KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PERHATIAN UNTUK MOLLY


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu, tidak terasa kunjungan dari Keluarga Hartigan sudah terlewat sekitar dua minggu yang lalu.


Selama dua minggu itu, Mama Hanna dan juga Linn jika tidak sibuk, mereka hampir setiap hari berkomunikasi dengan Agnes maupun Molly.


Cuma di antara Agnes dan Molly, Mollylah yang paling sering mereka hubungi.


Sering video call dan berkirim pesan, itulah yang sering di lakukan oleh Mama Hanna, Molly dan juga Linn serta Agnes.


Pietro yang mengetahui akan hal itu, dia cuek-cuek saja dan tidak mempermasalahkannya.


Namun baik Linn dan Pietro, mereka berdua belum pada mengetahui jika baby Ansel adalah reinkarnasi dari arwah Ansel.


Hari ini adalah hari Selasa pagi, di kantor Ayah Janu dan Kak Agler mereka berdua akan mengadakan meeting penting, alhasil mereka berdua harus berangkat sejak pagi tadi untuk menyiapkan ini dan itu.


Sedang di rumah Kak Ivar, ya hari selasa adalah hari sibuk seperti biasanya, tapi sesibuk-sibuknya hari, Pietro tetap santai saja di rumah jika tidak ada panggilan dari para pemakai jasanya.


Semalam Molly sudah merasa tidak enak badan, tapi dia masih paksakan untuk terus mengurus baby C dan A.


Pietro walau terkenal kejam sekali bagi semua orang, dia tidak sungkan ikut bangun di tengah malam untuk membantu Molly mengurus baby C dan A.


" Wajah kamu sedikit pucat My Queen, apakah Mama Molly sedang sakit?? ",, tanya Pietro pada malam harinya kepada Molly.


" Mungkin hanya kecapekan saja Ayah Ito ",, jawab Molly dengan suara lemasnya.


" Kalau begitu tidurlah, biar Kakanda saja yang menjaga baby C dan A ",, kata Pietro kepada Molly.


" Baiklah ",, jawab Molly kepada Pietro.


Dan Molly pun akhirnya menurut untuk merebahkan lagi badannya di atas ranjang.


Sedang Pietro lalu membuatkan susu dan menimang-nimang buah hatinya itu yang sedang terjaga dari tidur lelapnya.


Tidak menyangka bukan, jika seorang King Psikopat yang oon nan kejam bisa menjadi hot daddy dan perhatian sekali dengan Keluarga.


Tapi memang seperti itulah sifat Pietro yang asli, karena keturunan Roderick sebenarnya sangat perhatian sekali dengan para Keluarganya, hanya saja sifat itu tertutup di diri Pietro, karena image kejam yang melekat di dirinya.


Pietro yang melihat jika ke dua babynya sudah lelap lagi dalam tidurnya, dia pun mengembalikan lagi ke dua babynya yang dia gendong secara bergantian itu ke dalam box babynya.


Setelahnya, Pietro ikut merebahkan lagi badannya di ranjang sampingnya Molly untuk tidur lagi.


Malam itu Molly benar-benar di manjakan oleh Pietro, setiap kali Molly ingin bangun untuk menenangkan baby kembarnya yang tiba-tiba terjaga, Pietro akan selalu melarangnya.

__ADS_1


Alhasil malam itu, Pietro benar-benar terjaga sendirian untuk mengurus ke dua baby kembarnya.


Pagi harinya jika semua orang sedang pada sibuk sendiri dengan kegiatannya, tapi tidak dengan Molly.


Keadaan Molly bukannya semakin membaik malah semakin ngedrop saja.


Ketika dia baru bangun tidur tadi, kepala Molly semakin pusing saja, dan badan dia juga semakin panas sekali.


Pietro tidak menyadari akan hal itu, karena dia sedang keluar dari dalam kamar untuk menitipkan baby kembarnya kepada Agnes.


" Molly ke mana Ito?? ",, tanya Agnes kepada Pietro.


" Dia sedang kecapekan Kak, aku menyuruhnya untuk beristirahat dan Molly saat ini masih tidur ",, jawab Pietro kepada Agnes.


" Oh, biarkan Molly beristirahat saja, ini si kembar biar Kakak yang mengurus, sana kamu lihat Molly, siapa tahu dia membutuhkan bantuan kamu ",, kata Agnes kepada Pietro.


" Terimakasih Kak Agnes ",, kata Pietro kepada Agnes.


" Iya ",, jawab singkat Agnes kepada Pietro.


Dan sepeninggalan Pietro, datanglah Kak Ivar yang ingin sarapan dan segera berangkat ke kantor.


