KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KEBODOHAN PIETRO


__ADS_3

Molly sungguh sangat ketakutan sekali ketika tiba-tiba saja Pietro men71lat pipinya.


Dan Pietro sendiri dia masih diposisi yang sama memandang Molly dengan tatapan terbengongnya sambil mengedipkan matanya dengan lucu dikepalanya yang masih miring kekiri dan kekanan.


Sungguh wajah Pietro saat ini tidak ada kesan seramnya sama sekali, malah justru terlihat bodoh dihadapan Molly.


" Tu...... Tuan, Tuan mau apa??, jangan makan saya Tuan ",, kata Molly dengan suara bergetar karena ketakutan.


Pietro yang masih kurang yakin jika Molly seorang manusia, dia tiba-tiba saja langsung mengangkat Molly dengan mudahnya menggunakan kedua tangannya hingga kaki dari Molly melayang dari atas lantai.


Setelahnya Pietro langsung menggoyang-goyangkan tubuh Molly seperti mainan boneka.


" Aduuuh Tuan, sakit badan saya, dan kepala saya juga pusing ",, kata Molly kepada Pietro sambil menetralkan pandangannya yang sedikit kabur.


Pietro yang melihat wajah ketakutan dari Molly, dia langsung saja melepaskan Molly dengan asal, hingga membuat Molly jatuh terduduk diatas shofa lagi dengan cukup keras.


" Aduuuhhh.......... ",, kata Molly mengaduh kesakitan lagi.


Setelah itu Pietro langsung meninggalkan Molly untuk masuk kedalam rumahnya, membuat Molly semakin merasa bingung dan ketakutan dengan sikap sang Tuan yang sudah menolongnya.


Ketika Molly sedang mengusap bagian tubuhnya yang sakit, tiba-tiba Pietro keluar lagi dari dalam rumah sambil membawa sebuah parang yang sangat tajam sekali namun tidak terlalu panjang.


Fikir Pietro jika Molly bukanlah seorang manusia, pasti dia akan dengan mudah menumbuhkan lagi anggota badannya yang hilang.


Itulah mengapa Pietro sudah mengambil parangnya untuk dia memotong anggota tubuhnya Molly.


" Tu........ Tuan, mau apa??, janga bunuh saya Tuan ",, kata Molly kepada Pietro sambil mendekap tubuhnya dengan sangat ketakutan.


" Taruh tangan anda diatas meja ",, kata Pietro dengan nada dingin kepada Molly.


" Untuk apa Tuan, tolong jangan pot0ng tangan saya ",, kata Molly lagi yang terus memohon kepada Pietro.


" Taruh saya bilang!! ",, kata dingin dan tegas lagi dari Pietro kepada Molly.


Dengan bergetar dan sudah mengeluarkan air mata yang cukup deras Molly pun langsung saja menaruh kedua tangannya diatas meja didepannya.


Greta yang merasa perasaannya kurang enak dia langsung saja kembali masuk kedalam rumah siPietro.


Alangkah terkejutnya Greta ketika dia sudah masuk kedalam rumah dan melihat Pietro ingin memotong tangan siMolly.


" Molly cepat kabur, Molly cepaaaaatt!!! ",, kata Greta kepada Molly.


" Aaah panas sekali sih badanku ini, Molly cepat kabuuuuurr ",, kata Greta lagi kepada Molly.


Molly yang sedang sedih, takut dan juga terpojok dia sampai tidak bisa berfikir jernih dengan perkataan yang Greta ucapkan.

__ADS_1


" Aaaaaahhh, sakit ",, kata Greta lagi dan dia langsung saja kembali keuar dari dalam rumah siPietro.


" Rumahnya sangat panas sekali ",, kata Greta ketika sudah keluar dari dalam rumah siPietro.


" Bagaimana caranya aku menyelamatkan Molly ",, kata Greta lagi sambil terbang tidak tentu arah.


" Iya begitulah yang kami rasakan jika berada didalam rumah sang King, dan kamu kenapa sepertinya sedang gelisah seperti itu ",, sahut dari salah satu arwah laki-laki kepada Greta.


" Oh ya, apakah kalian semua juga sudah pernah mencoba masuk kedalam?? ",, tanya Greta kepada arwah yang masih lengkap sempurna badannya sepertinya.


" Sudah, bahkan salah satu dari teman kami ada yang ingin membalas dendam kepada Pietro karena sudah dibunuh, namun dia malah kepanasan ketika sudah masuk kedalam rumahnya, alhasil dia meleleh dan langsung musnah dari bumi ini ",, jawab arwah itu kepada Greta.


" Dan kamu belum menjawab pertanyaannyaku, kenapa kamu seperti sedang kebingungan?? ",, kata arwah laki-laki itu lagi kepada Greta.


" Teman manusiaku yang ada didalam sana, tangannya ingin dipot0ng oleh laki-laki itu, bagaimana ini?? ",, jawab Greta kepada arwah itu dengan nada yang sangat khawatir sekali untuk Molly.


" Sang King sangat kejam, dan mungkin teman manusia kamu tidak akan selamat, karena siapapun yang sudah bertemu dengannya dengan wajah Psikopatnya, jangan harap dia bisa menghirup udara segar ini lagi ",, jawab arwah itu kepada Greta.


" Kamu jangan menakut-nakutiku!! ",, kata Greta kepada arwah itu dengan sangat tegas sekali.


