
Gilbert yang baru tersadar ketika mobil sang Kakak sudah tidak terlihat lagi di depan matanya, dia langsung saja melepaskan ke dua kelinci tadi sambil marah-marah.
" Apa tadi si bodoh itu bilang,!! enak saja aku di suruh untuk merawat ke dua kelinci ini!! ",, kata Gilbert dengan ekspresi yang begitu sebal sekali kepada Pietro.
" Eh tadi Kak Pietro bilang mau barbequean pakai kelinci ini jika Eron sudah pergi, aduh m4mpu5 aku dimana tadi ya kelincinya lepas ",, kata Gilbert sambil mencoba mencari kelinci tersebut.
Sekarang Gilbert kebingungan sendiri kan jadinya, karena sebal sesaat dengan sang Kakak dia tidak sengaja melepaskan kelinci yang harusnya dia rawat.
" 61tch ...... 61tch dimana kamu?? ",, kata Gilbert sambil terus mencari ke dua kelinci tadi kedalam semak-semak yang ada di pekarangan rumah.
Sungguh di luar nalar, Gilbert yang harusnya memanggil Bit Rabbit, malah jadi 61tch, kan itu sudah beda arti.
Tapi terserah Gilbert sajalah, dia kan sedikit rada orangnya, yang penting ketemu itu ke dua kelinci, supaya nanti tidak daging dia yang akan di jadikan barbequean oleh Pietro.
Sedangkan di dalam rumah sepeningalan dari Pietro tadi, Eron langsung saja di marahi sang Ayah karena selalu menyinggung perasaannya Pietro terus dari dulu jika bertemu Pietro.
" Jika suatu saat ancaman yang Pietro berikan kepadamu tadi menjadi kenyataan, Ayah sudah tidak bisa membantu kamu lagi Eron ",, kata sang Ayah kepada Eron.
" Ayah kenapa takut sekali kepada Pietro sih, dia kan manusia biasa sama seperti kita, hanya saja dia tinggalnya tidak seperti kita ",, jawab dari Eron dengan sikapnya yang sangat sok sekali itu.
" Nak, sekali-sekali dengarkan apa kata Ayah, karena itu juga demi kebaikanmu ",, kata sang Mamah kepada Eron.
" Mamah sama Ayah itu sama saja kenapa kalian takut sekali sama Pietro!! ",, jawab dari Eron kepada ke dua orang tuanya.
" Jangan bilang jika kamu ingin merebut Molly dari Pietro Eron!! ",, kata Kak Ivar kepada Eron.
Karena Kak Ivar sudah melihat daritadi sikap mencurigakan dari Eron yang menatap Molly seperti itu.
Kak Ivar sendiri sebetulnya tidak suka juga dengan Eron, karena sifatnya yang buruk itu, begitupun dengan Gilbert.
Namun diantara Pietro dan Kak Ivar, hanya Gilbertlah yang bisa menyembunyikan rasa tidak sukanya kepada Eron.
__ADS_1
Jadi Eron berfikir jika ke tiga bersaudara itu yang tulus dengannya cuma Gilbert saja, padahal aslinya Gilbert sama saja seperti ke dua Kakaknya.
Eron yang mendengar perkataan dari Kak Ivar dia langsung saja menampilkan senyum miringnya sambil menaikkan salah satu kakinya ke atas kaki yang satunya.
" Sepertinya saran dari Kak Ivar menarik juga ",, kata Eron dengan sangat tidak sopan sekali kepada Kak Ivar.
Kak Ivar yang tidak suka dengan keributan, ketika mendengar perkataan dari Eron, dia memilih mengambil nafasnya cukup panjang supaya tidak terpancing emosi.
" Eron!! ",, tegur dari sang Ayah kepada Eron.
" Jangan lakukan itu, atau kamu nanti bisa celaka Eron!! ",, kata sang Ayah lagi kepada Eron.
" Huh!! ",, suara Eron sambil tersenyum miring dengan gayanya yang pongah itu.
" Mamah malu Eron mempunyai anak seperti kamu, jika kamu sampai berani merebut istri dari sepupu kamu Pietro ",, kata sang Mamah juga kepada Eron.
" Dia terlalu cantik Mamah jika bersanding untuk Pietro ",, jawab menjengkelkan sekali dari Eron kepada Mamahnya.
