
Kembali kePietro dan Molly lagi.
Pietro setelah mengatakan itu semua kepada semua warga, dia langsung saja menggandeng tangan Molly untuk segera masuk kembali kedalam rumahnya.
Didalam rumah itu Pietro menatap seisi dalam rumah Molly dengan tatapan aneh bin heran.
Karena pasalnya rumah Molly isinya sangat jauh sekali dengan isi dalam rumahnya.
Rumah Molly terlihat sekali barang-barangnya sangat kumuh, jelek, dan tidak mahal sama sekali.
Bahkan ketika Pietro mencoba menutup pintu depan, pintu yang sudah lapuk itu langsung terlepas dari engselnya.
Lucu ............ begitulah ekspresi yang Pietro tunjukkan ketika melihat pintunya terlepas karena dia tutup.
Sedangkan Molly yang melihatnya dia langsung tersenyum dalam diamnya sambil menahan rasa malu didalam dirinya.
Pietro terus berjalan mengitari rumah Molly yang besarnya tidak lebih besar dari kamar pribadinya.
Dinding dari kayu yang masih beralaskan tanah itulah penampakan rumah Molly.
" Rumah ini bahkan tidak lebih baik dari kandang milik King ",, begitulah kata batin dari Pietro sambil terus melihat seisi rumah Molly.
Molly yang sedang sibuk mengumpulkan semua foto yang menempel didinding rumah, dia juga sampai dibela-belain naik keatas kursi demi mengambil foto sang Ayah dan Mamah yang menempel indah didinding rumahnya.
Pietro yang melihat Molly seperti itu tentu saja dia tidak akan membiarkannya, karena takut jika Molly nanti terjatuh dari atas kursi tersebut.
" Biar Kakanda saja My Queen yang mengambilnya ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly hanya mengangguk saja kepada Pietro.
Dan Pietro pun langsung mengambil bingkai foto itu dengan mudah, setelahnya Pietro menggendong Molly untuk dia turunkan dari atas kursi tersebut.
" Molly mau masuk kedalam kamar Molly dulu Kakanda ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro hanya diam saja menanggapi perkataan dari Molly dengan terus mengikuti kemana langkah kaki Molly sedang melangkah.
Sesampainya didalam kamar Molly, Pietro melihat ada ranjang kecil dari kayu yang sudah usang dengan kasur seadanya dan jangan lupakan selimut pun juga seadanya, jauh dari kata mewah didalam kamar tersebut.
Pietro sampai tidak berani duduk diatas ranjang itu karena takut ambrol dan tidak kuat menahan beban tubuhnya.
Didalam kamar Molly terdapat satu lemari kecil yang didalamnya ada beberapa pakaian yang dimiliki oleh Molly dan semuanya sudah usang.
__ADS_1
Ketika Molly sedang ingin mengeluarkan semua pakaiannya, Pietro pun langsung menegurnya.
" Jangan membawa semua pakaian itu, cuma pakaian saja Kakanda masih bisa membelikannya untuk kamu My Queen ",, kata Pietro kepada Molly.
" Oh baiklah ",, jawab Molly kepada Pietro.
Dan Molly tidak jadi ingin membawa semua pakaiannya itu.
Molly lalu mengambil semua foto kenangan yang dia punya didalam lemarinya.
Bagaimana Molly bisa mendapatkan semua foto album tersebut sedangkan dia tidak mempunyai kamera atau ponsel??.
Jawabannya ketika Ayah Calvin dan juga Mamah Elina Mamah kandungnya Molly masih hidup, mereka jika punya uang akan menyempatkan berfoto berdua atau bertiga dengan Molly dipasar ditempat langganan mereka untuk membuat kenang-kenangan.
Dan Ayah Calvin serta Mamah Elina akan kembali lagi jika uang mereka sudah terkumpul.
Sebab fikir mereka dengan begitulah mereka bisa mempunyai kenang-kenangan yang pastinya tidak akan mungkin bisa terulang kembali jika sudah meninggal.
" Sudah Kakanda......... semua yang ingin Molly ambil sudah Molly ambil semua ",, kata Molly kepada Pietro.
" Apakah kamu tidak punya tas untuk membawa semua itu?? ",, tanya Pietro kepada Molly.
" Tidak punya Kakanda, Kakanda sudah melihat sendiri bagaimana kondisi dari Molly,........... ",, jawab dari Molly kepada Pietro.
" Semua itu tumpuklah menjadi satu ",, kata Pietro kepada Molly.
Dan Molly pun langsung saja menumpuk semua album kenangan beserta semua bingkai foto itu diatas meja makan lapuk miliknya.
