KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PERHATIAN


__ADS_3

Membahas Kak Ivar sebentar, ketika Kak Ivar sudah berada didalam mobilnya dia langsung saja mengendarai mobilnya untuk segera mencari sebuah Gereja terdekat sambil mencoba menelfon adik bungsunya yaitu Gilbert.


Gilbert yang sedang sibuk membaca dokumen yang ada diatas meja kerjanya, dia langsung saja mengangkat sambungan telefon dari sang Kakak.


" Halo Kak ",, kata Gilbert ketika sudah mengangkat sambungan telefon dari Kak Ivar.


" Ibet, carikan Kakak sebuah Gereja dan Pendeta untuk menikah sekarang ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Apaaaaaaaaaa!!!.............. ",, teriak dari Gilbert kepada Kak Ivar karena terkejut.


Sungguh Gilbert sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Kak Ivar, sebab Gilbert mengira jika yang akan menikah adalah Kak Ivar bukannya Pietro.


" Cepat carikan, tidak perlu berteriak seperti itu membuatku tambah pusing saja, dan nanti jika sudah menemukan gerejanya, segera hubungi Kakak ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Tunggu-tunggu dulu, Kakak mencari gereja dan Pak Pendeta untuk apa??, Kakak itu sudah menikah dengan Kak Agnes, jangan bilang jika Kakak ingin menikah lagi ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Kakak tidak bisa menjelaskan kepada kamu sekarang Gilbert, cepat carikan saja apa yang Kakak minta, karena Kakak sekarang ingin mencari gaun pengantin untuk mempelai wanitanya ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Iya-iya akan Gilbert carikan sekarang ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


Setelahnya sambungan telefon mereka terputus juga.


" Kak Ivar mau menikah lagi, awas saja aku akan laporkan ini kepada Kak Agnes ",, kata Gilbert sambil berbicara sendiri.


" Tapi sebelum itu aku mau mencari gereja dulu ",, kata Gilbert lagi pada dirinya sendiri.


Setelahnya Gilbert langsung berlalu keluar dari dalam ruang kerjanya untuk mencari sebuah Gereja seperti perintah dari sang Kakak.


Sedang Kak Ivar ketika sudah selesai menelfon Gilbert, dia mencoba menuju kesebuah butik untuk membeli gaun pengantin dan jas pengantin untuk adik O0nnya itu.


" Sungguh aku mempunyai dua adik yang sangat merepotkanku sekali, huuuuhh.......... sabar ",, kata Kak Ivar mengeluh tentang Pietro dan juga Gilbert.


Sedang kembali kerumah Pietro lagi.


Saat ini Pietro sudah selesai mandi, bahkan dia sudah berganti baju dan celana baru, sedangkan celana yang dipakainya tadi sudah dia buang seperti biasanya.


Semua anak buah dari Pietro pun juga sudah pada berdatangan dirumahnya sejak tadi.


Namun mereka tidak masuk kedalam rumah, melainkan langsung membereskan mayat dari kedua pemburu tadi yang sudah dipotong-potong oleh Pietro.


Berbicara tentang jasad dari kedua pemburu tadi yang sudah dieksekusi oleh Pietro.

__ADS_1


Arwah dari kedua pemburu tadi pun mereka berdua menyaksikan sendiri bagaimana kejamnya Pietro memotong dan mengeksekusi tubuh mereka.


" Kalian lihat sendiri kan??, bagaimana kejamnya sang King psikopat itu?? ",, kata salah satu arwah kepada kedua pemburu itu yang sedang menyaksikan tubuhnya sedang dipotong-potong oleh Pietro.


Arwah kedua pemburu itu hanya diam saja, tidak mempedulikan perkataan dari arwah yang sedang mengajaknya berbicara.


Ketika Pietro memotong-motong tubuh mereka, kedua arwah dari pemburu itu merasa sangat marah, benci dan ingin membalas perbuatan dari Pietro juga.


Tapi sayang, mereka berdua tidak bisa melakukan apa pun, sebab mereka tidak bisa menyentuh Pietro sama sekali.


" Andai tadi kamu mendengarkanku teman, pasti saat ini kita masih hidup, dan jasad kita kalau pun meninggal masih utuh ",, kata pemburu B kepada pemburu A.


Pemburu A tidak bisa menjawab perkataan dari pemburu B, sebab itu memang kesalahannya yang sudah menyuruh dan mengajak pemburu B untuk ikut masuk kedalam rumah siPietro.


Dan disaat para anak buah siPietro mengambil serta membereskan potongan tubuh jasad mereka, arwah dari kedua pemburu itu mengikuti kemana jasad mereka berdua dibawa pergi oleh para anak buah siPietro.