Dan perkataan dari Eron itu masih di dengar jelas oleh Kak Ivar dan sang Paman.
" Terlalu cantik juga jika Molly bersanding dengan kamu Eron ",, sahut dari Kak Ivar kepada Eron.
Eron yang mendengar perkataan dari Kak Ivar, dia langsung saja menampilkan wajah tidak sukanya kepada Kak Ivar.
" Dari segi wajah saja kamu sudah kalah tampan dari Pietro, jadi jika Molly sampai memilih kamu dari pada Pietro, berarti mata Molly buta!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Eron.
Kak Ivar mempunyai cara tersendiri untuk menghadapi Eron, tidak perlu pakai kekerasan seperti Pietro tapi Eron sudah terbakar emosi sendiri.
Kak Ivar dan Gilbert kembali pulang ke rumah peninggalan ke dua orang tuanya dulu, ketika Kak Ivar sudah berusia dua puluh tahun.
Pada waktu itu sebetulnya sang Paman belum memperbolehkan Kak Ivar tinggal sendiri dan mengurus Perusahaan sendiri.
__ADS_1
Namun karena tekad yang bulat dan juga kuat, sang Paman pun akhirnya mengijinkan Kak Ivar dan Gilbert kembali ke rumah yang saat ini Kak Ivar tempati itu bersama Agnes dan Gilbert.
Sebetulnya masalah utama yang membuat Kak Ivar pindah ke rumah peninggalan dari ke dua orang tuanya, karena dia tidak tahan dengan sikap dari Eron itu.
Namun Kak Ivar sengaja tidak jujur kepada sang Paman, karena sang Paman sudah terlalu baik kepadanya.
" Lagi pula melihat sifat Molly yang sangat penurut dan sangat cinta sama Pietro, aku yakin Molly pasti tidak akan mau dengan laki-laki seperti kamu Eron ",, lanjut terus perkataan dari Kak Ivar kepada Eron.
" Walau Molly orangnya sangat kampungan sekali, tapi dia tahu dan bisa membedakan mana laki-laki baik dan buruk ",, kata Kak Ivar lagi kepada Eron yang terlihat semakin marah saja.
" Pietro memang kejam, tapi dia tidak jahat, ya contohnya seperti kamu Eron ",, kata kak Ivar lagi tanpa mengeluarkan keringat sama sekali, tapi kepala Eron seperti sudah keluar tanduknya.
" Aku lebih suka mempunyai adik yang suka membunuh seperti Pietro, karena aku tahu yang dia bunuh adalah orang-orang jahat, jadi jika seumpama Pietro membunuh kamu, ya berati kamu termasuk orang jahat juga dan patut di singkirkan dari bumi ini, itulah prinsip yang selalu Pietro anut, menyingkirkan orang yang merusak bumi!! ",, kata Kak Ivar lagi dan lagi kepada Eron.
Dan Eron yang sudah tidak tahan dengan semua perkataan dari Kak Ivar, dia langsung saja berdiri dari duduknya.
Kak Ivar yang kurang sigap pun dia tidak menyadari, jika Eron sudah mengambil guci besar yang ada di situ untuk dia pukulkan ke arahnya.
Akhirnya suasana di dalam ruang tamu itu menjadi sangat mencekam sekali karena ulahnya Eron.
Gilbert yang mendengar keributan dari dalam rumah, dia langsung saja menghentikan mencari ke dua kelinci tadi, untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Semua orang termasuk Agnes dan Mamah Jaena yang melihat ada darah yang mengalir dari kepala Kak Ivar, mereka semua langsung saja merasa sangat khawatir sekali.
" Kak Agnes cepat telepon Kak Pietro!! ",, kata Gilbert kepada Agnes.
Agnes dengan tangan gemetaran dia langsung saja menghubungi Pietro.
Dan Gilbert yang takut jika Eron akan kabur dari dalam rumahnya sebelum Pietro datang, dia pun berusaha menangkap Eron, walau dia harus berkelahi dulu bersama Eron.
Sang Paman sekaligus Ayahnya Eron, dia tidak tahu harus berbuat apa, namun di dalam situasi seperti itu, dia reflek ikut mencoba menangkap sang anak yaitu Eron yang sudah membuat keributan di rumah tersebut.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TBC***...