
Ansel sungguh benar-benar sangat bahagia sekali. Dan apa yang dia harap-harapkan selama beberapa bulan ini akhirnya terwujud juga, jika arwah Greta benar-benar di berikan kesempatan oleh Tuhan untuk berreinkarnasi ke salah satu tubuh baby kembarnya Pietro.
Greta sendiri ketika dia sudah berpindah alam di tempat yang semestinya, dia ketika di atas sana merasa sangat senang sekali.
Karena tempat yang Greta kunjungi sangatlah indah sekali, dan tempat seindah itu tidak pernah Greta lihat sama sekali ketika dia masih berada di bumi.
Selama beberapa minggu di tempat itu, Greta yang awalnya merasa asing, dia mulai betah tinggal di sana dan selalu bermain dengan riang gembira bersama para arwah yang lainnya.
Suatu ketika, tibalah saatnya Greta di giring menuju ke tempat penghakiman.
Greta di tempat penghakiman ketika catatan amal baiknya sangatlah bagus, dia berikan pertanyaan oleh Tuhan, apakah dia mau di berikan kesempatan untuk berreinkarnasi ke dalam tubuh seorang bayi yang baru lahir, di situlah Greta mulai bimbang.
Greta sebelumnya sangatlah ingin sekali bisa berreinkarnasi di dalam tubuh salah satu baby kembarnya Pietro dan Molly.
Akan tetapi ketika tempat terakhirnya sangatlah indah dan menyenangkan sekali, membuat Greta menjadi mempunyai pilihan yang sulit.
Sejenak Greta teringat dengan Molly dan semua orang yang sayang kepadanya, dan akhirnya Greta pun memutuskan dan memantapkan hatinya untuk memilih berreinkarnasi saja.
Dan Greta memohon kepada Tuhan ingin berreinkarnasi ke dalam tubuh salah satu baby kembarnya Pietro dan Molly.
Permintaan Greta pun langsung saja di kabulkan oleh Tuhan, dan dengan sekejap mata arwah Greta langsung saja masuk ke dalam tubuh salah satu baby kembarnya Pietro dan Molly ketika usia kandungannya Molly genap empat bulan.
Dan di sinilah Greta sekarang, sudah terlahir kembali menjadi sesosok manusia berupa seorang bayi kecil nan mungil dan juga lucu.
" Tuan Pietro, Nyonya Molly, Greta sudah terlahir kembali, dia Greta Nyonya Molly, Greta ..... ",, kata Ansel kepada Pietro dan Molly.
Dan tentu saja perkataan dari Ansel yang bisa mendengar cuma Pietro dan juga Molly.
Mendengar perkataan dari Ansel, Pietro dan Molly langsung flashback ke perkataan dari Greta yang dulu pernah mengatakan kepada mereka tentang tahi lalatnya yang ada di pundak sebelah kiri itu.
Wajah Ansel terlihat sangat berbinar sekali ketika dia mengatakan hal tersebut kepada Molly dan Pietro.
" Tuan Pietro, bisakah kita berbicara berdua saja, saya mohon ",, kata Ansel kepada Pietro.
Sebelum menjawab perkataan dari Ansel, Pietro dan Molly langsung saling pandang.
Molly pun reflek langsung mengangguk kepada Pietro, hingga akhirnya Pietro pun ikut mengangguk juga kepada Ansel.
__ADS_1
" Terimakasih Tuan Pietro ",, kata Ansel ketika melihat Pietro mengangguk kepadanya.
Setelahnya Pietro pun tiba-tiba saja memanggil Gilbert yang sedang ikut melihat ke arah baby girlnya yang sedang di gendong oleh Agnes.
" Gilbert, ke sini sebentar ",, kata Pietro kepada Gilbert.
Gilbert langsung saja berjalan mendekat ke arah Pietro.
" Ada apa Kak?? ",, tanya dari Gilbert kepada Pietro.
" Ini tolong gendong dulu baby boyku, Kakak mau menelpon seseorang sebentar ",, kata Pietro sambil menyerahkan baby boynya.
" Ok ",, jawab dari Gilbert sambil menerima baby boynya.
" Awas jangan sampai terjatuh, jika sampai terjatuh atau dia terluka, kamu akan Kakak lempar dari atas gedung rumah sakit ini!! ",, kata Pietro kepada Gilbert.
" Iya ",, jawab singkat dari Gilbert kepada Pietro.
Setelahnya Pietro langsung saja berjalan menuju ke dalam kamar pribadi yang tersedia di dalam ruang perawatannya Molly.
" Apa yang ingin kamu katakan kepada saya?? ",, tanya dari Pietro kepada Ansel.
