KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
PEKERJAAN KE DUA


__ADS_3

Molly tersenyum geli melihat wajah terkejut dari sang Kakak angkatnya yang menurutnya sangat jelek sekali.


Karena pasti memang semua orang akan sangat terkejut sekali, jika mendengar kita bukannya memelihara seekor kucing atau anjing, melainkan seekor singa yang terkenal sangat buas sekali.


" Halo Kakak,?? apakah Kakak masih sehat?? ",, kata Molly sambil melambaikan tangannya di depan wajah Kak Agler.


" Eh, Kakak masih sehat Molly, enak saja kamu kalau bicara!! ",, jawab ketus dari Kak Agler kepada Molly.


" Oh, Molly kira Kakak kesurupan, karena mendengar Molly memelihara seekor singa ",, kata Molly sambil tertawa kepada Kak Agler.


" Kakak hanya terkejut saja Molly, karena baru tahu kamu memelihara singa bukannya anjing atau kucing ",, jawab Kak Agler kepada Molly.


" Iya seperti itulah hoby dari suami Molly Kak ",, kata Molly kepada Kak Agler.


" Molly tolong bawa keluar si kembar ke sini dong, Kakak ingin melihat keponakan Kakak itu ",, kata Kak Agler kepada Molly.


" Ok sebentar Kakak ",, jawab Molly kepada Kak Agler.


Kak Agler hanya mengangguk saja kepada Molly.


Dan Molly pun langsung beranjak berdiri dari duduknya untuk masuk ke dalam rumah mengambil baby Chasel serta baby Aluisa yang masih tidur di dalam box baby nya.


Ketika baby C dan baby A sudah Molly bawa keluar untuk menemui sang Paman angkat, Kak Agler langsung menggendong baby C dan baby A secara bergantian.


" Mereka semakin lucu sekali ya Molly, jadi tambah sayang deh sama mereka berdua ",, kata Kak Agler kepada Molly.


" Iya Kak ",, jawab Molly kepada Kak Agler.


Kak Agler tidak bisa membohongi dirinya, rasa sayangnya kepada Molly sama seperti dulu dia menyayangi Greta adik kandungnya.


Karena bagi Kak Agler, Molly sudah dia anggap sebagai adik kandungnya sendiri.


Jadi ketika Kak Agler menggendong si kembar, ada perasaan sayang yang tulus kepada mereka berdua.


Kak Agler yang sudah puas bermain dengan si kembar dan berbincang dengan Molly, dia pun akhirnya memutuskan untuk berpamitan pulang kepada Molly ketika Agnes baru saja sampai di rumah dengan membawa begitu banyak belanjaan di tangannya.


Walau Agnes sudah menyuruh Kak Agler untuk makan siang terlebih dahulu di rumahnya, dan menikmati makanan yang baru saja di belinya juga.

__ADS_1


Akan tetapi Kak Agler menolaknya dengan halus, sebab dia harus kembali ke kantor lagi.


Jadi mau tidak mau Agnes dan Molly pun membiarkan saja Kak Agler pergi dari rumah mereka.


Meninggalkan Kak Agler beserta Molly dan Agnes, kita beralih lagi ke Pietro dan Neo.


Neo yang sudah sampai terlebih dahulu di sebuah gedung kosong yang di kasih tahu oleh Pietro, dia pun tidak berani untuk langsung keluar dari dalam mobil.


Neo sengaja menunggu di dalam mobilnya sambil terus mengamati sekitar, yang benar-benar sangat sepi dan sangat jarang sekali kendaraan berlalu lalang di sekitar situ.


Sekitar tiga puluh menit menunggu dari jarak yang cukup jauh, tiba-tiba mata Neo di buat senang ketika melihat kedatangan dari Tuan Owen beserta para anak buahnya.


" Apakah benar di sini alamat yang tertulis di kertas itu?? ",, tanya Tuan Owen kepada anak buahnya.


" Benar Tuan, ini sesuai dengan alamat yang tertulis di pintu gerbangnya ",, jawab anak buah tersebut kepada Tuan Owen.


" Ayo buka pintu gerbangnya dan kita segera masuk ke dalam ",, kata Tuan Owen kepada anak buahnya.


" Baik Tuan ",, jawab anak buah itu lagi kepada Tuan Owen.


