
Pietro dan Molly terus melanjutkan perjalanan mereka, sepanjang perjalanan Molly melihat berbagai tumbuhan, tanaman dan juga bunga serta buah-buahan yang tidak pernah dilihatnya sebelumnya.
Sungguh Molly saat ini mempunyai pengalaman baru karena dia diajak berburu dihutan seperti itu oleh Pietro.
Ketika mereka berdua sedang asik berjalan menyusuri semak-semak belukar dan juga berbagai tumbuhan liar yang ada dihutan.
Tiba-tiba saja Pietro menghentikan langkah kakinya dan hal itu membuat Molly langsung menabrak punggung kokoh milik Pietro karena Molly sedang sibuk memperhatikan tumbuhan dan tanaman yang dilewatinya.
Pietro langsung saja melepaskan genggaman tangan Molly dan dia langsung mengeluarkan busur anak panah yang dia bawa.
Molly hanya diam saja sambil terus memperhatikan apa yang sedang ingin dilakukan oleh Pietro.
Dan ssssssssssseeeeettttttttttttt........
Busur panah yang dibawa oleh Pietro tadi langsung melesat dengan cukup kuat sekali dan langsung mengenai sasaran yaitu seekor burung yang cukup besar sekali ukurannya yang sedang hinggap didahan pohon.
Pietro dengan segera langsung berlari menghampiri burung tersebut, meninggalkan Molly yang hanya mampu terbengong karena tiba-tiba saja dia ditinggal begitu oleh Pietro.
" Kakandaaaaa........... ",, panggil Molly dengan sangat ketakutan sekali ketika Pietro sudah tidak terlihat dari hadapannya.
Molly yang tidak mendengar jawaban atau suara dari Pietro, dia terus memanggil-manggil nama Pietro karena Molly sangat ketakutan sekali ditinggal sendirian seperti itu didalam hutan.
Molly yang ketakutan dia langsung saja duduk meringkuk sambil menyembunyikan wajahnya dikedua lututnya sambil menangis.
Ketika Molly sedang menangis seperti itu, telinga dia tiba-tiba mendengar suara semak-semak yang berbunyi dan seperti ada ranting dahan yang terus terinjak sesuatu.
Semakin takutlah Molly mendengar itu semua, dan dia semakin mempererat pelukan pada kedua kakinya dengan sangat gemetaran sekali.
Molly yang sedang sangat ketakutan seperti itu, tiba-tiba saja ada sesuatu yang jatuh tepat disepatu bootnya.
Dengan mengintip sedikit Molly melihat ada seekor burung tergeletak masih hidup dan ada juga sepasang kaki berdiri tepat didepannya.
Perlahan tapi pasti Molly mencoba mendongakkan kepalanya, ketika dia melihat ternyata Pietro yang berdiri didepannya, Molly langsung saja berdiri dan langsung juga memeluk Pietro dengan sangat erat sekali.
" Jangan pergi, jangan tinggalkan aku sendirian seperti tadi, aku takut, sungguh sangat takut sekali ",, kata Molly kepada Pietro sambil memeluk Pietro dengan sangat erat sekali.
Kedua tangan Pietro perlahan terangkat seperti ingin membalas pelukannya Molly.
Dan akhirnya kedua tangan itu sampai juga pada punggung ramping milik Molly.
__ADS_1
" Tenanglah, Kakanda tidak akan meninggalkan My Queen ",, kata Pietro kepada Molly sambil membalas pelukan dari Molly.
" Duduklah, Kakanda mau memotong burung ini dulu sebelum keburu mati '',, kata Pietro lagi kepada Molly dengan suara lembut namun juga terdengar dingin.
Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro, dan setelahnya Pietro menangkan Molly sambil membantunya untuk duduk lagi ditempat yang tadi.
" Tunggu disini, Kakanda tidak akan lama ",, kata Pietro kepada Molly.
" Janji tidak lama?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Iya ",, jawab singkat dari Pietro kepada Molly.
" Baiklah ",, kata Molly lagi kepada Pietro.
Setelahnya Pietro langsung saja pergi lagi meninggalkan Molly sendirian disitu untuk mencari sesuatu.
Dengan memberanikan diri Molly terus menunggu Pietro disitu tanpa berani bergerak sama sekali, karena dia sungguh sangat ketakutan sekali.
Dan setelah menunggu Pietro sekitar sepuluh menit lamanya, akhirnya Pietro kembali lagi ketempat Molly sambil membawa beberapa buah-buahan yang belum pernah Molly makan maupun lihat.
