
Akhirnya semua orang pun sudah pada pergi semua dari dalam rumah si Pietro, kecuali Alva.
Iyap Alva, karena tadi setelah di bujuk dan di tanya apakah dia beneran tidak mau ikut ke mall, jawaban yang Alva berikan tetap kekeh tidak mau.
Alhasil Alva berada di rumah bersama Pietro, dan Pietro pun juga tidak merasa keberatan dengan adanya Alva di rumahnya.
Sebab baik Pietro dan Gilbert, juga sangat menyayangi Alva, keponakan pertama mereka.
Sekitar jam dua belas siang, akhirnya tamu yang di tunggu-tunggu oleh Pietro pun datang juga di rumah super mewahnya.
Pietro yang sedang berada di dalam rumah dan diberitahu oleh asisten rumah tangganya, dengan segera dia langsung berlalu keluar menuju ke arah ruang tamunya.
" Halo Tuan Damara, senang melihatmu sudah sampai di rumah saya ",, sapa ramah si Pietro kepada tamunya yang ternyata adalah Papa Alex Damara.
" Selamat siang Tuan Roderick, senang juga bisa melihat anda kembali ",, jawab Papa Alex kepada Pietro.
" Silahkan duduk Tuan ",, kata Pietro kepada Papa Alex.
" Apakah dia anak anda Tuan Damara?? "', tanya Pietro kepada Papa Alex.
" Benar sekali Tuan Damara, ini anak pertama saya namanya Luis ",, jawab Papa Alex kepada Pietro.
Dan ternyata Papa Alex tidak datang sendirian dong ke rumah si Pietro, Papa Alex datang bersama si L yang tampan itu, yang saat ini sudah berusia sekitar kurang lebih tiga belas tahun, karena L dan Alva hanya selisih lima tahun saja.
L langsung tersenyum formal kepada Pietro, ketika di perkenalkan oleh sang Papa kepadanya.
Dan karena L merasa bosan dengan sang Papa yang sedang asik mengobrol dengan Pietro, dia pun akhirnya meminta ijin kepada Pietro, untuk jalan-jalan di sekitar area rumah mewahnya.
Tentu saja Pietro tidak keberatan akan hal itu, dan Pietro langsung mengijinkan L untuk melihat-lihat di sekitar rumah super mewahnya.
L terus berjalan dan berjalan, hingga tanpa dia sadari dia sampai juga di taman belakang rumah si Pietro, yang mana di sana ada si Alva yang sedang asik bermain dengan si King.
L merasa sangat terkejut sekali, ketika melihat ada seekor singa di rumah milik Pietro.
Dia bahkan langsung saja bersembunyi di balik tembok, karena takut di terkam oleh si King yang sedang bermain dengan Alva.
" King tangkap ",, kata Alva yang di dengar oleh L yang sedang bersembunyi.
Alva saat ini sedang bermain lempar tangkap dengan si King, menggunakan ranting kayu yang ada di situ.
__ADS_1
L tanpa sadar sedikit terpesona, melihat Alva kecil yang terlihat begitu dekat sekali bermain dengan seekor singa.
" Cantik sekali anak itu, siapa dia?? ",, kata L berbicara sendiri sambil terus memperhatikan Alva yang sedang tertawa bahagia.
King memeluk Alva, m3n71l4t wajahnya, hingga membuat Alva sampai terjengkang ke rumput yang mereka pijak.
" King geli, dan kamu membuat wajahku basah karena air liurmu ",, kata Alva kepada King sambil tertawa.
" King, kamu berat,!! sudah minggir ",, kata Alva lagi kepada si King.
L yang melihat si King sedang bercanda seperti itu oleh Alva, di kira L jika si King akan menerkam Alva.
Tidak tahunya cuma bercanda saja seperti biasanya, dan sialnya si L yang ingin menjadi pahlawan kesiangan, malah menjadi sasarannya si King, hingga membuat celana yang di pakai oleh L langsung robek dan memperlihatkan celan4 d4l4mnya yang berwarna biru.
" King stop,!! King ",, kata Alva mencoba melerai King yang terus menyerang L.
Karena si King mengira, jika L adalah musuh yang sedang masuk ke dalam rumah Pietro.
Walau banyak asisten rumah tangga berada di situ, dan juga para penjaga yang melihat, namun mereka semua tidak ada yang berani memisahkan si King yang sedang mencoba menyerang si L.
