
Kembali kerumah Pietro lagi, namun kita tidak akan langsung membahas Pietro dan Molly, namun membahas Greta terlebih dahulu.
Disaat Greta sedang terbang tidak tentu arah karena kebingungan sendiri bagaimana cara menyelamatkan Molly dari dalam rumah itu.
Tiba-tiba saja ada seseorang yang berani menimpuk dirinya menggunakan sesuatu dan tepat mengenai tubuhnya.
Greta langsung saja mengaduh kesakitan ketika dirinya baru saja ditimpuk tadi.
" Aduuuuuhhh ............... ",, kata Greta mengaduh kesakitan.
" Hei, keluar, siapa yang sudah berani menimpuk tubuhku!! ",, kata Greta kepada semua arwah yang ada disitu.
" Diantara kalian semua, siapa yang sudah berani menimpuk saya??!! ",, tanya Greta lagi kepada semua arwah yang sedang melihat kearahnya.
" Bukan saya, tapi anak kecil yang ada diatas pohon sana ",, jawab serempak dari semua arwah yang ada disitu, sambil menunjuk sebuah pohon besar yang letaknya cukup jauh dari rumah siPietro.
Greta langsung saja mengikuti arah tunjuk yang ditunjukkan oleh semua arwah yang ada disitu.
Setelahnya Greta langsung saja terbang kearah pohon besar tersebut untuk melihat sendiri secara langsung arwah siapakah yang sudah berani bermacam-macam dengannya.
Meninggalkan Greta yang sedang mencari tersangka penimpuk tubuhnya, sekarang kita akan membahas Molly bersama Pietro.
Molly terus-terusan mend354h keenakan ketika lidah dan bibir dari Pietro terus membasahi m155 ^ miliknya dari arah belakang.
" Aaaaaahh Tuan, aaaaaahhh, saya sudah tidak tahan ............. ",, kata Molly dengan tidak sadar.
Dan ketika Molly baru saja mengatakan hal itu, dia langsung saja mengeluarkan c41ran kenikmatannya karena ulah dari bibir Pietro tadi.
" Aaaaaaahhhhhh Tuaaaaannnnnn ",, d354h panjang dari Molly sambil memejamkan matanya sambil juga mencengkeram kuat seprai yang sedang dia pegang.
Dengan bersemangat dan menggebu, Pietro pun langsung membilas habis c41ran itu dengan air liurnya sendiri.
" Aaaahh rasanya gurih dan aku suka ",, kata Pietro sambil menepuk pa***t mulus milik Molly.
Nafas Molly sungguh sangat berantakan sekali, bahkan dia langsung saja ambruk keatas ranjang yang sedang menjadi tumpuannya itu.
" Sekarang kamu harus puaskan saya gadis kecil!! ",, kata Pietro kepada Molly.
Setelahnya Pietro langsung saja membalikkan paksa tubuh Molly untuk terlentang menghadap kearahnya.
" Ampun Tuan, saya takut hamil Tuan,.......... Tuan sudah pernah mengeluarkan milik anda didalam rahim saya ",, kata Molly kepada Pietro dengan sangat ketakutan sekali.
__ADS_1
" Saya tidak peduli, yang penting kamu sekarang harus memuaskanku!! ",, kata Pietro dengan sangat tegas sekali kepada Molly dan dia langsung saja duduk diatas dada Molly.
Dan tidak memberi Molly kesempatan untuk membantah perkataannya, Pietro langsung saja memasukkan roket jumbonya kedalam mulut Molly dengan secara paksa.
Molly sangat gelagapan sekali ketika roket jumbo milik Pietro memenuhi rongga mulutnya.
Bahkan Molly hampir tersedak terus menerus karena ulah dari Pietro yang sedang mencoba mengeluar masukkan roketnya itu kedalam mulut Molly.
" Aaaaahh bibir kamu sangat lembut sekali, aaaahh enaknya ",, kata Pietro sambil memejamkan matanya menikmati bibir Molly yang sedang berada diroket miliknya.
" Ammmpponnn Tuooonn, akoo dak tohaan ",, kata Molly kepada Pietro dengan suara yang tidak jelas karena roket Pietro terus dikeluar masukkan kedalam mulutnya.
Pietro yang merasa sedikit kasihan kepada Molly, karena Molly sering tersedak daritadi karena ulahnya, akhrinya Pietro langsung saja bangkit dari atas tubuh Molly untuk segera menuntaskan h45rat liarnya itu.
Molly akhirnya bisa langsung bernafas dengan lega ketika Pietro sudah bangkit dari atas dadanya.
Dan dikira Molly sudah selesai, namun ternyata dugaannya salah............
Pietro tanpa sepersetujuan dari Molly, dia langsung saja mengangkat kedua kaki Molly untuk dia naikkan keatas pundaknya.
" Tuan, apa yang ingin anda lakukan kepada saya??!!, tolong lepaskan kaki saya Tuan........ ",, kata Molly mencoba memberontak kepada Pietro.
Seberapa besar apapun tenaga yang Molly keluarkan untuk melawan Pietro tetap saja dia akan kalah, karena tenaga Molly tidak sebanding dengan tenaga yang Pietro miliki.
