KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
KEHEBOHAN DI RUMAH PIETRO


__ADS_3

Jika Gilbert sedang marah-marah, karena baru bangun tidur sudah melihat alis mata dan juga kuku tangannya berwarna hijau.


Beda lagi di rumah sebelah, lebih tepatnya di rumah mewah milik Pietro.


Alva yang sudah sampai di rumah Pietro, dia langsung berlalu menuju ke kandang King, namun sesampainya di depan kandang si King yang mirip dengan kebun binatang, Alva tidak melihat keberadaannya si King sama sekali.


" King, kamu di mana King?? ",, panggil Alva kepada si King.


" King ",, panggil Alva lagi.


Tapi mau bagaimanapun juga Alva memanggil si King, tetap saja dia tidak bakal keluar, karena King saat ini sedang berada di dalam kamar kerabatnya Kak Ivar, lebih tepatnya adik iparnya Kak Ivar.


" King di mana,?? kenapa semua orang yang ingin aku ajak bermain tidak ada?? ",, kata Alva dengan bersedih.


Bukannya di situ tidak ada anak kecil selain Alva, hanya saja anak dari Paman dan bibinya atau anak dari adiknya Mama Agnes, mereka semua belum pada bangun, masih pada tidur di dalam kamar tamu yang sudah di sediakan.


" Huft,!! sepinya rumah sebesar ini, menyebalkan!! ",, kata Alva langsung duduk di kursi yang tersedia di situ.


Sedangkan jika kita berlalu ke dalam rumah si Pietro, Kakak kandungnya Agnes yang sedang mencari adiknya, dia pun mencoba berjalan ke arah kamar tamu yang di tempati oleh sang adik.


Ketika Kakak kandung Agnes membuka pintu kamar tamu tersebut, dia di buat sangat terkejut sekali, ketika melihat sang adik sedang tidur sambil memeluk si King.


" Gravit,!! apa yang sedang kamu lakukan??!! ",, teriak sang Kakak kepada adiknya yang bernama Gravit.


Gravit yang mendengar teriakan dari sang Kakak, dia pun langsung menyahuti perkataan sang Kakak, dengan mata yang masih terpejam.


Dan untuk si King yang juga mendengar, dia hanya menatap Kakaknya Gravit dengan tatapan santainya.


" Ada apa sih Kak, ini masih pagi kenapa Kakak sudah teriak-teriak seperti di dalam hutan saja, aku masih mengantuk dan masih ingin tidur lagi ",, jawab Gravit sambil memeluk si King lagi.


" Hiii, astaga anak ini, kenapa si King malah di peluk lagi ",, gerutu si Kakak kepada Gravit.


" Gravit, bukalah mata kamu, apa yang sedang kamu peluk itu!! ",, kata si Kakak lagi masih sambil berdiri di depan pintu kamar.


Suara si Kakak yang cukup keras, membuat adik kandungnya Agnes yang perempuan, yang bernama Inesa yang ingin mengambil air minum di dalam dapur pun, menjadi penasaran dengan sang Kakak yang sedang teriak-teriak membangunkan Gravit.


" Kak Rio kenapa teriak-teriak sih, masih pagi ini ",, tanya Inesa kepada sang Kakak.

__ADS_1


" Itu, lihatlah sendiri adik kamu!! ",, jawab Rio kepada Inesa.


Inesa adalah anak nomor tiga setelah Agnes, sedangkan Gravit yang sedang tidur dengan si King adalah adik Rio dan Agnes yang nomor empat.


Jumlah anak Mama Jaena ada lima, jadi total saudara kandungnya Agnes, ada empat, dan Agnes sendiri anak nomor dua, setelah Rio, karena Rio anak pertamanya Mama Jaena.


Dan yang nomor lima setelah Gravit, dia berjenis kelamin laki-laki bernama Isandro.


" Memangnya Gravit kenapa si Kak?? ",, tanya Inesa lagi kepada Rio, sambil mencoba mengintip ke dalam kamar.


Dan alangkah terkejutnya Inesa, ketika sudah melihat keadaannya si Gravit yang sedang memeluk si King dengan erat.


Inesa pun langsung saja berteriak dengan sangat kencang sekali, hingga sampai membangunkan hampir semua penghuni rumah mewah si Pietro.


Gravit yang mendengar teriakan dari sang Kakak yaitu Inesa, dia semakin merasa terganggu saja dan langsung marah-marah kepada Inesa.


