KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
HEBOH


__ADS_3

Sesampainya diruang tamu rumahnya, Pietro langsung menaikan kaki Molly keatas pah4nya, dan dengan santainya pula Pietro langsung memasukkan ibu jari kaki Molly yang terluka tadi kedalam mulutnya tanpa merasa jijik sama sekali.


Agnes, Kak Ivar dan juga Gilbert yang ada disitu, mereka semua langsung saja terkejut dengan ulah dari siPietro yang seperti itu.


Jangankan mereka semua, Molly pun langsung saja membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali.


Sebab Pietro bukannya mencari obat atau membantunya membersihkan lukanya, malah dih154p seperti itu menggunakan mulutnya.


" Lukanya tidak terlalu parah.......... ",, kata Pietro ketika sudah mengh154p darah yang keluar dari kakinya Molly.


Setelah berkata seperti itu, Pietro langsung saja beranjak pergi menuju kedalam rumah meninggalkan semua orang yang ada disitu.


Molly merasa sangat malu sekali dengan tingkah Pietro kepadanya dihadapan semua orang.


" Ayah itu Ito selain menyeramkan dia juga jorok sekali ",, kata Agnes kepada Kak Ivar setelah kepergian dari Pietro.


" Iya begitulah Mah, Mamah kan sudah tahu sendiri bagaimana karakter dari Pietro ",, jawab Kak Ivar kepada Agnes dan masih didengar oleh Molly dan Gilbert.


" Kakak Ipar mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan sikap aneh dari Kakakku itu, dan jangan lupa porotin saja uangnya, uang Kak Gilbert sangat banyak sekali, bahkan tidak akan habis untuk tujuh turunan ",, kata Gilbert kepada Molly.


Molly tidak tahu harus menjawab apa kepada Gilbert, alhasil Molly hanya diam saja tidak menanggapi perkataan Gilbert.


Greta yang juga ada disitu dan melihat sendiri apa yang tadi dilakukan oleh Pietro kepada Molly.


Greta pun langsung speechles sama seperti Molly karena tidak menyangka Pietro akan melakukan hal jorok seperti tadi.


Molly yang hanya diam saja, dia tidak sengaja melihat Greta sedang berdiri dipojokan ruang tamu dengan mulut yang terbuka cukup lebar sekali.


Ingin sekali Molly menegur Greta, tapi itu tidak mungkin sebab pasti Agnes, Kak Ivar dan juga Gilbert akan mengira jika dia gila atau stres karena harus menikah dengan Pietro.


Alhasil Molly hanya diam saja sambil memperhatikan Greta secara diam-diam.


Ketik mereka semua sedang pada sibuk sendiri seperti itu, tiba-tiba saja Pietro keluar dari dalam rumah sambil membawa secawan ramuan herbal untuk mengobati kaki Molly yang terluka tadi.


Tanpa banyak berbicara Pietro langsung saja mengangkat kaki Molly untuk dia naikan keatas p4h4nya lagi.


Setelahnya Pietro langsung memberikan ramuan yang dibuatnya sendiri tadi diibu jari kaki Molly yang sedang terluka.


" Sudah selesai ",, kata Pietro ketika sudah mengobati kaki Molly.

__ADS_1


Apa yang dilakukan oleh Pietro kepada Molly, diperhatikan oleh Agnes, Kak Ivar dan juga Gilbert yang masih berada disitu.


" Pietro.......... ",, panggil Kak Ivar dengan tiba-tiba kepada Pietro.


Pietro pun langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Kak Ivar begitupun dengan Molly.


" Molly sudah menjadi istri kamu, sayangi dia, dan rubahlah sikap kamu itu supaya tidak menyakiti Molly secara sengaja maupun tidak sengaja ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


" Dan sekali lagi, Molly sekarang sudah menjadi tanggung jawab kamu Pietro, penuhi semua kebutuhan dia, dari makanan, pakaian dan semuanya ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu termasuk Greta sekali pun.


Greta yang mendengar perkataan dari Kak Ivar, dia semakin terkejut saja jika apa yang dia fikirkan ternyata benar adanya jika Molly dan Pietro sudah menikah.


" Aaaaaahh panas, si4l4n sekali!!!, aaaaahh aku tidak tahan!!! ",, kata Greta dengan sangat marah sekali.


Dan apa yang dikatakan oleh Greta tadi Molly mendengarnya dengan sangat jelas sekali.


Setelahnya Greta langsung saja kembali terbang menembus dinding untuk keluar dari rumah siPietro.


Molly ingin sekali menegur Greta untuk jangan pergi meninggalkannya lagi, tapi sayang dia masih tidak bisa melakukannya.


Greta yang sudah bisa keluar dari rumah siPietro, dia langsung saja sedikit marah.


Sebab dia masih ingin mendengarkan perkataan dari Kak Ivar tadi, tapi tubuhnya sudah ada yang melepuh karena dia sudah cukup lama berada didalam rumah Pietro.


Pietro pun langsung mengangguk kepada Kak Ivar, dan kali ini Pietro benar-benar mendengarkan sekali apa yang disampaikan oleh Kak Ivar kepadanya.


