KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
AKIBAT DARI KEEGOSIAN


__ADS_3

Pietro yang mendengar perkataan dari Gilbert dia pun langsung saja berjalan mendekati Gilbert lagi dan lagi.


Sesampainya di depan Gilbert, Pietro langsung menepuk pelan pipi sang adik yang penuh luka lebam itu.


" Kamu itu adik Kakak, kenapa tidak melawan ketika di pukuli seperti ini bodoh!! '',, kata Pietro kepada Gilbert.


" Bukannya Gilbert tidak mau melawan Tuan Pietro, akan tetapi Ayah sayalah yang tanpa ada aba-aba, tiba-tiba saja langsung memukuli Gilbert secara membabi buta ",, lagi dan lagi Elinalah yang membuat sang Ayah merasa semakin ketakutan saja kepada Pietro.


Seperti robot yang sedang di kendalikan sebuah remot, kepala Pietro menoleh ke arah Ayah Eric dengan gerakan yang sangat menyeramkan sekali, terlihat di mata Ayah Eric.


Setelah itu Pietro lalu berbalik badan dan berjalan ke arah Ayah Eric.


" Tuan Eric berdirilah, nama anda Eric kan?? ",, kata Pietro kepada Ayah Eric.


" Iya Tuan Roderick ",, jawab dari Ayah Eric sambil berdiri dari duduknya.


" Dan kamu Tuan Luke berdirilah juga ",, kata Pietro ketika sudah berada di depan mereka berdua.


Luke yang tadi awalnya sangat sok-sokan sekali, sekarang dia hanya bisa diam saja ketika kedatangan dari Pietro sang Psikopat.


" Apa yang tadi sudah kalian berdua perbuat kepada adik saya, huh!! ",, tanya tenang dari Pietro kepada Luke dan Ayah Eric yang sudah pada berdiri di depannya.


" Cepat jawab!! ",, kata Pietro lagi kepada Luke dan Ayah Eric sambil mencekik leher mereka masing-masing.


" Aa......ampun Tuan Roderick ",, kata Ayah Eric kepada Pietro.


Sebelum menjawab perkataan dari Ayah Eric, Pietro melepaskan terlebih dahulu cekikan di lehernya Luke dengan sangat kasar sekali.


" Anda bilang ampun, huh!! ",, kata Pietro masih sambil mencekik leher Ayah Eric.


" Apa anda tidak melihat bagaimana wajah dari adik saya Eric Hedy!! ",, kata Pietro lagi kepada Ayah Eric yang sudah sangat kesusahan bernafas.


Mama Juni yang melihat sikap dari Pietro kepada sang suami, dia pun tidak mau tinggal diam.


" Tuan stop!! ",, kata Mama Juni kepada Pietro.


Ayah Eric yang melihat sang istri mau ikut campur dalam urusannya, dia pun langsung saja menggelengkan kepalanya.


" Tidak Ayah, Mama tidak bisa tinggal diam saja, melihat laki-laki sok jagoan ini berada di rumah ini!! ",, kata Mama Juni yang melihat gelengan kepala dari Ayah Eric dengan keadaan masih di cekik oleh Pietro.


" Mama, Mama jangan ikut campur Ma, Danish mohon ",, kata Danish mencoba membujuk sang Mama.


" Oh, jadi dia Mama kalian ",, kata Pietro kepada Danish dan Elina.


" Iya Kak Pietro, sudahlah Kak, Gilbert sudah tidak kenapa-kenapa, tolong jangan perpanjang masalah ini lagi, ok ",, jawab dari Gilbert kepada sang Kakak.

__ADS_1


" Kenapa kalian semua terlihat takut kepada dia, huh,!! memangnya dia siapa!! ",, kata Mama Juni kepada Gilbert, Elina dan juga Danish dengan nada yang terdengar menantang.


Pietro yang tidak suka dengan sikap dari seorang wanita yang seperti Mama Juni, dia pun langsung saja berjalan mendekati Mama Juni.


Namun sebelum itu, Pietro melemparkan terlebih dahulu tubuh Ayah Erick ke arah tembok, hingga membuat tembok rumah langsung retak seketika.


Tentu saja Ayah Eric langsung mengeluarkan darah dari dalam mulutnya dan terbatuk darah juga cukup banyak.


Entahlah apakah ada tulang yang patah di dalam tubuh Ayah Eric apa tidak, namun yang pasti keadaan dari Ayah Eric terlihat sangat memprihatinkan sekali.


Luke yang melihat itu, dia langsung saja ingin melarikan diri dari dalam rumah Danish.


Dan Pietro yang melihat pergerakan mencurigakan dari Luke, dia pun dengan sekuat tenaganya langsung berlari mengejar Luke, hingga akhirnya Luke berhasil juga di tangkap olehnya.


" Mau kemana anda Tuan Luke yang terhormat?? ",, kata Pietro kepada Luke.


" Ampun Tuan Roderick ",, kata Luke kepada Pietro.


" Jangan jadi pengecut Tuan Luke, dan jika anda tidak bersalah kenapa anda terlihat sangat ketakutan sekali seperti ini, huh!! ",, kata Pietro lagi kepada Luke.


" Saya mohon, ampuni saya Tuan Roderick, karena saya tidak tahu apa-apa?? ",, kata Luke memohon lagi kepada Pietro.


