
Ketika Pietro sudah sampai didalam kamar pribadinya, dia langsung saja menurunkan Molly keatas ranjang miliknya.
Sedang Molly dia langsung saja mencoba berbicara kepada Pietro.
" Tuan............... bagaimana dengan mereka, Kakak dan adik anda??, kenapa kita malah masuk kedalam kamar dan meninggalkan mereka?? ",, kata Molly kepada Pietro.
Pietro sebelum menjawab perkataan dari Molly, dia langsung saja berjalan mendekat kearah Molly dan langsung juga mengukung tubuh Molly menggunakan kedua tangannya.
Molly reflek langsung saja merebahkan badannya ketika Pietro mengukungnya seperti itu.
" Mereka akan pulang sendiri jika mereka merasa bosan, terserah mereka juga jika mereka ingin tidur disini, dan saya tidak peduli ",, jawab tenang dari Pietro namun tersirat nada dingin didalamnya.
" Dan jangan memanggilku Tuan, karena saya bukan Tuan kamu, saya ini sudah sah sebagai suami kamu gadis kecil ",, sambung lagi perkataan dari Pietro kepada Molly sambil mengusap lembut pipi mulus milik Molly.
" Panggil saya Kakanda............ faham kamu!!, dan jangan lagi berbicara menggunakan Bahasa formal denganku!! ",, kata Pietro kepada Molly sambil langsung berlalu dari atas tubuhnya Molly untuk berganti baju.
Gubrak...........!!, tepuk jidat untuk perkataan Pietro tadi yang terakhir, karena dia ingin dipanggil dengan panggilan Kakanda.
Entah darimana Pietro tahu akan panggilan itu, namun yang pasti setahu author panggilan Kakanda hanya ada diIndonesia saja.
Sedang mereka berdua yaitu Pietro dan Molly hidup diNegara Moldova yang jauh dari film pewayangan seperti Indonesia.
Molly yang mendengar perkataan dari Pietro tadi, dia langsung saja menampilkan wajah anehnya sambil mengeja kalimat Kakanda.
" Ka........kan........da?? ",, kata Molly dengan tanpa suara sambil memikirkan arti dari kalimat itu.
Pietro yang sudah melepaskan jas dan juga kemeja yang dipakainya tadi, ketika dia berbalik badan dan melihat wajah aneh dari Molly, Pietro langsung saja bertanya kepada Molly.
" Kamu kenapa Ratuku?? ",, panggil dari Pietro kepada Molly.
" Hah Ratu??, siapa Tuan,....... eh Ka......kan........da?? ",, kata Molly kepada Pietro dengan suara anehnya.
Sungguh lidah dari Molly serasa aneh dan lucu sekali ketika dia memanggil Pietro dengan panggilan Kakanda.
Bahkan Molly harus mengejanya terlebih dahulu ketika dia ingin memanggil Pietro karena lidah dia tidak terbiasa dengan ejaannya.
" Iya Ratu, kamu adalah Ratuku mulai sekarang, apakah kamu faham My Queen?? ",, kata Pietro kepada Molly.
Sungguh Molly merasa seperti orang bodoh saja ketika mendengar perkataan dari Pietro.
__ADS_1
Menurut Molly panggilan mereka terlalu lebay, dan juga terlalu sweet sekali.
" Eeem Ka......kan........da bisakah kita memanggilnya jangan seperti itu??, karena lidah saya terasa aneh sekali ketika mengucapkannya?? ",, kata Molly mencoba menawar kepada Pietro.
" Memangnya kenapa apa ada salah My Queen??, aku suka ko, terasa berbeda dari yang lain, karena aku tidak menyukai kesamaan dengan siapa pun ",, jawab Pietro sambil melepaskan celana kain yang dipakainya.
Molly mencoba biasa saja ketika melihat sikap dari Pietro yang dari pertama kali bertemu tidak mempunyai rasa malu-malunya sama sekali dengannya.
Seperti saat ini contohnya saja, Pietro dengan tenangnya melepaskan celana kainnya dan hanya menyisahkan celana d4l4mnya saja dihadapan Molly.
Pietro yang melihat wajah aneh dari Molly, dia langsung mencoba bertanya.
" Kenapa dengan wajah kamu My Queen melihatku seperti itu, apakah kamu mau melakukannya lagi denganku?? ",, kata Pietro kepada Molly sambil mengeluarkan roketnya dari dalam sarungnya.
" Astaga ya Tuhan, semoga saya tidak ikut gila mempunyai suami sepertinya ",, kata batin dari Molly ketika melihat kelakuan dari Pietro yang sedang memainkan roketnya didepan wajahnya.
