KING PSYCHOPATH

KING PSYCHOPATH
GILBERT - ELINA


__ADS_3

Selama perjalan menuju ke supermarket, di dalam mobil Elina tiba-tiba saja tertawa dan tersenyum sendiri, dan hal itu membuat Gilbert yang melihat, merasa heran serta aneh dengan tingkahnya Elina.


" Elina?? ",, panggil dari Gilbert kepada Elina.


" Eh, iya ",, jawab dari Elina kepada Gilbert sambil tertawa.


" Kamu kenapa daritadi tertawa sendiri, apakah kamu sudah gila?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.


" Tuan Gilbert ini ada-ada saja, masa saya sudah gila ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Terus kenapa dong daritadi kamu tertawa sendiri begitu?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.


" Saya merasa lucu saja mengenal Keluarga anda Tuan, mereka asik-asik semua menurut saya ",, jawab dari Elina kepada Gilbert masih sambil tertawa.


" Walau wajah dan tubuh dari Kakak-kakak anda sangat gagah dan cukup menyeramkan bagi saya, tapi mereka terlihat lembut dan menyayangi anda Tuan ",, lanjut lagi perkataan dari Elina kepada Gilbert.


" Iya, mereka memang sangat menyayangi saya ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Tapi dengan cara mereka sendiri yang suka membuatku marah-marah dan juga harus menyiapkan stok sabar yang cukup banyak ",, lanjut lagi perkataan dari Gilbert kepada Elina.


" Dan stok sabar anda saya lihat tidak ada untuk ke dua Kakak anda itu kan Tuan ",, kata Elina menyahuti perkataan dari Gilbert.


Gilbert pun langsung saja tertawa mendengar perkataan dari Elina tadi.


" Kamu benar Elina, saya tidak bisa sesabar Kak Ivar dalam menghadapi sikap Kak Pietro yang sesukanya sendiri, di tambah lagi dia mempunyai istri yang sebelas dua belas sifatnya ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Tuan, itu Nyonya Molly sangat cantik sekali ya wajahnya ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Iya, sebagai seorang laki-laki saya akui, jika Kak Molly memang sangat cantik sekali, bahkan saya saja pertama kali melihat Kak Molly, saya pikir dia seorang peri yang Kak Pietro ambil dari dalam hutan ",, jawab dari Gilbert kepada Elina sambil tertawa pelan.


" Mata dia sangat cantik sekali, saya suka Tuan ",, kata Elina lagi kepada Gilbert.


" Iya, itulah kecantikan dari Kak Molly yang tidak di miliki oleh para wanita di dunia ini Elina ",, jawab dari Gilbert kepada Elina.


" Anda benar sekali Tuan, bahkan saya saja seumur hidup saya, baru kali ini melihat dua bola mata yang berbeda warnanya seperti itu ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Elina ",, panggil Gilbert kepada Elina.


" Hmm ",, jawab dari Elina sambil mengalihkan pandangannya ke arah Gilbert.


" Bisakah kamu memanggil saya Gilbert saja, dan panggilan kita jangan terlalu formal begini?? ",, kata Gilbert kepada Elina sambil terus mengendarai mobilnya.


" Itu tidak sopan Tuan?? ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, kan saya sendiri yang meminta kamu untuk memanggilku begitu ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Baiklah akan aku coba Gilbert ",, kata Elina kepada Gilbert sambil tersenyum.


" Nah seperti itu, dan terdengar lebih enak di telingaku ",, jawab dari Gilbert kepada Elina sambil tersenyum juga.


Elina pun ikut-ikutan tersenyum semakin lebar saja ketika melihat Gilbert tersenyum kepadanya.


" Oh ya Elina, bagaimana persiapan kamu untuk mengikuti pertandingan besok?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina.


" Sudah matang sempurna, tinggal menunggu hari H nya saja ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Baguslah, dan jika ada apa-apa, kamu bilang saja kepadaku, siapa tahu aku bisa membantu kamu ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Ok siap Tuan Gilbert Roderick ",, jawab dari Elina sambil menggoda Gilbert.


Gilbert pun hanya tertawa saja mendengar perkataan dari Elina.


Dan tidak terasa keasyikan mengobrol sambil berkendara, mobil yang Gilbert kendarai sampai juga di parkiran salah satu supermarket cukup besar yang ada di kota mereka.


