KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
SAKIT


__ADS_3

Semalam Molly yang sudah tidak bisa tertidur dengan nyenyak lagi, dipagi harinya ketika waktunya bangun dan Molly yang ingin mempersiapkan urusan rumah tangganya, badan dia serasa sangat berat sekali.


Sedangkan Pietro seperti biasanya, dia sudah bangun sejak pagi tadi sebelum matahari terbit dari singgasananya.


Tentu saja hal yang Pietro lakukan adalah berolahraga dan melatih kebugaran tubuhnya.


Walau ketika Pietro sedang berolahraga tadi sering melihat penampakan arwah, namun dia tidak merasa takut sama sekali, malah Pietro sengaja tatap dengan tatapan mautnya, hingga lama-kelamaan arwah yang berpas-pasan dengan Pietro dia pada menghilang dengan sendirinya.


Pietro yang tidak bisa melanjutkan tidurnya lagi, dia memilih untuk mencari kayu bakar didalam hutan untuk tungku perapiannya, dan juga mencari sesuatu yang bisa dia makan bersama Molly.


Sekitar pukul tujuh lebih dua puluh menitan, Pietro sudah kembali pulang kerumahnya sambil membawa beberapa jenis buah-buahan dari dalam hutan, dan juga lima ekor ikan yang masih hidup yang baru saja dia tangkap tadi didalam hutan.


" My Queen.........?? ",, panggil Pietro ketika dia baru saja masuk kedalam rumah melalui pintu belakang.


Molly yang sedang lemas badannya, dia hanya bisa menjawab pelan panggilan dari Pietro.


" Iya Kakanda........ ",, jawab lemas dari Molly sambil mempersiapkan bahan-bahan masakan yang ingin dia masak.


" Ini Kakanda bawakan buah-buahan dan juga ikan dari dalam hutan tadi ",, kata Pietro kepada Molly sambil memperlihatkan hasil berburunya didalam hutan.


" Iya, taruh saja diatas meja dapur, nanti Molly bersihkan........ ",, jawab Molly kepada Pietro.


" My Queen sakit?? ",, tanya Pietro yang melihat wajah pucat dari Molly.


" Tidak, hanya sedikit merasa pusing saja Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.


Pietro lalu mengangkat badan Molly untuk dia dudukkan diatas kursi yang ada disitu untuk mengecek kondisi dari Molly.


Pietro menempelkan telapak tangannya kedahi dan juga leher Molly untuk mengecek suhu badannya Molly.


" Badan kamu panas My Queen, istirahatlah saja, biar ini semua Kakanda yang memasak ",, kata Pietro kepada Molly.


Walau ekspresi Pietro datar-datar saja, namun nada dia tersirat rasa khawatir yang teramat dalam sekali untuk Molly.


" Tapi Kakanda, ini adalah pekerjaan Molly......... ",, kata Molly kepada Pietro.


" Tidak apa, yang terpenting kamu sembuh dulu ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Ayo Kakanda antar kedalam kamar, nanti Kakanda akan buatkan ramuan untuk kesehatanmu ",, kata Pietro kepada Molly sambil menggendong Molly masuk kedalam kamar.


Molly pun akhirnya menurut saja ketika dia digendong seperti itu oleh Pietro.


" Istirahatlah, dan tunggu Kakanda selesai memasak untuk kita ",, kata Pietro kepada Molly.

__ADS_1


Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro.


Dan setelahnya Pietro langsung beralu keluar meninggalkan Molly didalam kamar sendirian.


Sebelum memasak, Pietro membuatkan ramuan herbal terlebih dahulu untuk Molly, supaya Molly bisa beristirahat dan juga sehat lagi kondisinya seperti sedia kala.


Pietro yang sudah selesai membuatkan ramuannya, dia langsung saja memberikannya kepada Molly yang sedang mencoba memejamkan matanya.


" My Queen, ini minumlah, supaya kamu bisa lebih baik lagi keadaannya ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly langsung saja mencoba untuk duduk dari rebahannya, dan Pietro juga langsung membantu Molly untuk meminum ramuan herbal yang sudah dibuatkannya tadi.


" Pahit sekali Kakanda........., ini ramuan apa?? ",, kata Molly kepada Pietro.


" Rahasia, ini adalah resep dari Kakek Kakanda dulu ",, jawab Pietro kepada Molly.


" Ini minumlah air putihnya ",, kata Pietro memberikan segelas air putih untuk penawar rasa pahit dari ramuan tadi.


Setelah meminumkan ramuan itu, Pietro keluar lagi dari dalam kamar menuju kedapur untuk memasak dan mengolah hasil ikan tangkapannya tadi.