Mereka berdua ingin tahu, akhir dari tubuh mereka yang sudah dipotong-potong seperti itu oleh Pietro.


Sedang Pietro sendiri yang sudah berganti baju dia langsung keluar dari dalam kamar untuk menemui Molly.


Disaat Pietro sudah sampai diruang Keluarga rumahnya, dia melihat Molly sedang tidur meringkuk diatas shofa rumahnya dengan masih ada sisa-sisa air mata diwajahnya.


" Dia tidur?? ",, kata Pietro sambil melihat kearah wajah Molly.


Dan ketika Pietro sudah masuk kedalam kamar, ternyata dia ingin membersihkan kamarnya, terlebih dia ingin mengganti sprei serta selimut miliknya dengan yang baru.


Setelah beberapa menit membereskan kamarnya, akhirnya kamarnya bersih dan rapi seperti semula.


" Beres....... ",, kata Pietro ketika sudah membereskan kamarnya.


Kemudian Pietro keluar lagi dari dalam kamar untuk menghampiri Molly yang masih tertidur diatas shofa.


Tanpa banyak berbicara Pietro langsung menggendong Molly ala bridalstyle untuk dia pindahkan kedalam kamarnya.


Namun Molly yang sedang tertidur, dia sedikit terkejut sekali, ketika tubuhnya tiba-tiba saja merasa melayang, dan ketika Molly membuka mata alangkah terkejutnya dia langsung melihat wajah Pietro begitu dekat sekali dengannya.


" Sa......... saya mau dibawa kemana Tuan ",, kata Molly kepada Pietro.


" Diamlah ",, hanya itu jawaban dari Pietro yang diberikan kepada Molly.


Moly akhirnya diam saja sambil terus mengeratkan pegangannya ketubuh Pietro supaya dia tidak terjatuh dari gendongannya Pietro.

__ADS_1


Dan ternyata Pietro membawa Molly kedalam kamarnya.


Sesampainya didalam kamar, Pietro langsung menaruh Molly diatas ranjangnya yang sudah bersih dan rapi tadi.


" Tidurlah disini ",, kata Pietro dengan suara lembut kepada Molly.


Molly sampai tertegun ketika mendengar Pietro bisa berbicara selembut itu kepadanya.


Setelah itu entah mau kemana lagi siPietro dia langsung saja keluar lagi dari dalam kamarnya.


Molly yang ditinggal pergi oleh Pietro, dia mencoba memejamkan matanya untuk mengistirahatkan badannya sekaligus sambil terus menahan rasa sakit dipergelangan tangannya.


Pietro yang keluar lagi dari dalam kamarnya, ternyata dia ingin menyuruh anak buahnya untuk membereskan juga ruang pengobatannya, sekaligus menata baju serta pakaian milik Molly yang berantakan disitu.


Dan Pietro yang juga ikut masuk kedalam ruang pengobatannya, dia sekaligus ingin mengambil ramuan yang tadi sudah buatnya untuk diberikan dipergelangan tangannya Molly.


Molly yang sedang tertidur, dia sedikit terganggu ketika merasa ranjang disebelahnya bergerak sendiri.


Disaat Molly membuka mata, ternyata Pietro sedang mencoba duduk diranjang sebelahnya.


" Mana tangan kamu yang terluka itu ..... ",, kata Pietro kepada Molly.


Dengan perasaan takut, Molly mendekatkan tangannya kearah Pietro.


Dan Pietro langsung saja mengolesi ramuan yang tadi sudah dibuatnya ketangan Molly yang sakit.


" Tidurlah....... biar lebih merasuk itu ramuan yang saya buat ",, kata Pietro dengan bernada dingin, tapi terlihat sekali jika dia sangat perhatian kepada Molly.


Molly langsung saja mencoba memejamkan matanya lagi, dan tanpa diduga olehnya, Pietro juga ikut tidur diranjang sebelahnya dan langsung memeluknya dengan sangat erat sekali.


Ada rasa yang tidak bisa Molly jelaskan didalam hatinya, ketika dia melihat sikap manis dari Pietro yang terlihat lucu seperti itu ketika tidur sambil memeluknya.


Dengan tidur beralaskan lengan siMolly, wajah Pietro terus dia dekatkan kedada Molly sambil memejamkan matanya.


" Aroma keringat dia sangat khas sekali ",, kata Pietro sambil mengusap-usapkan wajahnya ketubuh Molly.


Sedang Molly sendiri, dia merasa lucu dengan sikapnya Pietro yang seperti kucing sedang ingin bermanja kepada majikannya.


Senyum tipis pun tanpa sadar terpatri dibibir tipis milik Molly melihat Pietro yang sedang seperti itu kepadanya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2