KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
TUAN OWEN


__ADS_3

Arwah melayang yang lepas dari raganya, saat ini Pietro melihatnya dengan sangat jelas sekali.


Walau melihat, Pietro hanya tersenyum miring sambil terus mengerjakan pekerjaannya yang sedang memotong-motong tubuh Sam menjadi beberapa bagian.


Sebelum memotongnya, Pietro sudah mengambil lebih dahulu semua 0r94n dalam milik Sam, dari paru-paru, ginjal, jantung dan juga hati yang semuanya masih bagus.


Sebab memang Sam sangat menjaga sekali pola hidupnya untuk tidak mengkonsumsi makanan serta minuman yang tidak bagus untuk tubuh.


Di sisi lain, tepatnya di Perusahaan milik Keluarga Naaman, yaitu Tuan Owen Naaman Papa kandungnya Sam, dia yang ingin membahas proyek penting dengan sang anak pun mencoba bertanya kepada sekretarisnya.


" John, bagaimana dengan proyek yang sedang kita tangani, apakah kamu sudah menyiapkan semua berkas-berkasnya?? ",, tanya Tuan Owen kepada sekretarisnya.


" Sudah Tuan ",, jawab John kepada Tuan Owen.


" Ayo bawa semua berkas-berkasnya, saya ingin membahasnya bersama Sam di ruangannya ",, kata Tuan Owen kepada John.


" Baik Tuan ",, jawab John kepada Tuan Owen.


Tuan Owen dan John pun langsung berlalu menuju ke ruang kerja milik Sam yang cuma berbeda satu lantai dengan ruangan Tuan Owen.


Sesampainya di depan ruang kerjanya Sam, sekretarisnya Sam pun langsung menyapa Tuan Owen.


" Siang Tuan Owen, apakah anda ingin bertemu dengan Tuan Sam?? ",, sapa dari sekretaris Sam kepada Tuan Owen.


" Iya, apakah dia ada di dalam?? ",, tanya Tuan Owen kepada sekretaris tersebut.


" Tuan Sam sejak jam sepuluh pagi tadi pergi dari kantor Tuan dan belum kembali sampai sekarang ",, jawab sekretaris Sam kepada Tuan Owen.


" Apa kau tahu di mana dia pergi?? ",, tanya Tuan Owen lagi.


" Tidak Tuan, Tuan Sam cuma berkata ingin mencari udara sebentar di luar ",, jawab sekretaris itu kepada Tuan Owen.


" Baiklah, jika Sam sudah pulang suruh dia untuk menemui saya ",, kata Tuan Owen lagi.


" Baik Tuan '',, jawab sang sekretaris kepada Tuan Owen.


Tuan Owen bersama John setelahnya berbalik badan untuk kembali lagi ke ruang kerjanya lagi, namun ketika Tuan Owen baru saja masuk ke dalam lift, ponsel miliknya berdering dan juga bergetar.


Ternyata itu bukan panggilan masuk, melainkan sebuah pesan masuk yang di kirimkan ke dalam ponselnya dari nomor yang tidak di kenalnya.


" Selamat menderita Tuan Naaman ",, pesan singkat yang di kirimkan oleh seseorang kepada Tuan Owen.


Tidak cuma sebuah pesan singkat saja, melainkan juga sebuah video tentang keadaan Sam saat ini yang sudah sangat mengenaskan sekali.

__ADS_1


Semua itu yang mengirimkan adalah Neo dari nomornya yang lain, dan video itu Neo dapatkan dari Pietro tadi yang menyuruh anak buahnya untuk merekam keadaannya Sam.


Terkejut,?? tentu saja Tuan Owen sangat terkejut sekali melihat video tersebut.


Tuan Owen bahkan sampai melototkan matanya seperti ingin keluar dari tempatnya.


" John cari tahu siapa yang sudah mengirimkan video ini kepada saya!! ",, kata Tuan Owen kepada John.


" Baik Tuan, astaga,?? apakah ini Tuan Sam?? ",, kata John sangat terkejut.


" Saya tidak akan percaya sebelum saya melihat sendiri di depan mata saya ",, jawab Tuan Owen kepada John.


John pun memilih diam saja tidak berani menanggapi perkataan dari atasannya itu.


Dan kembali lagi ke markasnya Pietro.


Arwah Sam berteriak-teriak sambil terus menghujat Pietro yang sudah memotong-motong tubuhnya.


" D454r 6471n94n kamu!! ",, hujat arwah Sam kepada Pietro.


" Ya, itulah nama saya Tuan Naaman ",, jawab santai Pietro kepada arwah Sam.


Setelah menjawab perkataan Sam, Pietro langsung memanggil anak buahnya untuk mendekat ke arahnya.


