
Kebetulan malam itu, ketika Kak Ivar mengajak Gilbert untuk menjenguk sang Kakak yang katanya sedang sakit, Gilbert pun mau-mau saja, tapi dia tidak mau membawa mobil sendiri, katanya sedang malas.
Alhasil tadi ketika Gilbert datang ke rumah Pietro, dia berada dalam satu mobil bersama Kak Ivar dan Agnes dan memilih duduk di kursi belakang.
Sedangkan yang menyopiri adalah Kak Ivar yang di temani oleh Agnes yang duduk di sebelahnya.
Di saat tadi sudah pulang dari dalam rumah Pietro, karena di usir oleh sang Tuan rumah.
Tiba-tiba saja ketika sudah pertengahan jalan dan Agnes yang ingin memainkan ponselnya, dia tidak menemukan ponselnya sama sekali di dalam tas jinjing yang di bawanya.
" Lho ponsel Mamah dimana ya Ayah, ko tidak ada di dalam tas?? ",, kata Agnes kepada Kak Ivar sambil terus mencari ponselnya.
" Mungkin keselip kali Mah, di sela-sela tasnya ",, jawab dari Kak Ivar kepada Agnes.
" Jika tidak ada, palingan tertinggal di rumahnya Kak Pietro ",, sahut dari Gilbert kepada ke dua Kakaknya itu.
" Iya tidak ada ini Ayah, mungkin benar kata Ibet, jika ponsel Mamah tertinggal di rumah Ito ",, kata Agnes kepada Kak Ivar.
" Terus ini bagaimana, apakah kita harus putar balik lagi?? ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Iya harus dong Ayah, nanti kalau ada pemberitahuan penting dari para guru-gurunya Alva atau dari Keluarga yang lainnya bagaimana,?? iya kita harus putar balik lagi ke rumah Ito ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.
" Huh ...... iya baiklah ",, jawab dari Kak Ivar dengan pasrah kepada Agnes.
Sesampainya di rumah Pietro, Kak Ivar lalu mengajak turun Agnes untuk mencari keberadaan ponselnya yang tertinggal itu di dalam rumah Pietro.
" Kalian berdua masuk saja sendiri, Gilbert tunggu di sini saja, dan jangan lama-lama ",, kata Gilbert kepada Kak Ivar dan Agnes.
" Iya, lagi pula kita cuma sebentar saja, dan jika lama, kamu harus menyusul kami ke dalam ",, jawab dari Kak Ivar kepada Gilbert.
" Iya ",, jawab dari Gilbert kepada Kak Ivar sambil memejamkan matanya.
Setelanya Kak Ivar dan Agnes langsung saja masuk ke dalam rumah Pietro lagi yang pintunya tidak di kunci itu.
Di dalam rumah tersebut, Kak Ivar langsung saja memanggil-manggil nama Pietro dan juga Molly, namun tidak ada sahutan sama sekali dari mereka berdua.
" Sambil menunggu Pietro keluar, Mamah cari saja dulu dimana ponsel Mamah itu ",, kata Kak Ivar kepada Agnes.
" Iya Ayah, ini Mamah juga sedang mencarinya ",, jawab dari Agnes kepada Kak Ivar.
__ADS_1
Dan tidak lama Agnes pun menemukan ponselnya ada di sela-sela shofa dan hampir saja terjatuh ke bawah.
" Ini sudah ketemu Ayah ",, kata Agnes kepada Kak Ivar.
Kak Ivar hanya mengangguk saja kepada Agnes.
Tiba-tiba pandangan dari Agnes bersama Kak Ivar langsung dibuat terkejut, ketika Pietro tadi keluar sambil membawa sebuah pisau yang penuh dengan darah yang sudah mengering.
Semakin terkejut saja dada Kak Ivar dan Agnes ketika Pietro menjawab dia ingin membedah perutnya Molly.
Tanpa fikir panjang lagi, Kak Ivar langsung masuk ke dalam rumah, sambil dengan sengaja menabrak pundaknya Pietro untuk mencari keberadaannya Molly.
Ketika Kak Ivar sudah menemukan Molly dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam ruang pengobatan, Kak Ivar yang biasanya sabar, dia langsung tersulut emosi kepada Pietro.
" Sekarang mau kamu apa Pietro,!! Hah...!!! ",, kata Kak Ivar yang tersulut emosi kepada Pietro.
" Apa kamu tidak punya otak!!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro.
" Molly itu istri kamu dan dia sedang hamil anak kamu, apa kamu mau membunuhnya Pietro!!! ",, kata Kak Ivar kepada Pietro dengan nada yang super tegas sekali.
" Jawab Kakak!! ",, kata Kak Ivar lagi kepada Pietro dengan sambil berteriak sangat keras sekali.