" Ini makanlah dulu sambil menungguku membersihkan burung ini untuk makan malam kita ",, kata Pietro kepada Molly sambil menyerahkan buah-buahan tadi.
Wajah Molly terlihat sangat senang sekali melihat buah-buahan yang diberikan oleh Pietro tadi.
Sedang Molly sendiri dia terus memperhatikan Pietro dari tempatnya duduk sambil menikmati buah-buahan yang diberikan oleh Pietro tadi.
Molly yang merasa kasihan kepada Pietro, dia mencoba mendekati Pietro sambil membawa beberapa buah-buahan tadi.
" Kenapa kamu kesini??, apa kamu tidak takut dan 7171k melihatku membersihkan burung seperti ini?? ",, kata Pietro kepada Molly tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali kearah Molly.
" Aaaaaa ",, kata Molly sambil menyodorkan satu buah kedepan mulut Pietro.
Pietro langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Molly ketika disuapin buah seperti itu.
" Aaaa ayo buka mulutnya Kakanda ",, kata Molly lagi kepada Pietro.
Pietro pun langsung saja membuka mulutnya dan memakan buah yang tadi disuapkan Molly kepadanya.
Molly terus menyuapi Pietro hingga dia selesai membersihkan burung tangkapannya tadi.
__ADS_1
" Ayo Kakanda sudah selesai, kita harus cepat, karena waktu sudah hampir sore ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
Burung yang sudah Pietro potong-potong bersih itu langsung saja Pietro masukkan kedalam wadah plastik yang selalu dibawanya.
Satu burung saja pasti tidak akan cukup untuk Pietro apalagi ini sekarang dia harus berbagi dengan Molly.
Karena berhubung waktunya sudah hampir sore, Pietro memutuskan untuk mengajak Molly kealiran sungai yang biasa dia datangi yang airnya sungguh sangat-sangat jernih sekali.
" Waaaaah sungainya sangat jernih sekali, aku tidak tahu jika didalam hutan ini ada sungai yang seperti ini airnya ",, kata Molly dengan sangat terpukau sekali melihat aliran sungainya.
" Jika mau mandi, mandilah saja, aku akan menangkap ikan dulu untuk makan malam kita nanti ",, kata Pietro kepada Molly.
" Bolehkah aku berenang juga Kakanda?? ",, tanya Molly kepada Pietro.
" Boleh!!, asal jangan kesana, karena disana cukup dalam sungainya ",, jawab Pietro kepada Molly sambil menunjuk kearah sungai yang cukup dalam.
" Terimakasih Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro sambil tersenyum sangat manis sekali.
Pietro hanya mengangguk tipis saja kepada Molly, setelahnya Pietro langsung saja menyiapkan tombaknya untuk mengambil ikan yang dia inginkan.
Sedang Molly sendiri, dia langsung saja melepaskan semua pakaiannya dan hanya menyisahkan lingerie seksinya saja.
Fikiran Pietro sedikit tidak fokus dan buyar ketika dia melihat Molly hanya memakai lingerie seksi seperti sekarang dihadapannya ketika dia ingin berenang disungai itu.
Untung saja didalam hutan itu cuma ada mereka berdua, jadi Molly bisa tenang dan santai ketika dia cuma memakai lingerie seperti itu saja.
" Yeaaaayy, segarnya air sungainya, aaaaah sejuk ",, kata Molly sambil bermain air dengan sangat riang sekali.
Pietro yang sedang mencoba menangkap ikan dia terus sambil memperhatikan sang istri yang sedang bermain air dan terlihat semakin seksi saja ketika wajah serta tubuh dari Molly basah karena air sungai.
Tanpa sadar juga roket yang sedang parkir didalam garasi pun menjadi on sendiri dan ingin siap meluncur kedalam tempat tersembunyi.
Ketika Pietro sudah menangkap setidaknya sekitar tujuh ikan yang cukup besar dan cukup juga untuk makan malam nanti bersama Molly.
Tanpa diketahui oleh Molly, Pietro ternyata sudah berada dibelakang Molly dalam keadaan sudah tidak memakai pakaiannya sama sekali.
Molly langsung saja sangat terkejut sekali, karena tiba-tiba saja ada seseorang yang memeluknya seperti itu dari belakang.
Dan ketika Molly sudah melihat wajah orang itu yang ternyata Pietro, dia langsung saja tersenyum sambil mengajak bermain bersama dengan menyipratkan air kewajah sang King Psikopat itu.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...