KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KEMARAHAN GILBERT


__ADS_3

Kembali ke Gilbert lagi.


Gilbert yang sedang melewati ruang keluarga, dia langsung saja mendengar suara tawa dari Ayah Eric, karena Ayah Eric yang melihat Gilbert, dia merasa wajah Gilbert sangat lucu sekali yang mempunyai alis berwarna hijau.


" Sudahlah Ayah, Ayah jangan ikut-ikutan mengtertawakanku ",, kata Gilbert kepada Ayah Eric.


" Ayah tidak mengtertawakanmu Gilbert ",, jawab Ayah Eric masih sambil tertawa.


" Terserah ",, jawab jutek dari Gilbert kepada Ayah Eric.


Setelahnya, Gilbert langsung melanjutkan langkah kakinya menuju ke dalam dapur atau ruang makan untuk mencari keberadaannya Elina.


Dan akhirnya, Gilbert sampai juga di ruang makan yang ada di rumahnya dan langsung melihat Elina sedang menata piring untuk sarapan nanti.


Elina yang melihat kedatangannya Gilbert, dia mencoba menahan suara tawanya, dengan menampilkan wajah yang biasa saja.


" Jika ingin tertawa sama seperti yang lain, tertawalah saja jangan di tahan, nanti bisa pipis di celana ",, kata Gilbert kepada Elina, dengan nada yang terdengar judes.


Elina pun akhirnya tertawa dengan sangat lepas, karena melihat penampilannya Gilbert yang benar-benar sangat lucu.


" Apakah sudah puas tertawanya?? ",, tanya Gilbert sambil berkacak pinggang kepada Elina.


" Maaf-maaf sayang ",, kata Elina kepada Gilbert sambil meredakan suara tawanya.


" Sekarang katakan kepadaku, siapa yang sudah melakukan ini kepadaku Elina?? ",, tanya Gilbert kepada Elina.


" Apa yang akan aku dapatkan jika aku menjawab jujur kepadamu suamiku?? ",, jawab Elina kepada Gilbert.


" Apapun yang kamu mau, akan aku turutin ",, jawab mantap dari Gilbert kepada Elina.


" Apapun?? ",, tanya Elina kepada Gilbert.


" Akan aku pikirkan kembali ",, jawab Gilbert kepada Elina.


Membuat Elina langsung memajukan bibirnya dengan cemberut, ketika mendengar jawaban dari Gilbert.


" Sudah cepat katakan kepadaku, siapa yang sudah berani mengecat alisku seperti ini?? ",, jawab Gilbert kepada Elina.


" Apakah benar kamu akan berani memarahinya Gilbert, jika aku sudah mengatakan siapa orangnya?? ",, tanya Elina kepada Gilbert.


" Aaah kelamaan kamu Elina ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Baik-baiklah, akan aku katakan ",, jawab Elina sambil tertawa, ketika melihat wajah sebal dari Gilbert.


" Sebelum aku menjawab, apakah kamu sudah melihat ke arah kakimu?? ",, tanya Elina lagi kepada Gilbert.

__ADS_1


Gilbert yang mendengar pertanyaan dari Elina, dia langsung saja menundukkan kepalanya untuk melihat ke arah kakinya.


Dan Gilbert semakin merasa marah saja, ketika melihat ke sepuluh kuku jari kakinya berwarna hijau dan itu pun tidak rata serta belepotan sana sini.


" Astaga!! ",, kata Gilbert merasa geli sendiri melihat jari kakinya.


" Cepat Elina katakan siapa yang sudah membuatku begini!! ",, kata Gilbert lagi kepada Elina.


" Itu, si Alva yang sudah berani mengecat kuku kaki kamu ",, jawab Elina sambil menata kembali semua piring di atas meja.


" Alva?? ",, tanya Gilbert kepada Elina.


" Iya, keponakan tersayang kamu itu yang berani melakukannya Gilbert ",, jawab Elina kepada Gilbert.


Gilbert tanpa banyak berbicara, dia langsung berbalik badan meninggalkan Elina entah ke mana.


" Aku tebak dia akan mencari Alva, tapi mana berani dia memarahi Alva ",, kata Elina sambil tertawa geli sendiri sendiri.


Gilbert yang sudah melewati pintu gerbang milik Pietro, dia langsung melihat semua anak buah sedang manahan suara tawa kepadanya.


Begitupun tadi, ketika dia melewati para anak buahnya sendiri sebelum sampai di rumah Pietro, para anak buahnya juga sedang manahan suara tawanya.


" Alvaaaaaa!!! ",, teriak Gilbert sambil memanggil nama Alva.


