KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
MASIH GILBERT


__ADS_3

Kita beralih ke pasangan oon bin bodoh kita lagi yuk, iya pasti kalian sudah tahu bukan, siapa lagi kalau bukan Pietro dan Molly.


Pietro yang tiba-tiba panggilan teleponnya diputus dengan sepihak oleh Gilbert, dia pun langsung melihat ke arah ponselnya.


" Dasar adik gila ",, gerutu dari Pietro untuk Gilbert.


Molly yang mendengar gerutuan dari Pietro pun, dia langsung saja bertanya kepada Pietro, siapakah yang dimaksud gila olehnya.


" Siapa yang gila Kakanda?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro.


" Itu si Gilbert ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


" Oh, memangnya Gilbert ko bisa gila kenapa Kakanda?? ",, tanya dari Molly lagi kepada Pietro.


" Dia kan dari kecil sudah gila My Queen, otak dia saja cuma setengah, yang setengahnya lagi sudah di makan sama anjing dulu waktu kecil ",, jawab Pietro dengan asal kepada Molly.


Tidak tahukah Pietro, tapi seharusnya Pietro sudah tahu jika apapun yang dikatakan olehnya, Molly akan selalu langsung percaya.


" Di makan sama anjing, ko bisa Kakanda?? ",, tanya dari Molly lagi dan lagi kepada Pietro.


" Bisa dong, makanya nanti kamu jangan dekat-dekat sama Gilbert ya, nanti My Queen bisa ketularan menjadi gila, ok?? ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


" Baik Kakanda, nanti Molly akan jaga jarak kepada Gilbert ",, jawab Molly dengan sangat patuh sekali kepada Pietro.


" Oh ya My Queen bagaimana keadaannya sekarang, apakah sudah lebih baik, karena Kakanda lihat wajah My Queen sudah tidak sepucat tadi ",, tanya dari Pietro kepada Molly.


" Iya Molly sudah lebih baik Kakanda, dan juga Molly sudah bisa berkeringat, ini lihatlah banyak kan keringatnya ",, jawab dari Molly kepada Pietro sambil memperlihatkan lehernya.


" Coba di buka bajunya, di lepas saja ",, kata dari Pietro kepada Molly.


" Untuk apa harus di buka bajunya Kakanda?? ",, tanya dari Molly dengan ekspresi kebingungan kepada Pietro.


" Sudah buka saja ",, jawab dari Pietro kepada Molly.


Molly pun dengan patuhnya dia langsung melepaskan baju yang dipakai olehnya, dan langsung terlihatlah dengan jelas dua benda kenyal nan menggantung indah di dadanya Molly.


Melihat hal itu, Pietro tidak mau menyia-nyiakan kesempatan indah yang ada di depan matanya untuk bisa memijat lembut ke dua jelly indah miliknya Molly.


" Aaaaahhh, kenapa Kakanda malah memainkannya seperti itu?? ",, tanya dari Molly kepada Pietro sambil mend354h.


" Tidak apa-apa, Kakanda hanya ingin saja memainkannya begini ",, jawab dari Pietro kepada Molly dengan tangan yang terus dia gerakan di kedua jelly tersebut.


Pietro lalu mencoba semakin mendekatkan wajahnya ke arah jellynya Molly, hingga akhirnya ke dua jelly itu bisa dinikmati oleh Pietro secara bergantian.


Molly yang diperlakukan oleh Pietro seperti itu, tentu saja dia merasa di sekujur tubuhnya seperti ada sebuah aliran listrik yang membuatnya ingin melakukan lebih bersama Pietro.


Molly hanya mengusap lembut rambut kepalanya Pietro, ketika Pietro sedang seperti itu bergantian di kedua jellynya.

__ADS_1


Ketika Pietro sedang asik seperti itu bersama Molly, dan Molly sendiri sedang memejamkan matanya menikmati lidahnya Pietro.


Eh tiba-tiba saja pintu kamar mereka terbuka dari luar, dan pelakunya adalah yah kalian tahu sendiri readers, Gilbertlah orangnya.


" Kakak Gilbert mau mengambil daun sama penum ............. ",, kata Gilbert langsung terpotong karena melihat adegan live di depannya.


" Oh My God ........... ",, kata Gilbert dengan nada yang sangat terkejut sekali.


Salah siapa masuk ke dalam kamar orang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, ya jadi terima resikonya dong Gilbert.


" Astaga kedua Kakakku ini, sungguh ternodai mataku saat ini ",, kata Gilbert kepada Pietro dan Molly.


Molly tentu saja langsung merasa sangat malu sekali dengan kedatangan dari Gilbert secara tiba-tiba seperti itu ke dalam kamarnya.


Dan Molly pun langsung saja mengambil bantal di sampingnya untuk menutupi dada mulusnya yang terlihat sangat jelas sekali sedang di h154p bergantian oleh Pietro.


Sedang Pietro sendiri dia malah tidak peduli, terus memainkan kedua jelly itu secara silih bergantian tanpa mempedulikan sama sekali keberadaan Gilbert di dalam kamarnya.


" Kakanda ada Gilbert!! ",, kata Gilbert dengan sangat lantang sekali kepada Pietro.


Pietro hanya menggelengkan kepalanya saja dengan mulut masih asik dengan kegiatannya.


