KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
BABY BOY AGAIN


__ADS_3

Singkat cerita tidak terasa waktupun telah berlalu, jika kemarin Pietro baru saja di buat gila oleh mengidamnya Molly, yang ingin melihatnya menjadi seorang wartawan.


Lalu kunjungan mereka ke makam ke dua orang tua mereka masing-masing, di usia kehamilan Elina dan Molly yang sudah menginjak enam bulan.


Tidak terasa saat ini, usia kandungan dari Elina dan Molly sudah menginjak trimester ke tiga, lebih tepatnya ke tiga puluh delapan minggu.


Tinggal beberapa hari saja bagi Elina dan Molly akan segera melahirkan.


Entah nanti siapa yang lebih dulu akan melahirkan, namun baik Gilbert dan Pietro, mereka berdua sudah pada siaga untuk mengantisipasi, jika istri mereka akan melahirkan secara mendadak.


Walau ini bukan anak pertama untuk Pietro, namun dia masih tetap excited menunggu kelahiran dari baby ke tiganya itu.


Jika dulu Pietro akan diganggu dengan pekerjaannya di luar Negeri, saat ini Pietro stay terus di samping Molly.


Jadi jika sewaktu-waktu Molly akan melahirkan, dia akan langsung bisa membawa Molly ke rumah sakit.


Begitupun dengan Gilbert, karena ini pengalamannya yang pertama untuk menjadi seorang Ayah, dia sampai ketakutan sendiri, jika Elina akan melahirkan ketika dia tidak berada di sampingnya.


Bahkan Gilbert sudah tidak mau berangkat ke kantor sejak dua minggu yang lalu, sebab dia ingin menunggu Elina yang sedang hamil besar.


Padahal di rumah super mewah miliknya sudah ada Ayah Eric yang menemani Elina sejak kemarin, namun itu semua tetap saja membuat Gilbert merasa takut dan was-was.


Ketika waktu baru menunjukkan pukul tujuh malam, dan Pietro bersama Molly beserta si kembar yang sedang menikmati makan malam mereka.


Tiba-tiba saja Molly merasakan sesuatu yang aneh di dalam perutnya.


Molly merasakan rasa mulas seperti dulu, ketika dia akan segera melahirkan si kembar.


" Aduh sakit Kakanda ",, kata Molly dengan tiba-tiba kepada Pietro.


Pietro yang sedang asik menyuapi si kembar, dia langsung saja mengalihkan pandangannya ke arah Molly yang sedang merasa kesakitan.


" Mama,!! Mama kenapa,?? apa Mama akan segera melahirkan?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


Molly tidak bisa menjawab pertanyaan dari Pietro, karena dia sedang sibuk menahan rasa sakit yang sedang di rasakannya.


Pietro lalu memanggil semua asisten dan anak buah yang ada di rumahnya, untuk menjaga si kembar sebentar.


Walau mereka mempunyai anak kembar, tapi Pietro tidak mau memakai jasa baby sister sama sekali untuk merawat si kembar.


Semua pekerja yang ada di rumah mewah milik Pietro, ketika mereka semua mendengar teriakan dari sang majikan, para asisten dan anak buah itu semua langsung saja mendekat ke arah ruang makan.

__ADS_1


" Kalian semua jaga si kembar dulu, awas saja jika ada yang lecet kepada mereka, akan saya bunuh kalian semua!! ",, kata Pietro kepada semua pekerjanya.


" Baik Tuan ",, jawab serempak dari para pekerja kepada Pietro.


" Kalian hubungi Kakak saya cepat!! ",, perintah Pietro lagi kepada para pekerjanya.


Salah satu dari pekerja itu langsung saja ada yang mencoba menghubungi Kak Ivar, sedangkan ada satu lagi yang langsung mendatangi rumah Gilbert, untuk mengabari jika Molly akan segera melahirkan.


Dan Gilbert yang mendapatkan kabar tersebut, dari anak buah Pietro, dia langsung saja segera menuju ke rumah sang Kakak bersama Elina.


Sedangkan Pietro tadi, dia langsung saja mencoba ingin membawa Molly ke dalam mobil untuk dia bawa ke rumah sakit yang terdekat.


Namun, ketika Molly sedang di gendong oleh Pietro, dia malah meminta di bawa masuk saja ke dalam kamar.


" Kenapa ke dalam kamar Mama, kita harus segera ke rumah sakit ",, kata Pietro kepada Molly.


" Bawa saja dulu ke dalam kamar, cepat!! ",, jawab Molly kepada Pietro.


Mau tidak mau, walau ragu, Pietro tetap saja membawa Molly untuk masuk ke dalam kamar tamu yang tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


Dan sesampainya di dalam kamar tamu tersebut, Molly sudah mulai men9374n, karena sang baby benar-benar sudah ingin segera keluar dari dalam perutnya Molly.


Pietro yang melihat Molly m3n9374n, dia pun langsung membuka lebar kaki Molly untuk membantu persalinan anak ke tiganya.