Pietro tidak mempedulikan perkataan dari Molly tadi, dan akhirnya dia bisa juga memasukkan roketnya lagi kedalam m155 ^ milik Molly dengan posisi kedua kaki Molly berada dipundak Pietro.
" Aaaaahhhhhhhhh, sakit...... ",, kata Molly ketika dia sudah dimasukki lagi oleh Pietro.
Namun rasa sakit yang dirasakan oleh Molly tidak sesakit yang pertama, walau Molly masih juga merasakan rasa sakitnya.
" Aaaaahhhh, aaaaaahhhhhh, enaknya ",, d354h keenakan dari Pietro sambil mengeluar masukkan roket jumbonya dengan teratur.
" Aaaaaaaaahhhh ",,, suara merdu juga dari Molly ketika Pietro terus menggesekkan roket jumbonya kedalam m155 ^ miliknya.
" Milik kamu sangat membuat candu untukku ",, kata Pietro kepada Molly.
Tanpa sadar walau Molly masih merasakan rasa sakit dibagian m155 ^nya, tapi dia sedikit menikmati permainan yang sedang Pietro lakukan kepadanya.
Dan ketika Pietro sudah cukup lama dengan posisi seperti itu dengan Molly, Pietro langsung saja menurunkan kedua kaki Molly kebawah dengan posisi roket miliknya masih menancap sempurna digalaksi terdalam milik Molly.
Tubuh kecil Molly seperti tenggelam oleh tubuh besar yang dimiliki oleh Pietro ketika Pietro berada diatas tubuhnya Molly.
__ADS_1
Pietro memeluk erat tubuh Molly dengan begitu mesranya, dan untuk Molly sendiri dia pun juga tanpa sadar memeluk punggung kokoh milik Pietro sambil memejamkan matanya.
Pietro yang sedang memeluk Molly tidak sengaja melihat mata indah milik Molly sedang terpejam dengan mulut yang sedikit terbuka.
Dan entah ada angin apa, Pietro sangat tertarik sekali dengan bibir tipis pink alami milik Molly.
Tanpa diduga oleh Molly, dia dibuat sedikit terkejut ketika bibirnya seperti dicium sesuatu.
Disaat Molly membuka matanya, dia langsung saja melihat ternyata bibirnya sedang dicium oleh Pietro.
Mata mereka saling mengunci, dengan bibir yang saling menempel, dan jangan lupakan bagian tersensitif mereka yang ada dibawah juga masih bekerja seperti tadi.
Pietro yang melihat Molly hanya diam saja ketika dia mencoba mencium bibirnya, alhasilnya Pietro mencoba m3lum4t dan mencum6u bibir Molly dengan begitu lembut.
Dan sepertinya Molly begitu terbuai dengan ciuman yang Pietro berikan kepadanya, hinga tanpa sadar lama-kelamaan Molly mencoba membalas ciuman bibir yang diberikan oleh Pietro dengan keadaan roket milik Pietro masih menggesek-gesek m155 ^nya dengan semakin kencang saja.
Senyum tipis dari bibir Pietro terpatri ketika dia merasa Molly membalas ciumannya.
Sambil menatap wajah cantik dari Molly yang sedang memejamkan matanya, Pietro terus semakin menggebu saja dalam mencum5u bibir Molly dan menggerakkan roketnya didalam m155 ^ milik Molly.
Hingga tiba-tiba Pietro melepaskan ciuman bibirnya dengan Molly dan ternyata Pietro akan sampai pada puncak kejayaannya.
Dan akhirnya keluarlah c41ran roket milik Pietro yang sedang melesat sangat jauh sekali kedalam galaksi terdalam milik Molly.
Pietro yang sudah melepaskan c41ran roketnya kedalam galaksi milik Molly, dia langsung saja ambruk menindih badan Molly dengan nafas yang sangat tersengal-sengal sekali.
Belum genap satu hari Molly tinggal dengan Pietro, dia sudah dij4m4h ole Pietro sebanyak tiga kali.
Sungguh begitu besar sekali n4f5u liar dari Pietro ketika melihat tubuh indahnya Molly, hingga membuat Molly sangat kewalahan karena ulah siPietro.
Disaat Pietro sedang berada diatas tubuh dari Molly sambil menyandarkan kepalanya diatas pudak Molly untuk menikmati aroma keringatnya Molly.
Tiba-tiba saja telinga dari Pietro mendengar suara ketukan pintu dan suara dari Kakak tertuanya, yaitu Kak Ivar.
Baik Molly dan Pietro yang mendengar suara ketukan pintu serta suara seseorang yang sedang memanggil-manggil nama Pietro.
Mereka berdua langsung saja saling pandang, namun dalam keadaan Pietro masih berada diatas tubuh Molly dengan roket jumbo milik Pietro masih parkir sempurna diarea parkir goa terdalamnya Molly.
...π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯...
Haishhh Kak Ivar sudah datang disaat Pietro masih enak-enak sama Mollyπππ€.
__ADS_1
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
...***TBC***...