
Pietro yang sudah masuk kedalam hutan jauh didepan para warga dan Agya, dia terus mengikuti jejak kaki, ranting kayu atau juga para dedaunan serta rerumputan yang terlihat baru saja terinjak.
Pietro terus mengikuti petunjuk seperti yang dia ketahui, bahkan tanah pun Pietro ambil dan dia usap seperti untuk mengecek jejak langkah kakinya siZafran.
Sedangkan para warga dan Agya mereka semua yang berada jauh dibelakang Pietro, mereka terus menyuarakan suara mereka dengan memanggil-manggil nama Zafran.
" Zafran...............",, kata para warga sambil mengalihkan pandangan mereka semua kepenjuru hutan.
" Keluar kamu Zafran, jangan bersembuyi ",, kata warga lagi untuk Zafran.
" Menyerahlah Zafran, kami mungkin akan mengampuni kamu!! ",, lanjut lagi perkataan warga untuk Zafran.
" Zafran kembalikan Molly Zafran, jangan membuat kami semakin dalam bahaya karena amukan dari sang King ",, suara warga lagi sambil terus mencari keberadaan dari Zafran.
Sedang Zafran dia terus berjalan sambil sedikit berlari dari kejaran para warga dan juga Pietro.
" Aku tidak mau ketangkap oleh mereka semua, aku harus bersembunyi dari mereka ",, kata Zafran dengan nafas yang tersengal-sengal karena capek.
Apalagi dia saat ini juga sambil menggendong Molly yang masih saja pingsan.
Pietro sendiri juga terus berjalan dan mengikuti instingnya untuk menemukan keberadaan dari Zafran.
Tanpa Pietro dan Zafran sadari jika jarak mereka saat ini sudah cukup dekat sekali, sekitar kurang lebih tiga ratus meteran.
Karena berhubung didalam hutan, yang mereka lihat disekitar mereka hanyalah pohon, dahan ranting kayu, rumput liar dan lain sebagainya.
Jadinya mereka tidak tahu, jika Zafran dan Pietro akan saling berhadapan sebentar lagi.
Molly yang merasa tubuhnya seperti terguncang-guncang sesuatu, akhirnya dia mulai menunjukkan kalau dia ingin sadar dari pingsannya.
Dan ketika Molly membuka matanya, dia langsung melihat wajah seorang laki-laki sedang menggendongnya, namun laki-laki itu bukanlah Pietro suaminya.
" Siapa kamu, dan kenapa aku bisa bersama kamu, lepaskan aku??!! ",, kata Molly kepada Zafran.
Sungguh Molly sangat tidak mengenali wajah siZafran anak tetua kampung yang dulu, karena Molly lebih banyak didalam rumah daripada bergaul.
Kembali sejenak dikampung Molly.
Nyonya Margaret wanita yang baik yang selalu memberi makan kepada Molly, ketika dia mendengar jika Molly pulang kekampung lagi naik mobil bersama Pietro.
Dia pun langsung saja bergegas ingin melihat wajah dan keadaan dari Molly.
Nyonya Margaret pada awal melihat wajah Molly secara langsung, dia akhirnya percaya dengan gosip yang mengatakan jika wajah Molly sungguh sangat cantik sekali.
" Ternyata kamu memang benar-benar cantik sekali Nak wajahnya, pantas saja setelah kepergian dari kamu kemarin, banyak anak muda laki-laki disini yang tergila-gila kepadamu ",, kata Nyonya Margaret pada waktu itu sambil terus melihat kearah Molly.
__ADS_1
Molly yang baru saja keluar dari dalam mobil milik Pietro, dia tidak menyadari jika ada Nyonya Margaret didalam kerumunan para warga yang ingin melihatnya.
Nyonya Margaret terus memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Molly bersama Pietro.
Bahkan Nyonya Margaret juga ikut terkejut ketika Beckett dibunuh secara langsung didepan mata mereka semua.
" Astaga kamu menikahi seorang monster Molly, namun saya sedikit tenang, karena terlihat sekali sang King sangat mencintai kamu Nak ",, kata batin dari Nyonya Margaret ketika mendengar pernyataan dari Pietro tentang Molly.
Nyonya Margaret tidak mau beranjak pergi sebelum dia melihat sendiri jika Molly pergi dengan baik-baik bersama Pietro.
Dan ketika Nyonya Margaret mendengar teriakan amarah dari Pietro yang mengatakan ada yang menculik Molly.
Nyonya Margaret sempat berfikir jika Molly sengaja kabur dari Pietro.
Namun ketika mendengar pernyataan dari Agya, sungguhlah Nyonya Margaret menjadi sangat terkejut sekali.
Nyonya Margaret juga sangat marah sekali dengan tindakan yang dilakukan oleh Zafran kepada Molly.
" Aku harap kamu baik-baik saja Nak, jangan sampai siZafran mengapa-apakan kamu ",, doa Nyonya Margaret didalam hatinya sambil terus ikut mencari keberadaannya Zafran.
