
Sebelum membaca part ini, jika body readers sedang tidak fit, di mohon di skip saja๐.
Karena jika kalian mengalami muntah-muntah membaca part ini, bukan salah author ya๐คญ.
...*__________*...
Tidak mau kehabisan waktunya, Sam pun terus mencoba dan mencoba untuk segera keluar dari dalam ruang penyekapannya.
Pietro tidak berbuat licik sama sekali untuk mencegah Sam yang ingin keluar dari penyekapannya.
Pietro sangat santai sekali menghadapi Sam yang terus menerus mencoba ingin melepaskan diri darinya.
" Apakah anda sudah capek Tuan Sam?? ",, kata Pietro kepada Sam.
Sam tidak menjawab perkataan dari Pietro, dia memilih memikirkan cara supaya bisa melumpuhkan Pietro yang daritadi berhasil menggagalkan pelariannya.
Sam tidak sengaja melihat ada pistol di salah satu jas anak buah Pietro yang berdiri di situ.
Mata elang Pietro yang bisa mengerti gerak-gerik Sam, dia langsung saja tersenyum miring sangat super tipis sekali.
" Huh,!! anda daritadi terlalu sombong Tuan ",, jawab Sam dengan sangat santai sekali.
Mata Sam pun terus melirik ke arah pistol tersebut, namun tanpa sepengetahuan Sam, Pietro juga terus memperhatikan gerak-geriknya.
" Waktu anda kurang lima belas menit lagi dari sekarang, apakah anda akan menyerah sekarang Tuan Naaman?? ",, kata Pietro kepada Sam.
" Jangan bermimpi!! ",, jawab Sam kepada Pietro.
Dan setelahnya, Sam mencoba sekuat tenaga berlari ke arah anak buah tersebut untuk mengambil pistol yang ada di balik jasnya.
Baru saja Sam ingin mengambil pistol tersebut, Pietro sudah melemparkan terlebih dahulu pisau lipat yang di bawanya dan langsung mengenai tubuh si Sam.
Tentu saja Sam langsung merasa kesakitan sekali ketika pisau tersebut menancap di punggungnya.
" Huh,!! payah ",, kata Pietro sambil berjalan mendekati Sam yang sudah tersungkur di atas lantai.
" Baru tertusuk pisau saja sudah terjatuh!! ",, kata Pietro sambil mencabut pisau yang tadi tertancap di punggung Sam.
Teriakan memilukan langsung terdengar menggema di dalam ruangan tersebut, ketika Pietro mencabut pisau yang tadi.
" Waktu anda sudah habis Tuan Naaman, ini sudah setengah jam lebih, mari kita bersenang-senang ",, kata Pietro kepada Sam.
" Ampun Tuan, jangan bunuh saya, saya akan memberikan apapun kepada anda, asal anda jangan membunuh saya?? ",, kata Sam memohon ampun kepada Pietro.
__ADS_1
" Seperti itulah kata-kata orang yang akan saya habisi ",, kata Pietro kepada Sam.
" Dan asal anda tahu saja Tuan Naaman, semuanya sudah saya miliki, apapun itu, bahkan kekayaan yang anda miliki tidak ada apa-apanya dengan kekayaan milik saya, jadi ayo sekarang kita mulai permainan sesungguhnya Tuan ",, kata Pietro lagi kepada Sam.
" Ampun Tuan, ampun ",, kata Sam lagi kepada Pietro.
" Kalian bawa dia, dan ikat di meja yang biasanya untuk saya mengeksekusi ",, perintah Pietro kepada para anak buahnya.
" Baik Tuan Pietro ",, jawab serempak dari para anak buahnya kepada Pietro.
Setelahnya, para anak buah itu membawa Sam untuk masuk ke dalam ruangan yang biasanya untuk Pietro mengeksekusi mangsanya.
Di dalam ruangan itu Sam langsung di ikat di atas meja eksekusi, ke dua tangan dan ke dua kaki Sam di ikat di atas meja tersebut.
Dan beberapa anak buah yang lain, langsung ada yang menyiapkan peralatan esksekusinya Pietro.
Sam yang melihat semua benda runcing nan tajam dan juga menakutkan itu, tentu saja Sam semakin ketakutan di buatnya.
" Lepaskan saya, lepaskan!! ",, kata Sam sambil berteriak-teriak.
Semua anak buah Pietro yang mendengar, seakan tuli dengan teriakan dari Sam tersebut.
