
Ke dua tangan Tuan Frederico sengaja Pietro potong sampai di atas sikunya, itu semua adalah permintaan dari Neo yang sangat menginginkan hal itu terjadi.
Neo sengaja meminta itu kepada Pietro, karena dari tangan itulah Tuan Frederico menerima suap dari para Keluarga yang berani membayar mahal dirinya.
Senyum kepuasan terlihat di wajah Neo, dan dia juga sangat senang sekali, mendengar suara teriakan memilukan dari Tuan Frederico menggema di dalam gedung kosong yang di datanginya.
Sambil tersenyum miring, Neo pun lalu mengalihkan pandangannya ke arah Tuan Owen, yang sedang terbengong memandang Tuan Frederico yang baru saja di eksekusi oleh Pietro.
" Bagaimana Tuan Owen, apakah anda akan merasa takut melihat adegan yang menyenangkan ini?? ",, kata Neo kepada Tuan Owen.
" Saya rasa tidak, karena anda kan memang sangat menyukai kekerasan seperti ini ",, lanjut lagi perkataan Neo kepada Tuan Owen.
" 6471n94n kamu Neo, lepaskan saya!! ",, kata Tuan Owen kepada Neo.
Neo hanya mengejek saja dengan senyumannya, ketika dia mendengar perkataannya Tuan Owen kepadanya.
" Ayo, lanjut lagi Tuan Roderick, saya sungguh sangat ketagihan sekali melihat tangisan pilu dari hakim yang tidak bisa menegakkan keadilan itu ",, kata Neo kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Neo, dan Pietro lalu berjalan ke arah ke dua kaki Tuan Frederico.
" Jangan, no,!! tolong jangan potong ke dua kaki saya!! ",, kata Tuan Frederico memohon kepada Pietro.
" Terlambat Tuan Frederico, nikmatilah hidup anda saat ini yang hanya tinggal hitungan menit saja!! ",, kata Neo kepada Tuan Frederico.
Dan crash, darah langsung mengucur deras juga dari ke dua kaki Tuan Frederico yang sengaja Pietro potong sampai di atas pahanya.
Teriakan memilukan dari Tuan Frederico pun langsung menggema lagi di dalam ruangan gedung kosong tersebut.
" Saya puas, dan saya sangat senang sekali melihatnya, hahahahahahaha!! ",, kata Neo kepada Tuan Frederico sambil tertawa terbahak-bahak.
Tuan Frederico belum mati juga, walau dia sudah tidak mempunyai ke dua tangan dan ke dua kakinya.
Dan ketika Tuan Frederico tidak kuat menahan rasa sakit yang di rasakannya itu, dia pun akhirnya pingsan dalam keadaan darah yang terus keluar dari potongan ke dua tangan dan ke dua kakinya.
Mungkin memang maksud Neo seperti itulah, membiarkan Tuan Frederico menderita dan mati dengan sendirinya kehabisan darah yang keluar dari potongan ke dua tangan dan juga kakinya.
" Sekarang giliran anda Tuan Owen, mari kita bersenang-senang ",, kata Neo kepada Tuan Owen.
__ADS_1
Pietro lalu menyuruh para anak buahnya untuk membawa Tuan Owen ke atas lantai dan di ikat sama seperti Tuan Frederico tadi.
Memberontak pun percuma, karena Neo maupun Pietro tidak merasa kasihan sama sekali dengan Tuan Owen.
Hanya kata hujatan demi hujatan yang terus di lontarkan oleh Tuan Owen kepada Neo dan Pietro.
" Ternyata seperti ini rasanya merasakan kepuasan melihat semua musuh kita menderita, sangat menyenangkan sekali ",, kata Neo yang masih di dengar jelas oleh Pietro dan Tuan Owen.
Pietro hanya diam saja tidak menanggapi perkataan yang baru saja di katakan oleh Neo tadi.
Dia memilih mengambil dan menyiapkan alatnya yang untuk mengeksekusi Tuan Owen.
" 6471n94n, 63r3n953k kamu Neo, saya bersumpah akan membalas semua perbuatan kamu ini kepadaku!! ",, kata Tuan Owen kepada Neo.
" Jangan lupakan jika sayalah yang juga sudah menyuruh Tuan Roderick untuk membunuh Sam Tuan Owen ",, jawab Neo kepada Tuan Owen.