" Sepertinya si baby ingin dilahirkan di rumah ",, kata Pietro sambil melihat ke arah milik Molly.


Gilbert yang sudah sampai di rumah Pietro, dia lalu bertanya kepada salah satu pekerja yang ada di situ, di manakah keberadaan dari sang Kakak.


Ketika Gilbert mendengar jawaban dari pekerja tersebut, jika Molly dan Gilbert sedang berada di dalam kamar, dia pun langsung saja menggerutu dengan sangat gemas sekali.


" Kak Pietro,!! Kaaaaak, kenapa Kakak malah membawa Kak Molly ke dalam kamar, bukannya ke rumah sakit, Kakak!! ",, kata Gilbert sambil menggedor-gedor pintu kamar.


Walau Pietro mendengar Gilbert sedang menggedor-gedor pintu kamar, dia memilih tidak mempedulikannya, karena dirinya sedang sibuk membantu Molly yang ingin segera melakukan persalinan.


" Kakak buka pintunya!! ",, teriak Gilbert lagi kepada Pietro.


Akhirnya, ketika Gilbert sudah tidak tahan, sebab pintunya daritadi tidak segera di buka dari dalam, Gilbert memilih langsung saja membuka pintu kamarnya.


Dan ketika Gilbert sudah membuka pintu kamarnya, baik Gilbert beserta Elina langsung melihat Pietro sedang membantu Molly yang ingin melahirkan.


" Astaga Kakak!! ",, kata Gilbert dengan ekspresi sangat terkejut sekali.

__ADS_1


" Kak Pietro apa sedang membantu Kak Molly mau melahirkan?? ",, tanya Elina juga dengan eskpresi yang sama seperti Gilbert.


" Cepat ambilkan air dan kain untuk membungkus babynya, cepat, ini kepalanya sudah terlihat ",, kata Pietro kepada Gilbert dan Elina.


Gilbert dan Elina menjadi bingung sendiri, mereka yang melihat banyak darah di seprai ranjang dan juga tangan Pietro, membuat mereka menjadi tidak bisa berpikir dengan jernih.


" Kenapa kalian berdua malah diam saja di situ, cepat bantu Kakak!! ",, teriak Pietro lagi kepada Gilbert dan Elina.


" Eh, iya Kak ",, jawab Gilbert dan Elina secara bersamaan.


Gilbert dan Elina lalu menyiapkan semua barang-barang yang terlintas di dalam otak mereka berdua, dan barang-barang itu semua hampir semuanya tidak penting.


Hingga tidak lama, terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat kencang sekali sampai memenuhi seluruh ruangan kamar.


Pietro langsung saja memeluk erat sang baby ke dalam pelukannya, hingga membuat tubuh dan bajunya terkena banyak darah.


Gilbert dan Elina merasa sangat senang sekali, walau mereka juga merasa terkejut secara bersamaan, karena Molly malah melahirkan di rumah bukannya di rumah sakit.


" Baby boy ",, kata Pietro kepada anak ke tiganya.


" Syukurlah dia selamat ",, kata Gilbert dan Elina secara bersamaan.


Molly hanya bisa tersenyum lemah, ketika Pietro menyebutkan jenis kelamin dari anak ke tiganya yang ternyata laki-laki lagi.


Dan Pietro lalu menyuruh Elina serta Gilbert untuk membersihkan tubuh dari babynya, ketika dia sudah memotong ari-ari yang masih menempel di perut si baby tadi.


Gilbert sampai gemetaran, ketika untuk pertama kalinya menggendong baby yang berlumuran darah seperti itu.


Sedangkan Pietro, dia langsung membantu Molly pasca persalinan dengan obat herbal yang tersedia di dalam rumahnya.


Pietro mengobati milik Molly dengan obat herbal racikannya sendiri, walau jalan lahirnya terlihat robek sedikit, Pietro bisa menjahitnya sendiri dengan keahliannya yang biasa menjahit lukanya dulu.


Molly tidak merasakan rasa sakit sama sekali, ketika di rawat oleh Pietro, karena sebelumnya Pietro sudah meminumkan sebuah ramuan yang seperti bius, jadi Molly akan tertidur cukup lelap, dan nanti bangun-bangun Molly sudah bersih seperti sedia kala.


Gilbert dan Elina cukup kesulitan membersihkan seorang baby yang baru lahir untuk pertama kalinya di seumur hidup mereka.


Dan ini akan menjadi pengalaman pertama mereka yang tidak akan pernah mereka lupakan sama sekali.


Setelah bermenit-menit lamanya Gilbert dan Elina membersihkan baby boynya Pietro - Molly, akhirnya mereka selesai juga dan mereka langsung membungkus baby tersebut menggunakan handuk yang sudah mereka siapkan sebelumnya.


Senyum lega dan bangga langsung terbit di bibir Gilbert dan Elina, karena mereka berdua tidak menyangka, jika akhirnya mereka bisa membersihkan baby boynya Pietro - Molly dengan keahlian yang pas-pasan.

__ADS_1


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...


...***TBC***...


__ADS_2