" Iya sudah kalau tidak percaya ",, jawab arwah itu lagi kepada Greta sambil ingin terbang meninggalkan Greta akan tetapi langsung dicegah oleh Greta.


" Tunggu.........!!, namaku Greta??, siapa nama kamu?? ",, kata Greta mengajak berkenalan dengan arwah laki-laki yang baru saja mengajaknya berbicara.


" Namaku Ansel ",, jawab arwah laki-laki itu kepada Greta sambil kembali terbang kesisi Greta lagi.


Pietro yang melihat Molly bisa mengeluarkan air matanya, dia langsung saja menaruh asal parangnya itu diatas lantai rumahnya.


Setelahnya Pietro langsung saja mendekat kearah Molly dan men71lat lagi kali ini air matanya Molly.


" Ini air mata seorang perempuan, tapi aku masih tidak yakin jika dia manusia?? ",, kata Pietro sambil menatap lekat kearah Molly.


" Tuan, apa yang ingin tuan lakukan kepada saya, kenapa daritadi anda men71lati wajah saya?? ",, kata Molly kepada Pietro dengan masih sangat ketakutan sekali.


Seperti tanpa dosa, Pietro malah langsung saja memegang buah dada milik Molly dengan jari telunjuknya, membuat Molly semakin ketakutan saja.


Karena Molly takutnya jika dia akan dip3rk054 oleh Pietro.


" Kenyal seperti jelly ",, kata Pietro lagi kepada Molly sambil terus menunjuk-nunjuk dadanya Molly.


Ketika Pietro sedang asik seperti itu, dan Molly sedang ketakutan dengan sikap Pietro, tiba-tiba saja ada seseorang yang langsung saja masuk kedalam rumah siPietro.


" Kakaaaaaak, aku datang, ini aku bawakan ma.............. astaga peri ",, kata seseorang yang baru saja datang itu kepada Pietro dan terkejut melihat Molly.


Baik Molly dan Pietro mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangan mereka kearah orang yang langsung saja masuk rumah tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

__ADS_1


Dan orang itu adalah adik kandung siPietro yang bernama Dicky Gilbert Hoshi Roderick, panggilannya adalah Gilbert.


Gilbert sungguh sangat terkejut sekali ketika dia melihat wajah cantik dari Molly.


Molly yang tidak pernah keluar dari rumah, dia langsung saja ketakutan ketika bertemu dengan Gilbert orang asing yang baru dilihatnya itu.


Tanpa sadar Molly langsung saja memeluk lengan siPietro dengan sangat kencang sekali, dan menyembunyikan wajahnya dilengan kekar milik Pietro.


Dan Pietro sendiri yang melihat kelakuan dari Molly, dia langsung memandang Molly dengan tatapan keheranan sambil memiringkan kepalanya.


" Kak, dia kenapa?? apa dia takut kepadaku??, kenapa dia sampai bersembunyi seperti itu?? ",, tanya Gilbert kepada Pietro.


" Kenapa kamu kesini??!! ",, tanya Pietro kepada Gilbert dengan mode Psikopatnya.


" Ini aku mau mengantarkan makanan disuruh Kak Ivar ",, jawab Gilbert kepada Pietro.


Dan Ivar sendiri adalah Kakak kandung tertua mereka berdua.


" Itu makanannya sudah ada disini, dan kamu sekarang kembalilah pulang, karena kamu membuat dia ketakutan ",, kata Pietro mengusir Gilbert.


" Kakak sekalinya dapat seorang peri langsung mengusirku begini ",, kata Gilbert kepada Pietro.


" Go!! ",, kata Pietro lagi dengan bernada dingin kepada Gilbert.


" Iya-iya aku pergi ",, jawab Gilbert kepada Pietro sambil mencoba mengintip wajah dari Molly yang masih dia sembunyikan dilengan siPietro.


Sedang diluar tepatnya pada Greta dan Ansel.


Greta tadi bertanya kepada Ansel tentang laki-laki yang baru saja keluar dari dalam mobil.


" Dia adalah adik kandung Sang King bernama Gilbert, dia orangnya humble, asik dan lucu jika diajak bercanda ",, jawab Ansel kepada Greta.


" Sepertinya kamu tahu banyak tentang mereka Ansel ",, kata Greta kepada Ansel.


" Iya cukup lumayan banyak ",, jawab Ansel kepada Greta sambil tersenyum tipis.


Dan ketika Ansel serta Greta sedang sibuk berbincang, tiba-tiba saja mereka berdua melihat Gilbert sudah keluar dari dalam rumah.


Dan setelah kepergian dari Gilbert dari dalam rumah, Molly langsung saja melepaskan pegangan tangan siPietro tadi, sambil memandang Pietro lagi dengan tatapan ketakutannya.


Pietro pun juga masih memandang Molly dengan tatapan anehnya sambil memiringkan kepalanya lagi kekiri dan kekanan.


Entah apa kali ini yang difikirkan oleh Pietro, namun satu hal yang pasti, Pietro sedang berfikir Molly termasuk golongan makhluk Peri, Malaikat, Wolf atau makhluk tidak kasat mata yang lainnya.


Sungguh isi kepala Pietro perlu dikeluarkan dari tempatnya dan dibersihkan terlebih dahulu, supaya Pietro bisa berfikir jika perempuan yang ada didepannya dia benar-benar seorang manusia.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2