Molly yang sudah selesai membatin seperti itu, dia langsung saja membuka matanya dan langsung mencoba bertanya lagi kepada Pietro untuk mengalihkan kelakuan dari Pietro tadi.
" Eeem Ka......kan.......da, dimanakah semua baju milik saya??, karena saya ingin berganti baju ",, kata Molly kepada Pietro.
" Oh baju ya sebentar ",, kata Pietro kepada Molly.
Tanpa mamakai bajunya terlebih dahulu, Pietro langsung saja keluar dari dalam kamar hanya menggunakan celana d4l4mnya saja untuk mengambilkan baju milik Molly.
Pietro yang sudah mengambil semua baju milik Molly, dia langsung saja kembali lagi kedalam kamar untuk memberikan baju tadi kepada Molly.
" Ini bajunya, dan usahakan kamu memakai celana, karena saya ingin berburu, kamu harus ikut denganku ",, kata Pietro kepada Molly.
" Tapi Ka......kan.......da saya takut ",, jawab Molly kepada Pietro.
" Sudah aku katakan, jangan berbicara formal kepadaku, jangan menggunakan saya - anda lagi diantara kita!!, faham??!! ",, kata Pietro kepada Molly.
Molly langsung saja mengangguk dengan cepat kepada Pietro.
" Cepat ganti baju, aku sedang malas sekali untuk pergi beli makanan, sekarang aku sedang ingin berburu lagi ",, kata Pietro lagi kepada Molly.
Molly pun yang mendengar perkataan dari Pietro, dia langsung saja memilih baju yang sekiranya menurut dia cocok untuk dia pergi berburu bersama Pietro.
Sedang Pietro tadi setelah selesai berbicara kepada Molly, dia langsung menuju kedalam ruang walk in closetnya untuk berganti baju juga.
__ADS_1
Molly yang sudah selesai berganti baju, dia mencoba melihatnya dikaca besar yang ada didalam kamar Pietro.
Sungguh Molly sangat suka sekali dengan penampilannya saat itu, walau menurut Molly memakai celana sedikit terasa aneh dikakinya, tapi Molly tetap menyukainya karena terasa nyaman ketika dia gerakkan untuk berjalan.
" Ternyata aku cocok juga memakai pakaian seperti ini ",, kata Molly mengagumi penampilan sederahananya itu.
Pietro yang baru saja keluar dari dalam ruang walk in closetnya dan melihat kelakuan dari Molly yang tersenyum sendiri sambil bercermin didepan cerminnya.
Tanpa sadar senyum miring tercetak dibibirnya yang kissable itu.
" Ayo keluar jika sudah selesai, aku ingin menyiapkan semua alat-alat berburuku ",, kata Pietro ketika dia melewati Molly.
Molly yang mendengar perkataan dari Pietro, dia langsung saja mengikuti Pietro dari belakang.
Walau Molly masih kurang fit badan, dan juga pergelangan tangannya masih terasa sakit, tapi Molly tetap tidak mau ditinggal oleh Pietro sendirian didalam rumah itu.
Pietro sendiri bukannya tidak bisa membeli makanan diluar, hanya saja hoby dia yang suka berburu itu membuat Pietro lebih suka makan hasil buruannya daripada beli digerai makanan.
Molly sangat terkejut sekali ketika dia baru saja diajak masuk oleh Pietro kedalam ruang penyimpanan senjata tajam miliknya, karena semuanya terlihat sangat tajam dan juga sangat berbahaya sekali.
" Waaaaah, sudah seperti tukang jagal, semua senjata tajamnya sangat komplit sekali ",, kata batin dari Molly sambil mengagumi semua senjata tajam milik Pietro dari yang terkecil hingga yang terbesar.
Dan ketika Pietro sudah membawa semua perlengkapan yang dibutuhkannya, dia langsung saja mengajak Molly untuk segera keluar dari dalam rumah.
King yang masih setia berada didalam rumah, dan dia malah sedang tiduran diatas shofa ruang tamu, Pietro langsung saja menegur King sebelum berangkat.
" King, jaga rumah aku ingin pergi berburu dulu sama istriku ",, kata Pietro kepada King.
King langsung saja mengaum pelan kepada Pietro dan Molly hanya diam saja memperhatikan apa yang sedang dikatakan Pietro kepada King.
Setelahnya Pietro dan Molly langsung ingin keluar dari dalam rumah.
Namun ketika Pietro sudah memegang gagang pintunya, King tiba-tiba saja langsung melompat tepat didepan Molly.
Dan hal itu membuat Molly sangat terkejut sekali, ketika melihat King tiba-tiba ada didepannya seperti itu.
...πππππππππππππ...
Nah lho apa yang ingin dilakukan oleh King kepada Molly??ππ.
__ADS_1
...π οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈπ οΈ...
...***TBC***...