" Semoga saja sang King memberikanmu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan Zafran, karena sejujurnya aku sangat khawatir dengan kondisi dari Molly ",, kata batin Nyonya Margaret lagi untuk Zafran.
Kembali kemasa sekarang.
" Kamu sudah sadar Molly, mata kamu............ astaga benar-benar sangat indah sekali ",, kata Zafran semakin tergila-gila kepada Molly.
" Lepaskan saya, turunkan saya Tuan!! ",, kata Molly dengan sangat ketakutan sekali sambil terus memberontak.
" Diam kamu Molly, atau saya akan membanting kamu keatas tanah!! ",, kata Zafran mengancam Molly yang teros memberontak dalam gendongannya.
" Ampun............, tolong turunkan saya Tuan!! ",, kata Molly kepada Zafran sambil meneteskan air matanya.
" Tidak mau, ayo kita segera pergi dari ini, kita akan menikah nanti jika sudah bisa kabur dari mereka semua ",, jawab Zafran kepada Molly.
" Jangan Tuan, saya sudah menikah ",, kata Molly kepada Zafran sambil terus menangis.
" Lupakan pembunuh kejam itu!! dan kamu akan lebih bahagia hidup bersamaku Molly ",, jawab Zafran lagi kepada Molly.
Dan tiba-tiba lagi telinga Zafran mendengar suara dari para warga yang masih terus memanggilnya.
Tidak cuma Zafran saja yang mendengar, melainkan Molly juga.
Molly yang sudah sangat ketakutan sekali, dia langsung saja mencoba berteriak memanggil para warga yang suara mereka samar-samar terdengar dari tempatnya sekarang.
" Tolooooooooongggggg ................. ",, teriak dari Molly kepada semua warga.
__ADS_1
Zafran sangat terkejut sekali ketika Molly tiba-tiba saja berteriak dengan sangat keras sekali seperti itu.
Dan Zafran dia reflek langsung menekan wajah Molly kearah dadanya supaya Molly tidak berteriak lagi.
" Emmm..........mmmm ",, suara Molly ketika dibekap paksa oleh Zafran didalam gendongannya.
" Diam Molly, atau saya akan menjatuhkanmu dengan sangat keras sekali diatas tanah sekarang!! ",, kata Zafran dengan suara yang sangat tegas sekali kepada Molly.
" Lepaskan saya Tuan, lepaskan!! ",, kata Molly lagi sambil terus memberontak dari gendongannya Zafran.
Zafran yang sudah capek dan tidak kuat, serta Molly tiba-tiba saja menggigit lengannya dengan sangat kuat sekali, membuat Zafran reflek melepaskan tubuh Molly dengan sangat kuat sekali.
Hingga tidak sengaja punggung Molly menghantam akar pohon yang sangat besar sekali, serta kepala Molly juga menghantam pinggiran batang pohon sampai mengeluarkan darah.
" Aaaaaaahh sakit sekali tubuh dan kepalaku!!! ",, kata Molly ketika tubuhnya merasakan itu semua.
Zafran pun sangat terkejut sekali, ketika dia menjatuhkan tubuh Molly seperti itu hingga membuat Molly kesakitan, padahal niat dia tadi hanya cuma mengancam dan menggertak saja.
Molly yang kepalanya berdarah karena menghantam pinggiran batang pohon yang sangat keras, lama-lama mata dia seperti berkunang-kunang.
Ditambah lagi punggungnya terasa sangat sakit sekali, karena beru saja menghantam akar pohon yang sangat besar sekali.
Membuat Molly yang sudah tidak tahan, akhirnya pingsan lagi.
Zafran yang melihat Molly pingsan lagi, dia semakin panik sendiri, karena tanpa sengaja sudah melukai Molly.
Pietro yang sudah berada kurang lebih tiga meteran dibelakang Zafran, dia melihat sendiri bagaimana Zafran menjatuhkan tubuh Molly seperti itu diatas tanah, hingga Molly pingsan lagi dengan posisi seperti itu.
Jiwa Pietro seperti digantikan serta dimasuki oleh jiwa iblis, mata dan wajah Pietro langsung berubah seperti memerah karena dikuasai amarah, karena melihat sendiri bagaimana Molly tersakiti didepan matanya.
Zafran yang masih syok melihat Molly pingsan lagi, dan posisi dia juga sedang membelakangi Pietro, dia tidak sadar jika sudah ada sang King dibelakangnya.
Tamatlah riwayat kamu Zafran karena sudah berani menculik dan menyakiti Molly dihadapan sang King.
" Apa yang sudah kamu lakukan kepada My Queen!! ",, kata tenang, dengan suara dingin nan menusuk gendang telinga, dan juga terdengar mengerikan seperti suara sang Iblis ketika baru saja bangun tidur.
Siapa lagi jika bukan suara dari Pietro kepada Zafran.
Zafran langsung saja menolehkan kepalanya kebelakang ketika mendengar suara Pietro.
Dan alangkah terkejutnya Zafran ketika dia melihat sang King seperti sudah siap menyiksanya detik itu juga.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1