Semua orang yang sudah terbangun dari tidurnya, langsung pada tertawa ketika melihat penampilannya Gilbert yang seperti itu.


" Ada apa dengan alis matamu dan juga kuku-kukumu Gilbert?? ",, tanya Kak Ivar sambil tertawa.


" Ini semua ulah anak Kakak ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


" Alva?? ",, tanya Kak Ivar kepada Gilbert.


" Iya, siapa lagi anak Kakak ",, jawab judes dari Gilbert kepada Kak Ivar.


" Jika Kakak tahu Alva sedang mengecat kamu, Kakak akan menyuruhnya untuk mengecat seluruh tubuhmu saja, bukan cuma alis sama kuku-kuku kamu itu ",, kata Kak Ivar sambil tertawa lagi.


" Ayah sama anak, sama-sama menyebalkan!! ",, kata Gilbert sambil langsung berlalu masuk lebih dalam lagi.


Melihat Gilbert merasa sebal, Kak Ivar dan yang lainnya yang sedang berada di ruang tamu rumah si Pietro, malah langsung tertawa lagi.


" Alvaaaaa ",, panggil Gilbert sambil mencari Alva.


Ketika Gilbert semakin masuk lagi ke dalam rumah untuk mencari Alva, dia tidak sengaja berpas-pasan dengan Isandro, adik bungsunya Agnes.


" Noh, Alva ada di sana Kak Gilbert ",, kata Isandro kepada Gilbert.

__ADS_1


" Di mana?? ",, tanya Gilbert kepada Isandro.


" Di dalam kandangnya si King ",, jawab Isandro kepada Gilbert.


Gilbert pun langsung berlalu dari hadapan Isandro tanpa mengucapkan kata terimakasih, karena dia ingin segera mencari Alva.


" Rupanya di sini setan kecilnya Paman Gilbert ",, kata Gilbert ketika sudah melihat Alva sedang memberi makan si King.


Alva yang melihat kedatangannya Gilbert, dia langsung saja tertawa tanpa dosa melihat wajah si Gilbert karena ulahnya.


" Jangan tertawa kamu Alva, ayo sini, akan Paman hukum kamu ",, kata Gilbert kepada Alva.


" Tidak mau Paman, salah sendiri ketika Alva bangunkan tidak bangun-bangun ",, jawab Alva kepada Gilbert.


" Paman marah ini lho Alva ",, kata Gilbert kepada Alva


" Biar saja wleeek ",, jawab Alva sambil memeletkan lidahnya.


Agnes yang tidak sengaja lewat di dekat kandang si King, dia pun merasa penasaran dengan Gilbert yang terlihat marah kepada anaknya.


Agnes pun lalu mendekati Gilbert dan langsung tertawa, ketika melihat wajah Gilbert yang alisnya berwarna hijau.


" Ada apa dengan alis kamu Gilbert?? ",, tanya Agnes kepada gilbert.


" Oh, astaga, kuku tangan dan kaki kamu lihatlah, hahahaha ",, kata Agnes lagi ketika sudah melihat ke semua kuku milik Gilbert.


" Ini semua gara-gara anak Kakak itu, dan kalian semua menyebalkan!! ",, kata Gilbert sambil langsung berbalik badan untuk kembali ke rumahnya lagi.


Agnes masih saja tertawa melihat Gilbert pergi dengan wajah sebal, begitupun dengan Alva yang tidak peduli sama sekali dengan kemarahan dari sang Paman.


Gilbert tidak berubah sama sekali sifatnya, walau dia sudah mempunyai seorang istri dan akan segera mempunyai seorang anak.


Namun justru itulah yang membuat Gilbert menjadi mudah di kenali oleh semua orang dan mudah dalam mencari teman.


Sedangkan beralih ke dalam kamar si Pietro.


Pietro yang sedang melepaskan ikatan lakban yang melilit roketnya, dia sedikit kesusahan.


Karena ternyata, Molly melilitkan lakban tersebut sangat banyak sekali, hingga membuat rambut-rambut halus yang ada di sekitar roket milik Pietro, menjadi ikut menempel semua.


Alhasil, ketika Pietro mencoba melepaskan lilitan lakban itu, banyak sekali rambut bawah miliknya, ikut terlepas karena menempel semua di lakban tersebut.


" Astaga, pagiku sudah di buat susah oleh istriku sendiri!! ",, gerutu Pietro ketika sudah bisa melepaskan lilitan lakban tadi.


Setelahnya, Pietro pun berlalu turun dari atas ranjang untuk menuju ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2