" Ok, saya akan mengampuni anda, tapi saya akan memberikan hadiah kecil kepada anda ",, jawab dari Pietro kepada Luke.


" Hadiah ap........ ",, perkataan dari Luke langsung terputus.


Tadi Mama Juni yang melihat sang suami keadaannya sangat memprihatinkan seperti itu, tentu saja dia langsung segera mendekati sang suami, dengan wajah yang berlinang air mata.


" Ayah, Ayah tidak apa-apa?? ",, tanya dari Mama Juni kepada Ayah Eric.


Danish, Elina dan juga Gilbert, mereka bertiga masih diam saja di tempat mereka berdiri tanpa ada niatan sama sekali ingin membantu Ayah Eric.


Danish dan Elina bukannya tidak mau membantu Ayah Eric, hanya saja mereka takut jika ikut menjadi sasaran kemarahan dari Pietro ketika mendekat ke arah sang Ayah.


Ayah Eric yang di tanya seperti itu oleh sang istri, tentu saja dia tidak bisa menjawabnya, sebab rasanya tubuhnya sangat sakit sekali, dan Ayah Eric pun hanya bisa menggelengkan kepalanya saja kepada Mama Juni.


Dan Mama Juni yang merasa semakin kesal saja kepada Pietro, dia lalu berjalan ke arah Pietro sambil membawa guci besar untuk dia pukulkan kepada Pietro.


Elina, Danish dan Gilbert sudah mengkode Mama Juni dengan tanpa suara supaya tidak melakukan itu kepada Pietro, karena itu pasti akan membuat jiwa Psikopat Pietro muncul kepermukaan.


Namun terlambat, Mama Juni yang mendengar larangan kode dari ke tiga orang tersebut, dia malah sengaja tidak mempedulikannya.


Dan Pietro yang sedang berbicara dengan Luke, tiba-tiba saja dia di kejutkan dengan pukulan di kepalanya dengan sebuah guci besar hingga membuat kepalanya mengeluarkan darah segar.


Pietro lalu menolehkan kepalanya ke arah belakang, dan ketika melihat Mama Junilah yang baru saja memukul kepalanya menggunakan sebuah guci yang cukup besar.

__ADS_1


Pietro tentu saja merasa marah dengan perbuatan dari Mama Juni, dan Pietro semakin menunjukkan wajah psikopatnya itu kepada Mama Juni.


Karena sedang di kuasai amarah, Pietro langsung mencekik leher Mama Juni dengan sangat kencang sekali, hingga membuat tulang leher Mama Juni patah seketika.


Dan anda bisa tahu sendiri readers, apa yang selanjutnya terjadi, tentu saja Mama Juni langsung meninggal seketika.


Ketika di rasa Mama Juni sudah meninggal di tangannya, Pietro langsung melepaskan cekikannya itu dan membuat Mama Juni langsung terbaring lunglai di atas lantai nan dingin tersebut.


Elina dan Danish yang melihat sang Mama sudah tidak berdaya di atas lantai, mereka berdua langsung saja berlari mendekati sang Mama sambil menangis, karena bagaimana pun juga Mama Juni adalah Mama kandung mereka.


" Mama .......... ",, teriak dari Elina dan juga Danish secara bersamaan.


Sedang Gilbert dia hanya bisa diam saja, karena dia tidak tahu harus berbuat apa.


Di satu sisi adalah calon istrinya, di sisi lain adalah Kakak kandungnya yang memang dari dulu tidak bisa mengontrol emosinya itu.


Ayah Eric saja sampai harus merangkak ke arah tubuh sang istri yang sudah tidak bernyawa tersebut.


Dan untuk Pietronya sendiri setelah membunuh Mama Juni, dia sama seperti sebelumnya, terlihat seperti tidak merasa bersalah sama sekali kepada Keluarga Danish.


" Gilbert ayo pulang!! ",, kata Pietro kepada Gilbert.


" Dan untuk kalian berdua, saya masih memberi ampunan, namun jika kalian masih berbuat yang tidak menyenangkan kepada adik saya, nasib kalian akan sama seperti wanita itu!! ",, kaya Pietro kepada Ayah Eric dan juga Luke.


Setelah mengatakan itu semua, Pietro langsung saja berlalu pergi dari dalam rumah Danish.


Dan untuk Gilbert lalu mengikuti langkah kaki dari sang Kakak.


Sedang Elina yang melihat Gilbert pergi dari dalam rumahnya tanpa berpamitan terlebih dahulu kepadanya, dia hanya diam saja.


Sebab Elina sedang merasa berduka atas meninggalnya sang Mama tercinta di tangan calon Kakak iparnya.


Sungguh awal hubungan yang buruk untuk Elina dan juga Gilbert.


Rumah yang awalnya tenang, jika sekali saja pernah kedatangan oleh Pietro Roderick, pasti akan menjadi kacau.


Entahlah setelah ini, apakah Elina masih mau melanjutkan hubungannya dengan Gilbert apa tidak.


Sedang Luke dan Ayah Eric, apakah mereka akan benar-benar bertobat, tidak akan mau mengganggu Gilbert lagi atau tidak.


...๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท...


Untuk lebih lengkapnya, kita lanjut part selanjutnya๐Ÿคญ.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2