" Jangan lupa lagi, itu perlengkapan dapur, kulkas semuanya diisi dengan bahan-bahan masakan, jangan terus-terusan berburu dihutan, kasihan Molly jika kamu ajak berburu dihutan atau kamu tinggal sendirian dirumah tapi tidak ada bahan makanan ",, pesan dari Kak Ivar lagi kepada Pietro.


" Iya Kak, kan kasihan jika Kakak ipar nanti kelaparan karena tidak diberi makan oleh Kakak, sedangkan uang Kakak jumlahnya sangat banyak sekali ",, sahut dari Gilbert kepada Pietro.


Pietro langsung saja menatap Gilbert dengan tatapan dinginnya, membuat Gilbert langsung saja tertawa garing kepada Pietro.


" Jika Pietro tidak mengurus kamu dengan baik, kamu boleh ko tinggal bersama Kakak Molly, Kakak akan sangat senang sekali, karena Kakak akhirnya mempunyai teman dirumah, daripada bersama Gilbert, Kakak sering dikerjai olehnya ",, kata Agnes kepada Molly.


Gilbert langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali ketika mendengar perkataan dari Agnes tadi.


Karena memang seperti itulah jika Agnes dan Gilbert bersama, selalu Agnes yang dikerjai habis-habisan oleh Gilbert, hingga membuat Kak Ivar sampai kewalahan untuk melerai mereka berdua jika sedang tidak akur.


Begitulah kelakuan mereka, masih sama seperti anak kecil, walau Agnes sudah mempunyai seorang anak, tetap saja jika sifat telmi yang melekat didalam dirinya tidak bisa dirubah.

__ADS_1


Agnes langsung saja menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya ketika dia ditatap oleh Pietro dengan tatapan menyeramkan sekali seperti itu.


" Sudah-sudah,........ ingat pesan Kakak ya Pietro ",, kata Kak Ivar menengahi perkataan mereka semua kepada Pietro.


Molly pun daritadi hanya mampu diam saja tidak menanggapi perkataan mereka semua, karena dia memang tidak tahu harus berbicara apa kepada Kak Ivar, Agnes dan juga Gilbert.


" Oh ya, jika Molly tidak mau menjadi pusat perhatian oleh semua orang jika kamu ajak keluar dari rumah, belikan saja dia Softlens Pietro ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro yang mendengar perkataan serta saran dari Kak Ivar, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Molly untuk memperhatikan wajah cantiknya Molly.


Dan ketika mereka semua sedang asik berbincang seperti itu, tiba-tiba saja mereka semua dikagetnya dengan kedatangan si King yang masuk kedalam rumah lewat pintu belakang.


Agnes yang melihat, dia langsung pingsan seketika, karena dia begitu sangat terkejut sekali.


Walau Agnes sudah tahu jika Pietro memelihara Singa, tetap saja rasa takut yang dirasakan oleh Agnes sangat berlebihan sekali, karena Agnes takut diterkam oleh siKing, itulah mengapa Agnes langsung pingsan seperti itu.


" Pietro, bisa tidak sih, singa kamu dikandangin saja, jangan dibiarkan seperti ini, lihatlah istri Kakak jadi pingsan melihatnya!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.


Pietro tidak peduli jika Agnes mau pingsan atau mati sekalipun, sebab itu bukan urusannya, begitulah katabatin dari Pietro ketika mendengar perkataan dari Kak Ivar tadi.


Sama seperti sang majikan yang tidak bisa ditebak jalan fikirannya, King bukannya pergi dari dalam rumah, eh dengan santainya dia malah duduk disebelah shofa untuk memperhatikan mereka semua.


" Kak Pietro King bolehkah aku kasih racun, lama-lama ngeri juga melihatnya terus didalam rumah ",, kata Gilbert kepada Pietro.


Pietro langsung saja menunjukkan wajah marahnya ketika mendengar perkataan dari Gilbert tadi.


" Jika kamu berani membunuh atau meracuni King, kamu dulu yang akan Kakak racuni Gilbert!! ",, jawab Pietro kepada Gilbert dengan psikopat mode on.


Kak Ivar yang mendengar kedua adiknya sedang berdebat seperti itu, dia langsung saja menegur mereka berdua.


" Pietro, Gilbert!! ",, tegur dari Kak Ivar kepada kedua adiknya dengan nada yang sangat tegas sekali.


Pietro yang sudah malas mendengarkan ocehan dari semua Keluarganya, dengan santainya dia langsung menggendong Molly untuk dia bawa kedalam kamarnya meninggalkan semua Keluarganya yang belum pada pulang dari dalam rumahnya.


Kak Ivar yang melihat tingkah dari Pietro yang tidak mempedulikan mereka, dia langsung saja menggendong Agnes yang masih pingsan sambil mengajak Gilbert untuk pulang dari situ.


Sungguh sifat Pietro seperti itulah, tidak bisa ditebak dan sesuka hatinya.


Molly saja dia sampai merasa tidak enak dengan sikap Pietro yang seperti itu meninggalkan mereka semua untuk masuk kedalam kamar tanpa pamit terlebih dahulu.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2