KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
EDITH


__ADS_3

Pietro yang melihat King mengerti akan perkataannya, sungguh dia langsung merasa sangat bangga dan senang sekali.


Sebab usahanya mengajari King untuk bisa mengerti Bahasa manusia tidak sia-sia selama ini.


Pietro sebenarnya dia sudah merasa lapar, tapi dia tidak mau makan dulu, karena dia masih ingin menunggu Molly bangun.


Apakah Pietro memasak nasi??, jawabannya tidak, sebab dirumah Pietro tidak ada beras.


Kesehariannya Pietro jika dia tidak ada job panggilan, dia akan habiskan waktunya untuk berburu dan berburu serta mencari makanan didalam hutan, karena itu adalah hal yang sangat dia sukai selain membunuh manusia.


Jadi wajar saja jika dirumah Pietro tidak ada beras ataupun nasi, jikalaupun ada pasti itu pemberian dari Kakaknya yaitu Kak Ivar, tapi sudah berbentuk nasi yang siap makan.


Berbicara tentang Kak Ivar, dia saat ini sedang merasa sangat puas sekali karena permainan dari sang istri.


Walau istrinya sedikit rada pemikirannya, tapi itulah yang membuat Kak Ivar sangat mencintai Agnes.


" Aaaaahh Ayah semakin tua, bukannya semakin loyo, malah semakin ber941rah saja, encok ini pinggang Mamah ",, kata Agnes kepada Kak Ivar sambil memegangi pinggangnya.


Kak Ivar langsung saja tertawa ketika melihat sang istri berjalan sambil memegangi pinggangnya seperti itu.


" Lha salah Mamah sendiri kenapa tadi meminta mencoba posisi seperti tadi ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


" Besok-besok Mamah tidak mau mencoba dengan gaya seperti tadi, walau enak rasanya, tapi bikin pinggang Mamah encok ",, kata Agnes lagi kepada Kak Ivar.


" Ya sudah sini Ayah pijatin pinggangnya ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


Mendengar perkataan dari Kak Ivar, Agnes pun langsung saja tengkurap diatas ranjang kamar mereka.


Ketika Agnes sudah tengkurap seperti itu, Kak Ivar langsung saja melototkan matanya.


Namun bukan perihal tengkurapnya yang membuat Kak Ivar melotot, melainkan Agnes belum memakai pakaiannya sama sekali sudah tengkurap seperti itu diatas ranjang.


" Mah.......... Mamah bisakah memakai baju dulu?? ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


" Mamah tidak mau, ayo Ayah cepat pijitin pinggang Mamah ",, kata Agnes kepada Kak Ivar.


Kak Ivar hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah sang istri yang seperti itu.


Akhirnya mau tidak mau Kak Ivar pun memijit pinggang Agnes dengan keadaan Agnes masih bertel4nj4n9 bulat.


" Ayah turun bukan disitu rasa sakitnya ",, kata Agnes kepada Kak Ivar sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Kak Ivar pun mencoba menurunkan lagi pijatannya dipinggang sang istri.


" Bukan disitu juga Ayah, turun lagi ",, kata Agnes lagi kepada Kak Ivar.


" Yang mana sih Mah sebenarnya yang sakit?? ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


" Sudah turun lagi pokoknya ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.


" Kalau ini itu p***t Mamah bukan pinggang......... ",, kata Kak Ivar dengan sangat gemas sekali kepada Agnes.


" Kebawah minggir sedikit ",, intrupsi Agnes lagi kepada Kak Ivar.


" Sebenarnya Mamah mau dipijit dimana sih, ko sampai dibagian milik Mamah juga ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.


Dengan masih tidak mempedulikan perkataan dari Kak Ivar, Agnes pun terus menjawab perkataan dari Kak Ivar.


" Ayo masukin lagi ", kata Agnes sambil sedikit menyun991n9k4n p***tnya didepan wajah Kak Ivar.


Kak Ivar yang melihat tingkah sang istri yang malah seperti itu kepadanya, dia langsung saja memukul p***tnya Agnes dengan gemas.


Namun hal itu tidak membuat Agnes marah malah dia langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.


Beralih keGilbert yang sudah pergi nongkrong bersama teman-temannya disebuah Cafe.


Tapi tidak secantik Molly, jika Molly cantik alami tanpa makeup, justru dia cantik karena polesan makeup diwajahnya.