Karena mereka takut jika di serang juga oleh si King, setelah si L.
Sedangkan si L sudah menangis ketakutan sekali, ketika terus di serang seperti itu oleh si King.
" King stop,!! kamu menyakiti tamuku!! ",, marah Pietro kepada si King.
Dengan tanpa merasa bersalah sama sekali, King langsung berlalu pergi dengan masuk ke dalam kandangnya, meninggalkan L yang keadaannya sudah sangat kacau sekali.
Setelahnya, Pietro langsung membawa L masuk menuju ke dalam ruang tamunya, untuk segera dia obati lukanya.
" Maafkan saya Tuan Damara atas kejadian yang kurang menyenangkan ini ",, kata Pietro kepada Papa Alex.
Ingin sekali Papa Alex marah kepada Pietro, akan tetapi Papa Alex ingin mendengar terlebih dahulu penjelasan dari sahabat baiknya itu.
" King akan menyerang, jika dia melihat orang yang tidak pernah di lihatnya di rumah ini, jadi sekali lagi maafkan akan kesalahan dari peliharaan saya Tuan Damara ",, kata Pietro lagi kepada Papa Alex.
" Sebagai gantinya, saya akan mengobati sampai sembuh luka yang di alami Tuan muda Luis dan anda juga tidak perlu membayar semua obat yang akan anda butuhkan nanti Tuan Damara ",, kata Pietro lagi kepada Papa alex.
" Ok, untuk kali ini saya maafkan Tuan Roderick ",, jawab Papa Alex kepada Pietro.
__ADS_1
Pietro hanya mengangguk saja kepada Papa Alex.
Dan ketika Papa Alex bersama Pietro sedang berbincang, tiba-tiba Alva keluar dari dalam rumah, sambil membawa kotak P3K.
" Ada apa Alva?? ",, tanya Pietro kepada Alva.
" Paman, Alva ingin mengobati luka di kakinya dia, karena dia tadi mengira jika King akan menerkam Alva, jadinya dia mencoba menyelamatkan Alva, padahal sebenarnya Alva dan King sedang bermain seperti biasanya Paman ",, jawab Alva kepada Pietro.
" Oh, ternyata ada gadis cantik ini yang membuat kamu rela hampir di terkam singa L ",, goda Papa Alex kepada L.
Dan L langsung memerah wajahnya ketika di goda seperti itu oleh sang Papa.
" Obatilah dulu sana Alva, supaya tidak infeksi lukanya ",, kata Pietro kepada Alva.
Alva hanya mengangguk saja kepada Pietro, dan lalu dia langsung duduk di samping si L yang sedang malu-malu berdekatan dengannya.
Interaksi antara L dan Alva di perhatikan begitu serius sekali oleh Papa Alex.
Hingga tanpa sadar Papa Alex berkata di dalam hatinya " Semoga saja, gadis cantik ini yang bakal menjadi istri dari si L kelak ",,
Begitu kata batin yang di katakan oleh Papa Alex untuk L dan Alva.
" Tuan Roderick, kalau boleh tahu, siapakah gadis cantik ini?? ",, tanya Papa Alex kepada Pietro.
" Dia anak dari Kakak saya Tuan Damara ",, jawab Pietro kepada Papa Alex.
Papa Alex yang mendengar jawaban Pietro, dia langsung saja mengangguk dengan penuh arti sambil tersenyum.
Sedangkan si L, dia terus menahan rasa sakit di kakinya ketika sedang di obati oleh tangan kecilnya Alva.
" Kenapa jantungku seakan mau meledak, ketika gadis ini mengobati lukaku, aku ini masih kecil, apakah aku merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya, tidak,!! ini pasti tidak mungkin!! ",, kata L berbicara sendiri di dalam hatinya.
Tanpa Alva sadari, L begitu sangat terpesona sekali melihat wajah cantik dan manisnya yang sedang mengobati lukanya.
Sepertinya, kalian semua sudah pada tahu bukan, kenapa L dan Alva bisa di takdirkan bertemu kembali di season ke dua๐คญ.
Dan pertemuan pertama mereka nantinya, itu sebenarnya pertemuan ke dua yang tidak mereka sadari.
Karena setelah ini, mereka sudah tidak pernah bertemu lagi dalam waktu yang sangat lama sekali.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...