" Tahu begitu Gilbert tidak akan masuk ke dalam kamar ini!! ",, kata Gilbert lagi kepada Pietro dan juga Molly.


" Kak Pietro astaga, Kakak apa tidak malu ada Gilbert disini Kak!! ",, kata Gilbert lagi dan lagi kepada Pietro.


" Astaga Kak Pietro ",, gerutu dari Gilbert untuk Pietro.


Dan kali ini Gilbert langsung saja berlalu pergi keluar dari dalam kamar Pietro sambil membanting pintunya dari luar.


Sungguh langsung panas dingin badan Gilbert melihat kelakuan dari Kakak keduanya bersama istrinya saat ini.


Bahkan Molly saja sampai terkejut dengan suara bantingan pintu yang dilakukan oleh Gilbert tadi.


" Kakanda, Molly malu sama Gilbert ",, kata Molly kepada Pietro.


" Untuk apa malu, dia kan orang gila, jadi dia tidak akan faham dengan apa yang sedang kita lakukan sekarang ",, jawab seenaknya saja dari Pietro kepada Molly.


Molly memilih diam saja tidak menanggapi perkataan dari Pietro tadi.


Sedang Gilbert yang sudah keluar dari dalam kamar si Pietro, dia langsung saja berlalu turun ke bawah tepatnya menuju ke ruang Keluarga.


" Astaga sungguh aku sangat malu sekali melihat kelakuan dari Kakakku Pietro!! ",, kata Gilbert sambil terus menggerutu sendiri.


" Rasanya ingin sekali aku menendang wajahnya itu!! ",, kata Gilbert sambil menendang shofa yang ada di depannya.


" Aduuuuuh keras sekali shofa ini ",, kata Gilbert langsung mengaduh kesakitan dan sambil memukul shofa yang dia tendang tadi.

__ADS_1


Kak Ivar yang baru saja selesai makan malam dan ingin berlalu ke dalam kamarnya, dia tidak sengaja mendengar dan melihat Gilbert sedang uring-uringan sendiri seperti itu.


" Kamu kenapa lagi Gilbert?? ",, tanya dari Kak Ivar kepada Gilbert.


" Kenapa tidak sudah-sudah sih... marah-marahnya dan menggerutunya kepada Kakak kamu yang itu?? ",, kata Kak Ivar kepada Gilbert.


" Kamu kan sudah tahu, jika Kakak kamu Pietro memang begitu wataknya, oon tapi pintar, issh bagaimana sih mengatakannya, iya pokoknya seperti itulah, kenapa masih kamu tanggapin sih Gilbert, nanti kamu capek sendiri ",, kata Kak Iva lagi kepada Gilbert sambil ikut duduk di shofa seberangnya Gilbert.


" Iya Gilbert memang sudah capek Kak daritadi marah-marah terus ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar.


" Nah itu tahu, jadi dibuat slow saja ",, kata Kak Ivar lagi kepada Gilbert.


" Tapi Kak, sekarang bukan itu permasalahannya ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar.


" Lha terus apa?? ",, tanya Kak Ivar dengan santai sekali kepada Gilbert.


" Tadi kan Kak Pietro menyuruh Gilbert untuk mengembalikan daun dan alat penumbuk itu yang ada di dalam kamarnya, terus ketika Gilbert sudah masuk ke dalam kamarnya ......... ",, jawab Gilbert kepada Kak Ivar sambil menjedanya sejenak.


" Kenapa memangnya di dalam kamar Pietro Gilbert?? ",, tanya dari Kak Ivar lagi kepada Gilbert.


" Gilbert malah langsung melihat Kak Pietro sedang asik m3nyu5u ke d4d4nya Kak Molly Kak, bahkan ketika Kak Molly ingin melepaskan diri, tidak di perbolehkan oleh Kak Pietro, eeh dengan santainya Kak Pietro malah menyuruh Gilbert untuk segera pergi dari dalam kamarnya ",, jawab dari Gilbert kepada Kak Ivar.


Kak Ivar yang mendengar perkataan dari Gilbert, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.


Dan suara tawa dari Kak Ivar membuat Gilbert semakin cemberut saja.


Cerita dari Gilbert mengingatkan Kak Ivar ketika dia pertama kali melihat tingkah Pietro bersama Molly dulu sebelum menikah.


" Kakak kenapa malah tertawa sih, disini tidak ada yang lucu tahu!! ",, gerutu Gilbert kepada Kak Ivar.


Namun Kak Ivar malah tidak berhenti tertawa ketika mendengar gerutuan dari Gilbert.


Sungguh menurut Kak Ivar mempunyai adik seperti Pietro dan Gilbert ada plus minusnya.


Walau sering membuat tekanan darah tinggi untuknya, namun juga sering bisa menghiburnya.


Kak Ivar masih saja tertawa, sedangkan Gilbert malah menatap wajah Kak Ivar dengan tatapan seperti ada uap di ke dua telinganya.


Masih sama seperti sebelumnya, Kak Ivar memilih pergi meninggalkan Gilbert dengan keadaan Gilbert sedang uring-uringan sendiri seperti tadi.


" Itu derita kamu Gilbert ",, kata Kak Ivar sambil berlalu pergi menuju ke dalam kamarnya.


Dan Gilbert sendiri sepeninggalan dari Kak Ivar, dia langsung saja melemparkan semua bantal shofa ke semua arah sambil berteriak dengan cukup keras sekali.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2