri ",, kata Linn menyerahkan ponsel milik Kak Agler kepada Pietro.
Pietro langsung saja mengambil ponsel tersebut untuk melihat gambar yang di perlihatkan Linn kepadanya.
Molly yang sedang duduk di sebelahnya pun, dia turut melihat, foto siapakah yang sedang di lihat oleh sang suami.
Sedangkan untuk yang lainnya, terutama Keluarga Roderick yang lain, mereka masih diam saja sambil terus mendengarkan percakapan antara Linn dan Pietro.
Molly dan Pietro yang sudah melihat foto Greta semasa dia masih hidup, mereka berdua langsung saja saling pandang dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut sekali.
" Nyonya, tolong jawab pertanyaan saya!! ",, kata Molly dengan segera kepada Linn.
" Bagaimana anda bisa mendapatkan semua foto-foto Greta seperti ini?? ",, tanya Molly kepada Linn sambil meneteskan air matanya.
Sebab Molly tiba-tiba merasa sangat rindu sekali dengan Greta, ketika dia melihat senyuman Greta di dalam foto tersebut.
" Dia adalah adik kandung suami saya Nyonya ",, jawab jujur Linn kepada Molly.
__ADS_1
Molly langsung saja membuka mulutnya dan langsung menutupnya menggunakan ke dua telapak tangannya, karena dia benar-benar merasa sangat terkejut sekali.
" Saya mempunyai kelebihan seperti anda Nyonya, bisa melihat yang tidak semua orang bisa melihat ",, kata Linn lagi kepada Molly.
" Wuih, ternyata Kak Molly bisa melihat hantu, tapi selama ini dia tidak bercerita kepada kita semua, apakah Kak Pietro tahu tentang kelebihannya Kak Molly?? ",, kata batin Gilbert sambil terus mendengarkan percakapannya Linn dengan Molly.
" Dan ketika arwah Greta pulang ke rumah kita dulu, dia pernah bercerita kepada saya, jika selama ini dia tinggal bersama seorang wanita yang bernama Molly, dan Greta juga menyebutkan ciri-ciri yang sama persis dengan anda ",, lanjut lagi perkataannya Linn kepada Molly.
Mama Hanna, Kak Agler dan juga Ayah Janu, cukup terkejut mendengar pengakuannya Linn kepada Molly.
" Sekarang, saya rasanya sangat senang sekali, akhirnya bisa melihat anda secara langsung dan di pertemukan dalam keadaan yang tidak terduga ",, sambung lagi perkataan Linn kepada Molly sambil tersenyum manis.
Molly masih diam saja dengan air mata yang terus menetes dari kelopak matanya.
" Greta adalah gadis yang baik Nyonya, dia menemani saya sejak saya di tinggal pergi untuk selama-lamanya oleh Ibu saya ketika saya masih kecil ",, kata Molly kepada Linn dan masih di dengar oleh semua orang.
" Dan selama itu sampai terakhir kalinya kami bersama, Greta masih menemani saya di detik-detik terakhirnya di sini ",, kata Molly lagi sambil meneteskan air matanya.
" Bahkan dia meminta ijin kepada saya ingin berreinkarnasi ke dalam tubuh putri saya, tapi entahlah saya tidak tahu kebenaran akan hal itu ",, kata Molly kepada Linn.
" Bolehkah saya menggendong baby anda Nyonya?? ",, ijin Linn kepada Molly.
Setelah mendapatkan ijin dari Molly, Linn lalu memberikan baby Ansel kepada sang suami, dan dia lalu mengambil baby A dari dalam gendongannya Mama Hanna.
Hal yang pertama kali Linn lakukan ketika dia sudah menggendong baby A adalah dengan mengecek tanda lahir yang di miliki oleh baby A di pundaknya.
Dan benar saja ada tanda lahir berupa tahi lalat tiga buah yang berjejer yang memang sama persis dengan milik Greta dulu.