" Molly sedang sakit Ayah, Pietro sedang bersamanya ",, jawab Agnes kepada Kak Ivar.


" Mungkin Molly sedang kecapekan, semoga dia segera sehat, ayo Alva segera habiskan sarapan kamu, nanti bus jemputannya keburu datang ",, kata Kak Ivar kepada Agnes dan juga Alva.


Alva hanya mengangguk saka kepada sang Ayah.


Sedang Agnes dia hanya diam saja sambil sibuk mengurus si kembar.


Ketika Pietro yang baru saja masuk ke dalam kamar, dia langsung melihat Molly sudah bangun dari tidurnya, namun sambil memegangi kepalanya dengan sedikit menjambak rambutnya.


Tentu saja Pietro yang melihatnya, dia langsung bergegas mendekati Molly.


" My Queen kenapa sayang?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Astaga badan kamu panas sekali, ayo rebahan lagi, akan Kakanda buatnya ramuan untuk kamu ",, kata Pietro kepada Molly.


Pietro lalu membantu Molly untuk rebahan lagi di atas ranjang mereka, dan Pietro setelahnya, dia bergegas membuatkan ramuan herbal yang biasa dia buat untuk mengobati orang yang sedang sakit seperti Molly.


Semakin ke sini, cinta Pietro untuk Molly semakin besar saja, dan ketika Pietro melihat Molly sedang sakit seperti saat ini, dia tidak bisa menyangkalnya jika di dalam dirinya merasa sangat khawatir sekali.

__ADS_1


Molly hanya bisa rebahan saja, sambil terus memijat kepalanya sendiri sambil juga menunggu sang suami menyiapkan ramuan herbalnya.


Dan ketika ramuan herbal itu sudah selesai di buat oleh Pietro, Pietro langsung saja memberikannya kepada Molly untuk segera dia minum.


" Beristirahatlah, akan Kakanda ambilkan sarapan untuk My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly hanya diam saja sambil mengangguk pelan kepada Pietro.


Setelah itu, Pietro berlalu keluar lagi untuk mengambilkan makanan untuk Molly.


Pietro yang sudah mengambilkan sarapan pagi untuk Molly, dia menyuapi Molly dengan sangat perhatian sekali.


Molly hanya mau makan beberapa suap saja, dan sisanya kita semua sudah tahu sendiri, di habiskan oleh Pietro yang bisa menampung semua sisa makanan yang di makan oleh Molly.


Molly setelah makan dia lalu beristirahat lagi, dan Pietro memilih keluar lagi dari dalam kamar untuk membawa keluar piring tersebut sekaligus ingin mengecek baby kembarnya yang baru saja di mandikan oleh Agnes.


Di saat Pietro baru saja sampai di ruang Keluarga ingin melihat baby kembarnya, dia tidak sengaja melihat dan mendengar Agnes sedang menerima panggilan video call dari seseorang.


Setelah Pietro dengarkan dengan seksama, ternyata sambungan video call tersebut dari Mama Hanna.


" Molly sedang sakit Nyonya Hanna, jadi biarlah dia beristirahat dulu ",, kata Agnes yang di dengar oleh Pietro.


" Ya Tuhan, Molly sakit, nanti saya akan ke sana Nyonya Agnes, bolehkan,?? sekalian saya mau melihat ke dua cucu saya itu ",, kata Mama Hanna dengan nada dan ekspresi yang cukup terkejut.


" Boleh, tentu saja boleh Nyonya Hanna, si kembar ini kan juga kesayangan kita bersama ",, jawab Agnes kepada Mama Hanna.


Sedang Pietro, dia sudah duduk di sofa seberang Agnes, sambil menggendong baby C sambil mendengarkan Agnes yang sedang berbicara bersama Mama Hanna melalui sambungan video call.


" Baiklah, kalau begitu saya mau bersiap-siap dulu, sekalian mau mengajak Linn dan baby Ansel juga ",, kata Mama Hanna kepada Agnes.


" Ok Nenek ",, jawab Agnes sambil menirukan suara anak kecil.


Mama Hanna langsung tertawa mendengar suara Agnes, dan setelah itu sambungan video call mereka pun terputus juga.


Ketika sambungan video call sudah terputus, Mama Hanna langsung memberitahu kepada Linn, jika Molly sedang sakit dan dia ingin datang ke rumah Kak Ivar menjenguk Molly.


Tentu saja Linn yang mendengarnya, dia langsung ingin ikut dengan Mama Hanna untuk menjenguk adik angkatnya itu.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2