
Apa yang sedang dilakukan oleh Molly dan Pietro masih menjadi tontonan gratis bagi semua warga yang ada disitu.
Baik laki-laki maupun perempuan, rasanya mereka masih ingin melihat wajah cantik yang dimiliki oleh Molly.
Dan Pietro sendiri ketika melihat beberapa warga menangis karena Keluarganya sudah dia bunuh, dia cuek-cuek saja tanpa ada rasa kasihan sama sekali.
Pietro sekilas melihat ada beberapa arwah yang tidak terlihat jelas penampakannya sedang menatap kearahnya dan juga Molly.
Namun Molly tidak menyadari akan hal itu, dan Pietro berharap Molly tidak melihatnya, supaya dia tidak ketakutan ketika melihatnya.
Molly yang merasa ada yang tertinggal didalam rumahnya, dia lalu ijin kepada Pietro untuk masuk lagi kedalam rumahnya.
" Kakanda, Molly sepertinya melupakan sesuatu didalam, sebentar Molly ambil dulu ya Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.
" Iya, kalau ada apa-apa berteriaklah ",, jawab Pietro kepada Molly.
Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro.
Dan setelahnya Molly langsung saja bergegas masuk kedalam rumahnya lagi untuk mengambil barang yang tertinggal itu.
Sedang Pietro dia sibuk menata semua barang-brang yang dibawa oleh Molly tadi supaya bisa muat banyak dan juga rapi didalam bagasi mobilnya.
Pietro yang sudah selesai menata barang tersebut, dia merasa jika Molly katanya cuma sebentar untuk mengambil barang kenapa lama sekali, dan akhirnya Pietro mencoba masuk lagi kedalam rumah untuk mencari Molly.
" Molly........ My Queen...... ??",, panggil Pietro kepada Molly, namun masih tidak ada sahutan sama sekali.
Pietro lalu berjalan kearah dalam kamar dan juga kedalam kamar mandi untuk mencari keberadaan dari Molly, tapi tetap saja Pietro tidak melihat keberadaan dari Molly.
" My Queeeeeennnnn .............. !! ",, teriak dari Pietro dengan sangat keras sekali dari dalam rumah Molly.
Dan teriakan dari Pietro membuat semua warga yang masih berada disekitar situ langsung saja merasa sangat terkejut terkejut sekali.
" Ada apa dengan sang King?? ",, begitulah yang berada dibenak semua warga ketika mendengar teriakan dari Pietro.
Pietro seperti orang kerasukan setan, dia mengobrak abrik rumah Molly untuk mencari keberadaan dari Molly.
Akan tetapi setelah rumah itu sudah berantakan sekali Pietro tetap masih tidak bisa menemukan keberadaan dari Molly.
Setelahnya Pietro langsung saja keluar dari dalam rumah Molly dengan wajah yang terlihat marah sangat menyeramkan sekali.
__ADS_1
" Siapa disini yang melihat My Queen ............??!!, cepat katakan, atau kampung ini saya ratakan!! ",, kata Pietro kepada semua warga kampung yang ada disitu.
" Sungguh kami tidak melihatnya Tuan Roderick, kami disini daritadi sedang berduka dengan warga kami ini Tuan ",, jawab dengan nada takut dari sang tetua kampung yang baru kepada Pietro.
Pietro tidak mengenal rasa kasihan, dia langsung saja mencekik leher dari sang tetua kampung itu untuk supaya berkata jujur kepadanya.
" Cepat katakan kepada saya dimana Molly berada, dan katakan kepada warga kamu dimana mereka sudah berani menculik Molly!! ",, kata Pietro kepada sang tetua kampung itu.
" Atau........... semua warga kampung ini saya bunuh dan saya hancur ratakan semua rumah kalian!! ",, kata Pietro lagi dengan nada sangat marah sekali.
" Sungguh saya tidak tahu Tuan Roderick, sungguh ampuni kami Tuan,......... ",, kata Tetua kampung itu kepada Pietro.
" Atau mungkin saja Molly dia kabur dari anda Tuan ",, kata tetua kampung itu kepada Pietro dengan sangat berani sekali.
Pietro yang marah dan tidak suka dengan perkataan dari sang tetua kampung, dia langsung saja melempar tetua kampung itu ketanah dengan cukup keras sekali.
