
Meninggalkan Gilbert dan juga Danish, kita beralih ke Greta sejenak.
Semalam Greta yang sudah berpamitan kepada semua Keluarganya, dia lalu benar-benar terbang kembali ke rumah si Pietro.
Sesampainya di rumah Pietro waktu sudah hampir pagi, dan Greta yang ingin melihat Molly, ternyata pada waktu itu Molly masih tidur.
Alhasil Greta memilih keluar saja dari dalam rumah Pietro dan duduk termenung di teras depan rumah.
Pada waktu itu Pietro yang sudah puas mengerjai kurir pengantar makanan tadi, dia yang kembali ke rumahnya melihat Greta sedang duduk melamun di teras depan rumahnya.
" Kamu kenapa ada di sini?? '',, tegur Pietro pada waktu itu kepada Greta.
" Saya kira kamu sudah musnah dari bumi ini karena beberapa hari tidak melihat kamu di sini ",, kata Pietro lagi kepada Greta.
" Tuan ini kenapa selalu pedas sekali sih jika berbicara kepada saya ",, kata sebal dari Greta kepada Pietro.
" Terserah ",, jawab Pietro sambil berlalu pergi masuk ke dalam rumah meninggalkan Greta.
" Menyebalkan ",, gerutu Greta untuk Pietro.
" Bosan sekali aku, Molly juga belum bangun tidur ",, kata Greta berbicara sendiri.
" Aku temui Leia saja ah untuk aku ajak bermain ",, kata Greta lagi sambil terbang mencari keberadaan dari Leia.
Namun ketika Greta baru terbang beberapa saat dia bertemu dengan Ansel.
" Hai Greta, sudah lama tidak melihat kamu di sini, kamu mau kemana?? ",, sapa dari Ansel kepada Greta.
" Iya aku kemarin pulang menemui Keluargaku, dan sekarang aku mau mencari Leia, bosan sekali rasanya ",, jawab dari Greta kepada Ansel.
" Kalau begitu ayo kita cari sama-sama mumpung aku juga tidak sedang bekerja ",, kata Ansel kepada Greta.
" Iya boleh ayo ",, jawab Greta kepada Ansel.
Dan lalu Greta bersama Ansel terbang mencari keberadaan Leia hantu kecil nan cantik itu.
Sedangkan untuk Keluarga Hartigan sendiri setelah pagi harinya mereka tidak melihat Greta lagi di rumah mereka.
Setelah sarapan pagi tadi Ayah Janu langsung mengajak semua Keluarganya untuk berkunjung ke makam Greta untuk mendoakan ketengan arwahnya si Greta.
Walau dengan mata yang masih sembab karena bersedih ditinggal pergi Greta lagi, Mamah Hanna tetap berusaha tegar menerima kenyataan yang ada, jika memang putri bungsunya itu sudah tidak bisa bersama mereka lagi.
Dan Kak Agler sendiri yang pagi harinya mata dia juga ikut sembab karena semalam menangisi kepergian dari Greta, ketika di tanya oleh Ayah Janu, dia menjawab berbohong kepada kedua orang tuanya, jika matanya seperti itu sebab semalaman bergadang untuk bekerja.
Kembali ke Greta lagi.
Greta yang sudah cukup lama bermain dengan Leia, dia lalu meminta ijin kepada Ansel dan juga Leia untuk ke rumah Pietro dulu sebentar.
__ADS_1
Karena Greta rasanya sudah sangat rindu sekali kepada Molly yang sudah beberapa hari tidak dilihatnya.
Ketika Greta sudah masuk lagi ke dalam rumah Pietro, pada waktu itu Greta melihat Molly sedang menonton televisi di temani oleh si King.
Sayang seribu sayang, disaat Greta ingin duduk di shofa sampingnya Molly, dia harus melihat adegan Molly yang sedang di cium oleh Pietro dengan tiba-tiba.
" Tuan itu aaaah kan jiwa jombloku meronta-ronta jadinya ",, kata Greta kepada dirinya sendiri.
" Mau Kakanda ajak ke suatu tempat?? ",, begitulah perkataan yang dikatakan oleh Pietro kepada Molly yang didengar oleh Greta.
" Apa mereka akan pergi, terus kapan dong aku bisa berbicara dengan Molly ",, kata Greta sambil terus berbicara sendiri.
Disaat Greta melihat Molly ditinggal sendirian oleh Pietro dia lalu mencoba mendekat ke arah Molly.
" Molly apa kamu mau pergi dengan Tuan kejam itu?? ",, tanya Greta dengan tiba-tiba kepada Molly.