" Hai Gilbert........... ",, panggil wanita itu kepada Gilbert.


" Oh hai........ ",, sapa Gilbert dengan malas-malasan kepada wanita tersebut.


" Wuiiihh Gilbert siapa ini, kenalkan dong sama kita-kita ",, sahut dari teman-temannya kepada Gilbert.


" Kenalan saja sendiri ",, jawab Gilbert kepada teman-temannya dengan nada yang sedikit judes.


" Gilbert calon adik ipar aku, kenapa kamu selalu judes seperti itu sih setiap kali bertemu denganku........ ",, kata perempuan itu kepada Gilbert.


" Siapa yang kamu maksud adik ipar, jika kamu masih berharap akan bersanding dengan Kakak aku Pietro, dia sudah menikah, bahkan istrinya pun jauh lebih-lebih dan lebih segalanya dibandingkan kamu Edith ",, kata Gilbert kepada wanita yang ada didepannya yang ternyata bernama Edith.


Edith sendiri dia teman kuliah Pietro sejak dulu, dan Pietro sendiri dia sangat tahu sekali jika Edith sangat menyukainya, akan tetapi Pietro tidak menyukai Edith sama sekali.


" Sudah sana pergi, diedit dulu itu wajah kamu supaya sama seperti nama kamu ",, usir Gilbert kepada Edith.

__ADS_1


Edith yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia langsung saja menunjukkan wajah marah dan juga cemberut serta tidak terima jika Pietro sudah ada wanita lain yang memiliki.


" Sudah biarkan dia pergi, tidak penting juga dia ada disini ",, kata Gilbert kepada teman-temannya.


Sedang Edith sendiri yang sudah sedikit menjauh dari Gilbert, lebih tepatnya keluar dari dalam Cafe, dia pun langsung saja berbicara sendiri.


" Aku tidak akan membiarkan ada wanita lain yang boleh memiliki Pietroku, tidak akan!! ",, kata Edith dengan sangat menggebu-gebu.


" Wanita itu harus segera aku singkirkan!! ",, kata Edith lagi kepada dirinya sendiri.


" Aku harus datang kerumah Pietro sekarang, harus!!, karena aku ingin membuktikannya sendiri apakah benar yang dikatakan oleh Gilbert tadi, jika Pietro sudah menikah ",, kata Edith masih berbicara sendiri.


Setelahnya Edith langsung saja masuk kedalam mobilnya untuk menuju kerumah siPietro.


Tidak tahukah Edith jika Pietro sahabatnya sejak dulu, dia adalah pembunuh berdarah dingin, jadi jangan sekali-kali mengusik ketenangannya, walau kamu orang yang sudah kenal lama sekalipun dengan dia.


Kembali keGilbert lagi, ketika dia sedang asik berbincang dengan para teman-temannya, mata dia tidak sengaja melihat seorang gadis yang sudah diincarnya sejak beberapa bulan belakangan ini.


Dan gadis itu bernama Freja.


" Bro aku tinggal sebentar, ada gebetanku itu disana sendirian ",, kata Gilbert kepada teman-temannya.


" Siap semoga sukses ",, sahut dari salah satu temannya kepada Gilbert.


Setelahnya Gilbert langsung saja beranjak dari duduknya untuk mendekati Freja.


" Hai, boleh aku duduk disini?? ",, kata Gilbert kepada Freja.


Freja yang sedang asik memainkan ponselnya dia langsung saja mendongakkan kepalanya untuk melihat orang yang sudah mengajaknya berbicara.


" Gilbert......?? ",, kata Freja ketika sudah melihat Gilbert.


" Bolehkah aku.............?? ",, kata Gilbert kepada Freja sambil menunjuk kursi kosong yang ada didepannya.


" Oh iya silahkan ",, jawab Freja kepada Gilbert.


Gilbert pun langsung saja duduk dikursi seberangnya Freja, setelah Gilbert sudah duduk, dia langsung mengajak berbincang Freja dengan hangat dan basa-basi seperti para laki-laki yang sedang mencoba pendekatan kepada perempuan yang disukainya.


Sedang untuk Pietro sendiri yang masih sendirian didalam rumah karena Molly masih tidur, dia lebih memilih memainkan ponselnya diruang tamu rumahnya sambil menunggui Molly bangun dari tidurnya.


Entah apa yang akan Pietro lakukan kepada Edith jika melihat kedatangan Edith kerumahnya saat itu juga.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2