Sedangkan Molly sendiri setelah meminum ramuan tadi, tidak berlangsung lama dia langsung tertidur dengan cukup lelap sekali.


Pietro yang sudah kembali kedalam dapur, dia melihat jika salah satu ikan hasil perburuannya tadi sudah habis dimakan oleh King.


" King itu ikan untuk Molly kenapa kamu makan ",, kata Pietro kepada King.


" Molly sedang sakit sekarang, dan kamu malah memakan sarapan pagi untuk kami berdua ",, kata Pietro lagi untuk King sambil menggelengkan kepalanya.


Setelahnya Pietro mencoba mengecek daging kancil kemarin didalam kulkas, dan ternyata daging kancilnya masih tersisa cukup banyak sekali.


" Ini daging untuk kamu, sudah sana keluar aku mau memasak dulu untuk Molly ",, kata Pietro sambil menyerahkan daging kancil mentah kepada King.


King langsung saja membawa daging kancil tadi keluar dari dalam rumah siPietro.


Sedang Pietro dia langsung memasak masakan simple yang sudah sering dia masak dan juga makan.


Ikan yang sukanya dia bakar, akan Pietro bakar, dan daging yang sukanya dia panggang, akan Pietro panggang menggunakan bumbu-bumbu yang sudah dia kuasai resepnya.


Pietro begitu larut dalam pekerjaannya, hingga tanpa sadar dia sudah menghabiskan waktu kurang lebih satu setengah jam lamanya untuk memasak.


Melihat semua hidangan dan masakannya sudah hampir selesai semua, Pietro langsung saja menghidangkan masakan yang sudah matang keatas meja makan yang ada disitu.


Dan ketika semua hasil masakannya sudah terhidang semua diatas meja makan, Pietro langsung saja mencoba membangunkan Molly untuk sarapan bersama dengannya.

__ADS_1


" Bisakah Molly makannya nanti saja Kakanda, sekarang Kakanda saja dulu yang makan ",, kata Molly kepada Pietro ketika sudah duduk berdua didalam ruang makan.


" Tidak mau, My Queen harus ikut makan juga ",, kata Pietro kepada Molly.


" Aaaa........... ",, kata Pietro kepada Molly sambil mencoba menyuapi Molly.


Akhirnya walau mulutnya terasa pahit, Molly tetap paksakan membuka mulutnya kepada Pietro.


Dan Pietro sebelum makan dia memilih menyuapi Molly makan terlebih dahulu.


" Molly sudah kenyang Kakanda ",, kata Molly dengan tiba-tiba kepada Pietro.


" Baiklah.......... sekarang katakan kepada Kakanda, apa yang membuat My Queen tiba-tiba sakit seperti sekarang ",, kata Pietro kepada Molly sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.


" Molly rindu dengan kedua orang tua Molly Kakanda, Molly ingin melihat semua foto-foto kenangan mereka berdua ",, jawab Molly kepada Pietro sambil meneteskan air matanya.


" Apakah My Queen mempunyai semua foto-foto mereka?? ",, tanya Pietro disela-sela mengunyahnya.


" Ada, semua foto-foto Ayah dan Mamah ketinggalan dirumah Molly Kakanda ",, jawab Molly sambil menundukkan kepalanya.


" Iya sudah ambil dong semua album kenangan mereka My Queen ",, kata Pietro dengan santai kepada Molly.


" Tapi Molly tidak bisa Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.


" Kenapa tidak bisa?? ",, tanya Pietro kepada Molly.


" Molly takut untuk kembali kedalam kampung Molly lagi Kakanda ",, jawab Molly kepada Pietro.


" Kan ada Kakanda My Queen, nanti akan Kakanda antarkan untuk mengambil apa yang sekiranya ingin My Queen ambil dirumah kamu yang dulu itu ",, kata Pietro kepada Molly.


Molly langsung saja mendongakkan kepalanya kepada Pietro ketika mendengar jawaban dari Pietro tadi.


" Apa Kakanda serius mau mengantarkan Molly pulang?? ",, tanya Molly kepada Pietro.


" Iya ",, jawab cuek dari Pietro kepada Molly.


Molly langsung saja tersenyum dengan sangat lebar sekali kepada Pietro, karena dia memang sedang merasa sangat senang.


Dan ketika Molly bersama Pietro yang sudah selesai sarapannya, dan bersiap-siapnya, akhirnya Pietro mengantarkan Molly pulang kekampung halamannya dibalik hutan tempat tinggal mereka yang jaraknya bisa dibilang tidak terlalu jauh maupun terlalu dekat jika lewat tengah hutan.


Namun jika melewati jalan raya, pastinya akan membutuhkan waktu yang cukup lumayan lama untuk sampainya.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2