Gilbert yang sudah memarkirkan mobilnya dengan rapi, dia bersama Elina langsung saja keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju ke dalam supermarket tersebut.


Gilbert dan Elina langsung saja mengambil keranjang dan berjalan menuju ke area sayur-sayuran, daging, buah-buahan serta makanan yang lainnya.


Ternyata Gilbert dan Elina banyak mempunyai kemiripan dan kesukaan yang sama, akan tetapi lebih banyak tidak miripnya.


" Apakah kamu suka sayur ini Elina?? ",, tanya dari Gilbert kepada Elina sambil menunjukkan sayur yang sedang dipegangnya.


" Suka, hampir semua sayur aku suka semua Gilbert ",, jawab dari Elina kepada Gilbert.


" Kalau aku tidak suka, karena rasanya ada rasa pahit-pahit bagaimana begitu di lidahku ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Nanti kapan-kapan deh, aku buatin masakan menggunakan sayuran ini, pasti kamu suka, dan di jamin rasanya tidak akan pahit lagi ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Bagaimana kalau nanti malam saja kamu membuatkan untuk aku ",, kata Gilbert kepada Elina.


" Hmm, boleh, tapi kita harus mencari teman-temannya dulu untuk menemani si sayur ini ",, kata Elina kepada Gilbert.


" Ambillah yang biasanya kamu masak dengan sayur ini ",, kata Gilbert kepada Elina.


Elina pun langsung saja melangkah ke arah sayur, daging dan beberapa makanan yang lainnya untuk memasak sayur yang tadi.


Gilbert sendiri dia masih setia berjalan di belakang Elina sambil terus mendorong troli yang di bawanya.

__ADS_1


Ketika Gilbert dan Elina sedang asik memilah dan memilih seperti itu, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil Elina.


Dan Gilbert yang melihatnya menjadi sangat tidak suka sekali, sebab yang memanggil Elina dia seorang laki-laki yang cukup tampan.


" Elina ",, panggil laki-laki itu kepada Elina.


" Hei Jackson, kamu di sini juga, sama siapa?? ",, kata Elina kepada laki-laki yang bernama Jackson itu.


" Sama Mama, biasa di suruh untuk menemani membeli kebutuhan bulanan ",, jawab dari Jackson kepada Elina.


" Kamu sendiri sama siapa?? ",, tanya dari Jackson kepada Elina sambil melirik Gilbert.


" Oh perkenalkan, dia Gilbert Roderick ",, jawab dari Elina kepada Jackson sambil memperkenalkan Gilbert.


Gilbert dan Jackson pun langsung saling berjabat tangan sambil memperkenalkan diri.


" Gilbert, Jackson ",, kata Gilbert dan Jackson secara bersama-sama.


Setelah berkenalan kepada Gilbert, Jackson pun malah asik berbincang sendiri bersama Elina.


Dan Elina pun juga sama asiknya juga, hingga tanpa sadar dia tidak mempedulikan Gilbert.


Gilbert yang merasa dikacangin oleh Elina, dia pun memilih terus berjalan untuk mencari bahan masakan yang menurutnya kurang.


Gilbert memilih pergi menghindar, karena dia sudah jenuh melihat mereka berbincang tanpa mempedulikannya.


" Eh, Gilbert ",, panggil Elina yang baru sadar ketika dia sudah di tinggal pergi oleh Gilbert.


Namun Gilbert tidak mempedulikan panggilan dari Elina, dia memilih terus berjalan saja.


" Jackson kita sambung besok lagi saja, aku sudah di tinggal oleh Gilbert ",, kata Elina kepada Jackson.


" Ok Elina, sampai bertemu di arena sirkuit besok, dan akan aku pastikan aku bisa mengalahkanmu nanti ",, kata Jackson kepada Elina.


" Siap di tunggu untuk hari esok ",, jawab dari Elina kepada Jackson.


Setelahnya Jackson dan Elina berpisah pergi dengan tujuan mereka masing-masing.


Dan Jackson sendiri dia salah satu teman Elina, walau teman, di dalam sirkuit balap Jackson adalah salah satu lawannya Elina, sebab dia juga ikut dalam pertandingan final besok hari.


Untuk Gilbert sepertinya dia harus lebih banyak menyetok kesabarannya lagi, jika dia ingin mendekati Elina, Gilbert harus siap-siap sabar, sebab teman Elina paling banyak adalah laki-laki semua.


...๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ๐Ÿ› ๏ธ...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2