Mobil yang sudah terparkir rapi, membuat Tuan Owen langsung segera turun dari dalam mobil untuk masuk ke dalam gedung kosong tersebut.


Neo yang melihat itu semua dengan sangat jelas sekali dari dalam mobilnya, dia langsung tersenyum senang, karena rencananya yang ingin menjebak Tuan Owen untuk masuk ke sarang neraka akhirnya berhasil.


" Sebentar lagi kamu akan m4mpu5 Tuan Owen, rasakan rasa sakit hati yang dari kemarin aku rasakan!! ",, kata marah Neo untuk Tuan Owen.


Tuan Owen saat ini sudah masuk ke dalam gedung kosong tersebut bersama para anak buahnya.


Dan ketika Tuan Owen sudah masuk ke dalam gedung tersebut, semua pintu dan jendela yang tadi awalnya terbuka, tiba-tiba langsung tertutup dengan sendirinya.


Tentu saja Tuan Owen dan para anak buahnya merasa sangat terkejut sekali dengan kejadian yang menurutnya sangat tidak masuk akal itu.


" Buka pintunya woi,!! atau akan aku bunuh kalian semua yang sudah berani bermacam-macam denganku!! ",, teriak dari Tuan Owen sambil menggedor-gedor pintunya.


Sedang Neo yang masih di dalam mobilnya, dia langsung saja mencoba menghubungi Pietro.


" Halo Tuan Neo ",, kata Pietro kepada Neo.

__ADS_1


" Tuan Roderick, saya sudah sampai daritadi di sini, dan kenapa saya tidak melihat anda beserta anak buah anda di sini?? ",, tanya Neo kepada Pietro.


" Saya dan anak buah saya sudah datang sebelum anda dan kalian semua datang Tuan Neo ",, jawab Pietro kepada Neo.


" Lalu di manakah anda Tuan Pietro, kenapa saya tidak melihat mobil anda di sini?? ",, tanya Neo lagi kepada Pietro.


" Berputarlah, dan ikuti petunjuk saya, nanti anda akan bertemu dengan saya ",, jawab Pietro kepada Neo.


Neo pun langsung saja menyalakan mesin mobilnya untuk berputar arah mengikuti petunjuk yang di berikan oleh Pietro.


Dan ternyata Pietro beserta para anak buahnya berada di pintu belakang gedung tersebut yang tertutupi sebuah semak belukar yang cukup menjulang tinggi sekali.


Pietro yang melihat kedatangan Neo, dia langsung mengajaknya untuk masuk dan melihat keadaan dari Tuan Owen yang sudah terjebak di dalam bersama para anak buahnya.


" Kalian semua pecahkan kaca jendelanya, ayo kita harus segera keluar dari sini!! ",, kata Tuan Owen kepada para anak buahnya.


Ketika para anak buah Tuan Owen akan memecahkan semua jendela kacanya, tiba-tiba saja ada yang melempar sebuah gas asap yang berupa bius untuk melumpuhkan Tuan Owen beserta para anak buahnya


Tidak tahukah mereka semua, jika di dalam gedung tersebut ada CCTV tersembunyi untuk mengawasi pergerakan mereka.


Dan juga di dalam gedung tersebut, sudah ada banyak anak buah Pietro yang mengawasi mereka semua sejak tadi.


Tuan Owen dan para anak buahnya tentu saja semakin terkejut, ketika tiba-tiba melihat ada asap yang langsung memenuhi ruangan mereka berdiri.


Walau mereka sudah menutup hidung mereka, namun mereka semua termasuk Tuan Owen sudah sedikit banyak menghirup aroma gas bius tersebut.


Hingga akhirnya Tuan Owen, beserta anak buahnya langsung tidak sadarkan diri dalam waktu yang singkat.


Para anak buah Pietro yang melihat itu semua, mereka semua langsung mengerjakan pekerjaan mereka untuk mengikat Tuan Owen, dan menghabisi nyawa dari semua anak buah tersebut.


Dengan mudahnya, para anak buah Pietro langsung men990r0k leher semua para anak buah Tuan Owen.


Hingga sekarang yang tersisa cuma Tuan Owen saja, yang saat ini masih pingsan dalam keadaan yang sudah terikat di sebuah kursi dengan sangat kuat sekali.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2