
Hari-hari pun berlalu, tidak terasa sudah empat hari saja Molly berada di rumah sakit, dan selama di rumah sakit, ketika waktunya Dokter Nivan ingin memeriksa keadaannya Molly, dia akan selalu di usir oleh Pietro.
Sungguh aneh bukan, tapi memang seperti itulah Pietro jika bertemu dengan Dokter Nivan.
Saat ini Agnes sedang menyiapkan semua barang-barang yang akan mereka bawa pulang nanti, sebab hari ini Molly sudah dinyatakan boleh pulang oleh Dokter Nivan.
Berhubung Molly dan Pietro masih menjadi orang tua baru, dan Kak Ivar sangat khawatir sekali dengan keadaannya baby C dan baby A.
Akhirnya Kak Ivar menuntut Pietro untuk sementara waktu tinggal di rumahnya.
Bukan tanpa sebab Kak Ivar memaksa Pietro seperti itu, walau sebenarnya Pietro sangat tidak menyukainya.
Semua itu Kak Ivar lakukan, karena Kak Ivar tidak mau jika sifat oon bin bodoh yang di miliki oleh Pietro bisa melukai si kembar.
Iya kalian semua tahu sendirilah bagaimana sifat ajaibnya Pietro, takutnya jika Pietro sedang memotong-motong tubuh rusa, bisa jadi salah potong malah tubuh babynya yang dia potong, kan jadinya ngeri-ngeri sedap deh itu.
Ketika Kak Ivar yang baru saja datang, untuk menjemput Keluarganya yang akan pulang hari itu dari rumah sakit, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan Kak Agler yang baru saja keluar dari dalam ruang perawatannya Linn.
Kak Ivar tersenyum formal saja kepada Kak Agler, dan Kak Agler pun membalas sapaan dari Kak Ivar dengan senyuman juga.
Kak Agler menatap Kak Ivar dengan tatapan yang penuh tanda tanya, karena Kak Ivar adalah orang yang bernama Roderick yang kemarin dia dengar namanya bersama Linn.
Kak Agler tidak jadi pergi dan dia malah terus menatap ke mana arah Kak Ivar masuk ke dalam ruangan.
Di saat Kak Agler melihat Kak Ivar masuk ke dalam ruang perawatan sebelahnya, dia pun semakin bertanda tanya besar, ada hubungan apakah Kak Ivar dengan Pietro, iya seperti itulah yang di katakan batin oleh Kak Agler.
" Aku jadi penasaran, laki-laki tadi siapanya laki-laki yang kemarin aku temui yang sedang menidurkan baby kembarnya ya?? ",, kata dari Kak Agler untuk dirinya sendiri.
" Aku harus secepatnya mencari tahu tentang hal ini ",, kata Kak Agler kepada dirinya sendiri.
Kak Agler sebenarnya ingin keluar sebentar untuk membeli sesuatu, akan tetapi ketika dia melihat Kak Ivar, niat dia langsung dia urungkan dan memilih masuk lagi ke dalam ruang perawatan istrinya.
Ketika Kak Agler yang kembali masuk lagi, dia pun langsung saja di tanya oleh Linn dan juga Mama Hanna.
" Lho ko kembali lagi Agler, ada apa?? ",, tanya Mama Hanna kepada Kak Agler.
__ADS_1
" Papa ada apa, apa ada yang ketinggalan?? '',, tanya dari Linn juga kepada Kak Agler.
" Ma, roti yang semalam Ayah beli di mana,?? nah ini, apakah ini sudah ada yang memakannya?? ",, tanya dari Kak Agler kepada Linn dan sang Mama.
" Belum, itu belum kesentuh sama sekali, belum ada yang buka sejak semalam, memangnya kenapa Agler?? ",, jawab dari Mama Hanna kepada Kak Agler.
" Iya Pa, ada apa sih memangnya?? ",, tanya dari Linn juga merasa heran dengan sikap sang suami.
" Nanti akan Papa jawab, sekarang rotinya Agler bawa ya Ma, akan Agler kasihan kepada seseorang ",, jawab dari Kak Agler kepada Linn dan Mama Hanna.
" Iya bawalah, lagi pula di sini makanan masih banyak ",, jawab dari Mama Hanna kepada Kak Agler.
Walau Linn merasa heran dengan sikap sang suami, dia tetap mengangguk saja membiarkan sang suami membawa roti mahal tersebut.
Roti yang sudah berada di tangannya, Kak Agler lalu keluar lagi dari dalam ruang perawatan Linn menuju ke ruang perawatan Molly.