Mata Tuan Owen langsung terbelalak lebar, ketika mendengar perkataan Neo yang ternyata dialah yang sudah membunuh anaknya.
" Kurang 474r kamu Neo, 63d364h,!! lepaskan saya!! ",, kata Tuan Owen kepada Neo.
Neo hanya tersenyum miring dengan wajah menyebalkannya mendengar perkataan dari Tuan Owen tadi.
" Apakah sudah bisa di mulai Tuan Neo?? ",, tanya Pietro kepada Neo.
" Silahkan Tuan Roderick ",, jawab Neo kepada Pietro.
Neo pun langsung memilih duduk di kursi yang tadi untuk mengikat Tuan Owen dan Tuan Frederico.
Mata Tuan Owen sangat ketakutan sekali, melihat Pietro mengambil pisau yang lebih besar lagi dari yang pertama tadi.
" Ampun tuan, tolong lepaskan saya, dan saya berani membayar mahal anda, kalau anda mau melepaskan saya ",, kata Tuan Owen kepada Pietro.
" Seperti itulah yang Sam, anak anda katakan kepada saya Tuan Owen ",, kata Pietro kepada Tuan Owen.
" Saya bukan tipe orang pengkhianat, karena saya benci orang yang suka berkhianat ",, kata Pietro lagi kepada Tuan Owen.
" Jadi, jangan harap saya akan mengabulkan permintaan anda tadi Tuan Owen ",, lanjut lagi perkataan Pietro kepada Tuan Owen.
__ADS_1
" Jangan Tuan, saya mohon ",, kata Tuan Owen memohon kepada Pietro.
" Ok, dengan senang hati saya akan mengabulkan keinginan anda Tuan Owen ",, jawab Pietro kepada Tuan Owen.
Tuan Owen sudah merasa sedikit senang mendengar perkataannya Pietro.
Akan tetapi ternyata dugaannya salah besar, Pietro setelah berkata seperti itu, dia langsung saja mengayunkan pisau besarnya itu ya bisa di bilang hampir mirip dengan parang atau samurai, langsung dia tebaskan di perut Tuan Owen.
Dan kita sudah tahu sendiri, bagaimana keadaan dari Tuan Owen, badan dia pun langsung terbelah menjadi dua bagian.
Serta jangan lupakan darah yang mengucur deras dari potongan tubuh tersebut, dengan mata Tuan Owen yang melotot dengan sangat lebar sekali, karena sedang merasakan kesakitan yang teramat sakit sekali di bagian perutnya.
Dan tidak lama, Tuan Owen pun menghembuskan nafasnya yang terkahir untuk menghirup udara segar di bumi ini.
Nyawa dari Tuan Owen yang melayang, Pietro melihatnya dengan sangat jelas sekali.
Senyum miring terpatri di bibir Pietro, sambil melihat nyawa Tuan Owen yang sedang terbang di atasnya.
Neo pun sangat-sangat merasa puas sekali, karena sekarang dendam yang memenuhi relung hatinya sudah terbayarkan dengan kekejaman dari Pietro Roderick.
" Bereskan mereka berdua, dan ambil 0r94n dalam mereka jika masih bisa di gunakan ",, perintah Pietro kepada para anak buahnya.
" Baik Tuan Pietro ",, jawab serempak dari para anak buah tersebut kepada Pietro.
Pietro pun lalu melepaskan sarung tangannya yang di pakainya itu dan membuangnya di sembarang tempat.
Setelahnya, Pietro langsung berjalan menghampiri Neo yang sedang merasa sangat senang melihat kematian dari Tuan Owen.
" Pekerjaan saya sudah beres, mana imbalan saya Tuan Neo ",, kata Pietro kepada Neo.
" Jangan bermain-main dengan saya, karena jika anda ketahuan hanya mempermainkan saya, saya akan membuat anda lebih menderita dari mereka berdua ",, kata Pietro lagi kepada Neo.
" Anda tenang saja Tuan Pietro, semuanya sudah saya persiapkan, mari, kalau begitu kita keluar dulu dari dalam sini ",, jawab Neo kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Neo.
Dan akhirnya mereka berdua pun berlalu pergi dari dalam gedung kosong tersebut menuju ke dalam mobil milik mereka masing-masing.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...