Pietro yang sudah berganti baju lagi dengan baju dinasnya, dia pun lalu masuk ke dalam ruang eksekusi itu dan melihat Sam sudah siap dia eksekusi.
" Maafkan kami Tuan pietro ",, jawab sopan dari para anak buah kepada Pietro.
Setelahnya, semua anak buah itu langsung merobek pakaian yang di pakai oleh Sam menggunakan gunting serta pisau dan hanya menyisahkan celana d4l4mnya saja.
" Hei, apa yang ingin kalian lakukan kepada saya hah!! ",, kata Sam kepada semua orang.
" Tuan Pietro, apakah kami harus menyuntikan obat bius kepadanya, atau membekap mulutnya?? ",, tanya salah satu anak buah kepada Pietro.
" Biarkan dia sadar seperti sekarang, karena saya ingin mendengar nyanyian indah dan merdu dari dalam mulutnya nanti ",, jawab Pietro kepada anak buahnya.
" Baik Tuan Pietro ",, jawab sopan dari anak buah tadi kepada Pietro.
" Mari Tuan Naaman, kita mulai acara bermain kita ",, kata Pietro sambil mengambil pisau s4y4t yang sangat-sangat super tajam sekali.
" Jangan,!! jangan Tuan, saya mohon jangan!! ",, kata Sam kepada Pietro.
Pietro seakan tuli dan tidak peduli dengan rengekan dari Sam kepadanya, dan dia dengan santainya langsung mengs4y4t p4h4 Sam dengan ukuran yang cukup panjang sekali.
Apakah yang bisa di lakukan oleh Sam,?? tentu saja dia langsung berteriak dengan sangat keras sekali, karena merasakan rasa sakit yang teramat sakit sekali di kakinya itu.
__ADS_1
Tidak berhenti sampai di situ saja, Pietro yang sudah meng54y4t p4h4 Sam, dia langsung mengulitinya hingga terlihat semua saraf-saraf kakinya Sam.
Tidak tahu bagaimana rasanya, namun yang pasti author tidak mau membayangkan bagaimana rasa sakitnya di kuliti tapi dalam keadaan yang masih hidup dan sadar seperti itu.
Darah yang keluar dari p4h4 Sam sangat banyak sekali, Sam bahkan sampai pingsan sadar lalu pingsan lagi begitu terus ketika dia sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang di rasakannya.
" Bagaimana Tuan Sam, saya rasa anda pasti sangat menyukai tato yang saya berikan kepada anda bukan?? ",, kata Pietro sambil terus mengerjakan pekerjaannya.
" A...aa..aaampu uu u u u nn Tuu...tututu aan ",, kata Sam dengan terbata-bata.
" Terlambat kata ampun jika sudah berhadapan dengan saya Tuan ",, jawab santai Pietro kepada Sam.
" Mari kita lihat or94n dalam anda, apakah masih bisa saya jual?? ",, kata Pietro sambil mengambil pisau yang untuk mem63d4h perut.
" No....no...no ",, kata Sam sambil menggelengkan kepalanya dengan air mata yang mengalir deras dari ke dua matanya.
Bles!! sreeeeett ...
Pietro langsung menusukkan pisau tadi ke perut Sam dan langsung menyobeknya memanjang untuk mem63l4h perutnya si Sam.
Apakah Sam sudah mati, sungguh Sam belum mati juga, mungkin nyawa dia seperti kucing, ada banyak.
Dan tentu saja Sam merasakan neraka dunia itu dengan sangat pedih sekali.
" Oh, hai anda belum mati juga Tuan, sungguh tangguh juga ternyata anda ",, kata Pietro yang melihat Sam masih bernafas.
Sam tentu saja sudah tidak bisa menjawab perkataannya Pietro, sebab rasa sakit yang di deritanya tersebut.
" Mari kita lihat apakah anda masih bisa bernafas jika 91njal anda yang bagus ini saya ambil ",, kata Pietro kepada Sam.
Dan suara pisau yang bertemu dengan daging yang lunak itu terdengar menggema di dalam ruangan tersebut.
Pietro benar-benar mengambil 91njal milik Sam yang memang masih bagus itu.
Kita semua pasti sudah tahu, pastilah Sam meninggal juga dalam keadaan yang yah sangat mengenaskan sekali di tangan sang King Psikopat kita yaitu Pietro.
Benar-benar sangat pantas sekali di juluki King Psikopat, selain kejam dia juga mengerikan.
Mungkin julukan ke dua yang pantas untuk Pietro selain King Psikopat adalah Sang Dewa Kematian.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1