Tadi Kak Ivar yang baru saja masuk ke dalam ruang perawatan Molly, dia langsung saja membantu sang istri yang sedang beres-beres barang-barang yang akan mereka bawa pulang.
Sedang Pietro dan Molly, mereka berdua sedang menimang baby kembar mereka berdua.
" Awas Ma, barang-barangnya jangan sampai ada yang ketinggalan ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Ada yang ketinggalan yang belum Mama masukan deh Ayah ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.
" Apa itu, coba cepat kita masukkan sekarang, sebelum ke buru pulang ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Nafas kita Ayah, itu nafas kita banyak berterbangan di sana, takut jika kehabisan nafas, ayo bantu Mama masukin lagi nafas kita ke dalam tas ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.
Molly yang mendengar perkataan dari Agnes, dia langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali.
Sedang Pietro, dia cuek-cuek saja tidak peduli dengan candaan dari Agnes.
Dan Kak Ivar sendiri yang di candai begitu oleh sang istri, dia langsung saja membawa wajah sang istri ke dalam ketiaknya.
Agnes tidak merasa marah dengan sikap dari Kak Ivar, tapi dia malah semakin tertawa senang sekali, karena sudah berhasil bercanda dengan sang suami.
__ADS_1
Ketika mereka semua sedang sibuk bercanda seperti itu, tiba-tiba saja atensi dari mereka semua teralihkan dengan suara ketukan pintu dari luar.
Pietro yang sedang berdiri tidak jauh dari pintu sambil menggendong baby C, dia pun segera berjalan menuju ke arah pintu untuk membukanya.
Di saat pintu sudah di buka oleh Pietro, Pietro langsung melihat laki-laki yang kemarin sempat berbincang sebentar dengannya, siapa lagi jika bukan Kak Agler.
" Oh Tuan, ada apakah Tuan ke sini,?? apa ada yang bisa saya bantu?? ",, tanya dari Pietro kepada Kak Agler.
" Tidak ada Tuan, hanya saja saya ingin berkunjung ke sini, kan kita sudah beberapa hari bersebelahan masa tidak saling mengenal ",, jawab basa-basi dari Kak Agler kepada Pietro.
" Kalau begitu mari Tuan, ayo silahkan masuk ",, kata ramah dari Pietro kepada Kak Agler.
Kak Agler pun langsung saja masuk ke dalam ruang perawatan Molly sambil membawa roti yang baru saja di ambilnya tadi.
Ketika Kak Agler sudah masuk ke dalam ruang perawatan Molly, dia langsung melihat Molly sedang menggendong seorang baby sambil duduk di atas ranjang pasien.
Dan Kak Agler juga melihat Kak Ivar yang baru saja di lihatnya tadi sedang duduk dengan seorang perempuan yang kemarin juga di lihatnya, yang Kak Agler yakini jika itu adalah istrinya.
Iya memang istrinya, lha wong yang duduk di sebelah Kak Ivar adalah Agnes.
" Silahkan duduk Tuan ",, kata Pietro kepada Kak Agler.
" Terimakasih, dan maaf saya datang mendadak Tuan, Nyonya, dan saya malah cuma membawakan roti saja, ini ..... ", kata dari Kak Agler kepada semua orang sambil duduk di sofa seberang Kak Ivar.
" Anda yang tadi baru saja keluar dari ruang sebelah kan Tuan?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Kak Agler.
" Iya Tuan, tadi rencananya saya ingin ke sini, tapi lupa membawa rotinya, jadi tadi saya kembali masuk lagi untuk mengambil rotinya dan di sinilah saya Tuan ",, jawab dari Kak Agler kepada Kak Ivar.
" Oh ya perkenalkan sebelumnya Tuan, Nyonya, nama saya Agler Hartigan, istri saya juga baru saja melahirkan kemarin ",, kata Kak Agler memperkenalkan diri kepada semua Keluarga Roderick.
" Perkenalkan juga Tuan, nama saya Ivar Roderick, ini istri saya Agnes Roderick, dia adik saya Pietro Roderick, dan yang di sana adalah istrinya yang baru saja melahirkan baby kembar, namanya Molly Roderick ",, jawab dari Kak Ivar memperkenalkan diri kepada Kak Agler.
" Jadi benar, mungkin Keluarga Roderick inilah yang selama ini aku cari ",, kata batin dari Kak Agler sambil tersenyum ramah kepada semua Keluarga Roderick.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
__ADS_1
...***TBC***...