Tidak cuma itu saja, Linn juga mengecek seluruh tubuh baby A dengan sangat hati-hati sekali, apakah ada tanda lahir yang lainnya lagi di tubuh baby A yang sama dengan Greta.
" Saya rasa baby anda ini memang Greta Nyonya Molly, karena dia memiliki kesamaan dua tanda lahir di tubuhnya yang sama persis dengan milik Greta dulu ",, kata Linn kepada Molly.
" Dua?? ",, kata Pietro kepada Linn.
" Iya Tuan dua, ini yang satu ada di bagian pinggang, Greta juga mempunyai tanda lahir seperti bekas luka seperti ini di pinggangnya, tapi ini tidak luka dan tidak sakit, dan memang ada sejak dia lahir ",, jawab Linn kepada Pietro sambil menunjukkan pinggang baby A kepada Pietro.
" Iya benar Nak, Greta memang mempunyai tanda lahir itu di pinggangnya, dan Mama sangat ingat sekali akan hal itu ",, kata Mama Hanna menyahuti perkataannya Linn.
__ADS_1
" Greta ",, kata Molly dengan air mata yang semakin deras saja.
Tidak cuma Molly saja yang menangis, Mama Hanna pun juga meneteskan air matanya, karena dia semakin tambah rindu sekali dengan Greta.
Ternyata tidak cuma Molly dan Mama Hanna yang menangis, Agnes dan Elina yang juga berada di situ, mereka berdua juga ikut meneteskan air matanya karena terharu.
Linn pun sama halnya dengan para wanita yang ada di situ, hanya saja dia masih bisa menahan air matanya supaya tidak keluar dari kelopak matanya.
" Nak, bolehkah saya memeluk kamu, dan maukah kamu memanggil saya dengan panggilan Mama?? ",, kata Mama Hanna kepada Molly.
Tanpa meminta ijin kepada sang suami terlebih dahulu, Molly langsung saja mengangguk dan memanggil Mama Hanna dengan panggilan Mama.
Mama Hanna semakin terharu saja mendengar panggilan Molly untuknya, dan setelahnya Mama Hanna mengajak Molly untuk berdiri dari duduknya untuk dia peluk seperti anak kandungnya sendiri.
Melihat pelukan haru dari Mama Hanna kepada Molly, barulah Linn meneteskan air matanya sama seperti Agnes dan juga Elina.
" Kamu mulai sekarang resmi menjadi anak Mama yang ke dua dan akan menjadi adiknya Kak Agler untuk menggantikan Greta Nak Molly, maukah kamu Nak?? ",, kata Mama Hanna kepada Molly.
" Mau Mama ",, jawab Molly kepada Mama Hanna sambil tersenyum.
" Apakah Ayah setuju dengan keputusan Mama?? ",, tanya Mama Hanna kepada Ayah Janu.
" Sangat setuju sekali Ma, dan jangan lupa Nak Molly, panggil saya Ayah, Ayah Janu ",, jawab Ayah Janu kepada Mama Hanna dan Molly.
Molly langsung mengangguk sambil tersenyum kepada Ayah Janu.
Setelah mengetahui kebenaran itu, mereka semua semakin akrab saja satu sama lainnya.
Dan Kak Ivar terutama Gilbert yang mempunyai tingkat kepingin tahu yang sangat tinggi, dia mulai bertanya-tanya kepada Molly apakah benar dia bisa melihat hantu selama ini.
Molly lalu bercerita kepada semua orang, jika dia memang bisa melihat hantu sejak dia masih kecil, dan yang mengetahui itu semua cuma Ayah sama Mamanya saja.
Molly tidak bercerita jika Pietro juga bisa melihat hantu sama seperti dirinya, dan Pietro yang mendengar Molly berani bercerita kepada semua Keluarga, dia hanya diam dan membiarkannya saja.
Ada satu hal lagi yang mereka lupa, terutama Linn dan Kak Agler tentang reinkarnasinya Ansel, belum sempat mereka bahas kali ini.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...