" Kalian semua kenapa pada berisik sih,!! menyebalkan sekali, aku sampai mau tidurpun susah!! ",, kata Gravit kepada Inesa.


Inesa tidak menjawab perkataannya Gravit, karena tadi setelah berteriak dengan sangat kencang sekali, dia malah langsung pingsan seketika.


Sedangkan Gravit yang merasa terganggu dan tidak bisa tidur lagi, dia pun mencoba untuk membuka matanya dengan sangat lebar sekali.


Seperti dugaan kita semua, Gravit yang sudah membuka matanya, dan langsung melihat King ada di depan matanya, membuat dia menjadi sangat-sangat super terkejut sekali.


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ",,


Gantian si Gravit yang berteriak dengan sangat kencang sekali, sampai memekakkan telinga orang-orang yang sudah pada bangun dari tidurnya.


Gravit yang sedang berteriak, karena merasa terkejut dengan keberadaan si King yang ada di depan matanya.


King malah dengan santainya tanpa merasa berdosa sama sekali, dia langsung men71l4t wajah si Gravit, dan sukses langsung membuat Gravit terdiam, dan setelahnya Gravit langsung pingsan seketika.


Rio yang sudah kembali lagi ke dalam kamar tamu yang di tempati oleh Gravit, dan melihat Gravit malah pingsan setelah berteriak heboh seperti tadi.


Rio pun memilih langsung berlalu pergi lagi dari situ dan membiarkan saja si Gravit yang sedang pingsan.


Begitupun dengan si King, dia juga meninggalkan Gravit yang sedang pingsan, dengan beranjak turun dari atas ranjang karena ingin mencari makan, sebab perutnya sudah terasa lapar.

__ADS_1


Sedangkan kembali ke dalam kamar si Pietro, Molly yang sudah selesai dari rutinitasnya dari dalam kamar mandi.


Bisa secara bersamaan, baby Aluisa tiba-tiba terbangun dan menangis dengan cukup kencang sekali.


Molly langsung saja mengambil asal pakaiannya dari dalam ruang walk in closetnya, karena dia ingin segera menenangkan baby A yang sedang menangis.


Mungkin Pietro sedang merasa kecapekan, karena biasanya dia yang paling duluan untuk bangun, dan akan terbangun jika ke dua anak-anaknya sedang menangis seperti sekarang.


Namun kali ini, Pietro tidak mendengar tangisan baby A sama sekali, karena dia masih tertidur dengan sangat lelap, dengan posisi roket jumbonya masih berada di dalam plastik karena ulah si Molly.


" Oh sayang, anak Mama sudah bangun ",, kata Molly sambil menimang baby A.


Molly lalu menyusui baby A yang sepertinya sedang kehausan, dan benar saja, ketika baby A sedang n3n3n dengan Molly, dia memejamkan matanya kembali.


" Masih mengantuk ternyata anak Mama ",, kata Molly untuk baby A.


Ketika di rasa baby A sudah merasa kenyang dan juga sudah tertidur lagi di dalam gendongannya, Molly langsung mengembalikan baby A ke dalam box babynya lagi.


Setelah itu, Molly lalu mengecek keadaan dari baby C yang ternyata masih tertidur dengan lelap sekali di dalam box babynya.


" C sepertinya masih tidur dengan nyenyak, lebih baik aku melihat keadaan di luar kamar, apakah semua orang sudah pada bangun dari tidur mereka ",, kata Molly sambil berlalu keluar kamar.


Baru saja Molly keluar kamar, Pietro tiba-tiba terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara pintu kamar yang baru saja di tutup dari luar oleh Molly.


Pietro langsung saja mencoba mengedarkan pandangannya yang masih samar-samar tersebut ke arah seluruh ruang kamarnya.


Seperti biasanya, laki-laki jika waktu pagi ketika bangun tidur, dia akan mengalami yang namanya 3r3k51 di bagian aset terpentingnya.


Dan di saat roket milik Pietro sedang siap tempur, dia tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh di bagian miliknya itu.


Dengan segera, Pietro lalu membuka selimut yang di pakainya, dan alangkah terkejutnya dia, ketika melihat roket miliknya sedang terbungkus plastik berlakban.


" Ini pasti ulah Molly, awas akan aku balas nanti kamu sayang ",, kata Pietro sambil melepaskan lakban yang melilit roketnya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2