" Tapi bukan seperti itu caranya Pietro, jika kamu ingin melihat calon baby kamu ",, kata Kak Ivar kepada Pietro.
" Sudah Kakak katakan, jika kamu tidak bisa menjaga Molly dan calon penerus Roderick selanjutnya, Kakak akan membawa Molly tinggal bersama Kakak!! ",, kata Kak Ivar lagi dan lagi kepada Pietro.
Gilbert yang sedang menunggu dan merasa ke dua Kakaknya sangat lama sekali di dalam rumah si Pietro, dia pun akhirnya keluar juga dari dalam mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.
Ketika Gilbert sudah masuk kedalam rumah, Gilbert langsung mendengar suara Kak Ivar yang sedang marah-marah sambil berteriak cukup keras sekali.
" Itu suara dari Kak Ivar, kenapa dia marah-marah, tumben sekali Kak Ivar marah ",, kata Gilbert sambil terus berjalan masuk ke dalam rumah untuk mencari letak sumber suara.
Sesampainya di depan ruang pengobatan milik Pietro, Gilbert yang mendengar perkataan dari Pietro, yang ingin membedah perutnya Molly untuk melihat apakah ada babynya, disitulah Gilbert langsung saja membuka kasar pintu ruang pengobatan tersebut.
Dan tindakan dari Gilbert langsung mengalihkan pandangan dari Kak Ivar, Pietro dan Agnes ke arahnya Gilbert yang baru saja masuk itu.
Gilbert tanpa banyak berbicara, dia yang sudah masuk ke dalam ruang pengobatan itu, dia langsung saja memberikan bogem mentah ke wajah tampan sang Kakak hingga membuat Pietro langsung saja jatuh tersungkur ke atas lantai.
" Kakak pantas mendapatkan hal itu!! ",, kata Gilbert kepada Pietro sambil ikut-ikutan tersulut emosi juga.
__ADS_1
" Selama ini Gilbert sudah menahan rasa gemas dan jengkel kepada Kakak, sekarang saatnya Kakak menerima semua rasa yang Gilbert rasakan untuk Kakak!! ",, kata Gilbert lagi kepada Pietro sambil ingin menyerang Pietro untuk ke dua kalinya.
Tapi sayang Pietro bisa menghindar dari serangannya Gilbert.
Dan sekarang Pietro langsung membalas pukulan dari Gilbert tadi, hingga akhirnya gantian Gilbert yang jatuh tersungkur ke atas lantai .
Kak Ivar yang melihat keluarganya menjadi seperti itu karena ulah bodoh dari Pietro, dia langsung saja berteriak sangat keras sekali.
" Stooooooooooooooppppp!!! ",,
Teriakan dari Kak Ivar sangat menggelegar sekali di dalam ruang pengobatan itu, hingga akhirnya suara teriakan itu berhasil juga memisahkan Gilbert dan Pietro yang sedang bertengkar.
Agnes yang ada di situ, dia hanya bisa meneteskan air matanya sambil ketakutan dengan kaki yang sangat gemetaran sekali.
Selama pernikahannya dengan Kak Ivar, Agnes baru pertama kali itu melihat ke tiga bersaudara itu bertengkar dengan sangat serius seperti sekarang.
Bukan berarti mereka tidak pernah bertengkar, hanya saja pertengkaran yang biasanya mereka alami tidak sampai seperti saat ini.
" Bunuhlah Kakak sekarang Pietro, karena Kakak akan tetap membawa Molly pergi dari dalam rumah ini ",, kata Kak Ivar menantang Pietro.
" Dan Kakak akan membawa Molly ke rumah sakit saat ini juga, karena lihatlah Molly, dia sampai tidak sadarkan diri seperti ini ",, kata Kak Ivar kepada Pietro, sambil mencoba menggendong Molly ala bridal style.
Pietro hanya diam saja bingung mau berbuat apa, ketika Molly sudah di bawa keluar oleh Kak Ivar dari dalam ruang pengobatannya.
" Jika Kak Pietro berani membunuh Kak Ivar, jangan harap Kakak bisa melihat kita semua lagi ",, kata Gilbert kepada Pietro.
" Silahkan jika mau ikut, buktikan jika Kakak tidak mau menyakiti Kak Molly dan bahagia karena akan mempunyai seorang baby ",, kata Gilbert lagi kepada Pietro.
Setelah mengatakan itu semua kepada Pietro, Gilbert langsung pergi meninggalkan Pietro seorang diri di dalam ruang pengobatan itu.
Pietro yang tidak bisa jauh dari Molly, tentu saja dia lalu ikut keluar dari dalam rumahnya dan mengikuti kemana mobil milik Kak Ivar sedang membawa pergi Molly dari sisinya.
...🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴🪴...
Sekali-sekali kepala Pietro butuh di pukul pakai palu Thor😬😬😬.
...🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️🛠️...
...***TBC***...
__ADS_1