" Tuan, sepertinya saya sebentar lagi juga akan pergi dari dunia ini, saya titip Greta Tuan, jaga dia dan saya mohon jangan jodohkan dia dengan laki-laki lain selain saya Tuan ",, kata Ansel kepada Pietro.
Ansel bisa berkata seperti itu kepada Pietro, karena dua minggu yang lalu Ansel pun juga sudah mendapatkan sebuah mimpi yang sama seperti Greta dulu sebelum di jemput oleh Malaikat.
" Bagaimana saya bisa tahu jika laki-laki yang akan menikahi anak saya nantinya itu adalah kamu?? ",, tanya dari Pietro lagi kepada Ansel.
Mendengar pertanyaan dari Pietro, Ansel pun langsung saja menunjukkan bentuk telinganya yang mempunyai bentuk daun telinga yang sedikit lebar dan nampak panjang, seperti telinga kelelawar yang biasa di dunia medis di sebut lop's ear atau bat's ear.
Dan Ansel juga menunjukkan kepada Pietro, jika di balik telinganya itu yang sebelah kanan, dia memiliki tanda lahir berupa tahi lalat yang cukup besar sekali seperti tompel.
" Itu semua adalah tanda lahir yang saya miliki Tuan ",, kata Ansel kepada Pietro.
" Ok, saya mengerti ",, jawab Pietro kepada Ansel.
" Lalu, di tubuh bayi manakah kamu akan berreinkarnasi Ansel?? ",, tanya dari Pietro lagi dan lagi kepada Ansel.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan dari Pietro yang seperti itu, Ansel pun langsung saja menunjukkan wajah kesedihannya, sebab dia belum tahu akan di berikan kesempatan berreinkarnasi atau tidak oleh Tuhan.
" Saya tidak tahu Tuan, karena saya tidak ada petunjuk di keluarga mana saya akan dilahirkan ",, jawab dari Ansel kepada Pietro sambil memperlihatkan wajah kesedihannya.
" Dan lagi pula, saya belum tahu, apakah saya bisa di berikan kesempatan untuk berreinkarnasi atau tidak Tuan ",, lanjut lagi perkataan dari Ansel kepada Pietro.
" Tapi saya mohon Tuan, di Negara dan kota mana pun saya dilahirkan, dan oleh siapa nanti saya dilahirkan kembali, saya mohon Tuan, ijinkanlah saya bersatu dengan putri anda nantinya ",, kata Ansel memohon kepada Pietro.
" Bagaimana kamu bisa seyakin itu, jika putri saya adalah jodoh kamu nantinya?? ",, tanya dari Pietro kepada Ansel.
" Entahlah Tuan Pietro ",, jawab dari Ansel kepada Pietro.
" Tapi jika saya di ijinkan untuk berreinkarnasi, saya akan memohon kepada Tuhan, untuk di jodohkan kembali dengan Greta yang sudah berreinkarnasi menjadi anak anda ",, kata Ansel lagi kepada Pietro.
" Baiklah, kita lihat saja ke depannya, sekarang kamu pergilah dengan tenang Ansel ",, jawab dari Pietro kepada Ansel.
" Terimakasih Tuan, terimakasih ",, kata Ansel kepada Pietro dengan senyum yang sangat merekah sekali.
" Dan ijinkan saya untuk bersama Greta kecil Tuan Pietro, sebelum saya benar-benar di ambil oleh Tuhan Tuan ",, kata Ansel kepada Pietro.
" Iya, asal jangan kamu ganggu anak saya!! ",, jawab tegas dari Pietro kepada Ansel dengan sangat tegas sekali.
" Baik Tuan ",, jawab Ansel kepada pietro.
Setelah di rasa pembicaraannya sudah selesai, Pietro pun langsung kembali keluar dari dalam kamar pribadi itu untuk bergabung kembali dengan para Keluarganya.
Begitupun dengan Ansel, dia langsung keluar dan berdiri di samping baby girlnya Pietro dan Molly yang sedang di gendong oleh Kak Ivar.
Ansel terus melihat dengan sangat lekat sekali wajah baby gilrnya Pietro dan Molly yang masih memejamkan matanya.
Seperti menyimpan bagaimana bentuk wajah Greta kecil di dalam ingatannya, sebelum Ansel benar-benar pergi dari dunia ini.
Sedangkan baby boynya Pietro, dia saat ini sudah di pindahkan Gilbert ke ranjang sampingnya Molly, karena Mollylah yang meminta Gilbert untuk menaruh baby boynya di sampingnya.
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...
__ADS_1