Dan Molly sedikit terkejut dengan kedatangan dari Greta.
" Greta hei aku merindukanmu, kamu kemana saja Greta beberapa hari ini, tidak tahukah kamu aku mencarimu sejak kemarin??",, kata Molly kepada Greta.
" Aku kemarin pulang ke rumahku sendiri karena aku rindu dengan ke dua orang tua dan juga Kakakku ",, jawab dari Greta kepada Molly.
" Dan apakah kamu akan pergi malam ini?? ",, tanya dari Greta lagi kepada Molly.
Molly belum sempat menjawab perkataan dan pertanyaan dari Greta, tiba-tiba saja Pietro datang lagi dari arah luar, karena baru saja mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi rumah.
Molly langsung saja tertawa mendengar Pietro mengusir Greta.
" Dasar jahat!! ",, kata Greta kepada Pietro.
" Kalau begitu aku mau bermain dulu ya Molly daaa, nanti jika kamu sudah pulang, aku akan menemui kamu ",, kata Greta kepada Molly.
" Iya ",, jawab Molly kepada Greta.
" Sudah sana pergi dan jangan datang ke sini lagi!! ",, kata Pietro lagi kepada Greta.
Molly merasa lucu dengan tingkah dari Pietro kepada Greta.
Dan Molly merasa Pietro tidak akan berani memusnahkan Greta seperti hantu-hantu sebelumnya.
Greta yang mendengar perkataan dari Pietro, dia langsung saja terbang menembus dinding sambil menjulurkan lidahnya yang sangat panjang itu kepada Pietro.
Setelahnya baik Molly dan juga Pietro mereka lalu bersiap-siap untuk pergi ke suatu tempat dan ternyata termpat itu adalah sebuah mall untuk membeli gadget mahal seperti yang sudah dibahas dibab sebelumnya.
Kembali ke masa sekarang.
Pietro dan Molly yang sudah selesai menikmati makan malamnya, Pietro lalu mengajak Molly untuk pulang ke rumah.
__ADS_1
Molly di sepanjang perjalanan pulang di dalam mobil, dia terus mencoba memainkan ponsel barunya itu.
Dan ketika Molly kesulitan menggunakan ponselnya itu, Molly bukannya bertanya kepada Pietro, malah dia pukulkan ke dashboard mobil.
Sontak hal itu membuat Pietro langsung saja mengalihkan pandangannya sekilas ke arah Molly sambil bertanya juga.
" My Queen apa yang sedang My Queen lakukan?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Molly tidak bisa membuka ini Kakanda, sudah Molly pencet-pencet tidak bisa, dan biasanya jika Molly tidak bisa membuka, Molly pukulkan ke benda keras langsung bisa ",, jawab polos dari Molly kepada Pietro sambil menunjukkan sebuah aplikasi di dalam ponselnya.
" Astaga istriku, memangnya dia kira itu kepala eh kelapa di benturin seperti itu ",, gerutu dari Pietro untuk Molly.
" Mana sini coba Kakanda lihat ",, kata Pietro sambil meminta ponsel milik Molly.
Molly langsung saja memberikan ponselnya itu kepada Pietro.
Dengan mudahnya Pietro langsung bisa dan dia juga langsung saja memberitahukan cara menggunakan aplikasi itu kepada Molly.
" Sudah faham?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Sudah ",, jawab Molly kepada Pietro.
Pietro hanya mengangguk saja kepada Molly.
Dan selanjutnya Molly memainkan ponselnya lagi, namun tiba-tiba saja Molly seperti ingin membuka dan mengeksekusi ponsel barunya itu.
Lagi dan lagi Pietro dibuat terkejut dengan tingkah dari Molly.
" My Queen mau apa lagi?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Mau mengganti gambar ini, tapi ko tidak bisa, dan Molly ingin melepaskan semua penutup ponsel ini, siapa tahu gambarnya sedang menyangkut di dalam ",, jawaban yang membagongkan sekali dari Molly kepada Pietro.
Pietro yang mendengar jawaban dari Molly, dia langsung saja memijit pelipisnya dengan pelan.
" Astaga, beginilah jika aku terlalu banyak dosa mempunyai istro yang oonnya melebihi Kak Agnes ",, gerutu Pietro di dalam hatinya sambil terus memijat dahinya.
Gubrak, sungguh antara sombong dan bodoh itu beda tipis, karena mereka sama-sama sembrono menggunakan barang mahal.
...ποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈποΈ...
Mampir Yuk guys π€π€
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
...***TBC***...
__ADS_1