" Jangan berani bilang jika Molly kabur dariku, karena itu pasti tidak mungkin!!, sekali lagi kamu atau yang lain berani mengatakan hal itu lagi kepada saya, akan saya robek mulut kalian!! ",, kata Pietro kepada tetua kampung tersebut.
" Ampun Tuan, maafkan saya Tuan ",, kata tetua kampung itu kepada Pietro.
Ketika Pietro sedang marah-marah kepada tetua kampung itu, tiba-tiba saja ada laki-laki muda datang mendekat kearah Pietro sambil mengatakan sesuatu.
Dan semua pandangan dari semua warga termasuk Pietro langsung tertuju kearah laki-laki yang baru datang tersebut.
" Dimana??!!, cepat katakan dimana Ratuku berada hah!! ",, kata Pietro kepada laki-laki tersebut.
" Agya, cepat katakan kepada sang King, jangan sampai sang King marah dan menghancurkan rumah kita semua, ini kampung kita Nak, tanah kelahiran kita ",, kata tetua kampung itu kepada Agya.
Jeng-jeng-jeng ternyata laki-laki itu adalah Agya, laki-laki yang tadi berbicara dengan Zafran.
" Tuan Roderick, Ratu anda sedang diculik oleh salah satu warga kami, dan dia saat ini sedang dibawa kerumahnya ketika anda tadi sedang sibuk menata barang didalam bagasi mobil anda ",, jawab Agya kepada Pietro.
Sungut dan tanduk milik Pietro seperti terlihat semakin panjang saja ketika mendengar jawaban dari Agya tadi.
" Cepat katakan siapa yang sudah berani menculik Ratuku!! ",, kata Pietro kepada Agya dengan suara menggelegar sangar sekali.
" Agya cepat katakan, jangan membuat sang King semakin marah kepada kita semua ",, kata tetua kampung itu lagi kepada Agya.
" Cepat Agya katakan kepada kita semua dan sang King ",, kata salah satu warga kepada Agya.
__ADS_1
" Dia bernama Zafran Tuan Roderick, Zafranlah yang sudah berani menculik Ratu anda ",, jawab Agya kepada Pietro.
Sang Tetua kampung itu langsung saja terkejut ketika mendengar jawaban dari Agya, termasuk para warga yang ada disitu.
" Jangan menuduh sembarangan kamu Agya, Zafran itu sahabat baik kamu??!! ",, tegur dari tetua kampung itu kepada Agya.
" Tapi memang Zafranlah yang sudah menculik Molly Ayah, dan karena Agya tidak mau kampung ini hancur karena Zafran, Agya berani berbicara jujur walau persahabatan Agya hancur sekalipun, ini demi warga kita Ayah ",, jawab Agya kepada tetua kampung itu.
Dan ternyata tetua kampung tersebut adalah Ayah kandungnya siAgya.
Pernyataan dari Agya kepada Pietro membuat semua warga kampung menjadi sangat terkejut sekali.
Sebab mereka tidak menyangka jika Zafran berani membuat nyawa mereka berada diujung tanduk seperti sekarang.
Sedang Pietro sendiri semakin marah saja ketika mendengar jawaban dari Agya tadi.
Tetua kampung itu sampai speechles ketika mendengar jawaban dari sang anak jika Zafranlah yang sudah berani menculik Molly dengan secara diam-diam seperti itu.
" Sekarang tunjukkan kepada saya dimana rumah siZafran itu??, cepat!! ",, kata Pietro kepada Agya.
" Ayo Tuan Roderick, akan saya tunjukkan ",, kata Agya kepada Pietro.
Pietro langsung saja mengikuti langkah kaki dari Agya menuju kerumah siZafran.
Serta jangan lupakan hampir semua warga yang ada disitu juga mengikuti langkah kaki Pietro dan Agya menuju kerumah siZafran.
Semua warga kampung juga merasa marah kepada Zafran, karena Zafran sudah berani mengusik sang King Psikopat yang sangat mereka takuti.
Dan para warga juga rasanya ingin memberikan hukuman kepada Zafran yang sudah berani mempertaruhkan nyawa orang satu kampung demi n4f5u bodohnya itu.
...☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️...
Mau tahu bagaimana ceritanya siZafran bisa sampai berani menculik Molly😊.
Yuk simak kisahnya dipart selanjutnya🤗.
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...
__ADS_1