" Bawa semua potongan kaki ini ke rumah saya, dan berikan kepada King ",, perintah Pietro kepada anak buahnya.


" Dan yang lainnya urus ini semua, saya ingin menghubungi Tuan Neo terlebih dahulu ",, kata Pietro lagi kepada semua anak buahnya.


" Baik Tuan Pietro ",, jawab serempak dari para anak buah kepada Pietro.


Pietro lalu beranjak berdiri dari duduknya sambil melepaskan sarung tangannya untuk menghubungi Neo terlebih dahulu.


Dan Neo yang sedang di hubungi oleh Pietro, dia langsung segera mengangkat panggilannya.


" Halo Tuan Roderick ",, kata Neo kepada Pietro.


" Untuk masalah Sam, sudah saya membereskannya, tinggal Ayahnya dan juga hakim itu Tuan Neo ",, kata Pietro kepada Neo.


" Iya Tuan Roderick, sungguh saya merasa sangat puas sekali melihat keadaan Sam yang sekarang udah mampu5 itu ",, jawab Neo kepada Sam.


" Sekarang bagaimana mayat dari Sam itu Tuan Neo, apakah harus saya buang, atau anda ingin mengirimkannya kepada Ayahnya ",, tanya Pietro kepada Neo.


" Saya mempunyai rencana lainnya Tuan Roderick ",, jawab Neo kepada Pietro.

__ADS_1


" Katakan ",, kata Pietro.


" Tolong kirimkan saja mayat Sam kepada Ayahnya dan juga secara bersamaan tolong kirimkan surat peringatan kepada hakim tersebut supaya Tuan Naaman serta hakim itu bisa anda bunuh secara bersamaan ",, kata Neo kepada Pietro.


" Saya ingin anda membunuh mereka secara bersamaan dan melihatnya sendiri, apakah anda bisa mengabulkan permintaan saya Tuan Roderick?? ",, kata Neo lagi kepada Pietro.


" Ok, itu hal mudah bagi saya ",, jawab Pietro kepada Neo.


Pietro lalu menyebutkan sebuah alamat kepada Neo yang terletak sangat jauh sekali dari kota dan berada sedikit di dekat dengan sebuah hutan.


Dan Neo yang mendengar alamat tersebut, dia langsung saja menyetujuinya, serta langsung bersiap-siap ingin segera datang ke tempat yang di tuju.


Setelahnya, sambungan telepon mereka pun terputus juga.


Ketika sambungan telepon itu sudah terputus, Pietro lalu mencoba menghubungi nomor Tuan Owen yang sudah di kirimkan oleh Neo tadi ke ponselnya.


" Segeralah pulang ke rumah anda, karena saya memberikan kejutan istimewa untuk anda ",, kata Pietro kepada Tuan Owen.


Pietro tanpa menunggu jawaban terlebih dahulu dari Tuan Owen, dia langsung segera mematikan sambungan telepon tersebut.


Dan Tuan Owen yang mendapatkan teror dari Pietro, dia tentu saja langsung bergegas untuk pulang ke rumah mewahnya.


Sesampainya di rumah mewahnya sekitar sepuluh menit lamanya, Tuan Owen langsung mendapatkan sebuah peti yang cukup besar yang di letakkan begitu saja di depan pintu gerbangnya.


Para anak buah yang berjaga di depan pintu gerbang, mereka tentu saja langsung membawa masuk peti tersebut untuk di berikan kepada Tuan Owen.


Namun alangkah terkejutnya Tuan Owen ketika dia sudah membuka peti tersebut ternyata isinya potongan tubuh anaknya yang sudah di cincang-cincang oleh Pietro.


" Saaaaaaaaaaaaamm!!! ",, teriak super keras sekali melihat anak kesayangannya mati dengan sangat mengenaskan sekali.


Sang istri yaitu Mama kandungnya Sam yang mendengar teriakan dari suaminya, dia pun mencoba ikut mengintip peti tersebut.


Mamanya Sam pun langsung pingsan karena melihat keadaan sang anak yang sungguh membuatnya tidak bisa tidur sepanjang umurnya.


Dan untuk arwah Sam sendiri yang juga berada di situ, dia langsung menangis melihat ke dua orang tuanya sedang menangisi tubuhnya yang sudah tidak berbentuk lagi.


" Akan aku bunuh dengan sama kejamnya orang yang sudah menghabisi anakku Sam!! ",, tekad kuat dari Tuan Owen ketika sudah membaca sebuah surat yang terlampir di atas peti tadi.


Di surat itu juga tertera sebuah alamat, jadi tidak mau menunggu waktu lama lagi, Tuan Owen langsung menuju ke alamat tersebut bersama para anak buah yang dia punya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2