Jika Pietro dan Molly sedang sibuk melihat, memilah dan memilih serta mengambil barang yang Molly butuhkan.
Diluar rumah Molly akhirnya kedatangan dari Molly dan Pietro terdengar juga sampai ditelinga anak dari tetua kampung yang dulu, yang ayahnya sudah dibunuh oleh Pietro.
Anak tetua kampung yang dulu remaja, sekarang sudah menjadi laki-laki dewasa yang sudah siap berumah tangga.
Laki-laki tersebut yang mendengar kedatangan dari Pietro kekampung halamannya lagi, membuat niat jahat langsung muncul kefikirannya.
" Aku harus melihatnya sendiri ",, kata laki-laki tersebut didalam hatinya.
Laki-laki itu yang awalnya sedang berada diladang yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, dia langsung saja bergegas menuju kerumah Molly, yah begitulah yang samar-samar dia dengar dari beberapa orang yang sedang menggarap ladang mereka.
Laki-laki itu terus melewati rerumputan dan padang ilalang yang tumbuh disepanjang jalan hingga akhirnya sampai juga dirumah Molly.
__ADS_1
Laki-laki itu bernama Zafran, dan Zafran ini dia berumur sekitar dua puluh sembilan tahun sekarang, cukup tampan untuk anak kampung seperti Zafran.
Zafran bersembunyi diantara dua rumah yang berada didekat rumah Molly sambil terus menunggu Molly dan Pietro keluar dari dalam rumah.
" Apakah itu mobil milik laki-laki Psikopat itu??, bagus sekali ",, kata batin dari Zafran ketika melihat mobil milik Pietro terparkir rapi dan gagah didepan rumah Molly.
" Eh tapi kenapa dia datangnya bersama Molly sigadis cacat itu ya??, apakah ada sesuatu yang sudah terjadi kepada Molly?? ",, kata batin dari Zafran untuk dirinya sendiri.
Zafran rupanya belum tahu jika Molly adalah istri dari sang King Psikopat yang sudah ditunggunya.
Dan Zafran sendiri juga belum mengetahui bagaimana rupa cantiknya Molly.
" Lha itu ko ada orang yang tergeletak disitu, apakah dia sudah meninggal?? ko banyak yang menangisinya juga, apa laki-laki itu dibunuh juga oleh Psikopat gila itu??!! ",, kata Zafran lagi ketika melihat mayat laki-laki sedang ditangisi Keluarganya.
" Dasar Psikopat gila, awas saja kamu, sudah lama tidak datang, datang-datang malah membunuh warga kampung sini!! ",, kata Zafran sambil mengepalkan kedua tangannya.
Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu oleh Zafran keluar juga.
Pietro dan Molly yang sudah selesai dengan urusannya didalam rumah, mereka langsung keluar menuju kedalam mobil.
Pietro langsung memasukkan semua barang-barang yang diambil oleh Molly tadi kedalam bagasi mobil miliknya.
Dan untuk Zafran sendiri ketika melihat wajah cantik alami, natural, terlebih lagi mata yang dimiliki oleh Molly sangat berbeda dari biasanya, membuat dia langsung terpesona sekali, sampai-sampai Zafran tidak berkedip serta membuka mulutnya dengan cukup lebar sekali.
Disaat Zafran sedang terpesona dengan Molly, tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk pundaknya.
Hal itu langsung saja membuat Zafran tersadar dari keterpesonaannya kepada Molly.
" Kamu kenapa Zafran??, terpesona dengan Molly?? ",, kata laki-laki yang seumuran dengan Zafran.
" Awas nanti mata kamu bisa dicongkel sama sang King lho jika ketahuan melihat Molly seperti itu ",, kata laki-laki itu lagi kepada Zafran.
" Kenapa memangnya Agya?? ",, tanya Zafran kepada laki-laki itu yang bernama Agya.
" Molly sekarang sudah menjadi istri sah dari sang King Psikopat itu, dan lihatlah disana, itu siBeckett sudah dibunuh oleh sang King karena dia ketahuan menyusup kerumah Molly tadi ",, jawab Agya kepada Zafran.
Zafran sangat terkejut sekali mengetahui jika Molly sekarang menjadi istri dari Pietro.
Terlebih lagi sekarang dia melihat sendiri kecantikan yang dimiliki oleh Molly.
Rasanya Zafran sangat tidak rela sekali jika Molly menjadi istri dari sang King Psikopat kejam itu, dan didalam diri Zafran, tiba-tiba tumbuh rasa ingin mengambil Molly dari sisi sang King Psikopat yaitu Pietro.
__ADS_1
...๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ๐ ๏ธ...
...***TCB***...